Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Versus
Diara benar-benar merasa lelah dengan acara ini. Dia tidak terbiasa dengan tempat-tempat keramaian begini, membuat kepalanya terasa pusing dan tiba-tiba saja perutnya terasa mual.
Hal itu tidak luput dari penglihatan tajam Jevandra, yang mengetahui jika wanita itu merasa tidak nyaman.
"Ada apa?" tanya Jevandra berbisik di telinga Diara.
"Aku merasa tidak nyaman dengan tempat keramaian seperti ini. Rasanya kepalaku pusing dan perutku juga mual. Apa aku boleh istirahat?" tanya Diara berharap Jevandra mengizinkannya untuk istirahat dan meninggalkan tempat acara ini.
"Bertahan saja sebentar lagi. Setelah kata sambutan dari nenek, kau bisa pergi istirahat dan tunggu aku di kamar." jawabnya dingin.
Dia bukan merasa kasihan dengan wanita itu, hanya saja dia tidak ingin Diara berbuat ulah hingga mencemarkan nama baiknya. Jadi sebisa mungkin Jevandra menahan wanita itu agar tidak berbuat sesuatu yang mungkin bisa berimbas pada nama besar keluarganya.
"Berapa lama lagi?" tanya Diara yang sudah pucat.
Melihat itu membuat Jevandra tidak mungkin mengabaikannya lagi. Jadi Dia memanggil pelayan untuk mengantarkan istrinya pergi ke kamar pribadinya.
"Sudahlah, kau bisa pergi istirahat. Ingat, saya sampaikan melakukan sesuatu, aku benar-benar tidak akan mengampunimu." ucapnya penuh dengan ancaman.
Bahkan dari mana bicaranya saja sudah terdengar mengerikan. Jadi tidak mungkin Diara melakukan sesuatu nantinya.
"Antarkan nyonya muda ke kamar ku. Pastikan dia tidak membutuhkan sesuatu." titahnya pada Roy, yang langsung mengantar Diara pergi ke kamar Jevandra.
"Silahkan, nyonya." Roy memimpin jalan, dimana dia akan membawa istri dari tuannya itu pergi untuk istirahat.
Lagi-lagi Diara merasa takjub dengan segala keindahan dan kemewahan yang dimiliki keluarga Raksa Bumi. Benar-benar keluarga yang luar biasa.
Dia tidak tahu jika semua kemewahan ini, bisa dipertahankan dan diperluas oleh suaminya. Tangan dingin Jevandra mengubah segalanya, hingga membuat keluarga Raksa Bumi semakin dikenal banyak orang.
"Roy..." panggil Diara saat laki-laki itu hendak pergi meninggalkannya.
"Ada apa, nyonya?" jawab Roy pada Diara.
"Bisa minta pelayan untuk membawakan air hangat untuk ku? Aku merasa mual." ujar Diara, dan Roy mengangguk.
Dia pamit dari hadapan Diara, dan pergi menutup pintu.
Sementara Diara, dia hendak istirahat sejenak. Sebelum kembali pada suaminya nanti. Bagaimana pun, dia tidak akan biarkan laki-laki itu memainkan dramanya sendiri.
Saat dia hendak memejamkan matanya, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka. Dia pikir itu adalah pelayan yang di utus Roy untuknya, tapi ternyata bukan.
Karena yang datang adalah wanita yang menatap sengit ke arahnya sejak tadi.
"Ada apa nona Nadia? apakah mencari sesuatu di kamar ini?" tanya Diara membalas tatapan Nadia.
"Kau sudah merasa di atas angin karena diakui oleh kak Jevandra?" tanya Nadia yang menatap Diara dari atas sampai bawah, seolah-olah dia tengah menguliti Diara hidup-hidup.
Bukan Diara namanya jika dia tidak berani melawan. Jevandra saja bisa kalah berdebat dengannya, jadi indah baginya untuk menyingkirkan wanita seperti Nadia ini.
"Kenapa aku harus merasa di atas angin? Lagi pula bukankah sudah sepantasnya seorang suami mengakui seorang istri? terlebih istrinya memiliki wajah yang cantik sepertiku. Jadi aku rasa, suamiku tidak terlalu rugi untuk mengakuiku di depan banyak orang. Bahkan nenek saja mengakui jika aku cantik. Apakah aku salah, jika aku merasa bangga atas pujian dan pengakuan suamiku serta nenek mertua?" jawabnya telak, membuat Nadia merasa kesal.
Wanita ini benar-benar sangat licik. Dia memanfaatkan simpati Jevandra untuk mencapai sesuatu.
"Apakah masih ada yang ingin nona Nadia katakan? Jika tidak bisa tolong keluar dan tutup pintunya? suamiku bilang aku harus istirahat, karena berapa malam ini kami sering bergadang malam, jadi aku agak pusing dan mual. Anda paham situasi kami sebagai pengantin baru bukan?"
Cetasss...
Nadia kalah telak. Dia terlalu menganggap remeh wanita ini, hingga membuatnya tidak bisa melawannya.
Sedangkan Jevandra yang mendengar hal itu membuatnya tersenyum licik. "Wanita ini benar-benar memiliki lidah yang tajam selain otak liciknya." gumam Jevandra yang mendengar pembicaraan mereka dari luar kamar.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣