NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Status: tamat
Genre:Action / Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Menceritakan seorang pemuda hebat yang hidup di Dunia Sihir. Tapi dia harus mati setelah dihianati oleh suatu kelompok yang telah ia bantu. Meskipun telah mati, rupanya ia bereinkarnasi ke Dimensi Lain setelah jiwanya dan pikirannya masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih remaja.

Ternyata, kehidupan di Dunia barunya, bukanlah Dunia Sihir, tepatnya Dunia yang biasa-biasa saja. Tapi ada 1 hal yang membuat dirinya istimewa, yaitu dia bisa menggunakan Sihir.

***

Note : Cerita ini berlatar Multiverse dan Sequel dari cerita 'OVERSOLDIER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 09

"Apa kamu membelanya, Lina ?" balas Radit menatap Sang pacar.

Lina hanya menghela nafasnya. Lalu menjawab. "Aku tak membela siapapun. Tapi aku tau mana yang salah dan mana yang benar."

"Kamu pasti sudah tau 'kan, Kalau dia telah membuat sepupuku malu ?" kata Radit bertanya kepada Lina.

Lina menghela nafasnya lagi. "Itu salahnya sendiri. Meski orang terkaya, seharusnya sepupumu tidak berbuat seenaknya."

"Tapi tetap saja, aku sedikit tidak terima. Yahh.., walau sedikit senang juga kalau dia membuat malu Niko. Sesekali diberi pelajaran." jawab Radit.

"Sudahlah, gak usah berbicara tentang sepupumu. Kita disini bukan membicarakan sepupumu." balas Lina.

Radit tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Ya, kau benar. Bisa-bisa makanan kita keburu dingin."

Mereka berdua pun menyudahi membicarakan Niko. Radit dan Lina pun segera makan. Yah, karena Radi mengajak Sang Pacar untuk makan di luar.

Pacarnya bernama Carlina, dipanggil Lina. Dia juga bersekolah SMA Negeri 2 Kota J. Dia duduk di kelas 2. Bisa dikatakan dia salah satu siswi-siswi tercantik di sekolahnya. Radit dan Lina sama-sama berumur 18 tahun.

Meski duduk di kelas 2, dia seumuran dengan Radit. Karena dulu, orang tua Lina telat mendaftarkan dia, karena dulu tempat tinggalnya selalu pindah-pindah. Ketika Lina sudah di umur 8 tahun, dia baru di kelas 1 SD.

.....

Sementara Disisi Lain.

Terlihat seorang remaja tengah berdiri dihadapan kelima laki-laki berbadan besar. Remaja itu terlihat sedang memarahi kelima laki-laki berbadan besar itu.

"Aku sudah membayar kalian semua, lalu apa hasilnya ?"

"Maafkan kami tuan Niko. Kami tidak menduga kalau Laki-laki bernama Peter itu sangat kuat." jawab salah satu dari mereka.

Remaja itu rupanya bernama Niko.

Niko mendengar jawaban dari salah satu anak buah bayarannya, tersenyum sini. "Sangat kuat ? Yang salah adalah kalian berlima !! Kalian terlalu meremehkan target kalian !!"

Tak ada yang menjawab ucapan Niko. Mengingat Niko adalah anak orang kaya yang cukup berengaruh di Kota J. Kalai bukan, pasti mereka berlima sudah menghabisi wajah tampan Niko.

"Kalian benar-benar mengecewakanku." kata Niko menatap tajam mereka berlima satu-persatu.

Salah satu dari mereka bersuara. "Jujur saja tuan. Kami sempat meremehkannya ketika melihat di secara langsung. Tapi sungguh, saat berhadapan dan bertarung dengannya, dia seperti bukan manusia biasa. Dia seperti memiliki khodam."

Niko tersenyum mengejek. "Khodam ? Kalian percaya dengan hal seperti itu ? Atau hanya alasan kalian saja yang tak mampu memberinya pelajaran ?"

"Tapi Tuan, sungguh kami berkata jujur dia seperti memiliki pegangan. Cara bertarungnya juga tidak biasa ada umumnya."

"Kalian terlalu banyak bicara !!" Niko membentak, seketika semua membeku diam.

"Aku kasih kalian 1 kesempatan lagi untuk menghabisi Peter." kata Niko lalu ia pergi meninggalkan kelima anak buah bayarannya.

Semua menghela nafasnya setelah melihat Niko dan para bodyguardnya telah pergi dari tempat persembunyian mereka.

"Andai saja dia bukan anak dari Tuan William, sudah pasti kubuat dia tak bisa berjalan."

Keempat temannya mengangguk kepalanya.

"Dia tak tau kalau targetnya seperti bukan manusia."

"Apa hanya kamu saja yang berfikir seperti itu ? Tentu saja aku berfikir hal yang sama sepertimu. Aku kena pukulannya, dan membuatku jatuh begitu jauh."

"Itu tak seberapa kawan, wajahku kena tendangnya, rasanya itu sakitnya minta ampun."

"Kalian tak seberapa, aku seperti tersengat listrik. Bukankah itu aneh ? Dengan tangan kosong dia bisa membuatku kejang-kejang."

Keempat temannya menatapnya dengan tatapan menyedihkan dan merasa iba kepada temannya yang satu ini.

.....

Hari telah malam. Saat ini Peter tengah dalam perjalanan pulang ke kos-kosannya. Kebetulan ia memakai jaket hoodie, di tambah udaranya sudah sangat dingin, entah kemungkinan akan hujan atau tidak.

Saat ia tengah berjalan di jalan sempit yang biasanya ia lewati, ia melihat-lihat sekelilingnya. Apakah hanya dia seorang atau tidak ?

"Aman."

Tak ada siapapun di tempat itu.

Dan, Wusssss.....!!! Peter melompat dan seketika ia langsung terbang ke arah langit. Ia terbang dengan bantuan Sihir Anginnya.

Beberapa saat kemudian.

Kini Peter tengah terbang melayang di atas langit. Mungkin dari jaraknya kurang lebih 500 meter dari permukaan tanah. Ia melihat sekeliling kota J. Peter tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah di matanya.

Pemandangan lampu-lampu dari semua bangunan dan lampu semua kendaraan, mewarnai gelapnya malam di kota itu. Perlahan ia menurunkan dirinya untuk mendarat di atap sebuah gedung perusahaan yang entah apa namanya.

Namun, baru melayang di jarak 3 meter dari permukaan laut, indra pendengarannya mendengar suara sirine polisi. Peter menoleh mencari sumber suara itu. Penglihatannya memandang ke arah 1 buah mobil dan 3 motor.

Kedua kendaraan itu di kendarai oleh para polisi. Rupanya mereka tengah mengejar sebuah motor yang dinaiki 2 orang. Peter terbang mengikuti kedua orang itu, dan rombongan polisi. Sambil terbang, ia pelahan menurunkan jaraknya ke bawah.

Kini jarak terbangnya sudah kurang lebih 150 meter dari permukaan tanah. Ia melihat 2 orang yang dikejar rombongan polisi. Peter menduga-duga kalau mereka berdua ugal-ugalan naik motornya atau melanggar lalu lintas. Dia malas berurusan dengan polisi.

Karena sudah banyak oknum-oknum polisi. Mengingat itu ia lebih baik biarkan saja. Tampang baik belum tentu baik. Seperti hal-nya oknum. Tampang baik tapi diam-diam nakal. Peter memilih berbalik dan kembali terbang pergi dari sana. Membiarkan polisi menjalankan tugasnya.

Dor...!!

Namun, ia terdiam mendengar dan melihat 1 orang bonceng atau duduk dibelakang di motor itu memegang sebuah pistol, dan menembaki ke arah rombongan polisi.

Peter tidak diam saja. Bukan karena ingin membantu polisi, melainkan karena tak ingin warga biasa yang tak tau apa-apa juga ikut terkena tembakan.

Mengingat jaket hoodie-nya memiliki kain untuk menutupi kepalanya, ia segera memakainya. Peter lalu Sihir Apinya untuk membuatnya terbang lebih cepat ke arah 2 orang itu.

Peter melesat terbang turun mendekat. Salah satu tangannya mengarah ke motor mereka berdua. Wuussss.....!! Peter menggunakan Sihir Anginnya untuk membuat motor itu jatuh.

Dan benar saja, ulah Sihir Angin Peter membuat motor yang mereka naiki terjatuh. Kedua orang itu tergeletak dengan memasang wajah sama-sama shock.

Rombongan polisi menghentikan kendaraan mereka. Mereka terdiam, melihat 2 orang yang mereka kejar telah jatuh. Lalu pandangan mereka melihat seseorang yang tengah melayang di udara.

Tentu saja, meraka membeku melihatnya. Peter yang sadar hal itu, ia segera terbang pergi menjauhi dari tempat itu. Beruntung hari telah malam, dan kepalanya tertutup kain dari jaketnya, sehingga wajahnya tak kelihatan.

.....

Disisi Peter yang tengah terbang tinggi di langit. Tangan kanannya memegang dadanya. "Huaaahhh...!!" dengan kedua matanya yang melebar.

"Tadi benar-benar luar biasa." ucapnya sambil tersenyum senang.

Namun beberapa detik kemudian, senyumannya memudar. "Lebih baik aku menahan diri saja. Aku tidak mau terlibat dengan hal-hal yang berkaitan sok pahlawan."

___________

Jangan Lupa Like.

1
KERUPUK GORENG
mantap
KERUPUK GORENG
dri bab 1- bab 24 itu berapa total halamannya ad berapa? soalnya mau buat tugas sekolah
Dimas Setiawan
mantap
Dimas Setiawan
wow
Dimas Setiawan
nice
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
bunuh
Dimas Setiawan
sikat
Muhammad Rizky
lawan manusia biasa aja pake sihir pdhl bisa Seni bela diri
Min sua
sedikit typo
M Black
.
hoomano1D
keknya pernah baca, tp lupa...
ternyata kalo tdk dijdkan favorit/masuk rak buku, malah like yg sebelumya hilang semua..
ARA
Oo.. Temannya Sean ternyata😊👍
Dwiwahyu Prihantini
kampung sihir🤔🤔🤔
Mukhlis B
Kalau pandangan 200 meter lah yg nampak kan titik saja kok peter enak saja melihatmu segitu hebatnya.peter
AngGa
Haaah,,Kalo gua jadi MC,senggol dah bacok
Rizky Maulana
bukannya itu gadis yg dimaksud anaknya si jonatahan si queen kan ?
Raptor
kevin janc*k. Ngakak 😂😂😂👍
Mat Grobak
kampung sihir
[ Azuya ]
penghianatan itu diperlukan untuk mengubah org yg naif menjadi tidak naif....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!