Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Papaku
Pria tua itu juga pendiam dan lebih suka menyendiri, anehnya tidak ada yang memperhatikan dan mempedulikannya. Para Pelayan hanya sebatas memberinya makan dan pakaian bersih, lalu pergi meninggalkan pria tua itu.
Kakak laki-laki Gibran adalah seorang tentara, pantas saja kemarin waktu acara resepsi pernikahannya begitu meriah dengan sambutan para tentara.
Kemarin malam, ia datang bersama istri dan anaknya yang masih berumur 4 tahun, Istrinya seorang pengusaha busana butik. Tiyah semakin merasa rendah diri, ia hanya seorang gadis penjual sembako. Padahal ia seorang sarjana. Tapi, ia tidak pernah tertarik menjadi seorang Guru.
Rumah mewah yang ia tempati ini tidak banyak memajang foto, hanya foto nikah kakak perempuan dan kakak laki-laki nya di ruang tengah masing-masing satu pajangan, dan foto keluarga mereka dengan anak-anak mereka. Bisa di bilang hanya 3 bingkai foto yang terpajang di seluruh istana megah itu.
Tiyah sangat penasaran dengan wajah mertuanya, kenapa tidak ada foto mertuanya yang di pajang? Ia larut dalam pikirannya saat memandang 3 bingkai foto itu.
Akhir-akhir ini, Tiyah mendengar kalau Gibran bukanlah anak bungsu, padahal saat itu Gibran pernah berkata kalau ia anak bungsu. Tapi, sekarang ia mendengar adik laki-laki Gibran akan pulang, dia baru saja menyelesaikan kuliahnya di luar kota.
Hari ini, sopir pribadi keluarga Gibran di tugaskan pergi ke bandara untuk menjemput adik laki-laki Gibran itu.
Sesampainya dirumah, adik laki-laki Gibran itu bersifat kurang sopan, Ia langsung menerobos masuk tanpa salam, bahkan sangat cuek kepada Tiyah tanpa menyapa, berwajah datar dan dingin.
Wajahnya mirip dengan Gibran, walaupun hanya berbeda rambut dan sedikit ukuran tubuh, tapi kalau masalah sifat sangat berbeda.
Dia bahkan lebih kasar dari seluruh orang di rumah ini kepada pria tua itu, memberikan tatapan dingin kepada semua orang yang ada dirumah. Kecuali, kepada kakak perempuan Gibran, Gina. Ia bersifat hangat.
Entah kenapa dengan keluarga ini? Tiyah menjadi sangat canggung saat mereka berkumpul bersama di malam hari.
_____
Hari ini hari minggu, semua orang sedang libur dengan aktivitasnya.
Giandra dan Khairul menghabiskan waktu berkumpul dengan teman-teman mereka sedari pagi dengan menggunakan pakaian olahraga lengkap dengan sepatu olahraganya.
Sedangkan Gibran, walaupun hari libur. Ia masih saja sibuk dengan berkas-berkas nya, Tiyah tidak pernah tau hingga hari ini suaminya bekerja dimana? menjadi apa? Berapa gajinya? Ia hanya tahu, Gibran memberinya kartu yang bisa ia gesek untuk membeli apapun.
Karena akhir-akhir ini ia merasa bosan, ia membeli banyak bahan-bahan masakan dan sekarang ia sibuk sendiri di dapur di temani 2 orang pelayan yang membantunya.
Kakak perempuan Gibran juga sibuk di meja makan, menikmati segelas susu panas dan roti sambil mengotak-atik laptopnya. Sedangkan adik laki-laki yang baru datang itu masih tidur di kamarnya. Entah siapa nama pria itu?
“Tiyah, kemarilah!” panggil Kakak perempuan Gibran itu.
Tiyah meninggalkan pekerjaannya di dapur, dan berjalan mendekati kakak perempuan Gibran itu.
Nama kakak perempuan Gibran itu adalah Gina Rosidar Elv, ia mempunyai tubuh yang tinggi 170 cm, berkulit putih, bibir merah berisi, hidung mancung dan langsing.
“Ada yang bisa aku bantu, Kak?” tanya Tiyah.
“Gak ada, aku hanya ingin mengobrol denganmu, apa kamu bosan selama ini di rumah saja?”
“Lumayan bosan, Kak.” jawab Tiyah.
“Kalau begitu, kamu bisa berjualan saja, atau ikut kakak ke perusahaan untuk pemasaran produk perusahaan kakak?”
“Aku pikir-pikir dulu deh kak, sekalian minta izin Gibran.” balas Tiyah.
“Baiklah.”
“Kakak, maaf sebelumnya kalau aku lancang. Kalau boleh aku tau Pria Tua yang memakai kursi roda itu siapa?”
“Oh... Itu, Papa. Maaf aku sampe lupa belum kenalin sama kamu.”
“Maksudnya, Papa kandung Kakak dan Gibran?” tanya Tiyah tidak percaya.
Gina mengangguk. Tiyah selama ini mengira orangtua Gibran hidup diluar negri atau sudah meninggal. Karena tidak hadir di pernikahan mereka kemarin.
“Maaf. Aku gak tau, Kak.”
“Kalau Mama kakak, dimana?”
“Sudah meninggal, beliau meninggal saat Kakak masih Sekolah Menengah Atas.”
Tiyah akirnya mengetahui siapa pria tua lumpuh itu, sekarang ia merasa bersalah tidak berbakti kepada ayah mertuanya, ia juga ikut tidak mempedulikan pria tua itu beberapa hari lalu.
Tidak lama kemudian adik laki-laki Gibran turun dengan wajah bangun tidurnya, berjalan menuju meja makan, ia langsung duduk disamping Gina, bersandar dan menopang dagunya di bahu Gina dengan malas.
“Mandi sana!” seru Gina.
“Males, Kak. Masih tetap ganteng kok, walau gak mandi!” jawabnya bermanja.
“Tapi jorok!” sindir Gina, lantas menyentil kening pemuda itu.
”Ini istri Gibran, Kakak Iparmu, namanya Tiyah.” jelas Gina.
Dia hanya mengucapkan kata “Oh.” lantas memandangi wajah Tiyah datar. “Kau hanya berkata, Oh?” Gina berkata dengan marah.
“Sana, salam sama Kakak Iparmu!” perintah Gina.
Ia menyalami Tiyah. “Aku Dion.” ucapnya.
Tiyah akirnya mengetahui 2 informasi sekaligus hari ini, tentang ayah mertua dan nama adik laki-laki Gibran.
“Kamu tunggulah disini, aku akan membawa Papa makan bersama dengan kita,” ucap Gina.
“Tiyah, panggil Gibran supaya makan pagi bersama.” sambung Gina.
“Baiklah, Kak.”
Tiyah berjalan ke ruang kerja Gibran, ia meminta Gibran keluar untuk makan bersama pagi ini.
Di meja makan, ruangan ini kembali sepi. Tidak ada satupun yang mengeluarkan suara, wajah Dion dan Gibran begitu datar tanpa ekspresi. Hanya suara Gina yang sibuk sedari tadi bicara dan sahutan beberapa kali yang di balas Tiyah.
“Papa, ini istri Gibran namanya Tiyah.” ucap Gina tiba-tiba berganti topik bicara, sehingga membuat Gibran meletakan sendoknya sebentar. Kemudian melanjutkan makannya lagi.
Pria tua itu menatap Tiyah lurus tanpa expresi, kemudian menyuap nasi dan sayur yang khusus dibuat untuknya sendiri.
“Tiyah, ini Papaku. Namanya Hendru Jalaluddin Elv.”
Tiyah tersenyum, sambil mengangguk sopan.
“Oh ya Gibran, bagaimana kalau aku ajak Tiyah bekerja di perusahaanku, bagian pemasaran? dia bosan di rumah aja.”
“Untuk apa bekerja? Aku masih punya banyak uang untuknya, kalau bosan dirumah tinggal jalan-jalan atau mainkan?”
“Kalau main sendiri itu juga membosankan.”
“Dia gak cocok masuk perusahaan, dia kuliah bagian keguruan, jadi dirumah aja jadi guru anak-anak aku dan dia aja nanti.” ucap Gibran.
Gina terdiam, tidak ingin berdebat lagi dengan Gibran, seberapapun dia berkata, Gibran tidak akan mengizinkannya dengan alasan apapun.
Berbeda dengan Tiyah, mendengar ucapan Gibran seperti itu membuat ia berbunga-bunga, bagaikan menari dengan alunan musik yang menenangkan, membuatnya melayang.
Walaupun suaminya pendiam, tapi saat berbicara selalu membuat Tiyah tersipu malu. Suaminya tidak lah romantis, memberi hadiah, tapi semua yang di inginkan Tiyah bisa di beli dengan kartu yang ia berikan.
Terkadang Tiyah berpikir apakah dengan memberi kartu itu disebut romantis? Atau berkata-kata indah itu juga romantis? Tapi suaminya itu tidak pernah mengajaknya liburan, selalu sibuk bekerja.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..