NovelToon NovelToon
Bellvania

Bellvania

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu
Popularitas:49.6k
Nilai: 5
Nama Author: AGK

The Moon is a friend for the lonesome to talk to. Artinya, Bulan adalah teman bagi yang kesepian untuk diajak bicara.

Bulan, menjadi saksi dan pendengar bagi kebanyakan orang. Sama seperti gadis kecil berusia 4 Tahun yang harus menjalani dan menafkahi kehidupannya sendiri semenjak kedua orangtua angkatnya meninggal. Yang awalnya adalah gadis manja kini berubah menjadi gadis yang kuat dalam segala hal. Dia rela mati-matian menghilangkan sifat manjanya demi bisa bertahan hidup.

Dia tak tahu, jika dia adalah permata keluarga besar, kaya, dan berpengaruh yang hilang diculik oleh musuh keluarga. Keluarganya selalu mencarinya tanpa rasa lelah.

Ibu kandung dari gadis itu mengalami depresi berat, sudah tak bisa hamil, anaknya pun hilang dicuri orang, bahkan tak ada yang bisa menyembuhkannya selain sang anak yang sudah lama hilang itu. Sedangkan ayah kandung dari gadis itu hanya bisa pasrah akan kondisi istrinya, dia bahkan tak pernah merasa lelah hanya untuk mencari keberadaan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AGK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

B. 9

(Tandai Typo)

Brakk!.

"Dokter! Detak jantung pasien melemah!" pekik salah seorang perawat yang membuka pintunya dengan kasar.

"Permisi, Tuan" ketika dokter itu ingin beranjak, pergelangan tangannya ditahan oleh Miranda.

"To-tolong selamatkan anak sa-saya..." suara Miranda terdengar bergetar. Ketakutannya sangatlah besar, berbagai pikiran negatifnya melintas dalam benaknya begitu saja.

Dokter itu mengangguk hormat "Saya akan melakukan sebisa saya, Nyonya" dokter itupun masuk, disana tubuh mungil Vania sudah kejang-kejang hebat, kondisi dalam sana pun semakin kacau.

Sementara di alam bawah sadar Vania, anak itu tengah berdiri bingung memandangi keindahan yang ada di tempat itu.

Pandangan berkeliaran kemana-mana "Dimana ini?" tanya dia pada diri sendiri.

Tiba-tiba datanglah empat orang paruh baya yang hanya satu orang saja yang Vania kenali.

"Vania" panggil salah satu dari mereka.

Vania sontak menoleh, tentunya dia terkejut ketika melihat sang nenek "Nenek?!" pekiknya langsung berlari dan menubruk tubuh sang nenek.

"Nenek? Vania tanen cama Nenek" ucapnya.

Nenek itu tersenyum "Lihat siapa yang datang bersama nenek" ucapnya.

Vania melepaskan pelukannya, lalu melihat ketiga orang paru baya yang sedang tersenyum padanya. Vania membalas senyuman mereka tipis.

"Hehe ha-halo?".

Nenek Vania terkekeh "Mereka itu adalah Opa dan Oma Vania, orang tua dari Papa dan Mama Vania" ucapnya menjelaskan.

Vania memandang bingung ke arah neneknya "Tan olantua Vania ndak ada nenekk".

"Ada, sayang. Buktinya mereka ini adalah orangtua dari Papa dan Mama Vania".

Salah satu paruh baya itu mendekat dan mengelus puncak kepala Vania "Halo princess, perkenalkan, nama Opa Gavino D'angelo. Ayah dari Papa kamu".

Vania mengerjap bingung "Teluc, ibu dali Papa dimana?".

Gavino hanya menanggapinya dengan senyuman.

"Hey? Perkenalkan, nama Opa Charles Enrico" Charles, ayah Miranda mendekat dan mengelus puncak kepala Vania.

Lalu disusul dengan wanita paruh baya ibu dari Miranda, wanita paruh baya itu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi Vania, tangannya terulur mengelus pipi tirus Vania.

"Hai sayang! Nama Oma Renata Enrico".

Vania diam merespon.

"Opa Charles sama Oma Renata adalah orangtua dari Mama kamu" ucap sang nenek.

Vania menoleh "Benaltah? Teluc Papa cama Mama Vania dimana?" tanya dia mencari keberadaan orangtuanya.

Renata menarik dagu Vania guna memandang ke arahnya "Oma mau tanya, kenapa Vania ada disini?".

"Benar, Princess. Tempat ini bukan tempat kamu" tambah Charles.

Vania memandang mereka polos "Eung? Vania juda ndak tau. Tiba-tiba Vania buta mata cudah dicini" ucapnya.

Renata tersenyum mengelus pipi sang cucu "Sekarang Vania balik oke? Jangan disini, disini bukan tempat Vania".

Sang nenek ikut berjongkok "Vania harus kembali, karena Papa sama Mama Vania sedang menunggu disana" tambahnya.

Vania menggeleng cepat "Ndak Nenek! Vania mau itut Nenek! Vania ndak mau dicana, Vania cucah cali matan".

Semua menatapnya sendu, mereka tahu betul dengan kehidupan Vania selama ini. Namun, membantu pun tak bisa. Kan mereka sudah ditempat yang berbeda.

"Gak boleh, sayang. Vania harus kembali" Nenek berucap dengan begitu lembut.

"Vania, lihat Oma" pinta Renata.

Vania pun menatap Renata.

"Sekarang bukanlah waktu Vania untuk berada disini oke? Oma janji jika sudah waktunya, Oma, Nenek dan Opa-opa akan menjemputmu disini" jelasnya.

Vania terdiam, nampak berpikir sebentar. Selanjutnya dia pun mengangguk "Tapi badaimana calana Vania tembali".

Ke empat orang itu tersenyum lembut "Princess lihat pintu warna putih di ujung sana?" tunjuk Charles ke arah satu pintu putih yang letaknya jauh di ujung mereka.

Vania menjawab dengan anggukan.

"Nah, Princes jalan ke sana, dan masuk ke dalam pintu itu, oke?" tambah Gavino.

"Yacudah, talau beditu Vania pamit" ucap Vania.

"Sebentar, sayang. Oma, Nenek sama Opa-opa mau cium Vania dulu. Boleh?".

"Eung!".

Cupp!.

Cupp!.

Cupp!.

Cupp!.

Keempat orang paruh baya itu bergantian mencium kening Vania. Lalu membiarkan Vania berjalan menjauh dari mereka.

Sebelum membuka pintu itu, Vania menoleh ke belakang, dimana ke empat orang paruh baya itu sedang melambaikan tangan padanya.

Vania tersenyum lalu membalas lambaian tangannya. Dia membuka pintunya dan seketika pandangannya menjadi sangat silau hingga membuat matanya tertutup.

***

Tubuh Vania kian mengejang, membuat seisi ruangan semakin panik.

"Tolong panggilkan Tuan Ardo dan istrinya untuk masuk!" titah dokter panik.

Perawat itu langsung keluar dan memanggil Devian juga Miranda. Tak lama setelah itu masuklah mereka, Miranda memandang Devian.

"Mendekatlah sayang, itu Vania. Anak kita" ucap Devian yang mengerti akan tatapan Miranda.

Miranda pun berjalan mendekat dengan dipapah oleh Devian.

"Tuan, Nyonya. Mohon di panggil Nona kecil agar kembali" ucapnya.

Tangan bergetar Miranda terangkat mengelus kepala anak itu "Sa-sayang. Sayangnya Mama, bangun yuk hiks a-ayo bangun hiks ini Mama..." ucap Miranda.

Kenapa harus seperti ini pertemuannya dengan anaknya? Bukan ini yang dia inginkan. Bukan cara seperti ini yang dia inginkan. Hatinya berdenyut sakit, terasa seperti ditusuk-tusuk oleh beribu-ribu belati.

Devian mengelus punggung Miranda yang bergetar "Vania, ayo sayang. Kembali, kasihan Mama, sayang" ucap Devian lirih.

Sebisa mungkin Devian harus tetap kuat, karena hanya dia tempat Miranda bersandar.

Miranda memeluk tubuh ringkih itu sambil mencium kening Vania.

Cupp!.

"Hiks hiks".

"Va-vania Mama mohon hiks".

Miranda terus menangis sambil terus mengecup kening sang anak. Air matanya pun jatuh tepat di kedua mata Vania yang tertutup rapat itu.

Semua yang ada didalam sana dapat merasakan kesedihan yang Miranda rasakan. Apalagi pertemuan selama 4 tahun terjadi seperti hal ini, sakit memang bagi Miranda. Tapi bagaimana? Takdir seolah mempermainkan Miranda. Ingin rasanya dia menyerah, namun satu-satunya yang membuatnya bisa bertahan sampai detik ini adalah Vania, anaknya.

"Vania-...".

To be continued...

(Heloww! Haha! Author mau mode jahat dulu😝 Maaf ya gantung lagi haha🤣 Tenang aja, bab ini terakhir dibuat gantung okee wkwk pokoknya ini yang terakhir, janji deh author wkwk. Segitu aja deh, Timakacih udah baca ya! Dadah!).

1
kim Jun Hyung
bila mau up lagi ni 😭😭
‧͙⁺˚*・༓☾𝓚𝓪𝔂𝓵𝓪_𝓐☽༓・*˚⁺‧͙
🙌
Lisa
Haloo Kak..akhirnya Kak Author balik lg nih 😀👍
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
muter muter woy ceritamu
falea sezi
aneh semua mati aja kalo gt /Curse//Curse//Curse/ g masuk akal
Fajar Ayu Kurniawati
.
Julia Inp
thor terlalu aneh masak devian memukul bawahan nya terlalu sadis ....kan harus nya di tnya kenapa
Lisa
Terimakasih y Kak udh update..aq inget² lg nih jln ceritanya 😊
haibor
aku jdi nangis woyy😭😢😭
Lisa
Ya Kak gpp..kita tunggu y Kak kelanjutan ceritanya
Lisa
Lanjut donk Kak
Iqlima Al Jazira
ladi don thor
sendy kiki
up kaka
Lisa
Wah mengagetkan nih..sapa y yg menembak..
Lisa
Kita masih menunggu kelanjutan ceritanya Kak..ayoo semangat jg Kak..
Pipit Rahma
lanjut blm selesai. masih penasaran kakak.
sendy kiki
kirain lanjutan cerita ...🤨🤨terserah lanjut atau ga y. bebas pembaca menyimak saja. karya bawa manfaat
Pipit Rahma: lanjut ceritanya masih penasaran.
total 1 replies
Ita Xiaomi
Keren ceritanya kk ada sedih, ada jengkelnya jg. Semangat berkarya kk. Berkah&Sukses selalu.
Lisa
Akhirnya semuanya terungkap..ternyt Alexis itu mengalami gangguan kejiwaan makanya terobsesi bgt utk merebut Vania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!