NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Apa yang harus Aku lakukan? Benarkah Aku harus menikahi Fahri? Ya Allah,, berikanlah petunjuk mu. Aku tak ingin salah pilih.

Besok adalah hari H pernikahan ku dengan Fahri, entah kenapa perasaan ku sangat gugup, sama seperti ketika Bang Afri menikahi ku. Hanya saja keadaan nya yang berbeda, kalau sama Bang Afri karena cinta, sekarang Aku menikah karena amanah.

Aku tertidur ketika Aku selesai sholat Isya. Dengan masih menggunaka Mukenah, Aku terbangun di hamparan pasir pantai yang luas, seakan laut itu tak ada ujung nya. Aku berjalan menyusuri bibir pantai, tapi Aku tak menemukan seorang pun disana.

Setelah lelah berjalan, akhirnya aku berhenti untuk istirahat, lalu tiba-tiba ada yang menepuk bahu ku dari belakang.

"Gimana kabar mu sayang?"

Itu adalah suara orang yang sangat Aku kenal, orang yang sangat Aku rindukan, Orang yang selalu Aku sayangi dan menyayangi ku, dan Orang yang paling Aku cintai.

"Hei, kenapa melamun?" tanyanya lagi..

"Abang... "Kata ku lirih..

"Iya, ini Abang, Kamu sehat?"

"Enggak, selama Abang gak ada di sisi Mia. Kenapa Abang tinggalin Mia? Abang jahat sama Mia..." Aku menangis sejadi-jadinya. Aku memeluk nya dan menenggelamkan wajah ku di dada nya yang bidang.

"Maafkan Abang, bukan maksud Abang mau ninggalin Mia, tapi ini emang udah takdir Abang buat pergi, udah sampai masa Abang di dunia kamu. Sekarang kan udah ada Fahri yang akan jagain kamu sayang,,"

"Tapi Aku gak cinta Bang, Mia cuma Cinta sama Abang.."

"Mia, Fahri anak yang baik, Abang yakin dia akan bertanggung jawab, Dia pasti akan bahagiain Mia, menggantikan Abang di sisi Mia. Menjadi pendamping hidup Mia, sampai kalian jadi kakek dan nenek," Bang Afri memelukku dan mengelus kepala ku.

"Tapi Mia gak Cinta Bang,, Mia gak Cinta sama Fahri, apa jadi nya rumah tangga Mia nanti tanpa ada dasar cinta di hati kami masing-masing?"

"Mia dengerin Abang, cinta itu datang perlahan, kalian pasti akan saling mencintai, bahkan cinta kalian akan sangat kuat, tanpa ada apapun yang mampu menggoyahkannya. Seiring berjalan nya waktu cinta itu akan hadir dengan sendirinya. Percayalah Mia, jodoh mu itu Fahri. Bersabarlah dan coba untuk mencintainya seperti Mia cinta sama Abang."

"Iya Bang, Mia akan berusaha mencintai Fahri, kayak apa yang Abang bilang."

"Ya udah, pigi sana temuin Fahri, dia udah nungguin kamu tuh," Bang Afri mengakhiri kalimat nya,

Tiba-tiba Aku tersentak dari tidurku, ternyata hanya mimpi, aku terbangun masih di atas sajadah dan masih menggunakan mukenah.

Abang, mungkin ini adalah petunjuk untukku, terimakasih udah mau ngasih pencerahan sama Mia, Mia akan jalani kayak apa yang Abang bilang, mungkin ini juga petunjuk dari Allah untuk Mia.

................

Di rumah ku sudah ramai para tamu, keluarga dan undangan yang akan menjadi saksi. Aku di kamar sedang di hias, menggunakan kebaya putih dengan bawahan batik yang sungguh mempesona.

Aku menunggu di kamar, entah apa yang terjadi di bawah aku tak tau. Karena emang Aku harus menunggu di kamar. Salma datang ke kamar ku dan memberi tahu ku bahwa pengantin pria sudah tiba dan itu arti nya acara Ijab Qabul akan segera terlaksana.

Aku deg-degan. untuk kedua kali nya dalam kurun waktu kurang dari setahun aku menikah 2 kali. Dengan Keluarga yang sama tapi suami yang berbeda.

Sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci di bacakan, doa-doa di panjatkan, dan ada beberapa patah kata sambutan yang di bawakan oleh pak penghulu, lalu masuk ke acara inti, yaitu Ijab Qabul.

Wali nikah ku masih sama, Ayah ku. Ketika Aku menikah dengan Bang Afri juga Ayah ku yang menjadi wali nikah ku.

"Fahri Haikal Tanjung, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri ku Mia Rindiyani dengan mas kawin cincin emas seberat 5 gram di bayar tuuuunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Mia Rindiyani binti Hardi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Bagaimana para saksi?? Sah??" tanya pak penghulu,,

"Saaaaahhh...." jawab saksi yang hadir.

Alhamdulillah....

Satu tarikan nafas Fahri dapat mengucapkan ijab qabul dengan lancar, penuh khidmad, dan syahdu sekali kurasakan suasana nya, aku yang di dalam kamar mendengarnya sampai meneteskan air mata ku, entah apa yang membuat aku menangis, tapi yang aku tau, aku terharu.

Hari ini aku kembali menjadi seorang isteri, itu berarti aku juga sudah punya tanggung jawab untuk kenjaga kehormatan suamiku dan keluarga ku.

Ibu dan Mia masuk ke kamar untuk membawa ku ke ruang Ijab Qabul, untuk bertemu dengan suami ku.

Aku duduk di samping Fahri lalu menghadapnya untuk menyalami nya. Ku cium punggung tangan nya, lama... tak berani Aku memandang wajahnya, karena ada perasaan malu dalam diri ku yang mencegah Aku untuk melihat nya.

Deg-degan sekali jantung ku berpacu dengan cepat. Aku mengangkat kepala ku, belum sempat Aku berbalik, ternyata Fahri mencium kening ku. Aku terkejut, dan tanpa sadar Aku melihat sorot matanya, dia pun begitu, lama kami bertatapan, ada semburat merah di pipiku.

"Ekhem.. Nanti aja di kamar liat-liatan nya biar puas" kata seseorang di belakang, entah suara siapa itu. Hingga membuat suasana canggung di antara kami, namun banyak orang yang cie cie untuk kami berdua. Sungguh Aku malu sekali, kalau bisa Aku langsung mau lari masuk kamar dan menutup wajah ku dengan bantal.

Waktu berjalan cepat, kami tidak mengadakan acara resepsi, karena permintaanku, aku malu jika di gelar resepsi nya, maka anya aku minta untuk ijab qabul aja.

Seharian ini kami hanya berkumpul dan berbincang dengan para keluarga. Aku masih terlalu malu untuk bertemu berdua dengan nya, apalagi di kamar.

Hingga para tamu berpulangan semua, termasuk ayah dan ibu kami, kami hanya lewati dengan diam. Tidak saling bertegur sapa.

.........

"Aku tidur di kamar sebelah aja Kak." Kata Fahri seraya beranjak dari kamar ku menuju kamar tamu.

Aku sih gak masalah, karna mungkin kami pun belum terbiasa seperti ini, apalagi dalam ikatan pernikahan seperti ini. Aku hanya mengangguk saja membiarkan dia keluar kamar. Belum sempat dia membuka pintu, Aku menghentikannya, "Tunggu.... "

Fahri menoleh ke arah ku, "Ada apa? " katanya.

"Seperti nya kita harus bicara." jawab ku,

"Apa gak bisa besok?" tanya nya lagi.

Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum. Lalu Fahri melangkah lagi mendekat ke arah ku, dan duduk di ujung tempat tidur.

"Kalau capek tidur lah dulu, Aku mau mandi sebentar, baru kita bicara". Aku langsung menuju ke kamar mandi, dan ketika aku nelirik ke arah nya dia pun sudah berbaring di kasur. Mungkin Dia lelah, batin ku.

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!