Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.
Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:
"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dan Tian Primordial dan Teknik Fondasi Empat Keselarasan Alam
Sambil menatap ke arah kegelapan Zona Terlarang yang membentang luas di hadapannya, Ling Yun mengepalkan tangannya kuat-kuat. Tempat terkutuk yang semula menjadi lokasi pelariannya, kini justru menjadi saksi awal bangkitnya kekuatan baru yang akan ia bawa untuk membalas dendam dan merebut kembali takdirnya di puncak Dataran Pusat.
Namun, tepat ketika ia hendak membalikkan badan untuk memeriksa sisa-sisa pertempuran, sebuah kilatan cahaya yang sangat menyilaukan mata mendadak memancar dari sudut pelataran batu. Cahaya itu berpendar dalam ritme yang lambat, menembus kabut hitam yang mulai merayap kembali ke area tersebut.
Ling Yun menyipitkan matanya, menahan silau yang menusuk. Sumber cahaya itu berasal tepat dari ceruk tanah yang runtuh—tempat di mana pilar cahaya kelabu sebelumnya meledak dan mengubah takdirnya beberapa menit yang lalu.
Didorong oleh rasa penasaran yang membuncah, Ling Yun melangkah perlahan mendekati rekahan tanah tersebut. Setiap langkahnya kini terasa begitu ringan dan kokoh, jauh berbeda dengan tubuh rusaknya yang biasa. Ketika ia sampai di tepi ceruk, sepasang matanya melebar. Di dasar tanah yang retak, sisa-sisa energi kelabu dari benda bulat misterius yang telah meleleh ke dalam tubuhnya ternyata meninggalkan sebuah jejak material. Sebuah lempengan batu giok kuno berukuran telapak tangan tergelar di sana, memancarkan sisa-sisa riak energi yang begitu murni hingga membuat udara di sekitarnya bergetar halus.
Ling Yun mengulurkan tangan kanan, membiarkan lempengan giok itu melayang naik dan mendarat di atas telapak tangan pelayannya. Begitu kulitnya menyentuh permukaan giok yang sedingin es, sebuah sentakan energi spiritual yang sangat dahsyat langsung menembus kesadarannya.
BZZZZT!
Dunia di sekitar Ling Yun mendadak menjadi gelap gulita. Kesadarannya ditarik paksa masuk ke dalam ruang spiritual miliknya sendiri. Di tengah kegelapan ruang jiwanya, lempengan giok itu menjelma menjadi ribuan aksara emas kuno yang berputar-putar seperti badai galaksi mini, sebelum akhirnya mengalir deras dan terukir langsung ke dalam benaknya. Bersamaan dengan itu, untaian informasi raksasa mulai mengurai misteri dari keajaiban eksternal yang baru saja ia alami.
Aksara pertama yang mengunci perhatian kesadaran Ling Yun adalah nama dari benda bulat kelabu yang telah menyatu dengan tubuhnya.
"Mutiara Primordial Empat Penjuru..." gumam Ling Yun dalam ruang kesadarannya, suaranya bergetar saat membaca untaian memori kuno tersebut.
Pusaka itu ternyata adalah sebuah objek eksternal purba yang jatuh dari langit tertinggi pada zaman kuno dan terpendam di kedalaman Zona Terlarang Sembilan Kematian selama jutaan tahun. Mutiara tersebut membutuhkan kombinasi murni dari empat elemen alam yang selaras untuk mengaktifkannya—sesuatu yang secara tidak sengaja dipicu oleh letupan keputusasaan dan tekad murni Ling Yun saat mengamuk di batas ajal tadi.
Untaian informasi berikutnya langsung mengalir menuju pusat perutnya, menjelaskan transformasi ajaib yang terjadi pada wadah energinya.
Pusat energi baru yang berkilau seputih salju dan sangat kokoh itu bukanlah Dan Tian biasa. Di dalam memori giok kuno tersebut, wadah itu disebut sebagai Dan Tian Primordial. Tidak seperti Dan Tian fana milik para kultivator di wilayah luar yang rapuh dan hanya bisa menampung satu jenis elemen dominan, Dan Tian Primordial yang dimiliki Ling Yun saat ini bertindak sebagai poros kosmos mini.
Dinding-dindingnya yang sekeras kilat mampu mengisap, redam, dan menetralisir segala bentuk hantaman balik dari pengerahan tenaga fisik murni, menjelaskan mengapa tubuh rongsokan Ling Yun sama sekali tidak terluka setelah menghancurkan Serigala Pemakan Jiwa. Namun, kejutan terbesar yang membuat napas Ling Yun tercekat adalah sebaris mantra agung yang tertulis di bagian paling akhir warisan memori tersebut. Itu adalah sebuah cetak biru teknik kultivasi tingkat tinggi yang belum pernah tercatat dalam sejarah faksi mana pun.
"Teknik Fondasi Empat Keselarasan Alam." Ucap Ling Yun tanpa sadar ketika membaca nama teknik kultivasi tingkat tinggi itu.
Tanpa sadar ia mulai membaca baris demi baris petunjuk teknik tersebut, mata spiritual Ling Yun bergetar hebat. Ia mulai membaca dengan lantang setiap bait aturan elemen yang kini berjalan otomatis di dalam tubuhnya sendiri:
"Elemen Air... mengalir tanpa batas sebagai tabib internal, bertugas membasuh luka, serta meregenerasi setiap sel dan meridian yang rusak akibat badai pertempuran secara instan."
"Elemen Tanah... mengendap kokoh di dalam struktur tulang, menempa raga dengan kepadatan fisik absolut dan daya tahan yang setara dengan bebatuan purba tak tergoyahkan."
"Elemen Angin... melilit ringan di setiap jalur pembuluh darah, memangkas bobot fana tubuh, serta melipatgandakan kecepatan refleks hingga melampaui batas pandangan mata."
"Elemen Api... berkobar ganas di dalam inti tenaga, bertugas sebagai pemicu ledakan daya hancur yang luar biasa dahsyat setiap kali kepalan tangan melayangkan pukulan fisik murni."
Tidak berhenti di situ, pusaka kuno tersebut seolah mendobrak paksa gerbang kesadaran terdalam Ling Yun. Di balik riak energi elemental, badai informasi baru mendadak meledak di dalam kepalanya, memicu munculnya berbagai macam ingatan kuno yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
Argh! Ling Yun mengerang pelan di dalam ruang spiritualnya saat kepalanya serasa dihantam palu gada.
Potongan-potongan visual masa lalu yang agung dan asing berkelebat cepat bak sinema. Ia melihat bayangan para kultivator era purba yang mampu membelah samudra hanya dengan satu jentikan jari, serta pertempuran kolosal antara dewa dan iblis yang menumpahkan darah hingga membakar langit.
Bersamaan dengan runtuhnya dinding memori kuno tersebut, lembar demi lembar pengetahuan mistis mengunci rapat di dalam otaknya. Berbagai macam formula pil obat tingkat tinggi yang resepnya telah punah ribuan tahun lalu, struktur formasi array pembunuhan berskala besar, hingga metode penempaan senjata pusaka kelas suci mendadak tersusun rapi dalam ingatannya.
Bahkan, tiga teknik bertarung kuno yang sangat mematikan ikut terukir sempurna di dalam jiwanya, seolah-olah ia telah melatih teknik-teknik tersebut selama ratusan tahun. Ling Yun kini mengetahui nama, gerakan, sekaligus cara mengeksekusi jurus-jurus legendaris yang siap mengguncang dunia luar jika ia melepaskannya.
"Siklus ini... pengetahuan ini... semuanya sempurna! Keempat elemen ini tidak lagi saling bertolak belakang, melainkan saling menopang, dan memori purba ini akan menjadi pondasi mutlak untuk kekuatanku!" ucap Ling Yun lantang dengan suara yang bergetar hebat, dipenuhi rasa takjub yang amat sangat setelah selesai menyerap seluruh rangkaian keajaiban tersebut.
Dengan Teknik Fondasi Empat Keselarasan Alam serta gudang ingatan kuno yang kini kupahami, kecepatan kultivasiku di masa depan pasti akan melompat ribuan kali lipat melampaui para jenius di Dataran Pusat. Aku tidak perlu lagi menyembunyikan kekuatanku karena takut tubuh rongsokan ini hancur. Wadah luar biasa ini... sekarang siap menerima pertempuran sesengit apa pun! batin Ling Yun dengan mata yang berkilat tajam.
Huuu...
Ling Yun menarik napas dalam-dalam saat kesadarannya perlahan kembali ke dunia nyata. Matanya terbuka, dan lempengan giok di tangan pelayannya kini telah hancur menjadi abu putih, menandakan seluruh warisan pengetahuannya telah terserap sempurna ke dalam otaknya.
Ia menatap jasad raksasa Serigala Pemakan Jiwa di depannya dengan tatapan yang jauh lebih tenang namun tajam. Sekarang, dengan pengetahuan kultivasi yang baru ia kuasai, ia tahu persis di mana posisi kekuatannya saat ini. Meskipun tubuh dan Dan Tian-nya telah berevolusi menjadi sesuatu yang sangat mengerikan, secara tingkatan kuantitas Qi, ia baru saja meruntuhkan belenggu sepuluh tahunnya dan resmi menapakkan kaki di Tingkat
Pendirian Fondasi Tahap Menengah.
...----------------...
1. Tingkat Penempaan Raga (Body Refinement)
2. Tingkat Pengumpulan Qi (Qi Condensation)
3. Tingkat Pendirian Fondasi (Foundation Establishment)
4. Tingkat Pembentukan Inti (Golden Core)
5. Tingkat Kelahiran Jiwa (Nascent Soul)
6. Tingkat Pemutusan Belenggu (Soul Severing)
7. Tingkat Keselarasan Dao (Dao Seeking)
8. Tingkat Kesengsaraan Langit (Tribulation Passage)
9. Tingkat Setengah Dewa (Ascension)
10. Tingkat Penguasa Purba (Primeval Venerable)
NB: Setiap ranah di bagi menjadi 4 tingkat: awal menengah, akhir, dan puncak.
...----------------...
Sementara Serigala Pemakan Jiwa yang baru saja ia bunuh dengan dua pukulan maut berada di tingkat satu ranah besar di atasnya—yaitu ranah Pembentukan Inti. Hal ini membuktikan betapa abnormalnya kekuatan Dan Tian Primordial dan kombinasi empat elemen miliknya, mampu membuat seorang kultivator melompati batas ranah demi menumbangkan musuh yang lebih kuat.
"Dunia luar mungkin mengira aku hanyalah sampah cacat yang mati mengenaskan di dalam Zona Terlarang," ucap Ling Yun pelan, sebuah senyuman dingin tersungging di wajahnya yang kini tampak lebih segar dan tampan akibat pembersihan sumbatan meridian oleh elemen air.
Ia melirik ke arah perbatasan Hutan Kabut Hitam yang remang-remang. Ling Yun tahu kekacauan malam ini—mulai dari hancurnya kereta besi, tewasnya Zhao Hu dan kedua anak buahnya, hingga hilangnya dirinya—pasti akan segera memicu kegemparan besar di Sekte Langit Abadi dalam beberapa hari ke depan. Pihak penatua logistik pasti akan mengirimkan tim investigasi untuk memeriksa batas Zona Terlarang.
Namun, tatapan Ling Yun perlahan beralih ke arah kegelapan Zona Terlarang yang membentang luas di hadapannya. Ia mengepalkan tangan pelayannya kuat-kuat, lalu bergumam dengan nada yang dipenuhi penekanan absolut,
"Tapi, itu bukan lagi masalah bagiku. Topeng sebagai seorang pelayan cacat yang lemah telah hancur bersama dengan meledaknya tengkorak Serigala Pemakan Jiwa malam ini. Dengan teknik kuno ini di tanganku, tempat berbahaya seperti Zona Terlarang Sembilan Kematian bukan lagi neraka jahanam yang menakutkan, melainkan tempat latihan terbaik yang terisolasi dari mata-mata musuh masa laluku!"
Ling Yun menyapukan pandangannya sekali lagi ke pelataran batu yang hancur. Ia tahu pertempuran ini barulah riak kecil dari badai besar yang akan datang. Tanpa membuang waktu lebih lama, ia berbalik dan melesat masuk ke bagian terdalam Zona Terlarang, memanfaatkan malam yang pekat untuk menyembunyikan jejaknya. Sebelum sekte menyadari apa yang terjadi di perbatasan ini, ia harus menguasai sepenuhnya warisan ingatan purba yang bergejolak di kepalanya. Di dalam ceruk gua tersembunyi yang ia temukan di balik tebing, Ling Yun langsung duduk bersila, bersiap menstabilkan roda energi empat warna di dalam perutnya demi sebuah pembalasan yang sempurna.
Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.