NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:180.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu ummi dan abi

Saat naik ke atas sepeda motor, Riri masih merasa heran. Sultan memesan es sebanyak 10 cup. Tadi Riri sempatkanlah ingin membayari, namun Sultan menolaknya. Dalam hati Riri pasti berpikir anak Sultan banyak banyak sekali.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit lagi mareka sudah sampai.

"Mbak Terima kasih, sudah mentraktir saya tadi."

"Sama-sama, bang. Saya juga terima kasih karena abang sudah mau menemani saya."

Akhirnya Sultan pun pamit meninggalkan Riri. Ia langsung menuju ke rumah anak jalanan. Sementara itu, Riri masih bergelut dengan rasa penasarannya. Namun ia akhirnya tersadar ketika ada teman kost yang menegurnya.

"Mbak Riri, ngapain bengong di sini?"

"Eh kaget aku."

"Mbak, ojek nya sudah pergi. Mbak ngapain masih berdiri di sini?"

"Nggak pa-pa kok , hehe... aku masuk dulu ya "

Sesampainya di kamar, Riri memberikan jus alpukat yang ia beli kepada Fira.

"Nih tanpa es. Kan kamu lagi sakit. "

"Makasih, ya."

"Oke sama-sama. Semoga besok kamu sudah sembuh ya. Kan, besok ulang tahun perusahaan."

"Iya, semoga saja."

Sementara itu, Sultan baru saja sampai di rumah anak jalanan. Ia sudah dikerumuni oleh anak-anak. Namun ada satu anak yang tidak ia lihat keberadaannya.

"Anak-anak ke mana Endi?"

"Om, Endi sakit. Tapi sama ibunya nggak dibawa ke rumah sakit."

"Sakit apa?"

"Campak, om."

"Ya Allah, dari kapan? "

"Dari kemarin. "

"Nanti anterin om ke rumahnya ya."

"Iya, om."

Setelah selesai memberikan pengetahuan kepada anak-anak, Sultan pun mendatangi rumah Endi. Rumahnya sekitar dua kulo meter dari rumah jalanan. Rumah berukuran 2x4 meter itu berdiri di pinggiran rel kereta api. Rumah yang terbuat dari dinding rotan dan potongan asbes. Bahkan mungkin di bangun di atas tanah yang tidak resmi alias milik PJKA. Mereka juga hanya tinggal berdua di rumah itu. Ayahnya Endi sudah meninggal satu tahun yang lalu Dan Endi adalah anak satu-satunya. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci piring di sebuah warteg.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Seorang ibu keluar dari rumah itu.

"Bi', ini ada, Om Sultan mau menjenguk Endi." Ujar Doni.

"Eh, ini yang namanya Pak Sultan?"

Sultan mengangguk.

"Maaf, Pak. Rumahnya begini. Mari silahkan masuk. "

Sultan pun masuk ke dalam bersama Doni. Nampak Endi sedang berbaring di atas kasur spon yang sudah lusuh dan bantal yang kempes.

Wajah sampai leher Endi kemerahan.

"Jangan dekat-dekat, om. Nanti nular!" Ujar Endi.

Sultan dan Doni pun duduk agak jauh darinya.

"Bu, kenapa nggak dibawa ke rumah sakit? Ini takutnya bahaya kalau dibiarkan."

"Buat makan saja susah, pak. Kalau ke rumah sakit walaupun ada BPJS nanti harus ngurus ini dan itu."

Sultan menghela nafas panjang.

"Begini saja bu. Sekarang juga kita bawa je rimah sakit. Biar saya yang mengurus semuanya."

"Apa tidak merepotkan, pak? "

"Tidak. Tunggu saya panggil taksi dulu. Biar ibu dan Endi naik taksi dan saya ikuti dari belakang. Kita je rumah sakit terdekat saja."

"Baik, pak. Sebelumnya saya berterima kasih ya, pak."

Beberapa saat kemudian taksi pun datang. Untungnya Endi masih kuat untuk berjalan, meskipun harus dipapah ibunya

Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di rumah sakit. Endi langsung dibawa ke UGD dan langsung ditangani oleh seorang dokter umum. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata Endi harus opname karena ia merasakan sesak batuk dan pilek.

"Lakukan yang terbaik, dok."

"Ini ikut umum, pak?"

"Iya, umum saja. Saya yang akan menanggung semuanya. "

"Oh iya, baik."

Endi pun segera dipindah je ruang rawat inap. Meski bukan kelas vip, namun kamarnya cukup nyaman.

"Bu, ini nomer telpon saya. Jika ada sesuatu hubungi saya." Ujar Sultan kepada Ibu Endi

Ibu Endi tidak dapat menahan rasa harunya. Berkali-kali ia mengucapkan Terima kasih kepada Sultan.

Akhirnya Sultan pun pamit karena waktu sudah larut malam.

Sultan mengecek handphone nya yang lain. Benar saja ummi nya sudah menelponnya berkali-kali. Ia pun langsung menelpon balik karena tidak ingin membuat umminya khawatir.

Setelah sempat berbicara dengan umminya di telpon, ia pun segera pulang.

Sampai di rumah, ummi belum tidur. Ia menunggu Sultan sampai di rumah.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Ummi, kok belum tidur?"

"Ya nungguin kamu, bang."

"Abang baik-baik saja, kok."

"Nanti kalau kamu sudah menjadi orang tua, kamu bakal ngerti gimana perasaan ummi, bang. Itu abi mu juga belum tidur."

"Ya sudah, sekarang abang sudah sampai di rumah. Ummi dan abi bisa istirahat. Maafkan abang ya. Abang nggak berniat bikin kalian khawatir." Ujar Sultan sambil menggenggam tangan ummi.

Kalau sudah begitu, ummi tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Sultan pun naik ke atas dan masuk ke kamarnya.

Keesokan harinya.

Setelah selesai sarapan, Sultan memberikan undangan dari anak cabang kekada abinya.

"Kenapa kamu kasih ke abi?"

"Mungkin abi saja yang datang."

"Mana bisa begitu?"

"Abi, abang ada janji sama Lukman soalnya. Lukman mau melamar pujaan hatinya. Jadi abang bakal temani dia."

Abi tersenyum sinis mendengarnya.

"Bisa-bisanya kamu kalah sama Lukman." Sindir abi.

Sultan tahu maksud abinya. Namun ia tidak ingin menyahuti karena nanti akan panjang urusannya.

"Jadi gimana, abi bisa datang kan? Kalau tidak, biar Leo deh yang mewakili."

"Ck... kamu ini. Ya sudah, abi yang akan hadir."

"Nah gitu, dong. Terima kasih, abiku yang baik sedunia."

Sultan pun kembali ke kamarnya. Ia mengecek handphonenya, khawatir Riri menghubunginya.

"Kok dia nggak ada menghubungi? Apa temannya sudah sembuh? Hem... kenapa aku ngarep ya? Ah tidak-tidak, mungkin karena beberapa hari ini dia yang sering jadi penumpang. " Batinnya.

Hari ini Fira sudah sembuh dan bisa masuk kerja. Jadi, Riri berangkat bersamanya. Makanya Riri tidak menghubungi Sultan.

Malam harinya.

Ummi dan abi sudah siap untuk pergi ke undangan anak cabang. Acaranya diadakan di sebuah hotel yang tidak jauh dari kantor tersebut. Mereka berangkat diantar sopir.

Sekitar 20 menit kemudian, mereka sampai di tempat acara. Tentu saja mereka disambut dengan sangat baik oleh sang direktur dan staf lainnya. Malam ini Diri punya tugas untuk menjamu mereka. Ini baru pertama kalinya Riri bertemu dengan pemilik perusaan inti.

"Selamat malam, pak, bu." Sapa Riri.

Ummi dan aba pun membalas dengan ramah.

"Mari silahkan di cicipi hidangannya. Acaranya mungkin lima menit lagi baru dimulai. Semoga bapak dan ibu tudak bosan menunggu."

Baru pertama kali bertemu dengan Riri, ummi sudah tertarik dengan pembawaannya.

"Nama kamu siapa?" Tanya ummi.

"Ah iya, maaf saya Riyanti, bu."

Riri mencium punggung tangan ummi. Ummi pun menganggukkan kepala.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Teh Euis Tea
arga siap2 besok di jemput polisi, bikin gara2 trs sih km arga
Rahmawati
bagus ceritanya
Les Tary
untung dulu riri kekeh nolak arga orgnya pengecut begitu
secret
wahh bisa2nya masi ngelak, dilaporin bru tau rasa kmu arga
wahh smg perkiraan mbok pijat bener yaa😇
Lisa
Moga aj Riri beneran hamil..Sultan pasti membantu pengobatannya sahabatnya Riri..
Bunda RH: aamiin 😇
iya kak jiwa sosial Sultan tidak bisa diragukan
total 1 replies
dewi rofiqoh
Arga cemburu dan iri dengan kebahagian riri dan sultan, makanya ia tega nabrak mereka
Bunda RH: Arga gila 😄
total 1 replies
Sri Supriatin
Amin...semoga jadi n kembar🤭
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
Ikaaa1605
Semogah beneran hamil yaa riri
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
Ayu Oktaviana
semoga bener ya perkataan simbok tadi..amin
Bunda RH: semoga 😇
total 1 replies
Les Tary
jangan jangan si arga yg sok itu
dewi rofiqoh
Itu pasti Arga yang nabrak. Siap-siap aja kau dapat hukuman dari papanya riri
Bunda RH: wah iya kayaknya, minta ditampol
total 1 replies
flower
kasiaann sekali.. semogga ini awal zainab bangkit dan ada keajaiban.. dan itu lewat perantara suami riri
Bunda RH: semoga saja 😇
total 1 replies
Teh Euis Tea
pasti ulah si agra ini, bikin gara gara aj km agra, mudah2an km cepet ketangkap biar kapok km
Bunda RH: lihat saja nanti ya
total 1 replies
secret
pasti ulah si arga nii, benerr2 yaaa kudu dikasih pahamm
Bunda RH: kasih pentungan kak 🤣
total 1 replies
Lisa
Ya pasti si Arga tuh..yg msh blm bisa move on..🤭
Bunda RH: haha biasa kak sakit hati
total 1 replies
Novita Sari
pasti arga.semoga cepat ketangkep
Bunda RH: hehe yok kita seret
total 1 replies
secret
smg masi ada sedikit harapan untuk Zainab sembuh, semangatt yaa Zainab.. mgkin riri dan bang sultan akan jd perpanjangan tangan dari Tuhan untuk mengikhtiarkan kesembuhanmu😇
Bunda RH: semoga saja aamiin 😇
total 1 replies
dewi rofiqoh
Mungkinkah akan ada keajaiban buat zainab?
Bunda RH: InsyaAllah 😇
total 1 replies
Lisa
Pasti Sultan membantu biaya pengobatan Zainab & biaya hidup mereka.
Bunda RH: InsyaAllah 😇
total 1 replies
Novita Sari
sultan nolong sahabat riri kayaknya.. lanjut thor.....
Bunda RH: InsyaAllah kak 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!