NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:269k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Buruk

Brisbane, Australia

25 September 2004

"Cih, menyebalkan!" Lila menggerutu dan terus menerus melempar bola ke dinding dengan kuat.

Duk...duk...duk...

Ia melempar bola ke dinding membuat empat orang anak laki-laki yang berdiri berjajar di belakangnya merinding ketakutan. Mereka tak mengerti, apa lagi kesalahan yang telah mereka lakukan sehingga harus menjadi pelampiasan amarah seorang anak perempuan yang jauh lebih kuat dari mereka.

"Hei, Lila! Kami sudah menjelaskannya padamu'kan? Apa kau masih tidak percaya?" Tanya Aiden. Darah di hidungnya yang sudah mengering bahkan tak lagi ia hiraukan karena terlalu takut menghadapi kemarahan Lila.

Jacob masih menangis terisak, meski mencoba menahan suara tangisannya agar Lila tak mendengarnya. Di sampingnya, Pierre mencoba menenangkan Jacob dengan mengusap pundaknya. Sementara Henry, dia menahan rasa sakit akibat kehilangan salah satu giginya yang entah sengaja atau tidak menerima pukulan dari tinju Lila.

"Sial, kenapa jadi kita yang salah sih?" Tanya Henry pelan. Meski ia tak bisa menerima perlakuan buruk dari Lila, namun ia juga tak berani untuk melawannya.

"Hei, kau bilang apa?" Tanya Lila yang entah bagaimana bisa mendengar suara Henry yang sedang berbicara.

Lila melotot seram, membuat Henry mati kutu tak bergerak. Ia tahu bahwa seharusnya ia meminta para pengawal pribadinya untuk menyelamatkannya, namun setiap kali ia mendapatkan pukulan dari Lila, para orang dewasa pasti akan mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah pertengkaran anak kecil.

"Ti-tidak, aku tidak mengatakan apapun!" Ucap Henry gelagapan. Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya. Lila yang sudah di penuhi amarah, semakin menjadi-jadi hanya dengan sedikit provokasi.

Ia berjalan menghampiri Henry, saat jarak mereka hanya tinggal tiga langkah. Tanpa aba-aba, Lila melempar bola lempar di tangannya tepat ke wajah Henry.

Bruuukkk...

"Agh..." Henry berteriak kesakitan. Pukulan yang cukup kuat itu membuatnya jauh terduduk dengan pelipisnya yang lecet dan berdarah.

Ia ingin sekali menangis karena rasa sakit yang diterimanya. Namun harga dirinya yang tinggi sebagai seorang anak laki-laki membuatnya berusaha menahan rasa sakitnya sekuat tenaga.

"Kenapa kau melempar bola itu padaku?"

"Kenapa? Kau masih bertanya ya? Dasar bodoh! Satu lemparan saja ternyata masih belum cukup untuk membuat otakmu menjadi pintar ya?"

Bak... buk...

Lila kembali melemparkan bola itu ke tubuh Henry yang hanya bisa menangkis lemparannya dengan kedua tangannya. Melihat apa yang terjadi membuat Pierre, Aiden dan Jacob tidak tega, namun terlalu takut untuk menghentikan perbuatan Lila.

"Lila, hentikan! Sudah cukup!" Ujar Pierre dengan sedikit sisa-sisa keberanian yang ia miliki. Meski sebagai anak laki-laki, Pierre terbilang kuat dan atletis, namun jika dibandingkan dengan Lila yang masih berumur 8 tahun dan beberapa bulan lagi akan segera mendapatkan sabuk hitam karate,  Pierre bukanlah apa-apa. Pierre tahu, satu-satunya cara untuk menghadapi kemarahan Lila bukan dengan melawannya berkelahi, namun dengan membujuknya untuk menghentikan kejahatannya.

Seperti yang diharapkan, Lila berhenti melempari bola pada Henry. Meski mereka berempat kerap dipukuli, namun bisa dibilang Henry-lah yang paling sering menerima pukulan karena perlawanan yang selalu berusaha ia lakukan. Berbeda dengan Jacob yang takut dan langsung menuruti keinginan Lila, Pierre yang sabar dan ahli dalam membujuknya atau Aiden yang lebih memilih untuk mengikuti Lila di jalan yang salah. Henry lebih nekat untuk melawannya meski pada akhirnya selalu mengalami kekalahan.

Dengan raut wajah tanpa rasa bersalah, Lila memandang angkuh sambil menaikkan dagunya. Ia selalu tahu bahwa mereka berempat tidak akan berani melawannya, itu membuatnya tinggi hati dan selalu memanfaatkan kelemahan mereka.

"Seandainya saja kalian menepati janji dan tidak membuatku menunggu, aku pasti tidak akan menghajar kalian!"

"Tapi bukankah sudah kami jelaskan, kami terlambat karena menemani Jake menjenguk ibunya di rumah sakit. Hari ini ibunya dioperasi!" Ujar Aiden.

"Apa?"

"Sudah kuduga kau pasti tidak peduli'kan? Ya, mana mungkin kau peduli! Yang kau bisa hanya memukul dan menendang orang lain saja. Dasar monster tak punya hati!" Henry yang masih belum jera, tetap memberikan perlawanan dengan kata-katanya.

Lila terdiam, bukan karena Henry menyebutkan sebagai monster, melainkan karena dirinya yang tidak punya hati nurani.

Mendengar sumpah serapah yang Henry ucapkan membuat kemarahannya yang mulai mereda, kembali memuncak. Ia tak tahu mengapa ia selalu merasa kesal pada Henry.

"Apa kau bilang? Monster?"  Lila yang marah berdiri tepat di hadapan Henry sembari memegang erat bola tangan.

Henry ketakutan, ia sudah mempersiapkan dirinya untuk kembali menerima rasa sakit dari bola tangan yang menghujam tubuhnya.

"L-Lila, sudahlah! Henry tidak bermaksud-"

"Jangan panggil aku Lila! Berani sekali kalian!"

"Ba-baiklah, boss. Tolong jangan lempar bola itu lagi!"

"Apa? Boss? Untuk apa orang seperti dia dipanggil dengan sebutan boss? Yang paling pantas disebut boss itu hanya aku!" Henry masih terus mengoceh. Egonya yang tinggi membuatnya tidak ingin mengalah meski ia harus pingsan pada akhirnya.

"Henry, tutup mulutmu!" Ujar Aiden yang merasa kesal dengan kegigihan Henry untuk melawan.

"Cih, untuk apa? Biarkan saja! Pukul saja aku lagi! Ayo, lempar bolanya lagi-"

Buuukkk...

Bola kembali mendarat tepat di wajahnya. Henry jatuh terlentang dan langsung pingsan tak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari hidugnya.

Dengan kesal, Lila pergi begitu saja meninggalkan Henry dan ketiga temannya yang berteriak histeris.

"Dasar bodoh! Rasakan itu, pengecut!" Batin Lila sembari beranjak pergi.

Sementara itu, Pierre, Jacob dan Aiden berusaha membangun Henry dan mencari bantuan orang dewasa.

"Hei Henry, sadarlah...!"

***

"Cih, sialan! Kenapa aku jadi teringat kejadian memalukan itu lagi?" Batin Henry. Ia merasa kesal setiap kali teringat kemalangannya di masa lalu yang ia anggap sebagai aib yang sangat memalukan.

Kopi di cangkirnya bahkan belum tersentuh dan masih utuh. Di depan dan sampingnya, Aiden, Jacob dan Pierre memandanginya bingung.

"Sudahlah, lupakan saja! Anggap saja kau sedang melihat salah satu pacarmu mencoba telanjang di depan matamu!" Ujar Aiden yang justru sebagai orang yang paling tidak bisa melupakan kejadian pagi ini.

Pierre tertawa geli, ia harus mengakui bahwa apa yang terjadi pagi ini benar-benar mengejutkan dan membuatnya sulit untuk mempercayainya. Wanita yang mereka lihat pagi ini rasanya sangat berbeda dari anak perempuan yang dulu mereka kenal sebagai Lila si monster atau Lila si kepala geng. Ya, ada begitu banyak julukan yang dulu mereka berikan padanya.

"Aku pikir mungkin sebaiknya pelan-pelan kita coba melupakan masa lalu. Aku rasa sepertinya Lila sudah sangat berubah. Tidak ada salahnya bagi kita untuk-" Belum lagi Jacob selesai berbicara. Henry langsung menyela dengan kesal.

"Untuk memaafkannya, begitu? Hei Jake, apa kau sudah lupa apa yang dulu sudah dia lakukan padamu? Disaat ibumu sedang kritis di rumah sakit, dia menguncimu di gedung olahraga hingga kau harus menginap sepanjang malam di sana? Dia itu sangat keterlaluan. Perempuan iblis! Berani sekali dia kembali lagi ke sini!" Ujar Henry yang jauh lebih marah dari pada Jacob yang justru mengalaminya.

"Jake itu pemaaf, tidak sepertimu, pendendam!" Ujar Pierre sembari menyeruput kopi di cangkir.

"Brengsek! Siapa yang tidak dendam padanya? Sampai matipun dia tidak akan aku maafkan!"

"Kalau begitu, coba katakan langsung pada orangnya!" Ujar Aiden sembari melirik ke arah belakang Henry.

Henry langsung menoleh ke belakang, tepat di depan pintu, mereka melihat Lila masuk sembari membawa amplop coklat. Ia melangkah dengan gugup menghampiri meja kasir dan memberikan amplop coklat tersebut.

"Sedang apa dia?"

Mereka mengamati gerak gerik Lila yang bisa sedikit mereka tebak. Lila duduk di kursi dan tampak sedang menunggu sesuatu. Namun, yang menarik perhatian mereka adalah penampilan dan bahasa tubuhnya sangat cantik dan anggun.

Ia membiarkan rambut panjangnya tergerai dan mengenakan mini dres di atas lutut yang membuatnya terlihat sangat cantik.

Sekitar lima menit menunggu, seorang pria paruh baya menghampirinnya dan memintanya masuk ke salah satu ruangan di kafe ini. Itu membuat mereka penasaran tentang apa yang sebenarnya Lila lakukan di tempat ini.

"Apa yang dia lakukan?" Tanya Aiden.

"Aku rasa dia sedang membutuhkan sebuah pekerjaan!" Ujar Henry.

"Benarkah?"

"Amplop coklat itu pasti surat lamaran kerja! Tentu saja, dia kembali ke kota ini untuk mendapatkan pekerjaan!"

"Apa pekerjaan di tempat sebelumnya tidak ada yang cocok untuknya?"

"Pekerjaan apa yang cocok untuk perempuan seperti dia? Tidak, tunggu dulu! Aku punya ide!" Henry tersenyum sinis seolah menemukan ide brilian.

Pierre dan Jacob merasakan firasat yang tidak terlalu bagus tentang ini seolah mereka sudah tahu isi kepala pria yang satu ini.

"Henry, aku minta hentikan semua rencana kotor di kepalamu itu sebelum terlambat!" Ujar Pierre.

"Hei Pierre, ayolah! Bisa tidak kau tidak berprasangka buruk dulu padaku? Aku hanya berpikir jika dia memang membutuhkan sebuah pekerjaan, aku rasa aku bisa membantunya."

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!