Aiza Bahira adalah gadis cerdas, cantik dan selalu ceria. Sebuah peristiwa di masa lalu yang melibatkan keluarga darah biru menyeretnya ke dalam sebuah konflik kehidupan dan terpisah dengan keluarganya serta kehilangan ingatan akan masa lalunya.
Sedangkan Deanka Kavindra Byantara adalah anak cerdas yang dijadikan korban perjanjian politik. Masa lalu Deanka dipenuhi dengan tekanan dan kekerasan hingga ia trauma dan takut jatuh cinta.
Aiza dan Deanka terjebak dalam kisah cinta yang sangat rumit. Aiza dan Deanka sama-sama menjadi korban keserakahan keluarganya yang gila harta, popularitas dan jabatan.
Apakah Aiza dan Deanka bisa menemukan cinta dan kebahagiaan?
Apakah Aiza bisa mengingat lagi masa lalunya dan berkumpul lagi dengan keluarganya?
Apakah Deanka bisa sembuh dari traumanya?
Mari kita ikuti kisahnya!!
NB: Siapkan tissue!
***
Terima kasih sudah berkenan mampir dinovel pertamaku ❤
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.
Aamiin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Ambu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menangis Lagi
Hari menjelang siang, matahari telah mencapai puncak kepala, teriknya menusuk kulit.
Warga dan beberapa petugas telah berjalan sangat jauh menyisir sungai ke arah hilir.
Jarak tempat Aiza terseret sangat jauh dari muara.
Namun menurut Kepala Desa, pihak yang berwenang dan pihak yang bertanggung jawab akan terus membantu dan memberikan informasi secepatnya.
Sore hari telah tiba, Nara terus berharap agar anak gadisnya segera di temukan.
Do'a terus ia panjatkan dengan linangan air mata yang hampir saja mengering.
Ia berharap anaknya masih hidup.
Jika harapan itu merupakan keserakahan, maka ia hanya bisa berharap agar anaknya ditemukan dalam keadaan apapun.
"Greet."
Suara pintu rumah reyot itu terbuka, Bu Lela dan beberapa petugas datang.
"Mohon maaf Bu, untuk hari ini kita belum membuahkan hasil, petugas dari kota yang menyisir muarapun belum mendapatkan titik terang, jika selama 3 hari kita tidak menemukannya, pencarian akan dihentikan."
"Baiklah Pak, terima kasih atas bantuannya, mohon maaf saya tidak bisa membalas dengan apapun." Ujar Nara.
Dia berusaha untuk tegar walaupun raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Ini sudah tugas kami Bu, tidak usah berterima kasih. Kami pamit ya Bu, semoga hari berikutnya ada kabar baik."
Bu Lela pun pamit untuk pulang, beberapa teman Aiza yang semalam menginap pun sudah pergi.
Mereka memberikan bantuan berupa berbagai macam makanan ringan dan kebutuhan pokok.
Ada juga uang tunai dari pihak sekolah dan desa.
"Ibu tidak mau semua ini Nak, ibu hanya mau kamu."
Ibu menangis lagi.
Ibu ke kamar Aiza menyentuh benda-benda milik Aiza dengan jari-jarinya mengusapnya lalu menciumnya.
Teringat lagi perjuangannya melahirkan dan membesarkan Aiza seorang diri.
***
...****Kilas Balik**** ...
...[Tahun 2000]...
"Maaf bang, sarapan yang biasa kita makan hanya ini." Nara muda menyiapkan makanan di meja makan kayu yang sangat sederhana.
"Bapak dan ibuku sudah pergi ke kebun, tadi sebelum kau bangun."
Pria itu beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk istrinya dan mencium telinganya berulang-ulang.
"Ahh hentikan Bang! Ini geli."
"Apa masih sakit?" pria itu meraba salah satu bagian di tubuh Nara.
Nara menggelengkan kepalanya, pipinya merona.
"Jika sudah tidak sakit berarti aku boleh... "
Pria itu langsung membopong istrinya ke arah kamar.
"Tapi Bang... "
"Ssstt," menempelkan telunjuknya di bibir Nara.
"Jangan membantah sesuatu yang baik apalagi dari suamimu!"
Nara pasrah, dan terjadilah sesuatu yang mereka inginkan. *** Sesekali terdengar rintihan dan jeritan-jeritan kecil dari kamar tersebut.
.
.
"Bang apa kamu tidak bekerja lagi di perusahaan ayahmu?"
"Tidak!" di jawab singkat.
"Lalu ini apa?" Nara menunjukkan koper besar berisi seragam kantor yang dibawa oleh salah satu pria tuxedo ungu.
"Aku memang sudah berhenti dan tidak mempunyai jabatan apapun di perusahaan ayah, tapi aku akan bekerja di kantor pamanku, jadi karyawan biasa. Hubungan ayah dan paman memang tidak akur setelah kakekku meninggal, tapi paman sangat menyayangiku, bahkan paman menyetujui pernikahanku dengan kamu cantiiiik, cup" sambil mencium bibir Nara.
Suaminya berusaha menciumnya lagi, tapi Nara menghalangi bibirnya dengan telapak tangannya.
"Abang bilang semua keluarga abang sangat gila harta dan pemuja darah biru."
"Heemm sebenarnya tidak semuanya cantiiiik, pamanku yang satu ini berbeda, dia dengan ayahku berbeda ibu. Kakekku dulu mempunyai dua orang istri, nah ibunya paman itu bukan dari kalangan darah biru. Ayah dan ibunya kakekku menentang kakekku, mereka tidak mau pamanku jadi bagian dari cucunya kakek ayahku."
Nara memutar bola matanya sambil mengerutkan keningnya, alis hitam alaminya hampir menyatu.
"Kenapa cantiiik?" tanyanya.
"Heemm aku rasa kata-katamu tentang hubungan per kakek-an itu terdengar rumit."
"Hahahahaha." Pria tampan itu tertawa lepas.
"Apa semua keluargamu keturunan darah biru?"
"Heemm sudahlah, kita tidak usah membahas mereka lagi, didunia ini tidak yang terlahir dengan darah benar-benar biru kaan?"
Nara mengangguk.
"Aku malah sangat menyukai darah merahmu yang semalam," ucap pria itu berbisik di telinga Nara.
"Istriku ... ingat ini ya cantiik semua orang di seluruh dunia ini bisa menjadi darah biru asal mereka mau bekerja keras." Tambahnya lagi sambil mencengkram lembut kedua pipi Nara."
...Kilas Balik Selesai......
...Kembali ke masa kini...
Akhir-akhir ini bayangan manis tentang masa lalunya sering terlintas, dan kehilangan Aiza membuat Nara sering mengingat kenangan tersebut.
Nara menangis lagi.
♡♡ Bersambung...
kl visual deanka aku rasa sdh pas...sesuai banget...
tp aizanya jelek banget thor...
biar kau visual sendiri aja kayak nya ya...hehehee...
sambil nunggu TBR
persatuan indonesia.. dan lain lain sbgy nya..
yg jdi bawang putih bukan s susi
tp si niana sm s liana
tanya aja tuh sama s thor
aku juga bingung
tapi sma pabrik juga karyawan bahkan sma yg punya pabrik nya pun dia beli..
ngapa kerja nya nyangsrang d rumah warga thor.. heum bahaya ini mh
yang kaya yg banyak harta banda nya pda dapat BANSOS..
yg miskin melarat mh cuma pda mangap doang makan angin
d jilat ge ngapa aaah