Seorang CEO bernama Ani berenkarnasi ke dunia novel yang pernah dia baca, karena kecelakaan yang di alaminya, membuat Ani berenkarnasi menjadi wanita sampah yang bernama Lie.
Hukum rimba berlaku di dunia ini, di mana yang kuatlah yang akan bertahan hidup. Bukan hanya lemah tapi Lie bukan anak kandung keluarga Yuan, lalu siapa ayah Lie?Teka teki kehidupan baru Ani membuat Ani harus menemukan titik terang. Siapa ayah Lie sebenarnya? Mampukah Ani menemukan titik terang dari teka teki kehidupan Lie yang rumit? Mampukah Ani bertahan dengan dunia yang kejam ini sebagai Lie?
Jangan lupa dukung author terus ya.....
Terima kasih untuk pembaca setia...😘
Semoga bisa up terus......
Jika tidak setiap hari, 3 hari baru bisa up ya tolong maklumin saya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yolanda94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Malam ini aku membuat sabun lagi dengan aroma mawar yang ku dapat di hutan sebelumnya.
"Manusia, apa kamu akan membuat sabun?"
"Tentu saja."
"Aku mengerti, aku akan tidur lebih dulu."
"Baik lah."
Semalaman aku membuat produk sabun berharap sabun yang aku buat ini akan menjadi terkenal dan memberi kan aku koin emas, setelah sabun menjadi cukup terkenal aku akan membuat bumbu penyedap rasa agar makanan ku tidak selalu terasa hambar saat ini lah penjualan ku akan mudah karena sabun sudah terkenal, aku menantikan hari itu.
**********
Di Kerajaan Black
Calon tunangan pangeran pertama memakai sabun pembeliannya tadi siang. Ini sangat wangi. Dia melewati kerumunan para wanita bangsawan dengan penuh percaya diri, dia melihat wanita yang dia lewati terpesona oleh wangi mawar yang dia miliki. Semua wanita melihatnya dengan mata kekaguman. Ini lah aku, calon tunangan pangeran pertama.
Wanita yang di juluki wanita tercantik di Kerajaan Roan menghampirinya dan mulai berbicara padanya.
"Hmm... Boleh kah aku bertanya dengan putri?"
"Tentu saja, apa yang ingin putri mahkota sampai kan?" Tanya ku.
"Apa kah wangi ini dari minyak mawar? Ini sangat lembut dari punya ku."
Aku tersenyum mendengar pertanyaannya, tentu saja ini berkat sabun yang ku beli dengan harga sangat murah dari harganya minyak mawar yang biasa di jual.
"Ini adalah hari keberuntungan ku putri," jawab ku.
"Keberuntungan apa yang putri maksud?" Tanya nya heran.
"Wangi yang putri cium ini bukan berasal dari minyak mawar yang biasa di jual, ini khusus di buat oleh penjual yang baru saja memproduksi barang ini yang bernama sabun." Jawab ku bangga.
"Sabun?" Wanita bangsawan yang dari kerajaan lain ikut berkerumun tentu saja mereka penasaran dengan wangi yang ku miliki, ini sudah 3 jam lamanya tapi wangi mawar ini tidak hilang, luar biasa.
"Bisakah putri jelas kan sabun itu?" Tanya putri Kerajaan Roan.
"Tentu saja putri, siang tadi aku di hadang dengan pria yang menjual sabun ini, pria itu berkata bahwa produk ini hanya di buat 4 saja karena dia tidak ingin membuat banyak, sabun ini memilik aroma yang lembut," ujar ku menjelaskan detail kejadian tadi yang ku alami.
"Aku mencium aromanya sangat lembut," ujar putri Kerajaan Angsa.
"Iya, aroma ini sangat enak," timpal putri kerajaan lain.
"Wangi ini mampu bertahan selama 5 jam" jawab ku.
"Lima jam?" Wanita bangsawan yang mendengar berteriak tidak percaya.
"Bener kah itu putri?" Tanya putri Kerajaan Roan.
"Tentu, ini sudah lebih dari 3 jam tapi wangi ini tetap saja tidak hilang." Jawab ku.
"Iya, sabun ini pasti mahal."
"Tidak." Jawab ku tegas.
"Boleh kah kami tau, putri?".
"Tentu, harganya 1 sabun 20 keping emas karena aku membeli semua dia memberikan harga 50 keping emas." Jawab ku.
"Ya ampun.... Bisa kah aku bertemu dengannya putri?" Tanya putri Kerajaan Angsa
"Ini sulit putri, pelayan ku mengatakan bahwa dia adalah penjual keliling, dia akan ke Kerajaan Roan, pelayan ku mengatakan begitu." Jawab ku.
"Kerajaan Roan? Aku akan mampir ke tempat mu putri mahkota, boleh kah?" Tanya putri itu dengan penuh harapan.
"Tentu saja."
"Aku juga mau."
"Semua yang mau ikut ke kerajaan ku dengan senang hati, aku izin kan."
Begitu lah malam yang terjadi di kerajaan black yang tidak di ketahui Lie bahwa sabun yang dia buat akan menjadi sangat terkenal dengan sangat cepat di kalangan para putri bangsawan. Lie tidak tau akan di serbu saat dia berada di Kerajaan Roan.
**********
Di Hutan
Hoam, aku sangat mengantuk, ular putih sudah tidur di atas pohon dengan lelapnya. Sabun yang ku buat ada sekitar 50 buah dengan wangi mawar dan melati, beruntung aku menemukan melati di hutan ini.
Wush...... Angin berhembus sangat kuat malam ini, sesosok kabut menghampiri ku.
"Anak muda, apa kah kamu yang memiliki kekuatan ini?"
Sesosok kabut yang ku lihat membentuk seorang pria tua dengan janggut putih yang panjang.
"Kekuatan apa?" Tanya ku heran.
"Hmm... Elemen yang saling berkaitan."
"Apa kamu bisa alkemis?"
"Tidak." Jawabku singkat.
"Sayang sekali, api hitam lebih mengarah ke pengobatan."
"Bukannya air?" Tanyaku.
"Bukan elemen air saja yang bisa, api juga bisa menjadi seorang alkemis."
"Begitu."
"Pergi lah ke hutan dalam yang ada pohon bambu, aku menunggu mu di sana."
"Baik."
Aku berdiri dari tempat duduk ku, segera aku simpan sabun yang sudah aku buat ke dalam cincin dimensi ku. Aku menuju hutan bagian dalam, mencari bambu yang dikatakannya.
Wush.... Angin bertiup kencang.
"Hah, angin bertambah kencang di sini, wow, ada bunga 7 warna, benar kah ini? Bunga ini tidak akan layu 24 jam jika di ambil dan wangi nya sangat tahan lama hingga 3 hari, bunga ini adalah obat" gumam ku.
"Ternyata kamu pintar menilai tanaman," pria tua menghampiriku.
"Tentu saja." Jawab ku penuh percaya diri.
"Mau kah kamu menjadi murid ku?"
"Murid?"
"Iya."
"Aku akan melakukan perjalanan ke Kerajaan Roan, tidak ada waktu untuk ku berlama- lama di sini."
"Aku mengerti anak muda, ini gelang untuk mu, kembali lah jika kamu mau belajar alkemis." Ujarnya.
"Tentu, terima kasih atas tawarannya." Ujarku.
"Hahaha, tidak perlu sungkan murid ku, kita akan menjadi guru dan murid, sudah seharusnya seorang guru membantu muridnya. Ingat nama ku anak muda, aku adalah alkemis yang sangat terkenal, nama ku Quan, ingat itu anak muda, hahaaha." Pria tua itu hilang dari hadapan ku.
Aku tak memperdulikannya yang aku perduli kan adalah bunga ini, bunga ini adalah bunga kecantikan, di novel di tulis bahwa putri Kerajaan Roan sangat mencintai tubuhnya, dia akan memberikan emas pada orang yang bisa membuatnya cantik dari siapa pun. Aku akan membuat kan di sabun yang akan membuat tubuhnya lebih bercahaya dari biasanya dan akan ku jual dengan harga 100 keping emas hahaha.
Segera aku ambil semua bunga 7 warna tersebut, tidak mungkin untuk ku melewat kan bunga yang sangat langkah ini. Aku meletakkan semua bunga tersebut di dalam cincin ku. Aku pulang dengan perasaan gembira. Aku akan membuat sabun lagi.
Sesampai di tempat awal ku, segera aku keluar kan bahan untuk membuat sabun, selama 2 jam aku membuat sabun menggunakan bunga 7 warna. Aku mencoba membuat 6 sabun dari bunga 7 warna tersebut. Akhirnya selesai juga, warna sabunnya memiliki 2 warna, warna ini sangat lembut, wanginya sangat khas. Aku akan mencoba besok. Segera aku naik ke atas pohon untuk tidur karena aku sudah sangat mengantuk.
**********
To be continued...
kl boleh saran.. nulisnya yg ikhlas jd berkah. InsyaAlloh akan dimudahkan segalanya.
roh naga main numpang tubuh lie
lanjut semangat