NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7 Siap Senior

Kenzo menggeser pintu ruang setelah dipersilakan masuk oleh Fela.

"Aku siap bimbingannya, Senior," ujar Kenzo masih berdiri.

Fela menarik napas dalam-dalam. "Duduklah."

Kenzo mulai menarik kursi dan duduk tepat didepan Fela. Wanita ini mencoba mengabaikan tatapan mata bocah delapan belas tahun itu yang terasa terlalu fokus padanya. Dia membuka map tersebut, membalik halaman pertama yang berisi grafik data dan profil salah satu klien kosmetik terbesar mereka.

Fela mencondongkan tubuhnya, menunjuk salah satu paragraf dengan ujung pulpennya. "Ini draf proposal setahun lalu. Klien ini paling benci kalau konsep iklannya terlalu kaku. Tugas kamu adalah membandingkan apa yang mereka komplain di sini dengan draf iklan yang sukses tayang di halaman sepuluh."

​Mata Kenzo mengikuti arah pulpen Fela dan membaca dokumen itu dengan cepat. Otaknya yang encer langsung menangkap maksud tugas itu dalam hitungan detik.

​Namun alih-alih langsung mencatat, Kenzo justru melirik Fela sekilas dengan tatapan lempengnya yang menyebalkan.

​"Rangkuman komplain, ya?" Kenzo bersuara flat, mengetukkan jarinya sekali di atas map. "Boleh saja. Tapi kalau melihat pola komplain klien kosmetik ini mereka sepertinya bukan benci konsep kaku, Senior. Mereka cuma gengsi karena draf awal kita terlalu mendikte selera mereka."

​Fela menghentikan gerakan pulpennya, agak terkejut karena analisis spontan bocah ini ternyata tepat sasaran.

​Kenzo menarik map itu sedikit ke arahnya, lalu menatap Fela dengan senyum miring andalannya. "Sama seperti Senior sekarang. Terlalu kaku mendikte saya di kantor, padahal aslinya... gampang panik."

"Bicara hal yang berhubungan dengan materi pembelajaran kita, Kenzo," tegur Fela tidak mendongak.

Kenzo terdiam sejenak, lalu kembali melihat ke arah lembaran kertas di depannya. Keusilannya tidak langsung menyusut begitu melihat Fela tetap bersikap dingin. Tapi justru tersenyum.

Dia membalik ke halaman sepuluh yang ditunjuk Fela tadi, memindai draf iklan yang sukses itu dengan cepat. Otak remajanya yang encer mencoba mencerna perubahan yang dibuat oleh tim Fela.

"Di halaman sepuluh ini..." Kenzo bergumam, suaranya kembali flat. "Kalian mengubah kalimat promosinya jadi lebih halus, ya? Gak se-agresif di draf awal."

Fela akhirnya mendongak, menatap Kenzo yang kini tampak serius memperhatikan dokumen. Ada sedikit rasa lega di hati Fela karena bocah ini ternyata tipe yang cepat paham tanpa perlu diajari dari dasar.

"Benar," sahut Fela, kembali mengambil alih kendali sebagai manajer. "Draf awal ditolak karena tim kami terlalu fokus memamerkan keunggulan produk, sampai lupa kalau klien ingin produk itu terlihat menyatu dengan gaya hidup konsumennya. Makanya di draf kedua, kami mengubah sudut pandangnya."

Kenzo manggut-manggut pelan. Dia tidak mendebat atau sok tahu, melainkan langsung menangkap inti dari pengalaman bertahun-tahun yang baru saja dibagikan Fela.

"Berarti komplain mereka di awal itu bukan karena konsepnya jelek, tapi karena mereka merasa cara penyampaiannya tidak pas," simpulan Kenzo murni berdasarkan penjelasan Fela. Dia lalu melirik Fela sekilas dengan senyum miringnya yang tipis. "Pantas saja Senior langsung menyuruhku membandingkan dua halaman ini. Biar cepat kelihatan bedanya."

Fela mendengus samar, sedikit puas karena taktik mengajarnya berhasil membuat anak SMA yang hobi bolos ini mengerti dalam hitungan menit.

"Kalau sudah paham, ambil map ini dan kerjakan rangkumannya di mejamu sekarang," ujar Fela tegas.

Kenzo menutup map tebal itu. "Sebenarnya lebih cepat kalau aku ringkas di sini. Biar kalau ada poin yang salah, senior Fela bisa langsung koreksi."

"Ya, tapi aku enggak mau. Pekerjaanku juga ada, bukan hanya menemani mu belajar," tegas Fela sambil menyilangkan tangan di dada.

Kenzo mengangguk. "Benar juga."

"Kerjakan dengan benar. Ingat, jam lima sore harus sudah ada di mejaku," cetus Fela menambahi, nadanya sengaja dibuat seformal mungkin untuk menegaskan kembali posisinya sebagai atasan yang tidak bisa dinegosiasi.

"Siap. Sore ini aku serahkan langsung ke meja Senior," sahut Kenzo.

"Bagus."

"Baiklah. Aku akan kembali ke mejaku."

"Ya, itu lebih baik. Silakan." Fela mempersilakan segera.

Dia mengusirku, batin Kenzo seraya tersenyum tipis. Lucu. "Permisi," pamit Kenzo. Ia berjalan menuju pintu dan keluar.

Fela refleks mengembuskan napas panjang begitu sosok jangkung berjaket almamater itu hilang dari pandangan. Bahunya yang sejak tadi tegang akhirnya bisa sedikit rileks.

Bocah itu benar-benar punya bakat alami untuk menguras energinya hanya dengan tatapan lempeng dan kalimat sindiran yang irit.

Di sela kekesalannya, Fela tidak bisa menampik fakta bahwa otak Kenzo memang bekerja cepat dan langsung menangkap poin pekerjaannya tanpa perlu dia mengulang penjelasan dua kali.

Fela menggeleng kuat-kuat. Mengusir sisa-sisa kegugupan yang sempat mampir karena masih ingat kenangan malam itu. Lalu buru-buru menarik kembali laptopnya untuk fokus pada draf proyek yang sempat tertunda.

Ia berdiri menuju ke arah dispenser di pojok ruangan. Mengambil gelas dan menekan tombol untuk mengisinya. Matanya menatap keluar. Dari kaca buram ruangannya, ia bebas melihat keluar tanpa orang luar ketahui.

"Dia masih bersikap tenang tanpa menunjukkan ingin membuka aibku," gumam Fela. lalu ia meneguk air putihnya. "Semoga ia terus bersikap seperti ini meski menyebalkan. Setidaknya bocah itu tidak ingin mengumumkan aibku ke orang banyak, itu aman. Aku harus melatih diri untuk menahan amarah dan malu saat bocah itu bicara macam-macam," tekad Fela.

Sementara itu di luar, Kenzo berjalan kembali ke meja Bimo dengan langkah santai. Wajahnya tetap lempeng dan acuh tak acuh. Dia menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja di sebelah Bimo, lalu membuka map tebal itu di atas meja.

"Gimana? Aman?" bisik Bimo penasaran, melirik ke arah ruang kubus Fela yang tertutup rapat.

Kenzo tidak langsung menjawab. Dia mengambil sebuah pulpen dari dalam ranselnya, lalu mulai memindai lembaran draf halaman lima dan sepuluh untuk mencari poin-poin perbandingan yang diminta Fela.

"Aman Bang," sahut Kenzo singkat tanpa mengalihkan pandangan dari kertasnya. "Tinggal aku ringkas sesuai perintah."

Bimo yang melihat anak magang di sebelahnya mendadak diam dan fokus menulis dengan cepat akhirnya memilih bungkam dan kembali ke layar komputernya sendiri.

"Sip. Lanjutkan." Bimo kasih sudah dukungan.

"Siap, Bang."

Kenzo memutar pulpennya di antara jari-jari sambil kembali membaca catatan komplain klien. Semakin diperhatikan, semakin jelas alasan Fela menyuruhnya membandingkan kedua draf itu. Cara berpikir wanita itu terstruktur dan langsung menuju inti masalah. Tidak bertele-tele, tidak membuang waktu.

Dia wanita hebat sebenarnya, tapi apa yang terjadi hingga membuatnya terlihat berantakan malam itu. Juga ... Seksi. Bibir Kenzo tersenyum.

Di balik sikap cueknya yang sedang merangkum riwayat klien itu, Kenzo diam-diam mengakui bahwa cara Fela menjelaskan materi tadi jauh lebih mudah dipahami daripada semua kelas bisnis yang pernah dipaksakan oleh keluarganya.

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!