"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantin Baru
Tangis haru terdengar di mansion Brisek saat Gema dan Chila sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Semua merasa terharu sekaligus bahagia karena acara berjalan dengan lancar.
Chila menghela nafasnya panjang, sekarang dia sudah menjadi seorang istri. Gadis itu melirik ke arah sampingnya di mana Gema terlihat mengusap air matanya yang jatuh.
Bukankah yang seharusnya menangis adalah Chila?
Dunia benar-benar terbalik sekarang.
Setelah acara pernikahan, keluarga Brisek dan Bamantara saling berbincang satu sama lain.
Sementara pasangan suami istri baru ditinggal berduaan saja.
"Akhirnya," Gema mencoba meraih tangan Chila untuk dia genggam.
Namun, Chila berusaha menjauhkan tangannya.
"Ingat perjanjian kita, Gema!" Chila berusaha mengingatkan kembali.
"Perjanjian kita hanya melakukan hubungan suami istri jadi berpegangan tangan tidak termasuk," balas Gema dengan cepat meraih tangan istrinya itu.
Gema menggenggam kuat tangan itu lalu mengecup punggung tangan Chila penuh kasih sayang.
"Mulai sekarang kau adalah tanggung jawabku," lanjutnya.
Kalau Chila meladeni Gema pasti akan membuang tenaganya jadi dia hanya bisa pasrah tangannya diciumi oleh pemuda itu.
"Jadi, setelah ini bagaimana?" tanya Chila.
"Tentu saja kita akan tinggal bersama di apartemen," jawab Gema.
Sebenarnya Gema ingin menyewa kos-kosan saja karena merasa lebih romantis jika di ruangan yang sempit. Tapi, Galang memarahinya habis-habisan sebab memberikan istri fasilitas seperti itu.
Jadi apa boleh buat, Gema akhirnya akan menggunakan salah satu apartemen milik keluarganya.
"Tapi, malam ini aku ingin tidur di sini," pinta Chila.
"Tidak masalah, aku juga ingin merasakan tinggal bersama mertua," balas Gema tanpa beban.
Berbeda dengan keluarga Bamantara yang tampak tidak enak hati karena meninggalkan Gema di sana.
"Jika anak itu membuat masalah, silahkan hubungi kami tanpa sungkan," ucap Galang sebelum pergi.
"Jangan khawatirkan apapun, sekarang Gema juga bagian dari keluarga Brisek," balas Armon.
Selepas kepergian keluarga Bamantara, buru-buru Chila naik ke kamarnya untuk berganti baju yang lebih santai.
"Biar aku yang membantumu, istriku," ucap Gema menawarkan diri.
"Tidak perlu," tolak Chila.
"Dan jangan ikut ke kamar mandi!"
Gadis itu memberi peringatan keras.
Gema menghela nafasnya, dia harus bisa bersabar untuk mendapatkan hati Chila.
Jantungnya masih berdebar karena tidak menyangka bisa menjadikan Chila istrinya, ditambah sekarang dia berada di kamar gadis itu.
"Apa yang dilakukan suami biasanya?" gumam Gema yang masih belajar dengan status barunya.
"Sementara aku tidak bekerja karena masih sekolah setelah itu aku harus kuliah," lanjutnya bermonolog pada dirinya sendiri.
Sampai dia merasa jika Chila sudah keluar dari kamar mandi, gadis itu tidak biasa dengan orang asing yang berada di kamarnya.
"Apa kau lelah, istriku?" tanya Gema perhatian.
"Kemarilah, pelukanku akan menghangatkan tubuhmu!"
Gema merentangkan dua tangannya dan menawarkan tubuhnya sendiri secara suka rela.
"Ish, jangan modus!" kesal Chila. Dia justru ingin keluar dari kamarnya.
"Tunggu!"
Gema berusaha mencegah sang istri, dia mengambil kunci kamar Chila supaya tidak bisa keluar.
"Gema, apa yang kau lakukan?" protes Chila.
"Cepat berikan kuncinya!"
"Tidak mau," tolak Gema seraya memasukkan kunci itu dalam celananya.
"Harus menurut dulu pada suami!"
"Aku tidak mau dipeluk jadi jangan mencari kesempatan terus," balas Chila kesal. Dia akhirnya mendekat dan berusaha mengambil kunci kamarnya di salah satu kantong celana Gema.
"Cepat berikan!"
Chila meraba bagian celana Gema yang membuat pemuda itu tertawa geli.
"Ya ampun, istriku sangat nakal. Kalau begini terus nanti ada yang bangun," ucapnya.
cui cui cui