NovelToon NovelToon
KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.1
Nama Author: Senjaku02

____________________________
"Dar-Darian?" suaranya pelan dan nyaris tak terdengar.
"Iya, akhirnya aku bisa membalas kejahatan mu pada Nafisha, ini adalah balasan yang pantas," ucap Darian Kanny Parker.
"Kenapa?" tanyanya serak dengan wajah penuh luka.
"Kau tak pantas hidup Cassia, karena kau adalah wanita pembawa masalah untuk Nafisha," ujarnya dengan senyum sinis.
Cassia Itzel Gray, menatap sendu tunangannya itu. Dia tak pernah menyangka akan berakhir di tangan pria yang begitu dirinya cintai. Di detik-detik terakhir. Cassia masih mendengar hal menyakitkan lainnya yang membuat Cassia marah dan dendam.
"Keluarga Gray hancur karena kesalahan mu, Cassia! Aku lah yang membuat Gray bangkrut dan membuat kedua orang tuamu pergi, jadi selamat menemui mereka, Cassia! Ini balasan setimpal untuk setiap tetes air mata Nafisha," bisik Darian dengan senyum menyeringai!

DEG!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

  "Ini bukan salahmu, tapi Cassia memang wanita tak tahu diri dan aku benci itu," Darian menenangkan Nafisha dia tak suka wanita itu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi tadi.

  Nafisha menatap Darian, tatapan sendu yang seperti sebuah kekaguman luar biasa dan Darian selalu suka saat gadis cantik asal Indonesia itu menatapnya seperti itu.

  Nafisha Aurellia, gadis cantik asal Indonesia, dia berdarah Amerika Indonesia, sebab Ayahnya asli Amerika sedangkan Ibunya asli Indonesia, Nafisha pindah ke Amerika karena sang Mama mendapatkan pekerjaan sebagai perawat dari rumah sakit besar seperti Yazeed Hospitals, rumah sakit terbesar dan paling memiliki fasilitas juga perlengkapan rawat yang luar biasa canggih.

  "Ayo kembali ke kelas!" Darian menggenggam tangan Nafisha dan itu membuat gadis cantik itu tersenyum senang dan merasa bahagia.

  Kedua sejoli itu berjalan beriringan untuk keluar dari Rooftop, menuruni anak tangga dan berjalan untuk kembali di kelas di iringi tatapan tak biasa dari para murid YHS.

  "Darian itu sudah punya tunangan, tapi gadis bernama Nafisha itu benar-benar tak tahu malu," salah seorang berbisik menembus dinding setiap telinga orang-orang yang berada di sana.

  "Benar, aku memang tak suka Cassia karena dia arogan dan antagonis. Namun, aku lebih tak suka pada seorang perebut!" ucapan itu memang seperti bisikan, tapi mampu membuat langkah Darian dan Nafisha terhenti.

  Darian akan menjawab ucapan mereka yang berbicara buruk tentang Nafisha, tapi wanita itu menggeleng karena tak mau Darian kembali membuat keributan demi dirinya.

  Darian menghela napas pelan,"Kau memang baik!" pujinya pelan dengan senyum tipis.

  Nafisha tersenyum tipis, keduanya kembali melanjutkan langkahnya. Namun, tak ada yang tahu seseorang mengepalkan tangannya dengan kemarahan tersembunyi di balik wajah polos yang memikat.

...****************...

 Cassia dan ketiga sahabatnya keluar dari kelas, begitu bel pertanda istirahat berbunyi nyaring memenuhi seisi gedung YHS.

  "Kira-kira apa menu makan siang kali ini?" tanya Ara, dia adalah gadis paling mungil, tapi keunikan yang di milik Ara atau gadis bernama lengkap Mutiara ini jarang sekali di miliki orang lain. Ara suka makan dan porsi makannya sangat banyak melebihi ketiga temannya.

  YHS, memiliki peraturan semua murid mendapatkan makan siang secara GRATIS dari sekolah, karena mereka tak menyediakan kantin atau semacamnya, makanan yang di sediakan juga bukan makanan biasa, mereka bisa memilih sesuka mereka dengan minuman yang juga berbagai rasa. Tapi jika para murid ingin makanan lain mereka bisa membelinya di Cafetaria yang ada di depan gedung sekolah besar YHS, sebab selain sekolah, YHS juga memiliki universitas yang ada dalam satu lahan dengan Sekolahan mereka.

  "Entah," jawabnya, Arzhela melihat Teman-temannya, dan kembali bersuara,"Nanti sore jadi, kan?"

  "Jadi, kebetulan aku sedang Free dan aku butuh healing," ungkap Ara, dia memang membutuhkan refresing setelah berkutat dengan semua pelajaran mengesalkan di hari senin.

  "Bagus, jadi apa kamu mau ikut?" tatapan ketiganya beralih pada Cassia yang sejak tadi hanya diam dengan tatapan yang sulit di tebak.

  Cassia menoleh, dia menatap ketiganya dengan senyum tipis dan setelah itu mengangguk sebagai jawaban. Dan itu membuat ketiga sahabatnya senang. Mereka melanjutkan langkah, di Koridor lantai tiga gedung sekolah YHS, semua murid sudah memenuhi koridor dengan gengnya masing-masing.

BRUK!

  Suara tabrakan mengalihkan atensi mereka semua, Cassia hampir terjengkang jika tidak ada Rose yang menahan tubuhnya dari belakang.

  "Terima kasih!" ucap Cassia, dia menoleh pada si pelaku dan saat tatapan itu beradu, wanita berkacamata itu segera menunduk dengan tubuh bergetar.

  "Ma-maaf Cassia, ak-aku tak sengaja!" suaranya terbata dengan tangan yang memilin seragamnya hingga kusut.

  Bisik-bisik mulai terdengar, dan mereka menunggu momen Cassia memberikan pelajaran pada gadis cupu itu sesegera mungkin.

  "Apa yang akan terjadi?" suara bisikan terdengar di tengah ketegangan.

  "Entah, ayo bertaruh!" yang lain justru melakukan taruhan atas apa yang akan terjadi pada gadis cupu itu di tangan sang Antagonis.

  "Aku yakin dia akan di tampar dan di permalukan," salah seorang memulai taruhan dengan mengatakan hal yang sering Cassia lakukan pada orang-orang yang berani menganggu hidupnya.

  "Aku setuju, jadi berapa taruhanmu?" salah satunya menanyakan taruhan yang akan di berikan.

  "Aku bertaruh uang 300 dolar," Dia menyerahkan uang negaranya di tangan sang petaruh.

  "Oh, aku 500 dolar," yang lain juga melakukan hal yang sama.

  Ke-empatnya melakukan hal yang sama, dan mereka semua tinggal menunggu keseruan antara si cupu dan sang Antagonis.

  "Kenapa diam saja?" salah satu teman bertanya pada temannya yang sejak tadi diam.

  "Lalu aku harus apa?" tanyanya acuh.

  "Setidaknya ikutlah taruhan Nadella!" ucapnya gemas sendiri.

  "Aku bertaruh, ini uangnya," gadis bernama Nadella meletakkan uang dolar beberapa lembar di tangan temannya itu.

  "Jadi apa taruhanmu?"

  "Sang antagonis tak akan melakukan apapun," jawaban Nadella membuat keempat temannya itu merasa terkejut.

  "Kau yakin? Itu taruhanmu?" temannya tak begitu percaya dengan ucapan dari sahabatnya.

  "Iya," angguknya yakin dengan mata yang tetap fokus pada Cassia yang sejak tadi hanya diam tanpa kata.

  Mereka berempat tak peduli, yang jelas semuanya akan menyenangkan saat taruhan salah satu di antara mereka benar.

  Keheningan dan kecemasan berbaur menjadi satu, gadis cupu bernama Lula itu hanya bisa menunduk takut, dia menyalahkan kacamatanya ini sebab sudah mulai blurb dan itu menyebabkan dia terkena masalah.

  Semilir angin dari pohon-pohon di sekitar sekolah menghadirkan hawa sejuk dan menyegarkan, tapi bagi Lula semua itu tidak ada artinya sebab tatapan mematikan dan keterdiaman Cassia adalah sebuah malapetaka.

  Warga sekolah YHS menunggu hal unik dan menyenangkan, bahkan inti Black Libra yang baru saja keluar dari kelas langsung terhenti di tengah karena melihat Cassia kembali terkena masalah atau mungkin dialah masalah itu sendiri.

  "Apa yang terjadi?" Giovano bertanya pada Vladimir yang sejak tadi hanya diam.

  "Kau pikir aku tahu," jawab Vladimir acuh, dia hanya fokus pada sang adik yang terlihat tenang setelah mendengar bisik-bisik mengerikan dari sekitarnya.

  Darian tersenyum sinis, dia yakin gadis pembuat onar itu kembali mmbuat masalah dan dirinya yakin perubahan di dalam diri Cassia adalah sebuah kebohongan atau tipu muslihat agar dia mau melihat kearahnya.

  "Apa yang kamu pikirkan?" Russel menepuk pundak Darian yang sejak tadi hanya diam.

  "Tidak ada, aku hanya menunggu wanita pembuat onar itu kembali terkena masalah," jawabnya dengan senyum sinis.

  "Hey, adikku bukan pembuat onar, aku peringatkan jaga ucapanmu itu!" Vladimir menunjuk Darian dengan wajah kesal.

  "Harusnya katakan itu pada adikmu, Vladimir! Dia gadis pembuat onar dan sampai kapanpun dia tak akan mendapatkan aku sebagai tunangannya," kata Darian dengan wajah sombong.

1
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Fahreziy
👣👣👣👣
Juansaja
sebenarnya dipikir logika ya cassia yang salah dari awal, sudah tau jelas si Darian itu gak suka sama dia, tapi tetap maksa orang tua untuk bertunangan, diperlakukan buruk, kau yg memilihnya sendiri cassia itu pilihanmu. mentang" jadi mc nya dia harus benar.


jujur meski Cassia mc nya tapi sebagai pembaca saya tidak bodoh dari awal yg salah dan memaksakan kehendaknya untuk bertunangan dengan Darian dia sendiri sekarang penyesalan balas dendam😩😩😩
Juansaja
tolong disesuaikan, latar belakang ceritanya kan diluar negri, kenapa vibesnya melokal sekali
Na
💎
Na
Kakak Yang Bijak 🤗
Na
Resmikan Pertunangannya Dong, Biar Mulus 😁
Na
Dah Dalam Rencana Si Dax Tuh 🤓
Na
Keren 😍
Anis Selviana
tolong dikurangi perumpamaan2 yg gak jelas itu. soalnya banyak yg gak sesuai kondisi jadi lebay dan ganggu.
Neny Risdiani Dewi
gw baca novel atau baca puisi sich....aneh
Neny Risdiani Dewi
eh ini maksudnya disambut janji sunyi apaa ya...
Neny Risdiani Dewi
haddeuch knp perumpamaannya mahkota cleopatra sich..lebay
Neny Risdiani Dewi
narasinya kebanyakan....bahasanya atau perumpamaannya ketinggian...
mimief
matinya...dinmeja operasi
apa kecelakaan Thor?
tapi emang sama sama ngenesin si yaa🥹🥹
Neny Risdiani Dewi
sultan mah bebaas.....
Neny Risdiani Dewi
semoga ceritanya menagih sampe bab terakhir
mimief
mungut batu kerikil buat hempaskan batu berlian 🫣🤣🤣
mimief
wkwkwkwkwkwk
lagian mana ada cewek polos dan lugu.yg mudah retak tapi kerjaannya mau nyerobot laki orang.
kadang laki otak nya pada di dengkul
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar oiii🥹🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!