NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA MAJIKAN

TERJERAT CINTA MAJIKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: AlinaKS

Neysa seorang gadis cantik, terperangkap menjadi pelayan karena suatu alasan. Siapa sangka Anak Majikannya, Darren akan jatuh hati padanya. Seribu cara ia lakukan, agar Neysa jatuh ke tangannya. Namun siapa yang tahu, Neysa yang biasa saja, wanita yang selalu terpojok oleh keadaan itu menyimpan sesuatu hal yang besar. Ternyata ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AlinaKS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

[Dibawah bayang-bayang Dendam]

 

Darren terbangun dengan tubuh terasa dingin. Ia meraba sisi ranjang yang kosong, pikirannya langsung penuh kecurigaan. Matanya yang masih berat bergerak liar ke sekeliling ruangan. Tidak ada Neysa.

Tanpa pikir panjang, Darren bangkit dan melangkah keluar kamar. Pandangannya menyapu setiap sudut rumah seperti seorang pemburu yang mencari mangsanya. Hingga akhirnya ia menemukan Neysa di dapur.

Wanita itu berdiri dengan tenang, mengenakan apron sederhana. Tangannya cekatan mengaduk panci di atas kompor. Tidak ada ekspresi cemas atau takut pada wajahnya, hanya senyum tipis yang menggantung saat ia menyadari keberadaan Darren.

“Kau di sini.” Suara Darren terdengar berat, seperti gemuruh sebelum badai.

Neysa menoleh, menyambutnya dengan nada ringan. “Selamat pagi, Darren.”

Darren melangkah lebih dekat, matanya menyipit penuh kecurigaan.

“Apa yang kau rencanakan sekarang?”

Neysa meletakkan sendok yang ia gunakan, lalu menatap Darren tanpa gentar. “Aku hanya memastikan kau sarapan dengan baik. Apa itu salah?”

“Dengan baik? Neysa, apa kau lupa apa yang kau katakan semalam?” Darren menekan suaranya, tetapi ketegangan di wajahnya sudah cukup menjelaskan kemarahannya.

Neysa mengangguk kecil. “Aku ingat, Darren. Kata-kataku memang tajam, tapi aku ingin kau sadar—kau adalah dirimu sendiri, bukan hanya bagian dari keluarga Barnes. Dan aku adalah Neysa, istrimu, bukan sekadar Lawrence.”

Darren tertawa sinis, nadanya penuh ejekan. “Istriku? Lebih tepatnya kau seperti nahkoda licik yang menyeretku ke lautan penuh badai. Kau selalu bertindak seolah kau tahu segalanya.”

“Aku hanya ingin kau mengerti,” balas Neysa lembut sambil menyodorkan piring berisi ikan goreng. “Namamu, Darren, jauh lebih berharga dari semua itu.”

Darren menatap piring di depannya tanpa emosi. Dalam sekejap, ia menarik taplak meja dengan kasar, menghancurkan semua yang Neysa siapkan. Bunyi piring pecah dan makanan berhamburan menggema di seluruh ruangan.

Pelayan-pelayan yang menyaksikan adegan itu buru-buru menghilang, tidak ingin terlibat dalam amarah Tuan mereka.

Darren menatap Neysa dengan mata penuh kebencian. “Aku benci melihatmu, Neysa. Kau menunduk saat aku ada, tapi di belakangku kau merancang segalanya seperti pengkhianat. Meskipun anak ini darah dagingku, aku tidak akan membiarkanmu mencemari nama keluarga Barnes.”

Neysa hanya diam, tatapannya tetap tenang meskipun hatinya terasa seperti dihantam gelombang besar. Ia tahu kata-kata tidak akan mengubah apapun.

“Aku hanya ingin kau tahu, Darren,” gumamnya pelan, “bahwa kau selalu penting bagiku.”

Darren berbalik meninggalkan dapur, tetapi langkahnya terhenti di ambang pintu. Ia mendengar suara Neysa yang mulai membersihkan pecahan piring dan makanan di lantai, tanpa satu keluhan pun.

Keteguhan wanita itu membuat dada Darren sesak. Namun, ia segera menepis perasaan itu. “Keluarga Barnes tidak akan lagi tunduk pada siapa pun, apalagi keluarga Lawrence,” gumamnya dalam hati.

Dengan suara dingin, ia memanggil pelayan. “Siapkan ruangan terkecil di rumah ini untuk Neysa. Jangan beri bantal atau selimut. Pastikan dua minggu sekali dokter memeriksa kehamilannya.”

 

Ketika pelayan datang memberi tahu Neysa tentang pemindahan kamarnya, wanita itu tidak bereaksi berlebihan. Ia mengemasi barang-barangnya dengan tenang.

“Di mana kamar baruku?” tanyanya datar.

Pelayan itu mengantarnya ke gudang kecil di ujung rumah, terpisah dari bangunan utama. Begitu pintu dibuka, Neysa disambut pemandangan yang tidak menyenangkan—barang-barang usang berserakan, bau apek, dan tikus-tikus kecil yang berlarian.

Neysa menelan ludah, mencoba menenangkan dirinya. “Aku tidak akan mundur, Darren. Bahkan jika kau memaksaku tinggal di lumpur sekalipun,” gumamnya lirih.

Darren, yang mengintai dari kejauhan, hanya tersenyum sinis. Ia memerintahkan pelayan untuk memastikan atap tidak bocor dan listrik tetap menyala. Namun, itu lebih untuk menjaga harga dirinya daripada peduli pada Neysa.

 

Neysa mulai merapikan gudang itu dengan sisa tenaga yang ia miliki. Meski hatinya sakit, ia tidak menunjukkan kelemahannya. Sara, seorang pelayan yang lebih muda, diam-diam datang untuk membantunya.

“Nona, Anda sebaiknya kembali ke keluarga Lawrence. Anda tidak pantas diperlakukan seperti ini,” kata Sara dengan suara pelan.

Neysa menghentikan pekerjaannya, menatap Sara dengan curiga. “Siapa yang menyuruhmu ke sini?”

Sara menggeleng. “Saya tidak tahu pasti, Nona. Tapi saya diperintahkan secara tidak langsung oleh bawahan keluarga Anda untuk membantu Anda.”

Neysa terdiam, lalu menatap Sara serius. “Dengar baik-baik, Sara. Apapun yang terjadi di rumah ini, jangan sampai ada yang mengetahuinya. Jika kau membocorkannya, aku akan memastikan kau yang pertama kali kuhadapi.”

Sara mengangguk takut.

B e r s a m b u n g ....

Yang satu gak mau diatur, satu lagi gak mau nurut. Ujung-ujungnya pada ribut \=⁠_⁠\=

Jangan lupakan tinggalkan jejak, Guys! Biar Mimin tetap semangat (⁠^⁠^⁠)

1
asy
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!