NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

​Setelah acara penyerahan penghargaan selesai, sebuah instruksi mengejutkan kembali terdengar melalui pengeras suara. Ketujuh karyawan terbaik tidak diizinkan langsung kembali ke kubikel masing-masing; mereka diperintahkan untuk segera menuju ke lantai paling atas—ruangan pribadi sang Direktur Utama, Dixon Luca Alessandro.

​Langkah kaki ketujuh orang itu terdengar bergaung di sepanjang koridor eksklusif berlantai karpet tebal yang menuju ke ruang kerja Dixon. Suasana di dalam lift privat tadi terasa campur aduk antara tegang dan bangga.

​"Kamu senang nggak, Cia? Gila, ini pertama kalinya divisi kita dapat apresiasi langsung dari pusat, apalagi kita dipanggil langsung ke ruangan Tuan Dixon!" tanya salah satu rekan kerja pria dari divisi logistik yang ikut terpilih, menoleh ke arah Cia dengan wajah yang sangat antusias.

​Cia mendongak, mengalihkan pandangannya dari map beludru di tangannya. "Humn," gumam Cia pelan sembari mengangguk kecil dan menyunggingkan senyum tipis yang tulus.

​Dengan wajahnya yang secara natural sudah sangat cantik dan mulus, ekspresi malu-malu dan pembawaannya yang tenang itu justru membuat Cia terlihat sangat menggemaskan di mata rekan-rekannya. Di kantor, ia memang dikenal sebagai sosok Valencia yang anggun, berdedikasi, dan tidak banyak bertingkah. Sifat aslinya yang manis itu menjadi topeng sempurna untuk menyembunyikan badai yang sedang bergemuruh di dalam dadanya.

​Namun, di balik senyuman menggemaskan itu, otak Cia sedang berputar menyusun strategi pertahanan. Ia tahu persis apa alasan sebenarnya di balik pemanggilan mendadak ini. Enam karyawan lainnya mungkin murni dipanggil untuk diberi wejangan bisnis, tetapi dirinya? Dia dipanggil untuk disidang.

​“Kalau nanti di dalam dia mulai mengintimidasi atau mengancamku karena kejadian malam itu, aku sudah tahu harus berbuat apa,” batin Cia dengan tatapan yang mendadak menajam, menatap pintu ganda berbahan kayu jati kokoh di depan mereka yang dijaga ketat oleh dua pengawal.

​“Gue tinggal pasang akting ketakutan, lalu bilang kalau gue bakal mengajukan surat pengunduran diri hari ini juga supaya nggak mengganggu hidupnya lagi. Pria berkuasa dan angkuh kayak Dixon pasti akan gengsi kalau harus menahan pegawai yang memohon untuk pergi. Meskipun aku harus taruhan dengan berhenti dari perusahaan ini, aku nggak peduli. Daya tarik wanita yang mencoba lari justru akan membuat pria seperti dia makin penasaran setengah mati.”

​Cia menarik napas dalam-dalam, membusungkan dadanya yang terbalut kemeja putih leher V untuk mengumpulkan seluruh keberaniannya. Pintu jati besar di hadapan mereka perlahan terbuka lebar atas perintah Asher, sang asisten.

​Aroma maskulin mahal bercampur kayu cendana langsung menyergap indra penciuman Cia—aroma yang sama persis dengan yang ia sesap di leher kokoh Dixon dua malam lalu. Di ujung ruangan yang sangat luas dan berlatar pemandangan gedung pencakar langit kota itu, Dixon sudah duduk tegak di balik meja kerja marmer hitamnya, menatap kedatangan mereka dengan sepasang mata elang yang siap menerkam.

​Langkah kaki ketujuh karyawan itu melambat begitu mereka sepenuhnya melangkah masuk ke dalam ruang kerja Dixon yang luar biasa luas. Desain interior bernuansa minimalis modern dengan dominasi warna hitam dan abu-abu gelap semakin mempertegas kesan dingin dari sang pemilik ruangan.

​Di ujung sana, di balik meja marmer hitam yang bersih, Dixon duduk tegak. Tatapannya lurus, menusuk, dan tak bersahabat.

​Secara serentak, ketujuh karyawan itu langsung menyejajarkan posisi berdiri mereka. Dipimpin oleh karyawan yang paling senior, mereka segera menundukkan kepala dan membungkukkan tubuh dalam-dalam ke arah sang Direktur Utama.

​"Selamat siang, Tuan Dixon," ucap mereka hampir bersamaan. Nada suara mereka terdengar agak bergetar dan sarat akan rasa takut yang alami. Berada di ruangan yang sama dengan pria paling berkuasa di Luca Group selalu berhasil mengintimidasi nyali siapa pun.

​Cia ikut membungkuk dalam-dalam. Ia sengaja menahan posisi membungkuknya satu detik lebih lama, membiarkan rambut sanggulnya memperlihatkan tengkuknya yang putih—sebuah gestur tunduk yang sengaja dirancang untuk memancing ingatan pria di depannya.

​Dixon tidak langsung merespons. Ia membiarkan keheningan yang mencekam menyelimuti ruangan selama beberapa saat, sengaja menekan mental orang-orang di hadapannya. Hanya terdengar suara ketukan pelan dari pena mahal yang dimainkannya di atas meja.

​"Saya memanggil kalian ke sini bukan untuk membuang waktu dengan pujian," suara bariton Dixon akhirnya memecah keheningan, terdengar berat dan sangat dingin. "Penghargaan yang kalian terima hari ini adalah standar minimal yang saya harapkan dari pekerja di perusahaan ini. Pertahankan kinerja kalian, atau posisi kalian akan digantikan oleh orang lain dalam sekejap."

​Arahan itu begitu singkat, tegas, dan sama sekali tidak memiliki kehangatan. Namun bagi para karyawan, itu sudah lebih dari cukup.

​Dixon meletakkan penanya, lalu menyandarkan punggung tegapnya ke kursi kebesaran. "Sekarang, kalian semua boleh keluar dan kembali bekerja."

​Mendengar perintah itu, enam karyawan lainnya tampak mengembuskan napas lega yang tertahan. Mereka kembali membungkuk hormat dan bersiap membalikkan badan. Namun, sebelum langkah pertama mereka terayun, suara Dixon kembali terdengar, menghentikan seluruh pergerakan di ruangan itu.

​"Kecuali kamu. Valencia."

​Jari telunjuk Dixon yang kokoh terangkat, menunjuk tepat ke arah Cia yang berdiri di posisi paling ujung. "Tetap di sini. Ada laporan dari divisimu yang perlu saya tanyakan langsung."

​Deg.

​Enam karyawan lainnya menoleh sekilas ke arah Cia dengan tatapan iba, mengira Valencia yang malang sedang tertimpa sial karena harus diinterogasi sendirian oleh sang bos besar. Mereka bergegas keluar dari ruangan, meninggalkan Cia sendirian setelah pintu ganda jati itu tertutup rapat oleh Asher, yang juga ikut keluar.

​Kini, ruangan itu hanya menyisakan mereka berdua.

​Cia segera memulai aktingnya. Ia meremas map beludru hitam di dadanya dengan sangat kuat hingga kertas di dalamnya agak melengkung. Kedua bahunya dibuat bergetar halus, dan ia melangkah mundur satu langkah dengan gestur yang sangat gugup. Ia menundukkan wajah cantiknya dalam-dalam, menghindari kontak mata langsung dengan Dixon.

​"T-Tuan Dixon..." suara Cia keluar dengan sangat lirih, bergetar, dan terdengar begitu ketakutan layaknya seorang kelinci manis yang tersudut di depan seekor serigala lapar. "M-maaf... apa ada kesalahan dalam laporan kerja saya?"

​Di balik tundukan kepalanya, Cia mengatur napasnya yang memburu. Adrenalinnya melonjak tinggi. Topeng ketakutan ini adalah senjata pertamanya untuk melihat, sejauh mana Dixon akan membongkar permainan malam itu.

1
Syafiq
kok AQ seng Wedi,atek JK suwe update 😍
merry
aduhh gmnn nyelamatin dri kmu cia,, blm apa ap kmu dh di tmpar di tonjok jugaa,, pyn trik licik gk cia klo ada kluar kn buat ngibulin para penjhtt ituuu
Erna Wati
smga cia bisa slmat . dn Dixon mnyadari ksalahan nya mngejar maaf cia sampe dpt
sunaryati jarum
Dengan diculiknya Amara oleh Serena dan Amora malah semakin cepat terbongkarnya kebusukan dan keburukan kalian, bahkan skandal mengobral tubuh demi kontrak Serena dan aborsi Amora segera terbongkar
merry
di culik tu kmu cia,, bgs sii klo pyn pemikiran bgtu bongkar kebusukan Amora dan mma nya dan mntn Dixon bisa jdi arts krn y bgtu lhh liat gmn Dixon liat sinyal besar didlm keluarga ya🤔🤔🤔tp skrg cia selmt gk ya sm para penculikan itu
merry
ngatain cia jalang pdhl cia gk jual diri atau pergaulan bebas dan hamil smpai abrosi semuanya itu ada di diri kmu amora
Anita Rahayu
Buat 2 medusa kejebak rencananya sendiri sampai hk dapat harta gono gini😤😤😤😤😤😤😤😤🙏🙏🙏🙏🙏✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
sunaryati jarum
CIA tidak bodoh lho dan penakut seperti dulu, apapun yang kalian rencanakan dan ucapkan diketahui olenya,kau tidak tahu Amora di kamarmu telah di pasang perekaman tersembunyi.🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Mantaaap
merry
bnr lg kt cia klo emng sibuk berati salh sndri lepas in lki sekaya sempurna kyk Dixon org mah di jaga in malah di lepas🤭🤭🤭ternyata ank dan emk sm ya gk sabar kpn cia bongkar kelakuan mrk tuu
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Serena emang bodoh sih harusnya sebagai istri pengusaha kaya raya tinggal menikmati hidup bukannya ngangkang demi popularitas yang sifatnya semu senjata makan tuan tuhh tiap kata-kata nya kembali padanya dikira Cia cwek yg gampang direndahkan justru dia sendiri yg ketakutan rahasianya bakal terbongkar🤣🤣
total 1 replies
merry
gk mau pergi juga kmu cia tp gpp juga sii msk hrs kalah sm mntn ya🤭🤭🤭cm klo kmu pyn niat kbur pas Dixon dgn cinta gmn ya reaksi y Dixon 🤔🤔🤔🤔 lbh frustasi ap ngamuk ubek ubek dunia buat cariin kmu 🤔🤔🤔
Sapna Anah
untungnya ada cctv
Erna Wati
pergi yg jauh aja. dulu smga kmu hamil pas pergi smpe Dixon mnyadari kslahan nya dn minta maaf 🙏
chiara azmi fauziah
wkwkwk🤣🤣🤣🤣
merry
pergi cia jgn dstu lkimu gk menghargai kmu sbgai istri ya,, pdhl bisa mntn tdr dihotel kn pagi dtg gk hrs inap drmh klian,, tp viral kn tu kelakuannya Amora nnti viral pasti khdpt Dixon dan mntn pasti di korek sm netizen😆😆😆😆tar kebongkar dech kebusukannya ap ajj
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kesempatan Cia adu domba mereka kalo perlu keluarin kartu As Amora juga skandal Ibunya itu gak mungkin dia murni sebagai model pasti ada embel-embel nya kelakuan Amora menurun dari Ibunya hemm jadi ragu jangan2 dia bukan anak kandung Dixon🤣🤣
merry
pergi cia,, bls Dendam gk harus kmu yg trun tangan x,, lkimu mata y msh buta gmpng di tipu sm ank dan mntn istri ya,,, klo gk pergi yg ada kmu jdi korban kejhtnn mrk cia bukti y Amora brni telan racun trs lkimu maafkan,, bsk bsk kmu ditabrak atau di dorong dr tangga nnti blg gk sngja trs lkimu maafin trs ajj bgtuu lm lm kmu yg ke alam baka cia,,, bgs pergi seblm pergi bngkr Amora pnh aborsi lwt media bngkr ya jgn ddpn lkimu gk bkln percaya 🙏🙏🙏🙏🙏
merry
kudu kbur cia,, percm kyk y ush mu gk berhasil
sryharty
cia wanita bodoh kata saya,,ngapain bertahan di situ
toh Dixon ga menghargai kamu
mending kamu pergi
balas dendam bisa lewat apa aja
jarak jauh pun bisa
kamu punya bukti2 aborsi Amora
kamu bisa kirim bukti itu ke Dixon,
ngapain harus merendahkan diri sendiri
kalo Dixon cinta sama kamu pasti akan cari kamu
merry
di luar dugaan ternyt Amora selain jht ternyta pergaulan y bebas menfaatkn ksh syg daddy ya,, gmn Dixon tau kbnrann y trs cia pergi dr hdp ya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!