NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Boss

Terjerat Cinta Sang Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda / Single Mom
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Endel_Bagong

Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERJERAT CINTA SANG BOSS

Setelah semua kebutuhan selesai dibeli, Hella berhenti sejenak sambil melihat jam di pergelangan tangannya.

Matanya langsung melebar.

“Haah… udah hampir tiga jam?” ucapnya kaget. “Kok bisa nggak kerasa ya…”

Ia buru-buru menghampiri Johan yang sedang membantu membawakan beberapa tas belanjaan.

“Mas, maaf… sebaiknya kita cari tempat makan dulu,” kata Hella pelan namun terdengar khawatir. “Kita udah hampir lewat jam makan siang, Mas Johan.”

Johan menoleh lalu tersenyum ramah.

“Iya, perut aku juga udah keroncongan ini,” jawabnya santai. “Kita cari makan di luar aja ya, jangan di mall ini.”

Hella langsung mengangguk setuju.

Tak lama, mereka berjalan menuju area parkiran sambil membawa semua barang belanjaan.

Hampir seluruh daftar yang diberikan Dave sudah lengkap terbeli. Tidak ada yang terlewat, kecuali stok sabun dan sampo dengan aroma favorit Dave yang ternyata habis.

Karena itu, Hella memilih merek yang sama dengan aroma berbeda.

Sabun dengan Aroma musk, shampo dengan aroma citrus.

“Semoga Tuan nggak marah…” gumamnya kecil dalam hati.

Setelah semua barang dimasukkan ke bagasi mobil, Johan kembali menjalankan mobilnya mencari tempat makan.

Tak butuh waktu lama, Johan menemukan sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan. Meski sederhana, tempat itu terlihat cukup ramai dan nyaman.

Mereka pun turun dan masuk ke dalam.

Setelah memesan makanan, mereka mencari tempat meja makan yang nyaman, dekat dengan jendela, hingga angin bisa berhembus masuk keruangan tersebut melewati mereka terlebih dahulu, mereka makan bersama dengan suasana yang jauh lebih tenang.

Tidak banyak percakapan terjadi selama makan. Sesekali hanya terdengar suara sendok dan piring.

Namun anehnya, suasana diam itu tidak terasa canggung.

Setelah selesai makan, Johan berdiri hendak menuju kasir untuk membayar terlebih dahulu. Namun tiba-tiba Hella buru-buru berlari pelan mendahuluinya.

“Tidak… aku yang bayar, Mas,” ucap Hella cepat.

Johan langsung mengernyit bingung.

“Lho?”

“Karna aku yang minta tolong Mas bantu bawa barang belanjaan yang buanya itu dari tadi…” lanjut Hella sungkan.

Johan langsung berdecak pelan sambil menggeleng.

“Oohh Tidak yaa… aku yang bayar,” katanya tegas tapi santai.

“Aku laki-laki, ya kali dibayarin cewek. Nggak ada ya.” sambil menyunggingkan sedikit ujung bibirnya ke atas seolah sinis.

Nada suara Johan yang terdengar serius tapi di tambah ekspresi lucu membuat Hella refleks mengeluarkan suara pelan.

"eeehhh."

Ia akhirnya terkekeh kecil.

“Mas ini…” gumamnya pelan sambil mengalah menyerah.

Johan ikut tersenyum puas, lalu tetap membayar makanan mereka. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Dave.

Di dalam mobil, Hella terlihat lebih santai dibanding sebelumnya. Sementara Johan sesekali melirik ke arahnya dengan senyum tipis yang sulit disembunyikan.

Namun…

Baik Hella maupun Johan sama sekali tidak menyadari—

sejak awal mereka memasuki rumah makan sederhana itu, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka.

Tatapan itu tidak pernah lepas.

Mengamati bagaimana Johan menarik kursi untuk Hella, seolah mereka adalah pasangan suami istri,

Mengamati bagaimana mereka berbicara dan tersenyum kecil satu sama lain.

Bahkan saat mereka keluar dari rumah makan dan masuk kembali ke dalam mobil…

tatapan itu masih mengikuti tajam seolah ada pertanyaan apakah mereka sudah menikah..?

Diam.

Tajam.

Dan penuh arti yang sulit ditebak.

**Hayyooo penasaran ya siapa itu yang menatap merek*a berdua* 🤔

1
Lutfiyah
sy suka ceritanya
Desy Aja: Terimakasih Banyak Kakak.. 😍
total 1 replies
Lilla Ummaya
Lanjut doonk banyak bab thor
Desy Aja: OK sabar ya Kak...
total 1 replies
Almayra Aya S
,kok g up kk
Desy Aja: Sabar ya Cantik 😘
total 1 replies
Uthie
Wadduuhhhh.. Hella di kelilingi 3 cowok keren-keren semuanya dehhh 😂😂👍
Uthie
Nahhhh loohhhh... apa jangan-jangan nanti akan ada persaingan 3 cintaaa niiii 😂😂😂
*Johan, Marcel and Dave 😁
Uthie
Lanjuuttttt lagiii Thor.. sukkaaa ceritanya 👍👍👍😍😍😍
Uthie: Oalahhhh 😂😂😂👍
total 2 replies
Uthie
Kayla gak kaya ipar yg incar ipar nya juga 😁👍👍
Desy Aja: kita bikin beda ya Kak /Smile/
total 1 replies
Uthie
Sebentar lagii . Dave sudah ada yg di lihat tuhhh 😁👍
Uthie
sang mantan kali 😂
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Ceritanya bagus dan enak di simak nya 👍👍👍😍
Uthie
Penasaran.. itu Hella usia berapa yaa?? Semoga nikah muda yaa.. walau udah punya anak usia SMK😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁
Uthie: kalau nikah muda, memang sesuai usia 30an 👍👍
setidaknya lebih muda dari para lelaki yg ada di tokoh itu 👍😁
total 2 replies
Uthie
Coba mampir 👍👍👍
Uthie: /Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!