NovelToon NovelToon
Lelah Berharap

Lelah Berharap

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: vita no

tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.

"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".

Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babak Penentuan

Para guru dan murid menuju kearah lapangan basket, untuk menonton babak penentuan siapa yang keluar jadi juara pertandingan basket yang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu.

Sekolah yang terpilih di babak penentuan ini adalah SMA Nusa dan SMA Praja. Tak salah sih mereka terpilih, karena permainan basket mereka seperti terlatih gitu.

Aku dan teman ku juga ikut menuju kelapangan. Karena rengekan Mila, yang meminta kami untuk menemaninya menonton pertandingan babak penentuan. Akhirnya kami menemani Mila untuk menonton pertandingan basket.

"Wah. Bagus bagus ya permainan mereka. Menurut kamu Bin siapa yang juara satunya?"

"Nggak tahu Mil."

"Ya kamu harus milih do, siapa yang jadi juaranya dan kamu juga Sil, siapa menurut kamu yang jadi juaranya?"

"Aku mah netral aja. Yang penting mereka nggak main curang."

"Aku sama dengan Silvi loh Mil. Aku juga netral.he...he..he.."

"Ih kalian nggak asik."dengan nada cemberutnya Mila ngomong ke kami. Dan kami hanya tersenyum geli lihat tingkah Mila.

Akhirnya pertandingan pun selesai. Dan pemenang perlombaan basket jatuh ke sekolah SMA Praja. SMA Nusa mendapatkan posisi ke dua.

Masing-masing sekolah mendapatkan hadiah. Juara satu mendapatkan uang sejumlah 15 juta dan juara ke dua mendapatkan uang 10 juta.

"Wah hadiahnya besar juga ya guys."

"Ya maklum lah. Mereka juga sudah capek capek. Ya sesuai dong dengan perjuangan mereka selama tiga hari ini."ucap ku pada Mila.

"Benar kata Bintang, Mil."

"Ih kalian kok kompak kali ya jawabannya. Apa kalian terpaksa temani aku nonton pertandingan basket in?" Dan aku dan Silvi menganggukkan kepala kami ke Mila dan membuat Mila cemberut kepada kami.

Setelah penyerahan hadiah kepada para pemain basket yang diwakili oleh ketua tim basket. Dimana pemberian hadiah di berikan langsung oleh pemilik sekolah yaitu deddy Rayyan. Kami semua membubarkan diri. Dan pulang ke rumah masing masing. Karena memang hari ini tidak ada proses belajar mengajar.

"Sil, Mil, temani aku ke toko buku dong. Aku mau membeli buku. Tapi sebelumnya aku mau minta izin dulu sama mommy dan deddy ya."

"Ok." Ucap mereka serentak. Dan aku pun menelpon mommy untuk minta izin. Walaupun mereka juga disekolah ini, tapi aku nggak enak hati mau menemui mereka, takut ada gosip gosip yang nggak enak di dengar. Aku malas banget jadi pusat perhatian.

"Assalammu'alaikum mom, mom, Bintang mau minta izin agak telat pulang karena Bintang mau membeli buku dulu. Bintang pergi dengan teman Bintang mom."

"Wa'alaikumsalam. Ya udah mommy izinkan. Tapi jangan malam malam ya pulangnya."

"Siap mom. Makasih ya mom." Ucap ku pada mommy. "Guys akau diizinin sama mommy pergi ke toko buku. Temani aku ya!"

"Yuk lah kita jalan lagi. Biar nanti pulangnya nggak kemalaman."

"Ok. Makasih ya guys."

Kami jalan menuju mobil Mila. Tapi sebelum masuk ke mobil ada suara memanggil nama ku. Dan aku melihat siapa yang manggil aku dan ternyata itu kak Gavin. Dia berlari menuju ke arah kami.

"Kalian mau kemana. Kenapa buru buru sekali."

"Oh kami mau pergi ke toko buku kak. Ada sesuatu yang aku beli. Kalau gitu kami jalan dulu ya kak."

"Tunggu Bintang. Boleh kakak minta nomor telpon kamu."

"Ini kak 08xxxx."

"Ok, nah udah kakak ping. Simpan ya nomor kakak."

"Siap kak." Ucap ku dengan senyuman.

Tanpa diduga Aksa melihat Gavin berbicara dengan Bintang. Dan Bintang pun berbicara dengan santainya ke Gavin.

"Kenapa aku nggak suka melihat Bintang bicara dengan laki laki lain. Apa aku cemburu. Apa aku sudah jatuh cinta sama tu anak. Nggak, nggak mungkin secepat itu aku jatuh cinta sama dia. Jika aku jatuh cinta sama dia, maka mommy yang menang. Dan aku tak bisa untuk tidak lepas dari pantauan mommy dalam memilih pilihan hidup ku."ungkapan hati Aksa.

Akhirnya aku sampai di toko buku. Dan aku pergi ke rak buku, dimana buku yang aku ingin beli.

"Kamu juga mau beli Mil?"

"Iya Bin, sekalian kita juga kesini kan. Aku juga ingin membaca buki ini."

"Wah semoga aja kita nanti bareng bareng juga kuliahnya ya. Aku sudah nggak sabar mau jadi mahasiswa."

"Sabar Sil." Ucap ku ke Silvi.

"Apa kalian nggak lapar. Gimana kalau kita cari makan dulu sebelum pulang. Tu kebetulan di sana ada jual mie ayam. Kalian suka kan makan mie ayam."

"Yuk lah Mil kita kesana. Kebetulan aku juga lapar. Kamu mau kan Sil makan mie ayam."

"Aku ngikut aja Bin."

Sebelum pulang kami pergi makan mie ayam dulu. Dan disana secara nggak sengaja ada kak Aksa dan teman temannya juga. Emang lah dunia ini kecil kali. Tapi dimana ada kak Aksa selalu ada Tiara. Tapi aku mah udah biasa lihat mereka. Jadi nggak ada lagi rasa sakit di hati ku. Mungkin aku emang belum ada rasa sama kak Aksa.

Mereka makan dengan tenang. Aku dan teman teman ku juga mulai memesan makanan. Sebelum makanan kami sampai. Di depan pintu masuk kedai ini ada gengnya kak Gavin juga yang mau makan disini. Aku sih nggak lihat mereka masuk. Tapi Mila yang bilang.

"Eh guys. Bukannya itu gangnya kak Aksa ya. Aku yakin Tiara sama kak Aksa sepasang kekasih. Soalnya dimana ada kak Aksa pasti ada Tiara. Enak ya jadi Tiara, bisa dekat dekat dengan cogan kaya lagi. Seorang pewaris Praja."

"Us..jangan pernah iri denga yang dimiliki orang lain. Kita juga bisa kaya kok. Tapi yang jelas kita ini kaya hati sekarang ini.hi..hi...hi.."

"Kamu bisa aja Bin ngelucunya."

"Benar Sil. Sejak dengan kita ni anak sudah ada kemajuannya."

"Wah lihat Bin, siapa yang masuk kesini. Itu bukannya kak Gavin dan kawan kawannya ya. Apa kedai ini terkenal ya ?" Kok banyak cogan yang makan disini sih. Kalau tahu gini, kita harus sering sering makan disini ya guys."

"Ih mulai deh kamu centilnya Mil."

"Ya mana tahu, salah satu dari mereka jadi jodohnya aku Bin."

"Jodoh aja yang kamu fikirkan. Yang harus kamu fikirkan masa depan kita dulu Mil." Geram Silvi sambil menjitak jidat Mila. Walaupun nggak keras sih.

"Ih main jitak jitak aja, nanti benjol juga nih jidat aku."

"Hai Bin. Kamu juga suka makan disini ya?"

"Eh kak Gavin. Nggak juga kok kak. Kebetulan aja kami baru dari toko buku didepan sana. Jadi sekalian singgah disini dulu buat ngisi perut."jawab ku sambil tersenyum kearah mereka.

"Ooo boleh kakak dan teman teman gabung disini nggak?"

"Silakan aja kak. Lagian juga masih ada kursi kosong tu."

"Kalau gitu, hari ini biar kakak yang traktir kalian ya."

"Wah kalau soal gratisan Mila ok ok aja kak. Iya kan guys." Ucap Mila senang banget dan kami hanya menganggukkan aja ucapan Mila.

"Selamat ya kak, akhirnya kakak menang juga dalam pertandingan basketnya."

"Ya terimakasih Bin atas ucapannya. Walaupun kakak bukan juara pertama."

"Juara pertama atau nggaknya, ya nggak masalah sih kak. Yang penting kan kakak juga juara." Ucap ku sambil tersenyum ke kak Gavin.

Kak Gavin enak juga orangnya. Ya walau kata temannya, kak Gavin itu cool. Tapi kok menurut ku nggak seperti yang teman temannya itu ucapkan.

1
partini
ortu egois,,tuh si Aska yg ga serius masa kaya gitu ga ngehh kalian par ortu busettt dah bego bngt
partini
para ortu happy tapi anknya nyesek ortu buta ga bisa lihat apa pura" lihat
partini
ngmng ke ke mertua diem"Bae aihhh nanti ada yg deketin jalan barang setatus kamu masih istri Aska ya kamu selingkuh
partini
ajukan perceraian aja kan bisa dari pihak wanita,iya kalau dia pulang masih sendiri kalau udah berdua kamunya macam mana be smart don't be stupid Bin ,ngmng ke mertua toh mertua kamu tau apa yg terjadi di jangn buta karena cinta
partini
seandainya bintang ada temen cowok yg care Banggt bisa buat pelipur lara nantinya pas Aska di sana udah ada cem ceman
partini
enak bener si Aska ini ya udah bin kan dia ngmng kaya gitu moga aja pas dia diluar negri ada cowok ganteng paripurna cinta kamu ga salah dong kan itu yg Aska mau kalian juga ortu Bege
partini
kapan bintang minta pisah Thor ,secara Aska udah mau ke luar negeri
Dewi Puspitasari
k yg banyak up episode 🤭
Bunda Ning
cerita menarik tidak bertele tele
Dewi Puspitasari
k cepetan abdet episode yg banyak
May Maya
mampir Thor semoga karya nya bgus n GK berhenti d tengah jln 🤭 harus sampai tamat ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!