Papa dari Velia Angela menikah dengan seorang janda yang memiliki anak kembar. Velia sama sekali tidak tahu kalau yang akan menjadi kakak tirinya adalah kekasihnya sendiri.
Dia sungguh tidak menyangka kalau hal ini terjadi padanya.
Sampai suatu saat dia melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan bersama kakak tirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Sudahi
Deg,,,
"Velia" ucapnya sembari mengulurkan tangannya supaya di jabat oleh Lucas.
Velia mencoba untuk tidak menunjukkan kalau sebenarnya keduanya memiliki hubungan. Dia tentu saja juga tidak ingin menghancurkan acara papa dan mamanya ini.
Lucas menelan ludahnya dengan susah payah, sungguh dia tidak pernah mengira kalau kekasihnya justru kini menjadi adik tirinya sendiri. Lucas menjadi serba salah sekarang.
Lucas tentu saja juga tidak ingin kalau mamanya kecewa dengan dirinya nanti. Sampai akhirnya Lucas memilih untuk menjabat tangan Velia.
"Lucas" kata Lucas dengan singkat sembari tangannya yang bersalaman dengan Velia.
Tangan yang seharusnya dia gandeng dan dia ajak untuk menghabiskan waktu bersama. Namun sekarang semuanya tampak semu, keduanya seakan larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Sampai-sampai keduanya tidak sadar kalau tangan mereka masih bersalaman. Hal itu tentu saja tidak luput dari pandangan kedua orang tua mereka dan juga Zelo yang hanya diam.
Papa Leon berdehem, "Ekhem"
Spontan saja Velia dan juga Lucas langsung melepaskan tangan mereka yang tengah berjabat.
"Kebetulan kita satu sekolah pa" kata Lucas memberi tahu supaya mereka tidak terlihat canggung.
"Oh iya? Kalau begitu bagus dong, kalian bisa berangkat pulang bersama" kata papa Leon dengan senyumnya sembari menatap ke arah istrinya.
"Wah jadi rupanya kalian sudah saling mengenal, tapi kalian tidak tahu kalau kalian akan menjadi saudara. Apalagi kalian baru di pertemukan di acara ini" ucap mama Ariana.
"Mama salah, bahkan kita sudah menjalin hubungan pacaran. Aku nggak tega harus bilang ke mama mengenai hubungan ini" batin Lucas yang setelahnya memilih untuk tidak memikirkan hal itu.
"Oh iya Pa, Velia mau mencicipi hidangan dulu ya" ucap Velia yang sebenarnya hanya ingin mengindari mereka. Sungguh saat ini dia ingin sendiri dulu.
"Iya nak, makanlah apapun kesukaan kamu" kata papa Leon yang memperbolehkan Velia untuk mencicipi hidangan dan meninggalkan mereka dengan para tamu yang ingin bersalaman dengan mereka.
Velia pun berjalan menjauh, sebisa mungkin dia mencari tempat yang sedikit sepi untuk menenangkan dirinya.
Tak lupa tangan Velia juga sempat meraih segelas minum berwarna merah. Dia akan menenangkan dirinya lebih dulu.
Kini Velia berada sedikit jauh dari jangkauan mata mereka yang tengah berada dalam acara pernikahan. Velia menatap kosong ke arah depan, dia dengan posisi berdiri di dekat sebuah pohon cemara yang tingginya hanya 190 cm.
"Velia" terdengar suara seseorang yang tengah memanggil dirinya. Velia tentu mengenai suara siapa yang memanggilnya itu.
"Kak" ucap Velia dengan mata yang berkaca-kaca.
Siapa lagi yang datang padanya kalau bukan sang kekasih yang baru beberapa menit lalu menjadi kakak tirinya.
"Jangan menangis" ucap Lucas yang berusaha menahan air matanya.
"Kenapa harus kita?" Tanya Velia.
Lucas menggeleng, "Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa bisa seperti ini, aku tidak tahu kalau ternyata yang menikah dengan mama adalah papa kamu" ucap Lucas menjelaskan mengenai dia sendiri yang pada kenyataannya tidak mengetahui apa-apa.
"Apa kita sudahi saja kak?" ucap Velia tiba-tiba yang langsung membuat Lucas menatap tajam ke arahnya.
"Apa yang kamu katakan? Kamu menyerah?" tanya Lucas yang langsung membuat Velia menelan ludahnya.
"Tapi-" ucap Velia terpotong.
"Sudah, kita pikirkan ini nanti. Aku nggak mau kehilangan kamu Velia" ucap Lucas yang langsung mencium kening Velia tanpa ada orang yang tahu.
Setelahnya Lucas tampak di panggil oleh mamanya untuk mengambil sebuah barang yanh sudah di siapkan oleh mama Ariana untuk papa Leon.
Kini Velia kembali sendirian saja di sana. Dia menatap ke arah sekeliling, melihat banyaknya dekorasi yang terpasang cantik di halaman rumah mama Ariana.
"Apa aku bisa menjalani ini?" ucap Velia lirih yang setelahnya menghela nafas panjang.
"Vel" panggil seseorang yang langsung membuat Velia terkejut.
Dia mengira kalau Lucas kembali lagi namun ternyata itu adalah saudara kembarnya, Zelo.
"Kak Zelo" ucap Velia yang kini berdiri ke arah Zelo berada.
Terlihat Zelo tengah memegang piring kecil berisi kue yang sepertinya dia mengambilnya sendiri.
"Apa kamu tidak makan? Aku bawakan kue untuk kamu" ucap Zelo dengan lembut, dia sungguh sangat senang bisa memiliki seorang adik perempuan.
"Makasih kak, tapi aku tidak lapar" ucap Velia menolak.
Namun dia merasa tidak enak hati karena tampaknya wajah Zelo berubah kecewa setelah mendengar jawabannya, yang menolak kue pemberian Zelo.
"Ya sudah kalau begitu biar kakak makan sendiri" ucap Zelo dengan tersenyum kecut.
Zelo memegang sendok kue dan menyendokkan kue itu, dia hendak memakannya.
"Sini biar aku coba" ucap Velia yang langsung menarik tangan Zelo yang tengah menyendok kue tadi.
Velia langsung memegang tangan Zelo dan memasukkan kue ke mulutnya. Hal itu sedikit membuat Zelo terkejut. Zelo tidak mengira kalau Velia akan melakukan seperti itu.
"Vel, kamu mau? tadi katanya nggak mau" ucap Zelo dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Velia.
"Emt, rasanya manis kak" ucap Velia setelah menelan kue itu.
"Manis seperti kamu Velia" ucao Zelo dengan menoel hidung Velia.
"Apaan sih kak, kan emang bener itu rasanya manis. Kalau kakak nggak percaya coba aja deh" pinta Velia supaya Zelo juga mencobanya.
Zelo pun memasukkan kue itu ke mulutnya dan benar saja rasanya memang manis. Dia melihat Velia yang terseyum membuatnya ingin mengajaknya untuk bermain seperti anak kecil.
"Oh iya kak, kakak juga satu sekolah sama kak Lucas?" tanya Velia yang mencoba mengajak mengobrol kakak tirinya itu. Dia ingin mencoba untuk bisa akrab dengan para kakak tirinya.
Zelo mengangguk, "Iya benar, tapi aku jarang keluar kelas" ucap Zelo memberi tahu.
"Wah pantesan aja aku nggak pernah lihat kakak, aku bahkan nggak tahu kalau kak Lucas memiliki saudara kembar" jelas Velia yang entah kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu.
"Berarti kamu udah kenal Lucas lebih dulu?" tanya Zelo yang membuat Velia bingung sendiri untuk menjawabnya.
"Ah, maksudnya kan kakak tahu sendiri kalau kak Lucas itu terkenal banget di sekolah. Siapa sih kak yang nggak tahu kak Lucas. Aku sendiri bahkan nggak nyangka kalau bakal jadi adik tiri kak Lucas yang terkenal itu" ujar Velia yang berusaha menutupinya dari Zelo.
Tentu saja Velia tidak ingin kalau Zelo tahu mengenai hubungannya dengan Lucas, apalagi mereka yang memang tengah menjalin hubungan pacaran.
"Iya juga, Vel. Lucas memang terkenal di sekolah kita" ucap Zelo dengan mengangguk anggukan kepalanua setuju dengan apa yang di katakan oleh Velia.
Dan tentu saja Zelo tidak curiga apapun, dia hanya ingin dekat dengan adik tirinya itu saja.