NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mata Batin / Tumbal
Popularitas:244k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mayang entah di mana : 09

Pada hunian bu Sasmita bagian samping, terlihat Ahwaya mondar mandir di depan teras kamar berderet.

“Mayang sebenernya kemana sih? Dari tadi kok gak balik-balik?” tanyanya pada diri sendiri. Tadi sang sahabat pamit hendak ke kamar mandi, sudah entah berapa lama dikarenakan penunjuk waktu tidak berguna, belum juga kembali.

Aya juga sudah memeriksa kamar mandi, kosong. Hendak bertanya tapi tidak ada orang di dalam rumah besar sedikit membuatnya takut.

Hunian mertua Tejo, kalau dari luar dan memang dia orang kota – terasa menyeramkan.

“Mayang!” panggilnya mulai panik, tetap tidak berani kemana-mana.

“Kenapa, Aya?” Sambara yang baru saja sampai, terkejut melihat kekasihnya menangis sembari berteriak.

“Mayang entah kemana, Sam. Tadi pamitnya ke kamar mandi, tapi gak ada setelah ku cek,” ada sorot lega di netra basah. Merasa tidak sendirian.

Abeer juga telah sampai, dia sama paniknya setelah diberitahu.

Mereka memeriksa halaman belakang yang tidak berpagar dan langsung bertemu semak belukar rimbun, ada juga sepasang pohon beringin berdiameter sang besar.

Sementara itu, Candra Kanti dan Aji, sengaja melangkah lambat, berbisik pelan.

“Apa yang membuatmu mencurigai daging Rusa itu, Kanti?” tanya pemuda seolah-olah tengah mengobrol ringan.

Tatapan Kanti lurus ke depan, meskipun tidak ada bertemu warga, dia tetap waspada. “Aku memang belum pernah makan daging Rusa, tapi pertama kali melihat dalam sajian panggang, entah kenapa hatiku melarang. Seperti ada yang mengingatkan.”

“Terus setelah melihat dua ekor Rusa di kandang tadi, kamu tetap curiga?”

“Sedikit berkurang, namun tetap aku enggan makan,” katanya pelan.

Aji menoleh ke kiri, menatap sisi samping wajah berkulit halus tanpa adanya jerawat. “Apa kamu percaya dengan cerita bu Sasmi tentang kutukan tetua adat?”

“Lebih banyak ke gak percaya nya. Kecuali dia memberitahu rupa sosok astral itu. Aji, mumpung masih terang, temani aku ke jurang, mau gak?” Kanti berhenti di persimpangan jalan.

“Kamu yakin mau kesana? Kalau ada apa-apa gimana? Gak takut sama konsekuensi yang dijelaskan bu Sasmi?” Aji sedikit enggan.

Kanti bergeming, enggan melangkah lurus kembali ke hunian Lilis. “Terus kita akan diam saja sampai bulan suro berakhir? Kalau kisah itu aslinya cuma dongeng demi membuat kita takut. Padahal bahaya sesungguhnya ada disini, gimana?”

Aji gamang antara mengabulkan keinginan Kanti, atau memaksanya kembali ke hunian sementara.

“Ayolah. Gunakan logikamu, Ji! Apa kamu gak curiga, ada orang asing sebegitu bermurah hati?” ia mulai memprovokasi.

“Terus, kamar yang kita tempati lebih mirip penjara. Sengaja dibangun tanpa jendela supaya gak bisa mengamati luar. Belum lagi pakaian serba putih dalam lemari, sama dalaman juga disediakan dengan warna senada. Seakan-akan bukan kebetulan, tapi memang sengaja telah disediakan,” suara Kanti terdengar bertambah rendah.

Aji Sardi teringat pakaian yang juga ada dalam lemarinya, memang dia juga merasakan kejanggalan, belum lagi kamar tanpa jendela, ventilasi udara sangat tinggi, dan keempat temannya bertingkah aneh.

Pada akhirnya Aji setuju. Mereka tidak melewati jalan lebar dua meter belum di aspal, melainkan berlari cepat sampai tiba di pohon besar, lanjut lagi seperti itu.

Jalan ke jurang tempat mobil terjun bebas, terlihat sangat sepi. Tidak ada satupun bunyi hewan, dan udara disana lembab.

Deru napas Kanti dan Aji terdengar nyaring, mereka sedikit terengah-engah.

“Itu jurangnya!” Kanti menunjuk tepi berlubang berjarak tiga meter lagi.

“Ayo!” Aji berlari duluan, setiap sampai di pohon besar, sejenak berhenti demi memperhatikan kondisi sekitar.

Kurang dari satu meter lagi, tiba-tiba Kanti berbisik. “Ada suara mobil. Sebaiknya kita bersembunyi.”

Di balik pohon rindang, dua orang sama-sama mengintip dari arah berlawanan.

Sebuah mobil pickup melaju pelan, lalu berhenti sejajar dengan tempat persembunyian Kanti.

Terdengar bunyi suara pintu ditutup kuat, Kanti memicingkan mata supaya penglihatannya jelas.

“Itu Tejo dan pelayan di hunian bu Sasmi ‘kan?”

Kanti menjawab pertanyaan Aji. “Iya. Siapa nama bapak itu?”

“Aku gak tahu, mau nanya lebih dari dua kali, rasanya segan,” dia pernah bertanya ke Tejo, tapi tidak mendapatkan jawaban. Cuma dipanggil ‘Pak’ saja.

"Mereka ngapain?” sangat jelas terlihat olehnya, dua orang tengah menarik karung kain besar, sepertinya juga berat.

“Eh, mau diapakan? Dibuang ke jurang kah?” Aji ikutan bertanya, dan mereka tidak mendapatkan jawaban kalau masih terus berdiam diri di sana.

Tejo dan si pelayan saling pandang, mereka baru saja selesai melempar karung ke jurang, lalu masuk lagi ke dalam mobil.

“Ayo kita periksa!” Kanti keluar dari tempat persembunyiannya kala mobil sudah tidak terlihat.

“Jangan nekat, Kanti! Kita gak tahu ada bahaya atau tidak _”

“Karena belum tahu, makanya wajib dicari tahu.” Kanti berlari kencang, tubuhnya yang ramping memudahkan dia bergerak.

“Astaga!” Aji mana tega membiarkan si gadis sendirian, dia pun menyusul.

“Sayang sekali tidak nampak apapun selain pucuk rimbun pepohonan,” ucap Kanti merasa kecewa. Dari tepi jurang, hanya tampak rimbunnya dedaunan hijau.

Kanti sampai berbaring telungkup, kepalanya terjulur ke jurang. Baru saja hendak mengamati sedikit lebih lama – tiba-tiba bayangan hitam mengintip lewat sela ranting.

Gadis mewarisi sifat sang ibu yaitu rasa penasaran tinggi – terbelalak, sekelebat ingatan buram berputar, membuatnya sesak napas dan kepala nyeri.

“A _ ji!” suaranya gemetar, tapi netranya tidak bisa berkedip, ia terpekik – sepasang bola mata biru memancarkan cahaya terang.

“Kanti, langitnya mulai memerah. Kenapa cepat sekali, ya? Candra Kanti … kamu dimana?!”

.

.

Bersambung.

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
sampai typo menjijik thor,padahal sudah tegangan tinggi ,ehhh merosot lagi😂.
Ayani Lombokutara
aku gk apa apa kok thor kanti sama rajendra gk sama aji yg penting baik
tpi emang lebih cocok sama rajendra sama sama punya kekuatan magis
Ayani Lombokutara
kaaaaaannnn anaknya ainur 😍😍😍
cuma dia sih yg bisa ngalahin secara ayahnya rajaaaa
Eli Rahma
wooowww....kak cublik penuh kejutan aku suka ini..disaat merasa putus asa dan hati bertanya² akan kah ada keajaiban yg datang untuk menolong candra kanti..akhirnya kak cublik mengabulkan doa² para reader...
pangeran Rajendra...anaknya Raden dwipa dan Ainur..wowwww apakah dia yang akan menyelamatkan candra kanti dari cengkraman iblis Aksata..dan apakah dia juga yg akan jadi jodohnya kanti...ahhhh gk sabar nunggu kelanjutannya...🤣
azka karim
kan..... ini yang di tunggu ,ini baru lawan yang seimbang, sama "bangsa kucing .
Rajendra anak istimewa keturunan pangeran Dwipangga 🤭
Gadis misterius
Ech pangeran dtNg nich untuk menyelamatkan cndra kanti nanti jngn kasih ampun siaksata tua bangka itu pkoknya harus digiling sampai halus
Cublik: Belum tau juga, Kak.
Soalnya udah kehabisan waktu 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
kasian majikan dan khodamnya sama2 ditahan Aksata
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: mau dijadiin cindaku guling buat makan prasmanan nanti 😋
total 2 replies
💓ismi💓
rajendra putra kempatnya ainur dan raden dwipangga ,,kerennn kak cublik kombinasinya..rajendra putra mahkotanya alas porwa
Arin: Kak Ismi juga keren.... bisa ingat tokoh-tokoh nya
total 3 replies
Tutuk Isnawati
jodoh kanti dah muncul 😍
Cublik: Ehem ehem 🫣
total 1 replies
💓ismi💓
rajendra calon pawangnya cabdra kanti ini😍😍
Teh Qurrotha
licik sekali kau Aksata
Teh Qurrotha
aduh degdegan, pengen bantu menghadang si Aksata.
neni nuraeni
semoga rencana aksata gagal,,, ayo Kanti kau sadar lah,,, jgn mau diperlat, lnjutt
Kaka Shanum
tenang astaka aku punya lawan mumpuni untuk kamu yaitu jin dasim biar hubungan mu bubrah dengan kanti🤣🤣🤣🤣🤣🤣......
Cublik: Ngakak aku🤣
total 1 replies
Monica Lora
knp aku merasa aji tdk berjodoh dg kanti... ko aku sedih ya.. krn aji bnr bnr manusia tanpa kele ihan mkin tak bs melindungi kanti kedepanny
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
haduh modar dah itu Candra Kanti...
Mudahlia Fitha
maaaaaaakkkkkkkkkeeeeeeeeeeee bisa GK jgn gantungin harapan ku di asat pohon cabe ....ih lama lama ku talak telu kau mak
Humay Uum
semoga cepat dikirim jin yg baik buat menolong Candra ,yg lebih hebat dari saksa itu raja dari segala raja dalam lain🙏
Sri Wahyuni
berharap tiba" ada cwo cakep baru yg punya kekuatan, kesaktian keistimewaan melebihi aksata ini... siapa yg cocok ya 🤔🤔🤔 dokter yg menyamar mungkin 😁😁😁😁
Shee_👚
bu laila sama pak pram cepetan, jangan sampai kanti beneran kenapa²🙈🙈

aku deg deg an, harusnya aku tadi siapin kipas angin yang gede biar asep hitam itu hilang kebawa angin🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!