NovelToon NovelToon
Forget Hate, Remember Love

Forget Hate, Remember Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Gadis Amnesia / Orang Disabilitas
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Joy Jasmine

"Kakak, aku haus. Ambilin minum, dong!"

"Aku enggak sedih lagi, karena punya suami sebaik Kakak."

"Kakak udah maafin aku. Tapi Kakak enggak peluk aku."

Juan tak pernah mengira hidupnya akan berubah seperti ini.

Istri yang dulu bersikap dingin, tidak peduli, bahkan pernah meremehkannya karena kelumpuhannya, kini justru terus menempel di sisinya.

Sebuah kecelakaan telah merenggut sebagian ingatan Ailin.

Wanita itu melupakan tahun-tahun penuh kebencian di antara mereka. Melupakan luka yang pernah tercipta. Melupakan alasan mengapa ia begitu membenci suaminya.

Yang tersisa hanyalah Ailin dengan kepribadian ceria, banyak bicara, penuh perhatian, dan tanpa sadar terus membuat jantung Juan berdebar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Juan kembali memiliki harapan.

Namun harapan itu datang bersama ketakutan.

Karena cepat atau lambat, ingatan Ailin akan kembali.

Dan saat hari itu tiba...

Akankah wanita itu tetap memilihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joy Jasmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 ~ Mimpi yang Menyakitkan

Sementara Ailin larut dalam acara memasaknya, tangannya sibuk dengan spatula. Hingga aroma bawang putih cincang segera memenuhi dapur. Wangi yang menghangatkan, namun dengan cepat membangunkan para cacing yang menumpang hidup di perut sang adik ipar.

Lulu menelan ludah, apalagi ketika melihat Ailin yang begitu lihai mencampur telur dan nasi, menambahkan kecap asin dan sedikit minyak wijen. Penampakan yang sangat lezat dari luar, namun tidak tahu dengan rasanya.

Dalam tiga menit, egg fried rice ala Chinese itu telah jadi. Sederhana, cepat, tapi terlihat menggiurkan. Lulu tanpa sadar menelan ludah saat sang kakak ipar mulai menyedok nasi goreng ke dalam piring.

Ailin akhirnya membalikan badan dengan sebuah piring di tangan. Ia tersenyum penuh makna. "Itu berarti kakakmu sangat mencintaiku sampai aku enggak diperbolehkan ke dapur."

Wanita itu tersenyum dengan percaya diri, kedua alisnya ia naik turunkan dengan sombong. Sementara Lulu membuka mulutnya syok, ia tidak pernah tahu Ailin bisa sepercaya diri itu.

"Tapi kamu tenang saja, kakakmu enggak akan tahu aku melangkah ke dapur. Jadi dia enggak akan marahin kamu."

"Hah, yang benar saja? Aku juga enggak nyuruh kau ke sini." Lulu yang kesal tidak mengontrol suaranya lagi. Ia sudah kelaparan, tapi Ailin tak kunjung memberikan makanannya.

Sementara Ailin sedikit berjinjit, ia melongokkan kepalanya seakan ada seseorang di belakang sang adik ipar. Lalu berkata dengan suara pelan, "Kak Juan? Jangan marahin Lulu, aku yang sengaja ingin memasakkannya sesuatu."

Lulu yang mendengar perkataan wanita itu menelan ludah kasar. Meski tidak merasa bersalah, tapi ia juga takut akan kemarahan sang kakak. Jadi gadis itu menoleh pelan, pelan hingga tak melihat seorang pun di sana.

Ia akhirnya menggeram kesal. Kembali berbalik pada Ailin yang tak lagi pada tempatnya. Hanya tertinggal sepiring nasi goreng di atas meja dapur.

"Jangan lupa besok pinjamin aku pakaian. Oh ya, maaf juga untuk tadi karena sudah jambak kamu." Ailin yang telah berdiri di depan pintu dapur sedikit mengeraskan suaranya.

"Kau!" Lulu yang ingin mengejar akhirnya urung saat Ailin telah berlari pergi. Gadis itu menatap nasi goreng yang seperti memanggilnya untuk dimakan.

"Ya, aku makan karena enggak mau menyia-nyiakan. Sayang sekali kan kalau dibuang?" Ia mulai menyendok satu suap ke dalam mulut, saat itu juga kedua matanya membesar.

"Dia ternyata bisa memasak."

.

.

.

"Kamu mau ke mana?" Juan menekan tuas kursi rodanya. Tangannya meraih lengan sang istri yang menepis kasar.

"Bukan urusan kamu!"

"Kamu istriku. Mau pergi ke mana, harus melalui izinku!"

Ailin menatap cukup lama, lalu tiba-tiba tertawa hambar. "Istri? Istri yang kamu hancurkan masa depannya?"

"Aku enggak pernah mengekang kamu. Kamu masih bisa melakukan apa yang kamu suka meski sudah jadi istriku."

"Enggak mengekang? Lalu tadi apa? Kamu enggak mengizinkan aku pergi, kan?"

"Itu karena kamu mau pergi dengan pria itu."

"DIA REKAN KERJA!"

"Rekan kerja apa yang sampai membuat rumor di luar sana?" Kedua tangan Juan mengerat setelah tanpa sadar meninggikan suaranya.

"Jangan bilang kamu beneran selingkuh dengannya?" tuduh Juan membuat Ailin memandang tidak percaya. Wanita itu bergeming sesaat, lalu berusaha menarik napasnya yang tercekat.

"Kalau aku bisa memutar waktu, aku memilih untuk enggak pernah mengenalmu!" Ailin berkata dengan suara rendah. Namun air mata yang tergenang menunjukkan kerapuhan yang selama ini ia sembunyikan.

Juan terpaku.

Suara itu terus bergema di telinganya, bahkan ketika sosok Ailin perlahan mengabur di dalam mimpi.

...

"Ailin." Juan membuka kedua matanya kaget. Pria itu memandang ke samping, menatap kaget pada wanita yang berdiri kaku dengan ujung selimut di tangan.

"Kakak memimpikanku, ya?" tanya Ailin dengan senyum tertahan. Tangannya yang menarik selimut itu menggenggam tanpa sadar. Kedua mata bulatnya menatap pria di depannya penuh keingintahuan.

Juan berdehem canggung, kedua matanya merah tergenang air mata. Ia lalu memandang ke arah lain hingga sang istri memiringkan kepalanya.

"Kakak nangis? Kenapa?" tanya Ailin dengan kening berkerut. Wanita itu menaruh ujung selimut, berjalan melingkari tempat tidur hingga berdiri di depan sang suami.

.

.

.

1
falea sezi
🤣🤣 ngakak
Manda
🤣🤣🤣
falea sezi
g lanjut kah
Joey: Lanjut dong😁
Bentar lagi update kok ✨
total 1 replies
falea sezi
baru nyimak klo bagus q ksih hadiah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!