NovelToon NovelToon
Naik Ranjang : Menjadi Istri Kakak Iparku

Naik Ranjang : Menjadi Istri Kakak Iparku

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: KGDan

Kematian kakak Debora, Riska, sungguh membuat semua keluarga sangat berduka.

Riska, meninggal saat melahirkan anak pertamanya. Tubuhnya yang lemah, membuat dia tidak bisa bertahan.

Karena keadaan, semua keluarga menginginkan Debora, menggantikan
posisi kakaknya yang sudah meninggal, menjadi istri kakak iparnya.

Debora terpaksa menerima pernikahan itu, karena keponakannya yang masih bayi, perlu seorang Ibu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

Victor mematung lagi di tempatnya, kali ini karena mendengar apa yang barusan di katakan Debora.

Gadis yang di anggapnya, masih gadis ingusan itu, ternyata seorang gadis yang kasar dan tidak berperasaan.

Dia berpikir, seperti apa jadinya rumah tangga yang akan di jalaninya, menghadapi istri yang masih belum dewasa.

Debora tidak ingin melayaninya, dan bersikap bermusuhan dengan dirinya.

"Ayo, cepat pergi sana masak, Tuan tercinta mu mau makan lagi, katanya dia masih lapar!" sahut Debora menatap Pelayan bernama Ira itu.

Victor sudah tidak tahan lagi, dia pun mendorong kursinya ke belakang, lalu bangkit dari duduknya.

Victor kemudian keluar dari ruang makan itu, dengan perasaan jengkel.

"Bukannya lapar, kenapa malah pergi? ah, masa bodoh lah!" kata Debora dengan cueknya.

Sementara itu, pelayan yang bernama Ira itu masih berdiri di tempatnya.

Debora cuek saja, tidak memperdulikan pelayan itu, dan kembali melanjutkan makannya.

Pelayan yang bernama Ira itu, akhirnya kembali lagi ke Mansion belakang, untuk mengerjakan tugas lainnya.

Debora dengan santainya menyelesaikan makan siangnya, dan setelah selesai, kemudian membersihkan piring kotornya.

Setelah Debora selesai makan siang dan bersih-bersih, dia pun menuju kamar Arthur.

Ternyata Arthur baru saja bangun, dan begitu melihat Debora, ponakannya itu terlihat begitu senang.

Dia menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, menunjukkan betapa senangnya dia melihat Debora.

"Putra Mama, senang yaa...!" sahut Debora tersenyum lebar melihat Arthur, yang semakin cepat menggoyangkan tangan dan kakinya.

Debora kemudian mengangkat tubuh kecil Arthur, dan membawanya ke dalam gendongannya.

"Pergilah makan siang, Nita!" sahut Debora kepada pengasuh ponakannya itu.

"Baik Nyonya, ini susu Arthur!" kata Nita memberikan botol susu kepada Debora, yang baru saja dia seduh, lalu kemudian pergi untuk makan siang.

Debora membawa Arthur ke sofa, lalu duduk untuk memberi Arthur minum susu.

Arthur senang sekali, begitu Debora memberinya, meminum susu botolnya.

Arthur terlihat seperti kelaparan, susu dalam botol itu pun habis setengah dengan cepat.

Debora dengan tersenyum senang, mengelus kepala Arthur dengan lembut.

Sepuluh menit kemudian, Arthur pun menghabiskan susunya.

"Anak pintar!" ucap Debora tersenyum senang, dan meletakkan botol susu yang sudah kosong ke atas meja sofa.

Debora kemudian menaikkan kakinya ke sofa, dan kemudian meluruskan kakinya.

Setengah berbaring, dengan menyanggah punggungnya ke tangan sofa, Debora meletakkan tubuh kecil Arthur di kedua pahanya.

Debora pun mulai mengajak Arthur bercanda, menutup ke dua wajahnya dengan telapak tangannya.

Setelah itu membukanya dengan tiba-tiba, sambil berkata 'cilukba', yang membuat Arthur cekikikan kesenangan.

Suara tawa bayi itu terdengar begitu enak sekali di dengar, sampai tubuh kecilnya berguncang, saat tertawa.

Sepasang mata yang sedari tadi, saat Arthur selesai minum susu, memandang pemandangan itu tidak berkedip.

Terlihat begitu menyenangkan, dan sangat enak di lihat.

Wajah galak yang tadi dilihatnya, sekarang terlihat begitu bahagia, dan sangat ceria.

Mata itu terus saja memandang tidak bosan, rasanya dia ingin juga bergabung dan ikut bercanda.

"Tuan, kenapa tidak masuk?" sebuah suara di belakangnya, membuat si empunya sepasang mata itu tersentak.

Debora menghentikan tawanya, dan menoleh ke pintu kamar begitu mendengar suara Nita.

Di ambang pintu kamar, tampak Victor berdiri memegang gagang pintu, dan Nita di belakang pria itu, hendak masuk ke dalam kamar.

"Tidak!" ujar Victor, lalu berbalik pergi dari sana.

Nita masuk ke dalam kamar, dan menutup kembali pintu kamar.

Bersambung.....

1
selvysurya inten
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Qatul28
Ini si Victor nya kena tipu mulu sama cewek ya.
Mariana Frutty
Ade Bunda86
siapa kira" pelakunya
Sutri Ana
Sandra salomee 🤣🤣🤣
Maia Nurhayati
cerita ny menarik.ada.DDE.kecil🤭
Baby
Besttttt
Qatul28
sebenarnya ceritanya lumayan menarik, walaupun template. Sayangnya terlalu banyak yang tidak masuk akal, seperti kenapa tidak di bawa ke RS dulu ibunya? Terus tahu buta permanen darimana? Mereka kan kaya ya, mana tau ada teknologi kesehatan gitu, atau kalau emang buta permanen cari donor. Intinya normalnya orang mikir buat periksa dulu. Semoga ada masanya cerita ini di upgrade dengan riset lebih dalam. Semangat author💪🙏
Qatul28
Telat! Duhh.. suka sebel sama orang seperti Willi.
Qatul28
Sandra beneran psycopath sih. Tapi, disekap tanpa makan 21 tahun, apa ga jadi mayat? atau ada yg nganter makan?
Qatul28
makanya jadi manusia jangan mudah percaya Pak Willi, dikibuli kan??
Qatul28
Sudah kuduga alurnya seperti ini, masih hidup si Riska.
Qatul28
fiks sih Debora bukan anak kandung.
Qatul28
berawal dari sakit jadi perhatian kan🤭
Qatul28
harusnya mah di usir aja sekalian Victor. elu yee!
Qatul28
Aduh Victor. aku yang gregetan.
Eudogsiaabraham Eudogsiaabraham
alur ceritanya menarik, tapi semoga kedepannya tdk bertele2
ayu cantik
bagus
ayu cantik
suka
Yulia
pokoknya kereen 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!