NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Tamat
Popularitas:107.6k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

teman baru

Di SMA lama, suasana kelas terasa membosankan dan hampa. Guru di depan kelas sedang sibuk menjelaskan materi pelajaran dengan suara yang monoton, namun pikiran para anggota Geng Demons sama sekali tidak berada di sana.

​Ezra, yang biasanya hobi menggoda Anna dengan gombalannya, tampak gelisah dan terus melirik ke arah kursi kosong yang biasanya ditempati oleh gadis itu.

​"Ibu guru, interupsi sebentar," potong Ezra sambil mengangkat tangannya. "Anna ke mana ya? Kok sudah berhari-hari nggak masuk? Masa sakitnya lama banget?"

​Guru itu menghentikan penjelasannya, lalu menghela napas pendek sambil menyesuaikan letak kacamatanya. "Oh, soal Anna... Ibu lupa memberitahu kalian. Per hari ini, Anna sudah resmi mengundurkan diri dan pindah sekolah."

​Seketika, suasana kelas menjadi sangat sunyi. Arland yang tadi sedang asyik mencoret-coret bukunya langsung terhenti, sementara Evan tampak terkejut bukan main.

​Namun, reaksi yang paling kentara datang dari Kiel. Mendengar kata "pindah", rahang Kiel seketika mengeras. Tangannya yang berada di bawah meja mengepal begitu kuat hingga buku-bukunya memutih. Ada kilat kemarahan dan ketidaksukaan yang amat besar di matanya.

​Kiel merasa tidak terima. Gadis yang selama ini selalu ada di jangkauan matanya, gadis yang baru saja ia selamatkan dari dasar danau, tiba-tiba pergi begitu saja tanpa pamit sedikit pun padanya. Seolah-olah Anna benar-benar ingin memutus semua benang merah yang menghubungkan mereka.

​"Pindah ke mana, Bu?" tanya Arland dengan suara serak, mencoba menutupi rasa bersalah yang kembali mencuat.

​"Orang tuanya tidak menyebutkan secara spesifik, mereka hanya bilang Anna butuh suasana baru," jawab Guru itu sebelum melanjutkan pelajarannya.

​Kiel tidak lagi mendengarkan penjelasan guru. Pikirannya dipenuhi oleh wajah ketakutan Anna saat terakhir kali mereka bertatapan di rumah sakit. Ia merasa ada sesuatu yang hilang, dan ia sama sekali tidak suka dengan perasaan ini.

Di sekolah barunya, Anna berdiri di depan pintu kelas dengan perasaan berdebar namun antusias. Saat wali kelas mempersilakannya masuk, seluruh pasang mata langsung tertuju padanya. Suasana kelas yang tadinya bising mendadak senyap, terpesona oleh aura segar dan menggemaskan yang dibawa Anna.

​"Silakan, perkenalkan dirimu," ucap sang guru dengan ramah.

​Anna melangkah maju dengan senyum manis yang tulus, sangat berbeda dengan wajah murungnya di sekolah lama. "Halo semuanya, perkenalkan namaku Anna. Aku pindahan dari sekolah lain. Semoga kita bisa berteman baik ya," ucapnya dengan nada yang ceria namun tetap sopan.

​Seketika, terdengar suara heboh dari barisan tengah.

​"ANNAAA! SINI DUDUK DEKAT KITA!" seru Emma sambil melambai-lambaikan tangannya dengan heboh.

​"Iya! Sini, Anna! Ada kursi kosong di depan kita!" timpal Jolina tak kalah semangat sambil menepuk-nepuk meja di dekatnya.

​Anna yang melihat wajah-wajah familiar itu merasa sangat lega dan senang. Ternyata, ia benar-benar satu kelas dengan dua siswi yang menolongnya tadi pagi.

​"Wah, Anna ternyata sudah punya teman ya? Silakan duduk di sana," ujar guru tersebut sambil tersenyum.

​Anna berjalan menuju bangku yang ditunjuk oleh Emma dan Jolina. Sepanjang jalan menuju kursinya, ia mendengar bisik-bisik kagum dari teman-teman barunya.

​"Ya ampun, dia mungil banget kayak boneka hidup," bisik salah satu siswi.

"Matanya cantik banget, ya?" sahut yang lain.

​Sampai di kursinya, Emma langsung menyambar tangan Anna. "Gila, kita beneran sekelas! Takdir banget nggak sih? Tenang aja, Anna, di sini nggak ada yang bakal berani jahatin kamu selama ada kita!" ucap Emma dengan gaya protektif yang lucu.

​Anna hanya tertawa kecil, merasa benar-benar diterima.

Saat bel istirahat berbunyi, Emma dan Jolina langsung melompat dari kursi mereka dan menyergap meja Anna dengan kecepatan kilat.

​"Anna! Emergency! Perut gue sudah konser rock, ayok ke kantin!" seru Emma sambil menarik tangan Anna penuh semangat.

​"Iya, Na! Lo harus cobain siomay Pak Kumis di sini. Rasanya sampai bikin mau sungkem ke ulekannya, enak banget loh!" timpal Jolina dengan ekspresi kocak yang dibuat-buat.

​Anna tertawa kecil melihat tingkah mereka. "Iya, ayok. Aku juga sedikit lapar," jawab Anna dengan nada bicara yang sangat lembut.

​Sesampainya di kantin yang luas dan bersih, kekocakan dua sahabat baru itu tidak berhenti. Emma sibuk berdebat dengan tukang jus karena ingin memesan jus alpukat tapi tanpa alpukat, sementara Jolina malah asyik mempraktikkan gaya makan estetik yang berakhir dengan saus sambal di hidungnya.

​"Aduh, Jolina... itu hidung kamu mau ikutan makan juga ya?" tanya Anna sambil tertawa lepas, sebuah tawa yang benar-benar tulus dan bebas untuk pertama kalinya sejak ia terbangun di dunia ini.

​"Ih, Anna! Jangan diketawain dong, ini namanya artistic eating!" bela Jolina sambil mencoba mengelap hidungnya dengan gaya yang malah makin aneh.

​Anna kembali tertawa sampai matanya menyipit. "Kalian lucu sekali, ya. Terima kasih ya sudah mengajakku, aku jadi merasa lebih tenang di sini," ucap Anna lembut sambil tersenyum manis, membuat Emma dan Jolina tertegun sejenak melihat kecantikan Anna saat sedang bahagia.

​"Duh, kalau lo senyum gitu terus, bisa-bisa seisi kantin pingsan berjamaah, Na!" goda Emma yang langsung dibalas cubitan kecil di lengan oleh Anna yang tersipu malu.

Di sela-sela suapan siomay, Jolina menopang dagu dan menatap Anna penasaran. "Eh, Anna, gue penasaran deh. Kenapa sih kamu pindah? Padahal sekolah lama kamu itu kan sekolah elit banget, fasilitasnya lebih gila dari sini."

​Anna terhenti sejenak. Ia mengetuk-ngetuk dagunya pelan dengan telunjuk, tampak sedang berpikir mencari jawaban yang tepat. "Hmm... dulu aku pernah jahat," ucapnya dengan nada tenang namun jujur.

​"Hah?! Enggak percaya!" seru Emma dan Jolina berbarengan. Mereka menatap Anna yang tampak begitu polos dan lembut, tidak percaya kalau gadis ini pernah melakukan hal buruk.

​"Serius. Tapi setelah itu aku tobat," lanjut Anna sambil tersenyum kecil. "Hanya saja, lingkungan di sana sudah terlalu toxic buat aku. Jadi, aku rasa pindah adalah jalan terbaik."

​Emma langsung merangkul bahu Anna dengan protektif. "Haa... begitu ceritanya. Tenang aja, Na! Di sini nggak ada yang toxic. Kalau ada yang berani macem-macem, bakal berurusan sama kita!"

​Anna mengangguk-angguk kecil sambil melanjutkan makannya. "Enak banget!" serunya dengan mata berbinar saat merasakan kelezatan makanan di kantin barunya.

​"Eh, Anna!" Jolina tiba-tiba teringat sesuatu. "Gimana kalau nanti kamu ikut kita nonton film di rumahku? Malam ini sekalian nginep aja. Aku sama Emma sudah biasa begitu kalau mau libur, lagian besok kan hari Sabtu."

​Anna tertegun. Di kehidupannya yang dulu sebagai Raisa, ia hampir tidak pernah memiliki waktu untuk bermain bersama teman, apalagi sampai menginap karena jadwalnya yang padat atau urusan lainnya.

​"Menginap?" tanya Anna memastikan. "Ayok! Aku mau ikut! Tapi aku pulang dulu ya untuk minta izin sama Mama dan Papa."

​"Asik! Gitu dong!" Emma menepuk tangannya girang. "Nanti kita jemput atau kamu datang sendiri, kabari aja di grup ya!"

1
Suci Uci
ending terkecewaaa si 🤣Axel pemeran utama dan ana jadi tidak jodoh gara2 Naya sakit banget jadi pembacaa
safitriindahh
ini awalya bgus ko tiba tiba ganti pu?
Liza Chilra
yeyy ceritanya mau selesai, transmigrasi cmn mau nyatuin benang kusut axel dan nayara aja🗿, mnding ga ush transmigrasi 😭🗿
tapi senang nya anna (raisa) bisa pulang kedunia dia, walau msih bnyak yang blum di bahas🗿, reygan bagaimana keadaannya dan sahabat anna (raisa) pas SMA 😭🗿
Liza Chilra
singkat saja kk thor, kapan anna (raisa) pulang kedunia dia??
dari pada msih di transmigrasi, yang sinopsis siapa yang bahagia siapa??
sebenarnya kak author baca ga sih komenan kami?
tentang endingnya anna (raisa)?
tokoh tambahan diksih ending bahagia!
saya baca cerita ini dari awal cuman ngikutin perjalanan anna (raisa), malah di buat kek gni kisah anna.
singkat saja lhh, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia??
Satria Hadi pranata
ciiii yg iyanya Axel yg murahan abis Anna, di embat, sekarang Naya, cinta murahan, bilangnya cinta sejati
Liza Chilra
Udah cukup kak. Jangan makin ngancurin Anna. Dari awal ceritanya tentang Anna transmigrasi, kok endingnya malah Nayara yg jadi sorotan? Ga adil banget. Anna juga berhak bahagia dan pulang ke dunianya!
Liza Chilra
balikin aja lh kak author anna (Raisa) ke dunia asal dia, ceritanya ga sinkron , sinopsis tentang anna (raisa), yang malh dpat bahagia nayara, klo seandainya nayara yang di sinopsis dari awal mngkin aku akan berpihak ke nayara!
ini yang berjuang dari awal siapa, yang bahagia siapa, masih penasaran baca novel ini cmn mau baca dialog anna (raisa).
singkat saja, kapan anna (raisa) pulang ke dunia dia?
Satria Hadi pranata
abis itu Anna kyk mn balik ke asalnya atau tetap, sekarang ini menceritakan figuran siapa lah 🤷🤔🧐
Psyche 01
jujur aja awalnya aku suka banget sama cerita ini , karna di bab 90an alurnya udah mulai gak enak . jadi aku langsung ke part ini . dan ini agak mengecewakan sih kak
Satria Hadi pranata
🤭
Shela Pereira
aduuuh menurutku ceritanya lumqyqn ga bagus karna tookoh nya kan anna kenapa jadi naya harus nya nay itu gaada gaa menaariik
Liza Chilra: iya kak benar pendapat kakak, klo seandainya sinopsis ceritanya tentang naya itu bru pas dan cocok, ini yang transmigrasi raisa ke tokoh anna, malah dijadiin antagonis, sedangkan penambahan tokoh dijadiin tokoh utama / disebut protagonis.
kakak author nya ga mau bals komenan kita, bagi aku yang buat smngat bacanya karena tokoh anna (raisa), tapi malah dibuat kek gni jalan ceritanya, huftt!😮‍💨
total 1 replies
Satria Hadi pranata
axel sama Naya Anna sama siapa, sementara dia ud GK perawan, kasian Anna nya
Liza Chilra: anna nya sama aku aja kak, kita merenung nasib dia dipojokan😭
total 1 replies
olenlmie olen
sdh tidak minat...lari dri tajuk sdh... makin ke sini, makin lain alur critanya... katanya polos, aikkk ....makin pelik jadinya... sorry thor sdh ilang minat dgn alurnya
Din Din Dinda
ijin gak lanjut baca lagi thour am so sorry
dari awal aku udah berekspektasi kalo si ana yg bakal hidup bahagia orang mahkota berharganya juga udah di ambil eeh tbtb kok jari nayara tokoh utamannya 😭
Liza Chilra: kk ga sendiri pendapat kek gitu.
excited baca novel ini karena tokoh anna (raisa), tapi malah di buat seolah-olah antagonis, naya penambahan tokoh di jadiin protagonis / pu (pameran utama), kalau cerita ini awal tentang naya kenapa ga dari awal aja ceritain tentang naya?
ini yang transmigrasi siapa?
naya apa anna?
ga espek anna (raisa) tokoh favorit yang aku tunggu muncul kapan ceritanya dijadiin antagonis!
padahal yang buat smangat bacanya dan yang paling tunggu muncul adalah tokoh anna (raisa).
bagi aku ga adil buat tokoh anna, kalo emg cerita ini hanya untuk naya?
kenapa harus buat sinopsis tentang anna?
maaf yah kak author, ini aku cmn berpendapat aja yah, soalnya aku excited baca pas pertama kali cmn nngu scane anna (raisa) aja.
kirain pu nya anna, malah penambahan tokoh (nayara) yang jadi tokoh utamanya ga espek pas tau kek gitu dan ga smngt baca lagi:(
total 1 replies
Satria Hadi pranata
di sini Anna bisa mengorbankan cintanya untuk Naya sama Axel dan kembali ke dunianya sendiri
Liza Chilra
maaf kak, keknya ga baca lagi deh🙏
soalnya aku dari awal dukung anna sama axel dan sekarang malah naya yang jdi pu nya, dan alurnya ga sesuai yang di deskripsi dari awal novel ini.
soalnya aku lebih suka anna yang dulu, tapi malah dijadiin antagonis, malah naya yang protagonis
Liza Chilra
maaf yah kak, jdi greget bacanya! soalnya ceritanya menyimpang dari alur awal.
selama baca novel, novel ini yang buat greget dan ga sesuai ekspektasi dah dukung anna dari awal malah dibuat kek gni, terus raisa (anna) pulang ke dunia nyatanya kapan?
malah anna yang ppb, huftt 😮‍💨
Forta Wahyuni
apaan nich thor, koq jd menyimpang gini critanya n maaf ya thor jd males bacanya krn anna jd antagonisnya. 🙏🙏🙏🙏
Liza Chilra
kok bisa yah tiba" anna jdi antagonis kek gni, kan dia yang ajak naya ikut serta liburan meraka. makin kesini malah anna yang ppb, yang transmigrasi dari awal raisa ke tubuh anna makin kesini malah anna yang jdi antagonis. hufttt😭
Liza Chilra
anna dh diambil kesucian sama axel yang malah pu malah naya, dari awalkan tentang raisa yang transmigrasi didunia novel jadi (anna) ini malah yang jdi antagonis, pusing + greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!