NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 ( Arven Dan Misinya Yang Gagal )

Malam tadi tepatnya tengah malam, Arven membuat grup yang berisi dirinya, Bayu dan Reza.

Saat pagi hari Reza dan Bayu pun langsung berkomentar didalam grup itu.

[Reza : Grup apaan ini ?]

[Bayu : Masa nama grupnya operasi cinta Alena, norak ]

[Reza : Harusnya tuh, Misi Mendapatkan Hati Calon Istri ]

Arven yang baru membuka ponselnya itu langsung ikut menimbrung di grup tersebut.

[Arven : Ga penting apa nama grupnya]

[Arven : Yang penting itu misinya ]

Kemudian kedua temanya mulai menjawab

[Reza : Misi lo apa hari ini sih ? ]

[Bayu : Kalau kata gue sih, lo bikin salting aja Ar ]

[Reza : Bay, cara bikin Alena cemburu aja dia gatau. Apa lagi cara bikin perempuan salting]

[Bayu : Astaga gue lupa Za ]

[Arven : Kalian niat bantu gue ga sih ?]

[Bayu : Niat lah]

[Reza : Tenang gue punya ide]

....

Karena kelas kosong hari ini, Alena pun bisa memiliki waktu untuk bersantai.

Namun saat Alena keluar dari dalam rumahnya, ia terkejut melihat mobil Arven terparkir dihalaman rumahnya.

Dan benar saja pria itu keluar dari dalam mobilnya.

" Ngapain lo kesini ? "

Alena bertanya dengan ketus, karena sebenarnya ia sendiri masih kesal dengan Arven

" Emang ada larangannya kalau gue ga boleh kesini ? "

Alena yang sedang malas berdebat, akhirnya memilih mengabaikan Arven

" Masih Cemburu ? "

Alena menoleh dan menatap Arven sinis

" Ga ada hak juga buat cemburu "

" Ya tapi ga apa apa juga sih kalau lo mau cemburu "

" Itu kata kata gue "

" Pinjem, pelit banget "

" Ga gratis "

Ucap Alena ketus

Tiba-tiba Arven mengeluarkan ponselnya dan melakukan yang Alena tak tau apa

" Udah masuk, cek aja " ucap Arven dengan santai

" Apanya ? "

Alena pun langsung membuka ponselnya, dan ia pun terkejut melihat Arven yang mengirimkan uang kepada dirinya.

" Gila .. "

" Ngapain ? "

" Katanya tadi ga gratis "

" Gue balikin aja "

" Ga usah buat lo aja. Kalau lo balikin, artinya lo setuju gue nikah sama cewek yang kemarin "

Alena pun akhirnya memasukkan ponselnya kedalam sakunya.

" Ikut gue yuk " ucap Arven

" Kemana ? Gue belum mandi "

" Yaudah gue tunggu, 5 menit "

" Itu sih buka baju doang "

" Yaudah 30 menit, kalau gagal ada hukumannya "

" Apa ? "

" Nanti juga tau, dah sana cepetan "

Alena pun langsung masuk dengan cepat, sedangkan Arven ia tertawa melihat nya

Alena tidak memiliki waktu banyak, hingga akhirnya kurang dari lima menit Alena sudah kembali menemui Arven.

Alena memakai dres putih selutut dengan rambut yang terurai, ditambah make up tipis diwajahnya

Arven hampir tak bisa berkedip menatap Alena.

" Kenapa sih ? gue aneh ya ? yaudah gue ganti aja deh "

Baru Alena berbalik badan, Arven dengan cepat menarik tangan Alena.

" Lo cantik, cantik banget malahan "

Alena pun merasa salah tingkah karena ucapan Arven

" Jadi pergi ga ? "

" Jadi, ayo "

Segera Alena dan Arven pun masuk kedalam mobil, dan mobil pun mulai meninggalkan halaman rumah Alena.

Sepanjang perjalanan Alena terus menatap kearah jendela, sedangkan Arven ia sesekali mencuri pandangannya.

Karena merasa terlalu sunyi, Arven pun memutar salah satu lagu di mobilnya.

" Sejujurnya ingin ku katakan saja, dari hati ini ku mencintaimu.. Kuharap kau kan mengerti dan percayakan hatimu, semuanya kini terserah padamu "

Alena menoleh saat Arven menyanyikan lagu yang ia putar itu

" Ga ada receh "

Ucap Alena, sedangkan Arven hanya tersenyum

Setelah menempuh perjalanan, keduanya pun sampai disebuah pantai.

Alena segera turun dan di susul oleh Arven.

Deburan ombak terdengar jelas ditelinga Alena

Dengan senyumannya yang lebar, Alena pun mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar.

" Foto lautnya doang nih ? " ucap Arven yang tepat berada di belakang Alena

" Terus ? "

" Yaaa mungkin bisa lebih bagus kalau ada kita berdua di foto itu "

Alena menoleh perlahan, hingga jarak keduanya kini terasa sangat dekat.

" Lo ajak aja foto cewek kemarin yang lo mau ajak nikah "

Alena pun langsung berjalan meninggalkan Arven.

Arven tersenyum dan mengikuti langkah Alena.

" Sayangnya dia ga mau Al "

" Katanya gara-gara gue sakit "

ucap Arven yang kini kembali berada di belakang Alena

" Oh " Jawab Alena singkat

" Kalau lo gimana Al ? "

" Gimana apanya ? "

" Kalau misalnya lo yang diajak nikah, lo mau ga ? "

Tubuh Alena membeku..

Bahkan jantungnya kini tengah berdebar dengan kencang.

" Ga usah di jawab sekarang juga sih, jadi santai aja "

Arven pun berjalan menuju air laut, dan Alena pun mengikuti dirinya

" Arven basah baju gue nanti " kata Alena saat Arven menyiram dengan air laut

" Ga apa apa, nanti juga kering "

" Nyebelin banget"

Alena pun membalasnya, hingga baju Arven sedikit basah.

Keduanya tertawa lepas, bahkan Arven merasa jika saat ini ia seperti layaknya manusia normal.

...

Setelah puas bermain air, Alena dan Arven duduk dipinggir pantai sambil menikmati kelapa muda yang mereka pesan disana.

" Sayang ya Al " ucap Arven tiba-tiba saja

" Kenapa sayang ? " Alena menoleh

" Engga, engga apa apa sayang "

"ARVEN " Alena memukul lengan Arven dan Arven pun tertawa

Arven meraih tangan Alena, ia mengusapnya dengan lembut.

Jantung Alena pun berdebar dengan kencang, bahkan ia sendiri tak tau harus apa sekarang.

" Arven.. "

" Hmm "

Arven menoleh

" Soal misi lo "

" Lo bilang kalau gue dilarang buat jatuh cinta kan sama lo ? "

" Ya, terus ? "

Alena menoleh dan menatap Arven

" Gimana caranya biar gue ga jatuh cinta sama lo ? "

Senyum Arven memudar, sedangkan Alena menatap Arven dengan tatapan penuh tanya.

" Arven.. "

" Hmm "

Alena menyandarkan kepalanya di pundak Arven, dan merangkul lengan pria itu.

Jantung Arven berdebar dengan kencang, bahkan semua rencananya hancur begitu saja

" Kalau misi gue udah selesai nanti "

" Lo masih mau ketemu sama gue, Ar ? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!