NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Istri Rahasia Sang Idola Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Perjodohan
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: MochiFlora

"Kamu hanya aib dalam hidupku!"

Itu kalimat pertama yang Raden Rangga Wijaya ucapkan pada istri sahnya.

Rangga—mahasiswa hukum tampan, presiden BEM, idola kampus yang dikejar ratusan perempuan, terpaksa menikahi gadis yang paling dibencinya. Meysa Putri Mahendra. Si miskin culun berkulit kusam yang tidak pantas berdiri di sampingnya.

Meysa juga tidak mau. Menikah dengan pria arogan yang memandangnya seperti sampah? Tapi ancaman pencabutan KIP dan warung neneknya yang jadi taruhan membuatnya pasrah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MochiFlora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IRIK

Kebenaran di Balik Tirai

Rangga memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celananya. Wajahnya yang tadi terlihat tenang kini berubah, ada kerutan halus di antara kedua alisnya, ada kekakuan di rahangnya yang tidak biasa.

"Ada apa?" tanya Meysa, masih berdiri di tepi pagar dengan menghadap Rangga.

Rangga menggeleng cepat.."Tidak ada apa-apa."

Meysa sudah cukup lama mengenal Rangga untuk tahu ketika pria itu berbohong.

Mereka menyelesaikan makan malam dalam keheningan yang berbeda dari sebelumnya. Rangga terlihat gelisah, jari-jarinya terus mengetuk meja, matanya sesekali menatap ponsel yang ia letakkan di samping piring. Meysa memperhatikan semua itu tanpa Rangga sadari.

Setelah makanan habis, Rangga segera memanggil pelayan untuk membayar.

"Ayo pulang," ucapnya, nada bicaranya terburu-buru.

Meysa mengangguk. Ia berjalan di belakang Rangga menuruni tangga kayu, menuju mobil yang masih terparkir di tempatnya. Perjalanan pulang ditempuh dalam keheningan yang canggung. Radio masih menyala, tapi lagu jazz yang tadi terdengar merdu kini terasa seperti suara bising yang mengganggu.

Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di depan apartemen mereka. Rangga mematikan mesin, tapi tidak segera turun.

"Kamu naik duluan, Cha," ucapnya, matanya menatap lurus ke depan.

Meysa mengernyit. "Kamu?"

"Aku ada urusan sebentar."

"Urusan apa?"

Rangga terdiam sejenak. "Urusan BEM, biasa."

Meysa menatap suaminya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia bisa merasakannya dari perubahan sikap Rangga.

Di dalam apartemen yang sunyi, Meysa duduk di sofa ruang tamu. Lampu belum ia nyalakan. Hanya cahaya dari jendela yang menerangi ruangan, menciptakan bayangan-bayangan panjang di dinding.

Ia memejamkan matanya.

"Ada apa dengan Rangga? Kenapa ia terburu-buru seperti itu?"

Pertanyaan itu berputar di kepalanya seperti kaset yang macet.

 *

Di sisi lain kota, di sebuah bar yang remang-remang, Emily duduk di kursi, gelas berisi wiski di tangannya. Ia memutar-mutar gelas itu pelan, melihat cairan amber berputar membentuk pusaran kecil. Rambut pirangnya tergerai sempurna, gaun merahnya ketat di tubuh, dan senyuman yang dingin itu merekah. Ketika pintu bar terbuka dan sosok yang ia tunggu sudah datang..

Rangga.

Pria itu berjalan dengan langkah cepat, wajahnya muram. Ia melewati beberapa meja, mengabaikan tatapan penasaran beberapa pengunjung, lalu berhenti di hadapan Emily.

"Mau apa lagi?" tanya Rangga tanpa basa-basi

Emily tersenyum. "Sebentar, Sayang. Jangan terlalu buru-buru."

Ia mengulurkan tangannya, mengusap dada Rangga dengan gerakan lambat dan menggoda. Rangga menepis tangannya dengan kasar.

"Emily, gue gak punya waktu buat main-main."

"Main-main?" Emily tertawa kecut. Suaranya manis, tapi matanya dingin. "Kamu pikir aku main-main selama ini?"

"Emily—"

"Aku sudah cukup bersabar, Rangga." Emily berdiri. Kini wajahnya sejajar dengan dada Rangga. Ia meraih dagu pria itu, memaksanya menatap matanya. "Selama ini aku pura-pura menjadi orang asing. Aku pura-pura tidak mengenalmu di kampus. Aku pura-pura menjadi perempuan yang selalu mengganggu kehidupanmu, bahkan aku rela menjadi orang jahat, dan menutupi identitasku." Ia menghela napas. "Tapi sekarang rasanya kesabaranku sudah habis."

Rangga membeku.

"Dan semua itu atas perintahmu sendiri, Sayang," bisik Emily ditelinga Rangga. "Atas permintaanmu sendiri, apa kamu lupa? Hhmmm"

 

Flashback. Beberapa bulan yang lalu.

Ruang tamu rumah Rangga terasa sesak. Di sofa, Emily duduk di atas pangkuan Rangga, lengannya melingkar di leher pria itu. Wajahnya masih merah karena baru saja menangis.

"Apa? Kamu mau nikah?" Emily bangkit dari pangkuan Rangga, berdiri menjauh. Matanya basah, bibirnya gemetar. "Rangga, kita sudah bersama selama bertahun-tahun! Kamu bilang kamu mencintaiku!"

Rangga menunduk. Tangannya menekan pelipis yang berdenyut.

"Aku harus turuti kemauan ayahku, Sayang," ucapnya, "Ayah sudah mengatur semuanya. Aku gak bisa menola dia."

"Tapi bagaimana denganku?" Emily menangis. "Aku sudah memberikan segalanya padamu! Masa depanku, cintaku, tubuhku, semuanya!"

Rangga berdiri. Ia meraih tangan Emily, tapi perempuan itu menepisnya.

"Aku janji," ucap Rangga, dengan suara memohon. "Aku janji, setelah ayahku pensiun, aku akan menceraikan perempuan kampung itu. Aku akan kembali. Tapi untuk sekarang, aku harus menikahinya. Tolong, Emily. Tolong mengerti."

Emily terdiam. Air matanya terus mengalir, tapi di dalam matanya ada sesuatu yang mulai berubah, dari kesedihan menjadi kepahitan, dari kepahitan menjadi rencana.

"Baiklah, tapi kamu harus janji, setelah ini kamu akan kembali bersamaku!" Emily memeluk erat Rangga.

Flashback selesai

Emily tidak melepaskan Rangga. Tangannya masih menggenggam erat lengan pria itu, matanya menatap dengan sorot yang penuh tuntutan dan kepahitan. Wajahnya yang dulu ia kenal manis kini berubah menjadi topeng yang retak, menunjukkan segala luka yang selama ini ia pendam.

"Kamu ingat janjimu, Rangga?" suara Emily bergetar. "Kamu berjanji akan kembali padaku. Kamu berjanji akan menceraikannya. Aku selalu menunggu!"

Rangga terdiam. Dadanya terasa sesak. Ia mengingat janjinya dulu, janji yang ia buat di ruang tamu rumahnya, ketika Emily menangis di pangkuannya, ketika ia merasa tidak punya pilihan lain.

"Aku tahu segalanya, Rangga. Aku tahu Meysa hamil. Dan aku sengaja mengirim surat ancama. Kamu tahu kenapa?" Emily menangis, air matanya membasahi kemeja Rangga. "Karena aku sakit! Aku sakit melihat perempuan kampung itu mengandung anakmu!"

Rangga membeku. Darahnya terasa berhenti mengalir.

Rangga menutup matanya. Pikirannya berputar..

Dengan perlahan, Rangga mendorong Emily menjauh. Tangannya yang tadinya pasif kini menolak pelukan itu.

"Maaf, Emily," ucap Rangga, suaranya tegas meskipun ada getaran di dalamnya. "Aku tidak bisa kembali padamu."

Emily terkejut. Matanya membelalak. "Apa?"

"Aku mencintai istriku."

Emily terdiam. Wajahnya berubah, marah menjadi kalut.

"KAMU BOHONG!" teriak Emily, tangannya mengepal. "KAMU BILANG KAMU AKAN KEMBALI!"

Emily menghela napas panjang, lalu tersenyum, senyum yang lebih menakutkan dari tangisnya.

"Kalau begitu, aku akan membuatmu menyesal, dan aku gak akan biarkan pernikahan kalian bahagia diatas penderitaanku!" ancam Emily

Rangga menatap Emily dengan mata yang tajam. "Emily, jangan—"

"Jangan apa?" Emily memotong. "Jangan hancurkan kebahagiaanmu? Tapi kamu sudah menghancurkanku, Rangga! Kamu yang memulai semuanya!"

Rangga terdiam. Ia tidak bisa membantah. Karena Emily benar, ia yang memulai semuanya. Ia yang membuat janji. Ia yang meminta Emily untuk membuat skenario yang siapapun tidak mengetahui hubungan mereka.

"Emily, aku minta maaf," ucap Rangga pelan. "Aku tahu kata maaf tidak cukup. Tapi aku tidak bisa memperbaiki semuanya dengan kembali. Aku mencintai Meysa."

Emily menatap Rangga dengan mata yang berkaca-kaca. Ia menggeleng pelan, menelan ludah, lalu berbalik.

"Pergi," ucapnya, "Pergi sebelum aku melakukan sesuatu yang lebih buruk."

1
Humaira
APASIH emili dasar gak tau malu udah di buang juga sama si Rangga masih aja ngutilin 😏
Humaira
Hallo tor semangat jangan berhenti di tengah jalan
aku suka cerita nya tetap lanjutin ya 🥲
Syifa
lanjut kaka makin seru ceritanya
Alia Chans
hadir, cerita nya seru, semangat thor😉
Humaira
🤣🤣🤣🤣
ahs@
ternyata Rangga peminum Miras.. wkwkwk
ahs@
Emily merasa di beri celah dengan kedatangan Aditya untuk menjauhkan Rangga dari meysa...
MochiFlora: Huffttt, jadinya pen ngutuk jin dasim yang satu itu 😌
total 1 replies
ahs@
siapakah dia...🤣🤣
Humaira
Siapa lagi tuh Aditia 🤔
Humaira
Gawat Rangga mulai posesif
haha puas banget liat si Mak Lampir gak diterima
Emi Sudiarni
lanjut kak🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
as nenek lampir
Emi Sudiarni
smangat buat rangga meysa untuk memulai hubungan dgn baik, wlaupun kedepan nya bnyak ujian. terutama dari mak Lampir emily
ahs@
wow,ternyata reader kena prangk C Rangga....wow,luar biasa actingmu Rangga...memuakan😡
Humaira
Lanjut
Emi Sudiarni
lanjut kak. seru
Emi Sudiarni
lah sdah thu meysa istri rangga ngapain renal dkat meyaa
partini
se Dam STUPID Rangga,aihh males Banggt aku nabung bab dulu yah Thor nanti balik lagi soalnya ada yg kaya gini ceritanya yg sama sudah mau end'
Humaira
Apa apaan ini ?
sumpah bab paling benci di sini 😭
kenapa harus begitu tor ceritanya gak sanggup aku liat Meysa kalo dia tau kebenaran tentang si Rangga dan Mak Lampir itu 😭
partini
ini siapa lagi ganggu ,renal atau di Kunti ganjen itu
jangan mau lah ga masa masih OON Mulu kapan smart nya sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!