NovelToon NovelToon
Sayembara Calon Istri Sang Mafia

Sayembara Calon Istri Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

​"Tiga hari untuk melenyapkannya, atau nyawamu taruhannya."
​Kenric Vane, algojo paling mematikan dari klan The Void, tidak pernah gagal dalam misinya. Namun, target kali ini berbeda. Dr. Alana Syahira, seorang psikolog cantik yang seharusnya mati dalam kecelakaan tragis, justru menatap tepat ke matanya tanpa rasa takut di ruang eksekusi.

​Bukannya memohon ampun, Alana justru mulai membedah kegelapan di jiwa Kenric dengan manipulasi kata-kata yang mematikan. Dia adalah satu-satunya orang yang berani menantang sang predator di sarangnya sendiri.

​Di sisi lain, persaingan takhta klan The Void memanas. Sang ayah memberikan syarat mutlak, siapa pun putra Vane yang memiliki istri lebih dulu, dialah yang berhak berkuasa.

​Kenric memutuskan untuk melindungi Alana dari kejaran musuh, membawanya masuk ke dalam lingkaran hitam keluarganya. Di bawah perlindungan Kenric, Alana terjebak dalam dunia yang penuh peluru, sementara Kenric terjebak dalam perangkap kata sang psikolog.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 九

Sisa keheningan malam di dalam ruang kerja Kenric Vane terasa semakin mencekam, seolah-olah oksigen di dalam ruangan itu baru saja disedot habis setelah map hitam tebal itu menghantam permukaan meja mahoni. Keheningan itu begitu pekat, hingga suara detak jarum jam dinding antik di sudut ruangan terdengar seperti dentuman jam gadang yang memekakkan telinga. Napas Alana masih memburu, naik-turun dengan cepat di balik daster sutranya. Sepasang matanya yang biasanya memancarkan binar keceriaan dan analisis psikologis yang tajam, kini dipenuhi oleh kilatan amarah murni yang menyala-nyala.

​Alana menatap lembaran kertas putih bersih di hadapannya. Di atas kertas berlogo samar kepala serigala khas klan The Void itu, deretan ketikan huruf hitam tercetak dengan sangat rapi, simetris, dan kaku cerminan sempurna dari kepribadian pria yang duduk di seberangnya. Format dokumen itu disusun dalam bentuk poin-poin hukum yang mutlak, yang seketika membuat darah Alana mendidih hingga ke ubun-ubun begitu ia membaca isinya satu per satu.

​Dengan tangan yang gemetar hebat karena menahan kekesalan yang luar biasa, Alana menarik napas dalam-dalam, lalu membaca dokumen itu dengan suara yang sengaja ia tinggikan, menuntut penjelasan dari pria sedingin es di hadapannya

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​SURAT PERJANJIAN KERJASAMA TAKTIS

​Pihak I: Kenric Vane

Pihak II: Alana Syahira

​Dengan ini kedua belah pihak yang bersangkutan menyepakati ketentuan-ketentuan kerja sama mutlak sebagai berikut

​Poin 1: Pihak II secara hukum dan taktis wajib membantu mencarikan Pihak I kandidat calon istri sebanyak-banyaknya guna memenuhi syarat suksesi kepemimpinan tertinggi keluarga besar Vane.

​Poin 2: Pihak I tidak memberikan batasan atau intervensi terhadap metode pencarian yang digunakan oleh Pihak II, baik melalui pemanfaatan relasi personal, jaringan profesional, maupun penggunaan aplikasi pencarian jodoh digital (dating apps).

​Poin 3: Pihak II memiliki kewajiban mutlak untuk mengatur, menyusun jadwal, mengelola administrasi, dan mengagendakan setiap sesi kencan buta (blind date) antara Pihak I dengan para kandidat wanita yang telah lolos seleksi awal.

​Poin 4: Pihak I memegang kendali penuh, hak veto, dan hak prerogatif mutlak untuk menentukan wanita mana yang dirasa paling cocok untuk dijadikan istri sah, dan keputusan Pihak I bersifat final serta tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.

​Poin 5: Apabila dari seluruh kandidat yang diajukan oleh Pihak II tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria spesifik Pihak I, maka Pihak II wajib mencarikan kembali kandidat-kandidat baru secara terus-menerus tanpa batas waktu, hingga Pihak I menemukan satu wanita yang dirasa pas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​BRAK!

​Alana menghantamkan telapak tangannya ke atas kertas itu dengan segenap kekuatan yang ia miliki, membuat beberapa pena di atas meja bergoyang dan menimbulkan suara dentuman keras yang menggema di seluruh ruangan.

​"Kau gila Kenric! Kau benar-benar sudah kehilangan seluruh akal sehatmu!" teriak Alana, suaranya melengking tajam membelah keheningan mansion yang mati. "Pikirkan dengan otakmu yang jenius itu, Tuan Vane! Apa kau tidak salah menyodorkan draf ini padaku?!"

​Kenric tidak bergeming sedikit pun. Jangankan terkejut, berkedip pun tidak. Pria itu tetap bersandar dengan santai pada kursi kulit kebesarannya yang empuk, menyilangkan salah satu kakinya, dan menatap Alana dengan ekspresi yang sedatar dinding marmer luar. Sinar lampu meja yang temaram menerangi separuh wajahnya, mempertegas garis rahangnya yang kaku dan sorot matanya yang sedingin es kutub. Bagi Kenric, dokumen bertuliskan poin-poin ini adalah sebuah mahakarya efisiensi taktis. Ini adalah rencana cadangan paling sempurna untuk mendepak Alana dari masa depannya tanpa harus kehilangan tahta The Void.

​"Aku tidak gila Alana. Aku hanya bersikap sangat realistis." sahut Kenric. Suaranya terdengar begitu bariton, tenang, namun di telinga Alana, itu adalah suara paling memuakkan yang pernah ia dengar seumur hidup. "Kau sendiri yang baru saja membuktikan beberapa jam lalu bahwa membiarkanmu hidup bebas sebagai istriku di bawah atap yang sama adalah ancaman terbesar bagi ketenangan mental dan privasiku. Aku adalah pria yang menyukai keteraturan. Sementara kau? Kau adalah definisi dari kekacauan random yang berjalan."

​Kenric melirik sekilas ke arah luar pintu, seolah mengingatkan Alana pada mahakarya syal bulu merah pada patung Apollonya. "Jadi, daripada aku mengambil risiko gila dengan menikahimu demi memenuhi syarat Dady, lalu berakhir di rumah sakit jiwa karena harus meladeni kelakuan ajaibmu setiap hari, lebih baik kau gunakan keahlianmu sebagai psikolog itu untuk hal yang berguna. Carikan aku wanita yang normal."

​"Normal?!" Alana mengulang kata itu dengan nada tidak percaya, tawanya meledak sinis. Wajahnya yang biasanya putih bersih kini memerah padam karena emosi yang meluap-luap. "Kau menyuruhku seorang Dokter Psikologi lulusan universitas ternama, seorang profesional yang dididik untuk menyembuhkan trauma mental orang hanya untuk menjadi mak comblang pribatumu?! Kau ingin aku merayu wanita-wanita di luar sana? Mengajak mereka bertemu, menyortir foto-foto di aplikasi jodoh, atau mengemis pada teman-temanku agar mengenalkan sepupu mereka padamu?! Ih! Membayangkannya saja sudah membuat bulu kudukku meremang dan rasanya ingin muntah Kenric! Ini benar-benar menjijikkan!"

​Alana bergidik ngeri, tubuhnya merinding membayangkan skenario gila tersebut. Sebagai wanita yang memiliki harga diri tinggi, disodori kontrak untuk menjadi biro jodoh bagi pria yang hampir membunuhnya tempo hari adalah sebuah penghinaan luar biasa. Ia merasa diperlakukan seperti pelayan restoran yang ditugaskan menyusun daftar menu hidangan untuk sang tuan muda.

​"Aku tidak peduli bagaimana caramu bekerja dan metode apa yang akan kau pakai." ucap Kenric dingin, sama sekali tidak tersentuh oleh protes panjang dan wajah jijik Alana. "Mau kau pakai aplikasi jodoh yang sedang tren, mencari di antara daftar kolegamu, atau menculiknya di jalanan sekalipun, itu urusanmu. Pilihlah wanita yang kaku, penurut, anggun, berkelas, dan yang paling penting... tidak memiliki hobi aneh seperti menghias patung abad ke-18 dengan kemoceng dan celemek bunga matahari. Tugasmu hanya menyeleksi dan menyusun jadwal kencan buta itu untukku. Sisanya, biar instingku yang menentukan."

​"Bagaimana kalau aku menolak?!" tantang Alana, matanya berkilat penuh pembangkangan yang keras kepala. Ia mencengkeram tepi meja kerja, mencongongkan tubuhnya ke depan, berharap gertakan dan tatapan menantangnya bisa membuat pemimpin sekolah militer ini mundur selangkah.

​Namun, Kenric tetaplah Kenric. Pria itu dilatih untuk mematahkan leher musuh, bukan untuk berkompromi dengan keras kepalanya seorang wanita. Kenric perlahan menegakkan posisi duduknya, menumpu kedua tangannya di atas meja, lalu memajukan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter. Sepasang manik mata hitamnya seketika berubah menjadi setajam belati yang siap mencabut nyawa.

​"Pilihanmu hanya ada dua Alana. Di dalam kamus hidupku, tidak pernah ada ruang untuk negosiasi ketiga." desis Kenric, suaranya mengecil namun justru terdengar sepuluh kali lipat lebih mengerikan daripada badai. "Pertama, kau ambil pulpen emas di depanmu itu, bubuhkan tanda tanganmu di bawah poin-poin tersebut sekarang juga, patuhi setiap klausulnya, dan kau bisa tetap tidur dengan nyenyak di mansion mewah ini dengan jaminan perlindungan mutlak dari seluruh pasukan Vane."

​Kenric sengaja menghentikan kalimatnya, membiarkan keheningan malam kembali menghimpit dada Alana yang terasa semakin sesak. Tatapan matanya mengunci seluruh pergerakan Alana, tidak memberikan celah sedikit pun bagi wanita itu untuk bernapas lega.

​"Atau pilihan kedua..." Kenric melanjutkan dengan senyum tipis yang sangat kejam. "Silakan kau kemas barang-barangmu, buka pintu itu, dan berjalanlah keluar dari gerbang mansion ini malam ini juga. Dan perlu kau ingat, begitu sol sepatumu menyentuh aspal di luar tanah pribadiku, detik itu juga keselamatan, napas, dan nyawamu bukan lagi menjadi urusanku. Jika besok pagi orang-orang dari Red Scorpion's menemukan tubuhmu membusuk di dalam selokan pinggir kota, aku bahkan tidak akan sudi meliriknya. Pilih sekarang."

​Kata-kata Kenric menghantam mental Alana seperti godam besi yang menghancurkan dinding batu. Alana tertegun, lidahnya seketika mendadak kaku. Egonya yang tinggi berteriak menyuruhnya untuk meludahi wajah pria itu dan melangkah pergi. Namun, otaknya sebagai seorang psikolog yang rasional langsung menariknya kembali ke realitas. Alana tahu betul, pria di depannya ini tidak sedang menggertak atau bermain drama. Kenric Vane adalah seorang eksekutor sadis, mesin pembunuh berdarah dingin yang legal di dunia bawah. Jika pria ini mengatakan akan membiarkannya mati dicabik musuh, maka dia benar-benar akan menontonnya sambil meminum wiski tanpa berkedip sedikit pun.

​Alana mengepalkan kedua tangannya di bawah meja hingga kuku-kukunya memutih. Rasa kesal, dongkol, marah, dan frustrasi bercampur menjadi satu di dalam dadanya, menciptakan rasa sesak yang luar biasa. Pria ini benar-benar makhluk paling egois, paling semena-mena, paling diktator, dan paling menyebalkan yang pernah diciptakan di muka bumi. Dia mengatur taruhan nyawa orang lain seolah-olah seluruh isi dunia ini hanyalah papan catur pribadi yang berputar di sekeliling egonya yang setinggi langit.

​"Kau benar-benar monster brengsek yang tidak punya hati Kenric Vane." bisik Alana dengan napas yang memburu menahan tangis kekesalan, matanya menatap tajam sebuah pulpen emas mewah yang kini disodorkan oleh jemari kokoh Kenric ke hadapannya.

​Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sambil meraih pulpen tersebut dengan hentakan kasar, Alana bersumpah demi apa pun. Jika ia memang terpaksa harus beralih profesi menjadi mak comblang demi bertahan hidup dari kejaran musuh, maka ia akan memastikan bahwa setiap proses kencan buta yang ia agendakan nanti akan menjadi neraka jahanam tersendiri yang akan menguras habis seluruh sisa kesabaran seorang Kenric Vane. Dia akan membalas dendam lewat wanita-wanita yang akan dia pilihkan nanti.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
dah mampir aku
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
lahhh, digantung /Right Bah!//Right Bah!/ tau ah.. mau ngambek /Right Bah!//Right Bah!/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: yaudah, aku mau ngambek aja/Right Bah!//Right Bah!/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
suka2 kau lah kak... mau kau tamatkan di tengah hutan pun aku diam duduk manis di sini😉 aku masih save kok no wa mu biar ku maki kau lewat wa
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: cihhhh laki mu emang sesat... nyaranin gantung di tengah hutan
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤣🤣🤣 naif kamu Alana.... orang klo dah menilai buruk akan terus menilai buruk ke depan nya juga... jaman sekarang penampilan itu akan di pandang sebelah....
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
cih, hanya pelayan aja sombongnya minta ampun, lebih baik pecat aja tuh pelayan daripada merugikan butik itu sendiri/Drowsy/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣🤣 11 12 dasarrr
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Sepertina bibit2 cinta mulai anu 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kasian juga si Cene
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kandidatna ga ada yg bener 🤣🤣 dah lah balik lagi ke Alana aja
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Maaf kamei aku lupa 😅🤭
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Joyful//Joyful//Facepalm/🤣🤣🤣 Alemong si Alana 🤣🤣/Facepalm//Facepalm/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Mangat bayang2 dada bidang nya
°RhaiKen™
ahayyy... kerasukan hantu bucin kak...🤣🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kerasukan hantu cinta
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
nda pp kok bobo berdua🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kamu cinta dia juga ngga PP.... buat apa coba menyelamatkan nyawa target kalau ngga ada love love🤣
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤭🤭🤭 boleh ku sebut kasar ngga si Celana itu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: ngeselin
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
🤣🤣🤣 Ken kalau kata aku mah ya... kontrak Author mu dulu, dia pas kok
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: bantuin loh ya🤭 bukan selingan 🏃🏃🏃😉
total 4 replies
°RhaiKen™
/Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ astagaa...sakit perut aku ikut ketawa...
kak semangat trz up nya y...✌️
°RhaiKen™: Iyah kak gpp.. semoga sehat selalu 🥰
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
/Shy//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ entah aku harus kasihan atau tertawa Ken🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: dihhh kau nda terima? sini majuuuu...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!