NovelToon NovelToon
Lahirnya Penguasa Kegelapan

Lahirnya Penguasa Kegelapan

Status: tamat
Genre:Light Novel / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Ligar Cahyadi

Lahirlah seorang anak bernama Tatsuya Ryuzhaki dari keluarga miskin di pinggiran kota yang selalu disebut para rendahan. Orang tua Tatsuya adalah orang yang terdaftar di akademi VIOLET yang terkenal dengan sebutan PEMBERSIHAN PORTAL. Akademi VIOLET adalah salah satu nama dari akademi yang ada di seluruh dunia.

Tatsuya memiliki teman masa kecil yang bernama Mikha Aerin yang sangat berharga untuk hidupnya. Dia adalah teman pertama yang didapatkan ketika dia beruasia 6 tahun dan mereka telah membuat janji untuk saling melindungi di masa depan.

Tatsuya Ryuzhaki mempunyai harapan besar untuk menjadi seorang pasukan yang menempati kedudukan tertinggi di dunia, menjadi terkenal, mempunyai status di hadapan publik, dan di kagumi oleh semua orang yang ada di penjuru dunia.

Apakah janji tersebut akan sesuai dengan harapnnya dimasa depan nanti?

Apakah dia akan berhasil melalui semua tantangan yang akan dihadapinya?

Apakah dia sanggup mencapai status level tertinggi di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#09 Ujian Peribadi Dari Kepala Akademi

Beberapa jam setelah kejadian tersebut Tatsuya terbangun.

"Akhh.. seluruh badanku sakit semua." ucap Tatsuya.

Setelah bangun, dia melihat sekelilingnya dan melihat Batu Perunggu Tingkat III berserakan dimana-mana.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi. Oh tidak aku sedang melawan monster boss goblin" ucap Tatsuya dan dia langsung berdiri dengan tatapan berhati-hati.

"Krruuukkk" suara perut Tatsuya.

"Sebelumnya aku harus makan dulu, seingatku aku sedang bertarung melawan boss goblin dan aku kalah. Ahh sekarang aku harus mencara perbekalanku dulu dan makan sesuatu." ucap Tatsuya sambil mengambil semua Batu Perunggu Tingkat III dan segera keluar hutan untuk mengambil tas yang ditinggalkannya.

Setelah keluar dari hutan Tatsuya menemukan tasnya dan langsung mencari makanan yang dia bawa.

Kemudian dia duduk sambil makan dan memikirkan apa yang sudah terjadi dengannya.

"Aku tidak begitu ingat dengan pertempuran sebelummnya. Hmm aku hanya mengingat dapat jobs bagus. Ahhh bikin bingung aja mending lihat aja dulu. My Status" ucap Tatsuya.

...[MY STATUS]...

▪︎Nama : Tatsuya Ryuzhaki

▪︎Level : 7

▪︎Exp : 30%

▪︎MP : 170

▪︎RANK : Baris II

▪︎JOBS : Master Of All Craff

°STRENGTH : 0

°AGILITY : 0

°VITALITY : 0

°INTELLIGENCE : 0

Point : 42

▪︎Death Squad: Cannot be used

▪︎Hide Status : No

"Apa-apaan statusku ini? Sudah naik ke lvl 7. Dengan jobnya juga apakah benar bisa menggunakan semua keahlian? Aahhh ini semakin membuatku tertekan. Akan ku coba menggunakan semuanya." ucap Tatsuya sambil mengucapkan kata kunci.

"Sword"

"Handgun"

"Woooowwww ini bekerja. Namun setelah menyebutkan nama kunci lain. Senjata pertama dengan mengucapkan kata kuncinya langsung berubah ke kata kunci yang baru di ucapkan. Sangat sulit dimengerti. Dan juga ada pilihan untuk disembunyikan status. Sebaiknya aku menyembunyikan identitasku." ucap Tatsuya sambil merasa senang dengan jobsnya itu.

Ketika sudah istirahat dan makan di langsung keluar dari portal dan melihat cuaca cerah pagi hari. Dia bingung untuk meminta bantuan kepada siapa agar bisa menjelaskan statusnya. Namun dia teringat dengan ucapan kepala akademi yang sekaligus teman baik ayah dan ibunya.

Tatsuya pulang dulu ke rumahnya dengan berjalan kaki dan dia tidak mengetahui berapa lama di tinggal di dalam portal.

Setelah memakan waktu 2 jam perjalanan Tatsuya sampai di depan rumahnya.

"Tok..tok..tok.."

"Ceklekk"

"Ayah ibu aku pu... sial aku lupa akan beberapa hal. Ayah dan ibu sudah meninggal dan aku sekarang sebatang kara. Sial. " ucap Tatsuya dengan perubahan sifatnya menjadi dingin terhadap semua orang.

Tidak banyak orang yang dia percaya. Tatsuya hanya bisa percaya pada Khilar yang selalu baik padanya dan kepala akademi tingkat rendah.

"Sebaiknya aku datang menemui kepala akademi sekarang juga." ucap Tatsuya dalam hatinya.

Setelah selesai mandi dan berganti pakain. Dia langsung pergi menuju akademi. Dan sesampainya di gerbang akademi dia melihat Khilar yang sedang berjalan memasuki gerbang akademi.

Kemudian Khilar sepintas melihat Tatsuya dari kejauhan. Dia menggesek kedua matanya dan membirsihkan kaca matanya.

"Itu.. itu.. seperti Tatsuya." ucap Khilar dengan perasaan kaget dan langsung berlari menghampiri Tatsuya.

"Kenapa kamu kesini?" tanya Tatsuya.

"Haahh..haaahhh.. hahhh, kemana saja kamu Tatsuya? Sudah 5 hari tidak datang ke akademi." ucap Khilar dengan nafas terengah-engah.

"Tidak kemana-mana aku hanya diam saja di rumah." ucap Tatsuya dengan menyalahkan dirinya karena berbohong kepada Khilar.

"Seharusnya kamu masuk. Oh iya aku turut berduka cita atas kematian orang tuamu." ucap Khilar sambil menundukan kepalanya.

"Terimakasih dan jangan terlalu dipikirkan" ucap Tatsuya sambil menepuk pundak Khilar.

"Baiklah. Sekarang ayo kita masuk ke kelas 30 menit lagi bel akan berbunyi" ucap Khilar sambil mengajak Tatsuya.

"Maaf belum saatnya aku masuk lagi. Hari ini aku datang untuk menemui kepala akademi. Ada suatu hal yang harus kutanyakan pada beliau." ucap Tatsuya dengan wajah serius.

"Jangan-jangan kamu akan memundurkan diri?" tanya Khilar dengan memegang ke dua bahu Tatsuya.

"Kamu terlalu berlebihan. Aku juga ingin menanyakan beberapa hal kepadamu. Apakah nanti sore ada waktu untuk berbicara." ucap Tatsuya.

"Sepertinya bisa. Sekalian aku ijin pulang dulu ke rumah. Bagaimana kalau kamu berkunjung ke rumahku?" tanya Khilar dengan harapan bisa mengajak Tatsuya berkunjung kerumahnya.

"Hmm. Baiklah kalau itu keinginanmu" ucap Tatsuya sambil tersenyum.

Setelah cukup lama berbincang-bincang mereka berdua masuk ke dalam akademi. Namun pada saat berjalan melewati kelas A, dengan tidak sengaja Tatsuya bertabrakan dengan Mikha ketika keluar dari kelasnya.

"Brukk"

"Akh"

Mikha dan Tatsuya terjatuh.

"Kalau jalan hati-hati. Ciihh ternyata kamu." ucap Mikha dengan nada tinggi.

"Maaf aku tidak sengaja" ucap Tatsuya dengan menundukan kepalanya.

Setelah melihat Mikha terjatuh Thor dan yang lainnya menghampirinya.

"Ada apa Mikha sampai-sampai terjatuh? Ternyata kamu yang membuat Mikha terjatuh dasar orang tidak berguna." ucap Thor sambil membantu Mikha berdiri.

"Maaf aku tidak sengaja, sekali lagi maafkan aku" ucap Tatsuya dengan membungkukan badannya.

"Cihh.. Beraninya kau menunjukkan wajahmu di akademi ini, dasar sampah. Rasakan ini" ucap Thor sambil ingin memukul Tatsuya.

"Pukk" dengan segera Tatsuya menahan pukulannya.

"Tunggu dan jangan berkelahi disini" ucap Khilar sambil melerai mereka berdua.

Thor menghentikan kelakuannya karena takut menerima hukuman.

"Apa urusanmu mata empat, kamu juga termasuk orang tidak berguna. Setiap kali bertemu kamu selalu menyebalkan dan membela orang tidak berguna ini." ucap Thor dengan nada tinggi.

"Apalagi kamu juga menjadi orang terlemah di kelas B." lanjut Toni.

"Grggttt" suara kepalan tangan Khilar.

"Hoo. Beraninya ingin melawan kami. Akan kami tunjukkan kekuatan kelas A kepada kalian berdua di saat petandingan antar kelas." ucap Thor.

"Maafkan kami telah menyinggung kalian. Tadi aku benar-benar tidak sengaja" ucap Tatsuya dengan membungkukan badannya sekali lagi.

"Nahh begitu baru bagus dan enak dilihat. Sampah sepertimu harusnya. Nanti pada saat pertandingan akan kuberi keringanan saat melawanku. Hahahaha." ucap Thor sambil tertawa.

"Sebaiknya kamu mengakui kekalahanmu jika bertemu denganku di pertandingan nanti. Dan juga ketahuilah tempat untuk orang sepertimu" ucap Mikha sambil pergi dari hadapan Tatsuya dan Khilar.

"Ohh aku lupa sesuatu. Aku dengar kabar bahwa orang tua mu mati?" ucap Thor.

"......."

"Berarti kabar itu benar. Mungkin mereka mati karena terlalu lemah melawan mosnter tersebut. Yahhh jadi orang rendahan itu sangat sulit apalagi anaknya yang dilahirkan oleh kedua orang tua yang lemah. Sangat disayangkan kematian orang tuamu begitu tragis. Jadi selamat berjuang orang tidak berguna. Hahaha" ucap Thor sambil tertawa dan berjalan menyusul Mikha.

"Kau.." ucap Khilar sambil ingin memukul Thor.

Namun tangan Tatsuya menghalangi Khilar.

"Kenapa denganmu Tatsuya. Mereka telah...." ucap Khilar dengan nada tinggi.

Namun Khilar meresa kaget dengan tatapan Tatsuya. Seakan-akan melihat aura balas dendam yang menyelimuti diri Tatsuya.

"Sebaiknya kamu segera masuk kelas, sebentar lagi bel akan berbunyi. Sepertinya aku akan menerima ajakanmu untuk berkunjung." ucap Tatsuya sambil tersenyum.

"Ba..baiklah. kita bertemu di depan gerbang akademi." ucap Khilar dengan perasaan senang.

Setelah kejadian itu, Tatsuya berjalan menuju ruangan kepala akademi sedangkan Khilar menuju ruangan kelasnya dengan perasaan takut ketika melihat mata Tatsuya.

"Perasaan apa yang aku rasakan ketika melihat Tatsuya. Seolah-olah matanya mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengerikan. Uuhhh semakin aku memikirkannya semakin aku ketakutan. Ahh... Yang terpenting senang bisa melihat lagi Tatsuya." ucap Khilar dalam hatinya.

Setelah itu Tatsuya sudah sampai di depan ruangan kepala akademi.

"Tokk.. tokk.. tokk"

"Silahkan masuk, !" ucap kepala akademi.

"Ceklekk"

Setelah membuka pintu Tatsuya kaget. Di dalam ruangan kepala akademi ada wali kelas yang sedang berbicara dengan beliau.

"Oi..oi..oi.. ternyata kamu Tatsuya. Dasar anak sialan. Sudah 5 hari ijin terus mau sampai kapan kau tidak mengikuti pelajaran dan pelatihan apalagi tinggal 9 hari lagi pertandingan antar kelas diadakan." ucap Shan Gong dengan perasaan kesan.

"Tenang Shan Gong. Sekarang kamu duduk dulu Tatsuya." ucap kepala akademi.

"Baik pak." ucap Tatsuya sambil duduk di sebelah Shan Gong.

"Hei sebelumnya kau kemana saja? Oh iya. Aku turut berduka cita atas kematian kedua orang tua mu." ucap Shan Gong dengan perasaan sedih.

"Aku latihan sendiri pak. Hehe. Dan juga terimakasih pak" ucap Tatsuya sambil tersenyum.

"Ada apa sehingga kamu ingin menemui saya?" tanya kepala akademi.

"Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada anda. Tentang status saya." Jawab Tatsuya.

"Baiklah kalau begitu akan aku lihat statusmu. (Detect status)" ucap kepala akademi.

Detect status adalah kata kunci untuk melihat status teman yang ada di sekelilingnya. Kata kunci ini bisa dipakai oleh semua pengguna gelang.

...[STATUS]...

▪︎Nama : Tatsuya Ryuzhaki

▪︎Level : 1

▪︎Exp : 0%

▪︎MP : 100

▪︎RANK : Baris IV

▪︎JOBS : ?

°STRENGTH : 0

°AGILITY : 0

°VITALITY : 0

°INTELLIGENCE : 0

Point : 0

"Ada apa ini Tatsuya? Jangan main-main." ucap kepala akademi dengan nada tinggi.

"Tatsuya jangan mempermainkan kami. Statusmu masih lvl 1." lanjut Shan Gong.

"Oh maaf, aku lupa untuk tidak menyembunyikan status saya." ucap Tatsuya sambil merubah hide statusnya.

"Jika terulang lagi aku akan memberimu hukuman" ucap kepala akademi dengan tegas dan memulai kembali berkata Detect Status.

...[STATUS]...

▪︎Nama : Tatsuya Ryuzhaki

▪︎Level : 7

▪︎Exp : 30%

▪︎MP : 170

▪︎RANK : Baris II

▪︎JOBS : Master Of All Craff

°STRENGTH : 0

°AGILITY : 0

°VITALITY : 0

°INTELLIGENCE : 0

Point : 42

Ketika sudah melihat status sesungguhnya dari Tatsuya. Kepala akademi dan Shan Gong kaget.

"Ini.. ini.. ini.. status yang belum pernah muncul dan belum pernah kulihat. Bahkan di seluruh dunia belum pernah ada yang memilikinya. Sebenarnya apa yang terjadi sebelum kamu mendapatkan Jobs seperti ini? tanya kepala akademi dengan perasaan kaget sekaligus senang.

"Ta.. Ta.. Tatsuya.. sebenarnya apa yang terjadi" tanya juga Shan Gong sambil heran dan juga bingung.

"Baiklah jadi begini awal mula mendapatkan jobs ini." Jawab Tatsuya.

Kemudian Tatsuya menceritakan kejadiannya dari awal dia memasuki portal.

Setelah beberapa jam kemudian...

"Mendengarkan hal ini sangat menakutkan disaat kamu menghadapi semua monsters yang lvlnya jauh dari dirimu Tatsuya. Bahkan kamu juga membunuh mereka semua." ucap Shan Gong dengan perasaan tegang.

"Sepertinya sudah saatnya bagiku untuk mengujimu secara pribadi." ucap kepala akademi.

"Ta.. tapi.. hari ini aku alan mengunjungi Khilar ke rumahnya." ucap Tatsuya.

"Pak, apakah anda benar-benar ingin mengujinya?" ucap Shan Gong dengan perasaan cemas.

"Ini membuatku jadi bersemangat kembali, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini." ucap kepala akademi dengan semangat.

"Kalau begitu aku juga tidak sabar melihat muridku ini. Hahaha" ucap Shan Ghong sambil tertawa.

"Ahh sepertinya mereka tidak mendengarkanku" ucap dalam hati Tatsuya.

"Baiklah sekarang sudah jam istirahat. Ayo lakukan sekarang" ajak kepala akademi.

"Tunggu" sentak Tatsuya.

"Ada apalagi Tatsuya?" tanya Shan Gong.

"Ada beberapa hal yang ingin saya ketahui. Salah satunya, aku ingin sekali mengetahui informasi status dari kelas A terutama yang bernama Mikha dan Thor." ucap Tatsuya dengan wajah serius.

"Baiklah akan aku beritahu hal sekecil ini. Sekarang murid yang bernama Mikha telah memasuki lvl 12 dengan pangkat Rank Baris I. Sedangkan murid yang bernama Thor baru memasuki lvl 10 dengan pangkat Rank Baris I." jawab kepala akademi.

"Rata-rata murid kelas A berada di lvl 8, sedangkan di kelas B rata-rata mereka berada di lvl 6. Terlebih lagi murid yang Khilar dia berada di lvl 4." ucap Shan Gong namun terpotong oleh perkataan Tatsuya.

"Gregggtttt" suara kepalan tangan Tatsuya.

"Dan 1 lagi. Jika saya menang melawan anda apakah saya boleh mengajukan permintaan?" tanya Tatsuya.

"Katakan permintaanmu Tatsuya!" ucap kepala akademi.

"Yang pertama saya ingin mendapatkan akses memasuki portal manapun, yang ke-2 saya ingin identitas status ini di rahasiakan sebelum pertandingan antar kelas. Yang ke-3 area pelatihan untuk ujian dari anda di rahasiakan. Dan yang terakhir biarkan Khilar melihat pertandingan saya." ucap Tatsuya dengan wajah serius.

"Hahahah Banyak sekali permintaanmu itu Tatsuya." ucap kepala akdemi sambil tertawa.

"Hei Tatsuya apakah kau tidak berlebihan meminta permintaan seperti itu" ucap Shan Gong berbisik kepada Tatsuya.

"Ini permintaanku, jika tidak. Ya mau bagaimana lagi aku akan memundurkan diri dari akademi ini" ucap Tatsuya sambil berdiri dari tempat duduknya.

"Hahaha aku memang tidak salah menilaimu Tatsuya. Jika kamu bisa melukaiku aku mengakui kekalahanku. Dan aku setuju dengan persyaratanmu. Namun untuk ijin akses harus melalui banyak tahap dan akan aku usahakan." ucap kepala akademi.

"Apalagi yang kita tunggu pak kepala?" tanya Shan Gong.

"Apakah ini tidak akan mengganggu pembelajaran kelas pak?" tanya Tatsuya.

"Hahaha jangan khawatirkan hal yang sepele. Mari kita langsung ke tempat istimewaku." ajak kepala akademi.

Setelah perbincangan yang cukup lama. Mereka langsung menuju tempat latihan milik kepala akademi. Tidak lupa wali kelas Shan Gong membawa Khilar untuk mengikuti mereka dan meminta ijin kepada guru pengajar untuk tidak masuk jam pelajaran berikutnya.

Sesaat sedang berjalan menuju gerbang akademi. Khilar merasa gugup dan mulai bertanya-tanya kepada Tatsuya.

"Mmm.. mmm... Tatsuya ada apa ini? Kenapa aku juga harus ikut?" Tanya Khilar sambil berbisik pada telinga Tatsuya.

"Nanti kamu juga akan mengetahuinya" jawab Tatsuya sambil tersenyum.

"Ohh baiklah, asalkan bukan hukuman saja" ucap Khilar dengan gugup.

Disisi lain semua siswa akademi membicarakan mereka, terutama kepada Tatsuya.

"Kenapa mereka pergi mengikuti kepala akademi?" ucap Toni.

"Yah sepertinya mereka akan mendapatkan hukuman. Semoga saja mereka di keluarkan. Hahah" ucap Thor sambil tertawa.

"Sampah tetaplah sampah" ucap Mikha.

Beberapa menit kemudian mobil pribadi kepala akademi tiba. Dan kepala akademi menyuruh sopirnya untuk mengantar menuju tempat istimewanya.

Setelah memakan waktu 1 jam akhirnya tiba.

"Selamat datang tuan," ucap salah satu penjaga.

"Ya, terimakasih. Dan selamat datang di tempat latihan ku ketika aku masih muda dulu." ucap kepala akademi.

"Wooowww besarnya" ucap Khilar dan Tatsuya sambil terpukau.

"Haha ini biasa untukku. Oh ya sekarang bersiap-siaplah kamu Tatsuya untuk ujian peribadiku" ucap kepala akademi sambil tertawa.

"A..a..apa? Ka..kau.. ingin melawan kepala akademi kita Tatsuya? Apakah kamu bercanda?" tanya Khilar.

"Benar dan aku tidak ingin bercanda" ucap Tatsuya.

"Baiklah, baiklah. Mari kita masuk dulu pak kepala supaya bisa cepat melihat latihan kalian berdua" ucap Shan Gong.

"Baiklah ayo kita masuk. Dan aku berikan waktu 10 menit untuk bersiap-siap." ucap kepala akademi.

Setelah mereka memasuki tempat latihan, mereka masing-masing bersiap sebaik mungkin. Dan kepala akademi meminta kepada seluruh penjaga untuk mematikan semua kamera pengintai serta merahasiakan pertandingan ini.

10 menit sudah berlalu. Kepala akademi dan Tatsuya bersiap-siap di tempatnya masing-masing.

"Sebaiknya kita mengenalkan diri masing-masing dan kebetulan kamu juga belum tahu nama dan latar belakangku. Sebenarnya ini harus di rahasiakan namun khusus untuk hari ini." ucap kepala akademi.

"Baiklah. Namaku Tatsuya Kazami. Dan aku bersiap menerima ujian pribadi anda" ucap Tatsuya dengan tegas.

"Hahahaha bagus. Namaku Khazima Cruzz. Sebaiknya rahasiakan, aku tidak begitu suka disebutkan dengan nama ini." ucap kepala akademi.

...[STATUS]...

▪︎Nama : Khazima Cruzz

▪︎Level : 71

▪︎Exp : 0%

▪︎MP : 710

▪︎RANK : JENDRAL

▪︎JOBS : MACHINE

°STRENGTH : 350

°AGILITY : 316

°VITALITY : 220

°INTELLIGENCE : 275

"Sekarang aku akan menjadi wasitnya dalam pertandingan ini. Aturannya jangan membunuh. Jika salah satu kalian sudah tidak mampu berdiri lagi maka akan dinyatakan kalah. Apakah kalian mengerti?" ucap Shan Gong dengan tegas.

"Aku mengerti" ucap Tatsuya dan Khazima Cruzz.

"Pak Shan Gong apakah benar Tatsuya akan melawan kepala akademi yang berbeda jauh dengan lvl Tatsuya? Apalagi dia baru lvl 1 di penglihatan detect statusku." tanya Khilar.

"Nanti kamu akan segera mengetahuinya. Jadi jangan menggangguku sebagai wasit" ucap Shan Gong.

"Ba..baik pak" ucap Khilar.

Setelah menyetujui peraturan latihan pertandingan ini. Masing-masing menyiapkan kata kuncinya untuk serangan pertama kalinya.

...Bersambung.......

...{Pemberitahuan Update}...

...setiap hari akan update episode terbaru pada pukul 09.00...

...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....

...Terimakasih 🙏...

1
ImaFatima Latief
lebay skli
ImaFatima Latief
terlalu lebay cerita x
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasaaa
Kaisar surgawi
gw bingung sama para pembaca novel, org mah kasih saran ke author untuk perkuat dirinya dulu, minimal 5 level Lebih tinggi dari calon lawannya. ini malahan disemangatin, memang pantas indonesia memiliki IQ 75 , wong dari segi ini aja pada cuek justru lebih mementingkan perasaan author , bukan kasih saran. gimana para Author ga berkembang klo hal kaya gini mereka ga kritik dan kasih saran hadehhhhh
Khusus Game: mampir sini Thor. butuh komentar pedas yang bisa membuat gua berkembang. pliss...
total 2 replies
[°<<{®^®}>>°]
hehe hehe hehe apalah
zacterz
good
asgor
ni tameng gampang amat ancurnya!di buat dari apa ni tameng?
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘼𝙜𝙪𝙣𝙜: novel lama..
total 1 replies
KING
Geram dan kemarahan terkuat
Raditya Vicky
Luar biasa
Stefanus Lim
sedikit2 kesal...Sok kuat padahal lemah dan rapuh
Orang yang nolak di ancam...
Selamet Hidayatullah
temani SM SM entertainment SM entertainment SM entertainment news
Senayan mam smr SM SM zmam mam
tamtama gema sangkakala sudah sm mam
srmsk smr SM SM SM SMA smdm dm SMA smdm sm dm
kakek sholeh: mabok🗿
total 1 replies
Selamet Hidayatullah
ensmwendmrme amram smrmsm.nem
amemh mama msmemam masa depan
Yamin ameumefm SM SM entertainment news network Thursday june
tmamaam SM SMA Smyth aymam USM SM
andam oi oi yang ma
Ajna dillah
los
Ajna dillah
gas
Ajna dillah
semoga sampai tamat
Ajna dillah
sat set bantai
Ajna dillah
batai
Ajna dillah
membingungkan mungsuh awal di biyarkan hanyan mengurusi anak kecil reonian ini bukan perang
Ajna dillah
amor dewanya pake
Ajna dillah
langsung bantai keluarkan semua kekeuatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!