NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Matanya seketika melebar dan dia mengunyah dengan gerakan rahang yang sangat cepat.

Rasa gurih mentega berpadu sempurna dengan kelembutan susu dan rasa khas jamur.

Tekstur roti yang renyah di luar dan lembut di dalam membuat lidahnya bergoyang keenakan.

Alice tidak bisa berhenti mengunyah dan menelan makanan hangat tersebut.

Dia mengambil sendok dan mulai memakan sup krimnya secara langsung tanpa sisa roti.

Kehangatan dari kuah sup itu mengalir turun melewati tenggorokannya menuju perut.

Rasa dingin yang sebelumnya membekukan tulang perlahan sirna digantikan kehangatan yang sangat nyaman.

"Ini enak sekali Tuan Reza," puji Alice dengan mulut yang masih penuh dengan sup.

"Aku bersumpah belum pernah memakan sup seenak ini seumur hidupku."

"Pelan-pelan saja makannya, Alice," balas Reza sambil tertawa kecil di balik konter.

"Tidak ada yang akan merebut makanan itu dari meja Anda."

Alice terus menyendok supnya dengan tergesa-gesa hingga mangkuk keramik itu bersih tak bersisa.

Dia menjilat bibirnya yang berminyak dan menghela napas panjang penuh kepuasan duniawi.

Namun tiba-tiba Alice memejamkan matanya rapat-rapat sambil memegang dadanya.

"Tuan Reza, ada yang aneh dengan tubuhku," ucap Alice terlihat mulai panik.

"Rasa hangat dari perutku ini perlahan berubah menjadi aliran energi sihir murni."

Reza mengangguk pelan karena dia sudah memprediksi reaksi berlebihan seperti ini akan terjadi.

"Itu adalah hal yang wajar karena bahan makanan saya memang mengandung energi kehidupan," jawab Reza tenang.

Alice bisa merasakan kumpulan mana di area jantungnya yang tadinya kosong kini terisi penuh.

Bukan hanya terisi penuh, kapasitas mana miliknya juga perlahan meluas merobek batas kemampuannya.

Cahaya biru redup mulai berpendar perlahan dari seluruh pori-pori kulit gadis penyihir tersebut.

Cahaya magis itu berputar mengelilingi tubuhnya sebelum akhirnya terserap kembali ke dalam kulit.

Alice membuka matanya dan menatap kedua telapak tangannya sendiri dengan perasaan sangat takjub.

"Kapasitas sihirku meningkat hampir dua kali lipat," ucap Alice nyaris berteriak karena kegirangan.

"Aku akhirnya berhasil menembus hambatan dan naik ke tingkat penyihir menengah."

Dia segera berdiri dari kursinya dan menatap Reza dengan pandangan penuh rasa kekaguman.

"Tuan Reza, Anda pasti adalah penyihir agung atau malaikat yang sedang menyamar," puji Alice dengan suara bergetar.

"Hanya ramuan suci tingkat tinggi yang bisa menembus sumbatan mana secara instan tanpa efek samping."

"Saya sudah berulang kali bilang, saya ini hanya koki biasa," potong Reza sambil mengusap leher belakangnya.

"Saya turut senang jika masakan saya bisa menyelesaikan masalah Anda hari ini."

Alice merogoh kantong kain kecil di pinggangnya dan mengeluarkan sebuah kristal berwarna biru jernih.

"Tuan Reza, saya tahu batu ini tidak sebanding dengan harga sup ajaib Anda," kata Alice meletakkan kristal itu di meja.

"Ini adalah batu mana tingkat rendah satu-satunya harta berharga yang saya miliki saat ini."

Reza berjalan perlahan dan mengambil batu dingin yang menyala redup tersebut.

Ting.

"Batu mana tingkat rendah terdeteksi," lapor Sistem di dalam kepala Reza seketika.

"Nilai tukar total adalah seratus Poin Sistem dan uang tunai satu juta rupiah."

Reza merasa sangat puas karena nilai mata uang dunia sihir ternyata lumayan tinggi.

"Ini sudah sangat cukup untuk membayar hidangan sup tadi, Alice," jawab Reza sambil mengantongi batu tersebut.

"Anggap lunas dan silakan datang kembali jika badai salju di luar sana menyulitkan Anda lagi."

Alice mundur selangkah dan membungkuk hormat dengan sangat kaku.

"Terima kasih yang tak terhingga atas kemurahan hati Anda, Tuan Reza," ucap Alice dengan sungguh-sungguh.

"Saya pasti akan merekomendasikan tempat ini kepada teman-teman terpercaya di akademi sihir."

Alice mengambil tongkat kayunya dan melangkah penuh semangat menuju pintu keluar.

Begitu dia melewati daun pintu, energi sihirnya kembali mengalir deras melindunginya dari hawa dingin.

Gadis itu berjalan menembus badai salju dengan senyum lebar yang tidak pernah luntur.

Reza baru saja selesai mencuci piring bekas Alice saat mendengar suara dentingan logam berat dari luar.

Suara langkah kaki yang sangat berat terdengar mendekati pintu kedainya kembali.

Pintu kayu itu didorong dari luar dengan kekuatan penuh hingga terbuka lebar.

Seorang pria bertubuh tinggi besar dan mengenakan zirah besi perak melangkah masuk ke dalam.

Tubuh pria itu dipenuhi luka goresan aneh dan zirahnya terlihat penyok di beberapa bagian.

Dia melepaskan helm besinya dengan kasar dan memperlihatkan wajah garang dengan jambang lebat.

"Ruangan aneh macam apa ini?" gumam ksatria itu dengan suara bariton yang menggema.

"Aku yakin tadi hanya ada tembok bata buntu saat aku bersembunyi dari kejaran para goblin salju."

Reza menyeka tangannya yang basah dengan sehelai kain dan berjalan ke depan konter.

"Selamat datang di Kedai Persimpangan, Tuan Ksatria," sapa Reza menyambut tamunya.

"Ini adalah tempat untuk makan dan memulihkan diri sejenak."

Ksatria itu menatap Reza dengan tatapan sangat tajam seperti seekor burung elang.

"Aku Arthur, komandan regu ksatria penjaga wilayah perbatasan utara," ucap Arthur dengan nada menuntut.

"Apakah kau penyihir yang menciptakan ruang kedap sihir di ruangan ini?"

"Itu adalah fitur perlindungan otomatis dari bangunan ini, Arthur," jawab Reza mempertahankan ketenangannya.

"Anda bisa melepaskan senjata dan bersantai di sini tanpa perlu takut diserang oleh monster."

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!