NovelToon NovelToon
At First Sight

At First Sight

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Teen / Tamat
Popularitas:641.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Azkiya

Yuna seorang gadis belia berusia 18 tahun, merelakan masa mudanya untuk misi membalas dendam kakaknya Yuri yang depresi akibat patah hati karena seorang pria bernama Azka. berhasil kah Yuna menjalankan misinya, atau malah Yuna ikut terjatuh dalam pesona Azka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Azka POV

Dia gadis resepsionis itu, yang

ternyata adalah adik Yuri.

Meski aku bisa melihat gurat

kekerabatan diwajah mereka yang

terlihat mirip, yang memberi arti

keduanya memiliki ikatan keluarga,

tapi bila dilihat dari tatapan matanya

kepadaku, Aku menilai bahwa dia

seakan mempunyai aliran genetik

yang berbeda dengan yang dimiliki

Yuri.

Dari pandangan pertama aku

melihatnya dia selalu memberiku

tatapan berkilat kemarahan yang

tersorot dari kedua matanya, entah

karna apa?

Atau dia memang memberikan tatapan seperti itu pada setiap orang yang dilihatnya sebagai bentuk

perlindungan, proteksi pada dirinya

sendiri.

Tapi hal itu jelas berbeda dengan apa

yang dimiliki Yuri. Dia selalu

memberiku tatapan berbinar dari

kedua matanya, yang baru kuketahui

pada malam itu bahwa semua itu

karna dia mencintaiku.

“Saya tidak apa-apa.. Maafkan saya

Pak, Saya tidak berhati-hati..”

Aku mengerjap ketika gadis itu tiba-

tiba berbicara dan membuyarkan apa

yang ada dikepalaku.

Dia mencoba berdiri namun terhuyung hingga aku harus meraih lengannya untuk mencegahnya agar tak kembali terjatuh.

“Hati-hati nona..”

Ia menggigit bibir bawahnya, meringis tanpa memandang kearahku..

“maaf Pak..”

Yang kurasakan dia agak kasar ketika

menyingkirkan tanganku dari

pergelangan tangannya.

“Obati dulu luka dilututmu sebelum

bekerja. Dan kau terlambat hari ini..”

Aku sedikit mendengar gumaman tak

jelas dari bibir gadis itu yang

bergerak-gerak.

“Akan ada sangsi jika Kau terus

terlambat seperti ini..”

Dia mendongak menatapku.

Masih dengan kilatan dimatanya..

“Saya mengerti.. Maaf..”

Aku meninggalkannya yang sedang

menunduk meminta maaf, untuk

kemudian melangkah masuk kedalam gedung.

Aku melihat Ada Doni disana..

Berdiri dipinggir, diantara karyawan

lainnya. DanDan sudah berapa lama dia berdiri disana?

Apa dia juga mengawasiku dan gadis

itu tadi, Adik Yuri..?

“Selamat pagi Pak..”

Dia menyapaku formal, dan aku

mengangguk untuk menanggapi.

“Siapkan beberapa dokumen yang

kuperlukan. Aku menunggumu

diruanganku..”

“Baik Pak.. Saya akan

menyiapkannya”

sepuluh menit setelah Aku duduk

dikursi meja kerjaku, Doni

mengetuk pintu dan aku

mempersilahkannya masuk.

“Ini yang Kau perlukan..”

Dia meletakkan dua map biru diatas

meja kerjaku.

Aku masih tak memperhatikannya

karna sedang membaca satu file yang

masuk kedalam email perusahaan,

untuk kemudian membalasnya jika itu dirasa perlu.

Sejak tak ada Yuri, praktis aku

mengerjakan semuanya sendirian.

Tak ada yang bisa diandalkan untuk

mengerjakan pekerjaan ku sebaik apa yang Yuri kerjakan.

Mengingat Yuri..

Aku teringat keberadaannya dirumah

sakit jiwa itu. Dan Doni yang menyembunyikan kenyataan itu dariku.

Tapi aku tak akan menanyakan hal itu padanya.

Dia menyembunyikan hal itu dariku,

maka aku yakin dia juga tak

menginginkan aku untuk tahu

kenyataan itu.

Tapi aku butuh alasan mengapa dia

melakukan hal itu.

Maka dari pada menanyakan padanya,

Aku akan lebih suka mencari tahu hal

itu sendiri dengan bantuan seseorang yang telah ahli dalam penyelidikan tentunya.

“Aku akan memeriksanya.. Kau boleh

keluar”

Saat ini aku merasa sedikit muak

melihatnya.

Meski Aku sudah lama mengenalnya.

Meski kami bahkan tumbuh bersama.

Aku tak banyak tahu tentang

pribadinya.

Dia sangat tertutup untuk yang satu

itu.

Kecuali tentang dirinya yang tidak

mempunyai Ayah.

Dan ibu nya, Bibi Rahma yang

bekerja untuk keluargaku. Hingga

kemudian Papa membiayai semua

kebutuhan mereka termasuk

membiayai sekolahnya yang Papa

pindahkan ke sekolah yang sama

denganku, tak ada lagi yang kuketahui tentang Doni diluar itu.

Hingga sampai saat ini dia bekerja denganku, Doni tetaplah tertutup bahkan kadang aku merasa dia seperti menghindariku.

“Baiklah.. Jika kau mencariku, Aku

tidak ada dikantor siang nanti. Aku

memiliki janji dengan seseorang

diluar..”

“untuk urusan perusahaan?”

“Ya.. Tentu saja. Dia klien yang

kupegang. Aku akan melapor padamu nanti jika aku sudah mendapatkannya”

“Baik, pergilah..”

Aku membiarkannya keluar dari

ruanganku.

***

Pada jam makan siang, Aku benar-

benar tak menemukan Doni

diruangannya. Tadinya aku berpikir

mungkin Dia belum pergi, jadi aku

berniat mengajaknya untuk makan

siang denganku terlebih dulu diluar.

Aku mengurungkan niatanku dan

kembali keruanganku.

Menelpon bagian resepsionis

dibawah, Aku mengatakan pada

mereka untuk memesankan makanan untukku.

Aku menyebutkan menunya yang

kuinginkan sebelum menutup telpon.

Namun hingga hampir tiga puluh menit kemudian Aku dibuat kesal, mereka tak juga mengantarkan makananku.

Aku kelaparan karna tak sempat

sarapan dipagi tadi.

“Apa Kau sedang berniat membuatku

mati kelaparan!”

Aku meneriakkan itu pada seorang

resepsionis yang menjawab telponku..

“Yuna sedang mengantarnya keatas

Pak.. Mohon tunggu sebentar..”

Aku langsung menutup telponnya.

Yuna..

Gadis itu?

Benar saja tak sampai dua menit, ada

ketukan dipintu ruanganku.

“Pesanan anda Pak..”

“Masuklah.. Dan tutup pintunya..”

Author POV

Ketika kemudian Yuna

melangkahkan kakinya masuk dengan

membawa serta umpatan di dalam

hatinya, Ia membiarkan pintu

dibelakangnya terbuka dan

mengabaikan bagaimana Azka yang

memutar mata melihatnya.

Ia justru memasang wajah se-biasa

mungkin dan berusaha agar tetap

mengesankan rasa hormatnya pada

Azka.

Meski nampaknya gagal..

“Pesanan anda Pak.. Maaf

membuat anda menunggu lama..”

Meletakkan sebuah nampan yang

dibawanya keatas meja, Yuna

membungkuk untuk kemudian ingin

secepatnya melarikan diri dari

hadapan Azka ketika melihat tatapan

pria itu yang tak lepas darinya.

Oh..

Tentu saja karna hanya dirinya yang

berada diruangan itu.

Dan bagaimana jika dia berbuat

macam-macam.

Apa yang bisa dilakukannya?

Azka hampir terkikik geli melihat

kilatan dimata gadis itu berubah

menjadi tatapan ngeri kearahnya.

Dasar gadis bodoh..

“Semoga anda menikmatinya..”

Yuna membalikkan tubuhnya dan

selangkah kakinya menjauh, Ia dengan

terpaksa menghentikannya ketika

mendengar pertanyaan dari Azka..

“bagaimana dengan lututmu?”

Azka sudah memperhatikannya sejak

pertama Yuna melangkah dan

melihat bagaimana gadis itu berjalan

sedikit terpincang karna luka pada

lutut nya.

“Saya baik-baik saja Pak..”

Tanpa menoleh lagi, Yuna melangkah

keluar dan Azka hanya bisa

menghembuskan napas melihatnya.

Ia tak mungkin menghentikannya.

Tadinya Ia berniat untuk menanyakan

tentang Yuri pada gadis itu. Tapi

nampaknya Yuna tak cukup bisa

untuk diajak berbicara saat itu.

***

Keluar dari dalam lift, Yuna

melangkah dengan menghentakkan

kakinya kembali ke meja resepsionis

dengan Husna yang melihatnya

dengan dahi berkerut.

“Apa yang terjadi? Dia memarahimu?”

Yuna hanya mendengus kearahnya..

“Hei.. Katakan apa yang terjadi? Tuan

muda itu kembali menelpon dan

berteriak kelaparan tadi..”

Husna mencecarnya..

“Tidak ada yang terjadi. Aku hanya

mengantarkan makanannya dan

segera keluar dari ruangannya.

Berada disana membuatku ngeri

hingga bulu kudukku berdiri..”

Husna memutar mata

mendengarnya..

“Kau pikir dia hantu hingga

ruangannya ber-aura mistis. Dan yakin

tidak memandangnya?”

“Tidak.. Untuk apa aku

memandangnya. Bisa saja dia seorang

vampir yang akan menghisap

darahku..”

Yuna memasang ekspresi ngeri

diwajahnya yang justru membuat

Husna tergelak dalam tawa..

“Astaga, kau terlalu banyak menonton

film. Oh ya.. Tadi juga ada telpon dari

seorang pria yang mencarimu”

“siapa?”

Husna mengangkat kedua bahunya.

“Tidak tahu.. Dia tidak menyebutkan

nama. Aku mengatakan kau tidak ada

dan dia langsung menutup telpon..”

Yuna langsung berpikiran jika

Doni lah yang tadi menelponnya.

Tapi kenapa?

Dan ada apa?

Tadi Yuna melihatnya keluar kantor

tapi dia tak mengatakan apapun

padanya..

“Kau punya kekasih ya?”

Yuna hanya menggeleng sebagai

jawaban dan kemudian mengambil

ponsel dari dalam tas nya.

Ia memilih mengirimkan pesan pada

Doni..

“Kau tahu jam makan siang sudah

berakhir nona. Itu berarti waktu

istirahat telah selesai. Dan dilarang

memainkan ponsel selama jam

kerja..”

Oh dear…

Yuna langsung menyembunyikan

ponselnya kedalam tas dan menatap

kearah Azka yang sudah berada

dihadapan meja resepsionis nya.

Mengapa pria itu bisa tiba-tiba

muncul kehadapannya?

Dia benar seorang vampir?

Yuna merasa merinding pada kulitnya..

Dan mengapa

Ia bisa selalu terlihat bermasalah

didepan pria itu?

Sial..

“Maaf Pak.. Tapi saya tidak

sedang memainkan ponsel, saya

hanya menggunakannya untuk

mengirim pesan penting..”

“Tapi selama berada dikantor ku,

pekerjaan adalah hal yang paling

penting diatas segalanya..”

Yuna mengepalkan sebelah

tangannya, benar-benar merasa kesal

dengan apa yang baru Azka katakan

padanya.

Namun Ia terpaksa mengutuki dirinya

sendiri karna masih harus menahan

diri untuk tidak memaki kehadapan

pria itu.

“Saya mengerti..”

“Aku akan mencatat itu. Dan Kau pun harus mencatat, jika Aku bukanlah seorang vampir nona..”

Azka bisa melihat gadis itu

ternganga mendengarnya, dan Ia

mengabaikannya untuk beralih pada Husna.

“Aku ada pertemuan diluar.. Katakan

seperti itu jika ada yang mencariku”

Husna hanya mengangguk, tak bisa

mengeluarkan suaranya.

Pada saat Azka telah melangkah

menjauh dari meja resepsionis

dengan beberapa orang

dibelakangnya, Ia langsung bernapas

dengan berlebihan.

Ia sudah menahan napasnya sejak

tadi.

“Sial Yuna, dia mendengar

pembicaraan kita..”

“Ya, benar-benar sial..”

***

to be continued

1
Chie Oza
up donk kak...😊
Chie Oza
masih setia menanti kelanjutan nya kak...😘😘😘
🏘⃝Aⁿᵘᴠͥɪͣᴘͫ✮⃝ȋ⏤͟͟͞R🍒⃞⃟🦅
hai hai thor... selalu setia nunggu update nya nih...stay safe and positif ya
Agatha Dewi
up thor
Agatha Dewi
semangat thor
Agatha Dewi
bagus ceritanya
Noejan
Hadir thorr, semangatt 🍉
Chie Oza
up donk thor💪💪💪👍🙏
Karyati Sholapari
harusnya di bawa, ke salon dulu.. menikur pedikur.. trus belanja baju. sepatu.. ajarin pake make up yg bener.. pasti ngga kalah sm jesica
Karyati Sholapari
kereeeennn...
writer in box
salam dari iya dia istriku kisah ketulusan seorang suami yang merawat istrinya yang menderita ganguan jiwa/skizofrenia. Boom like dari iya dia Iya dia istriku💪💪🥰🥰🥰
Ayunina Sharlyn
lanjut 😄
Fatkun Nasir
lanjut
Chie Oza
lanjut donk thor🙏
isyabiy
kk nya kok selfish mulu aduhai
isyabiy
yuna ni trima ajala kok susah bgt
isyabiy
cinta x bisa d pksakn yuri begok
isyabiy
yuri ku nsihat kn prgi ambil tali gntung la dirimu
isyabiy
hrp yuri samanya arkhan itu la
isyabiy
yuna nya bego tpya la tunjuk diri sok baik kuat d blkg akhrnya trlka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!