NovelToon NovelToon
Avonturir Dua Deputi

Avonturir Dua Deputi

Status: tamat
Genre:Mafia / Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Teriablackwhite

Ellena Celestia Baskara adalah gadis pewaris tahta keluarga Jarzam, pemilik perusahaan berlian terbesar di negara itu. Tetapi dia harus mengalami peristiwa buruk saat para mafia merampas seluruh hartanya, dan membunuh kedua orangtuanya, dia melarikan diri dan tenggelam di lautan tempat tinggalnya dewa laut, sang dewa menolongnya dan membalik kehidupan Ellena menjadi seorang bayi lagi yang kemudian ditemukan oleh seorang wanita tua.

Para Mafia itu mengejarnya sampai menemukan sebuah kristal biru sumber kekuatan terbesar seluruh lautan di muka bumi ini, dan mereka merampasnya juga, sang dewa murka dan mengirim titisan setengah kekuatannya dalam kristal kapsul kecil bersamaan dengan Ellena yang juga sengaja di masukkan ke dalam sebuah kapsul kristal, lalu apakah yang akan terjadi dengan kedua kristal itu?

Saksikan kisah selanjutnya hanya di sini, happy reading semuanya ...

Jika membaca tolong tinggalkan jejak ya ges, like, komen, dan vote-nya, thankyouu---haturnuhun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Teriablackwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADD Eps 8

...•...

...•...

...•...

...•...

...•...

    Pagi-pagi sekali Ellena dan Kalea berpamitan dengan orangtua mereka, tepatnya pada sang ibu, karena mereka lahir tanpa seorang ayah. Ayah Kalea meninggalkan gadis itu sejak dalam masa kandungannya, sedangkan Ellena memang seorang putri yang ditemukan oleh wanita tua itu.

    Kedua gadis yang memiliki paras yang cantik itu menggunakan kendaraan umum untuk mencapai ke kota sebelah, mereka harus melewati perbatasan kota yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya.

    Di sebuah angkutan umum yang menampung tiga puluh orang, Ellena dan Kalea terduduk di bangku paling belakang, angkutan umum itu memang membawa semua orang yang menuju ke kota sebelah.

    "Kal, beli apa aja sih, list belanjaannya ada di kamu kan?" tanya Ellena sambil memeriksa daftar belanjaan yang selalu dia simpan di dalam catatan ponselnya.

    Kalea yang baru saja bersandar ke belakang segera mengambil ponselnya yang dia simpan di dalam tas kecil yang sedang menggantung di pundaknya. "Euuum ...." Gadis itu bergumam sambil membuka salah satu aplikasi note yang selalu dia gunakan untuk menyimpan catatan-catatan bahan roti dan kue itu.

    "Ya, ada di aku nih Len," sahutnya kemudian setelah dia menemukan deretan catatan yang tertera di dalam ponselnya.

    "Oh ya udah."

    Ellena bergeming dalam beberapa waktu bola mata merah mudanya bergerak ke arah samping, merekam setiap deretan pepohonan hijau yang sepertinya sengaja ditata rapi seperti itu. Melihat keindahan itu ditemani sang baskara yang mengedarkan cahayanya, Ellena menguarkan sebuah senyuman rasa kagum.

    "Ayo Len, kita turun," ajak Kalea menarik tangan Ellena keluar bersamanya.

    Setelah menempuh perjalanan lebih dari empat jam, kedua gadis itu telah tiba di kota yang mereka tuju, sebuah kota megah yang dikelilingi oleh gedung-gedung menjulang tinggi, dilapisi dengan kemewahan yang pekat.

    Netra kedua gadis itu terpukau melihat gemerlapan kota tersebut, bibir mereka terbuka beberapa detik, lalu segera mereka katupkan karena menyadari jika mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang melintas di sekitarnya.

    "Udah ayo ah Len, malu nih dilihatin mereka, norak banget sih kita ...," ajak Kalea menundukkan kepalanya sambil mengarik tangan Ellena dan membawanya pergi.

    Namun, gadis bermata merah muda itu tetap pada pendiriannya untuk bergeming, langkahnya yang dituntun oleh Kalea perlahan memudar karena ada yang membuat Ellena tertarik, yaitu sebuah Bar Skyrho.

    "Eh bentar deh Kal, ini tempat apa sih? Kayaknya bagus ya tempatnya," tanya Ellena polos, gadis itu sama sekali tidak mengetahui tempat semacam apa itu.

    Bola mata Kalea berputar hingga akhirnya berhenti ke samping kanannya, dimana Bar Skyrho berdiri kokoh di sana, ada dua lelaki kekar bertubuh tinggi sedikit gemuk berjaga-jaga di depan pintu utama.

    Seketika Kalea membuka matanya lebar-lebar, tubuhnya tiba-tiba saja berguncang kala melihat nama 'Skyrho' terpampang di bangunan tinggi yang memiliki gemerlapan cahaya dengan gerbang tinggi berwarna hitam.

    "Gak usah ngaco deh Len, kamu ini banyak gak tahunya ya," tepis Kalea membawa tubuh Ellena menjauh dari tempat itu.

    Langkahnya mengarah ke sebuah bangunan punggung kafe, mereka terdiam di sana. Kalea terengah-engah, lalu dia mengembuskan napasnya kuat di sana, untungnya dia berhasil melarikan diri dari tempat mengerikan menurutnya.

    "Ada apa sih Kal? Tiba-tiba aja kamu ngajak lari gak karuan begitu," tanya Ellena berkerut heran.

    "Ya kamu Len, masa kamu gak pernah denger tentang keluarga Skyrho?" Dahi Kalea lagi-lagi mengerut, mengisyaratkan sebuah pertanyaan pada sahabatnya yang polos itu.

    Ellena menggeleng kuat dengan lukisan paras cantiknya yang polos, rupanya gadis itu memang tidak mengetahui apapun tentang desas-desus yang terlukis oleh semesta tentang Skyrho dan komplotan mafia DCN.

    "Duh Len ... Kamu mau masuk sana, sama aja kamu masuk kandang singa. Lagian kita gak pernah ke bar, yang ada kita bagaikan tikus yang mudah untuk dimusnahkan," jelas panjang Kalea berapi-api.

    "Maksudnya apa sih Kal? Emangnya tempat itu apaan? Cuman bar biasa kan ...?" serunya masih belum mengerti apa yang dijelaskan oleh Kalea.

    "Bukan! Bar itu milik pimpinan mafia terkejam di kota ini, bahkan mungkin di negara ini, komplotan ...," jelasnya lagi sambil dia mengedarkan kerlingannya, memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mendengar percakapannya.

    Kalea berayun mendekati Ellena, dia jatuhkan suara kecilnya di telinga Ellena. "Komplotan mafia Dazbyruz Cosa Nostra, pimpinannya Rainero Skyrho yang terkenal tidak punya hati, dia sangat kejam bahkan dia bisa membunuh siapapun yang dia mau," bisik Kalea penuh keyakinan.

    Gadis berambut panjang bergelombang itu gegas menelan ludahnya yang kering, kedua bola matanya membeku dalam beberapa waktu, tak pernah dia bayangkan jika di kota seindah ini ternyata ada penghuni berdarah hitam seperti Rainero.

    "Bohong. Kamu bohong kan Kal, masa ada manusia sekejam itu, yang kejam itu harusnya iblis," serunya tak mempercayai apa yang dikatakan oleh sahabatnya.

    Kalea mencebik, netranya terlempar ke arah lain sambil dia berkacak di hadapan Ellena yang tengah menampilkan wajah polosnya. "Kamu hidup di zaman apa sih Len, di dunia yang kita tinggal iblis sudah kalah kejam dengan kejamnya seorang manusia," urai Kalea.

    Kakinya beralih dari sana, melangkah ke depan. Menyeka setiap daun kuning kecoklatan yang mengering di bawah, Ellena yang masih mencerna setiap bait-bait yang dilontarkan oleh Kalea segera berayun menyusul sang sahabat.

    "Kamu bener, manusia terkadang lebih kejam dari iblis dan setan, ya kita sebagai orang yang gak punya banyak harta hanya mengikuti alurnya saja," tutur Ellena tiba-tiba saja.

    Kalea menyeringai. "Iblis entah setan hanya tidak tunduk pada manusia pilihan tuhan, tetapi iblis dan setan masih takut tuhan, tapi manusia kadang ada yang tidak takut tuhan," cetus Kalea.

    Gejolak kemarahannya mendadak membuih, bola matanya mengembun dan kemudian meleleh tipis, lalu dia mengembuskan napasnya kasar kala dia mengingat bahwa manusia kejam yang dia bicarakan salah satunya adalah ayah kandung yang entah bagaimana wujudnya.

    Setelah perjalanan yang cukup panjang, Ellena dan Kalea tiba di sebuah gedung besar, tepatnya sebuah supermarket serba ada, di dalam sana ada banyak sekali bahan-bahan yang mereka butuhkan, sesuai arahan dari atasannya untuk berkunjung ke tempat itu.

    "Ini tempatnya Kal?" tanya Ellena untuk memastikan jika dirinya berhenti di tempat yang tepat.

    "Euum ...," gumam Kalea mengangguk. "Ayo masuk, kita harus cepet," lanjut Kalea penuh semangat.

    Kedua gadis cantik itu melenggang masuk ke dalam supermarket besar itu, tiba di dalam mereka kembali terdiam, dahi keduanya mengerut. Mengisyaratkan sebuah kebingungan, arah mana yang seharusnya mereka tempuh untuk tiba di tempat tujuannya.

    "Woah ...," seru Ellena terkagum-kagum dengan tempat tersebut. "Ini kita harus kemana, Kal?" tanyanya kemudian.

    "Gak tahu," celetuknya.

    "Eeeh ...," seru Ellena memutar fokus netranya, mengarah pada Kalea yang juga terpukau dengan kemegahan tempat tersebut. "K-kok tumben gak tahu, biasanya kamu selalu tahu Kal, harusnya ini juga tahu dong Kal, Kal ... Kal ... Kal ...." Gadis bermata pipih itu mengguncang tubuh Kalea.

    Sehingga Kalea tersadarkan dari lamunan kecilnya, dia segera beralih dari depan ke sampingnya. "Apa sih Len, aku ada didekat kamu lo, kenapa manggil-manggil," protes Kalea sembari mengusap lembut kedua telinganya.

    Lagi-lagi Ellena merengus, butiran kesal tengah memuncak di dalam dirinya. "Habisnya Kamu sih, aku panggil-panggil gak nyaut," gerutu Ellena mengalihkan pandangannya ke depan.

   "Ya kan aku juga la—"

    Belum habis Kalea memuntahkan semua perkataannya, Ellena tiba-tiba saja beranjak dari hadapannya sehingga bola mata gadis itu terus berayun mengikuti kemanapun sahabatnya melangkah.

    Gadis cantik itu menghampiri seorang pria berpakaian satpam, tepat di belakang Ellena berdiri sosok seorang pria gagah berparas tampan dengan rahang tegasnya yang memukau, pria itu mampu menghipnotis siapapun dengan ketampanan yang dia miliki.

    Kaki panjangnya menambahkan kesan gagah yang dimilikinya semakin kuat, dia adalah Kano Ratilal Skyrho—putra satu-satunya dari pimpinan DCN yang digadang-gadang amat ditakuti di kota tersebut.

    "Permisi pak, kalau yang jual bahan-bahan untuk kue dan roti ada di sebelah mana ya?" tanya Ellena dengan bola matanya yang berbinar.

    Pria yang nampaknya lebih tua dari Ellena sejenak terdiam karena terpukau dengan kecantikan dari gadis itu, tetapi segera dia tepis semua bayangan yang mengangkasa dalam pikirannya dan dia ganti dengan sebuah senyuman tipis.

    "Kamu naik ke lantai dua dan belok ke kiri, masuk ke pintu kaca yang selalu terbuka lebar, di sana tempatnya," jelasnya dengan terperinci sambil menggerakkan telunjuknya ke tangga berjalan di seberang.

    Gadis bertubuh ramping itu mengikuti kemanapun telunjuk itu beredar, lantas dia mengangguk sebagai jawaban jika dia cukup mengerti dengan apa yang sudah dijelaskan oleh pria yang berprofesi sebagai satpam itu.

    "Ah oke. Makasih bapak baik ...," sahut Ellena menerbitkan senyuman seindah bulan sabit.

    Ellena berputar untuk kembali ke posisinya tadi, tetapi langkahnya yang terlalu tertalah-talah membuat gadis itu melanggar pria bertubuh kekar di belakangnya, dahinya mencium lengan penuh otot dari lelaki itu.

    "Auw ...," ringis Ellena membeku di sana.

    Netranya perlahan mendaki sampai menenun bola mata biru bak air laut yang bergelombang dengan ketenangan, hanya saja lelai itu memiliki tatapan yang cukup tajam sehingga punggung Ellena meleleh ketakutan.

    "Ma-af ...," katanya lirih, bait-bait angin di sekitar sana mendekap suara Ellena sehingga pria itu tidak mendengar apapun.

    "Ck, punggungmu tidak memiliki mata, jadi jangan melakukan hal itu," decak Kano kesal dengan suara beratnya yang khas, dia menganyam tatapannya dari bawah hingga atas.

    Bola matanya telah merekam gadis itu dengan dalam, lalu dia beranjak dari hadapan Ellena, dia beralih ke depan, entah area mana yang coba dirajut langkah Kano.

    Satpam di belakang pun membuka matanya lebar-lebar dan menelan ludahnya kasar, lantas dia gegas bergerak ke depan Ellena. "Kamu lebih baik pergi dari sini, kalau bisa pergi dari kota ini," saran satpam itu membuat gadis cantik itu heran.

    "Kenapa pak? Emangnya dia siapa?" tanya Ellena serius, netranya benar-benar menggambarkan rasa ingin tahu yang begitu kuat.

   "Dia pimpinan geng motor Atlantis Aodra, dan juga merupakan putra satu-satunya dari keluarga Skyrho," jelas satpam itu dengan antusias.

    Bola mata satpam itu nampak tidak tenang, ia berkeliaran kesana-kemari seperti tengah bersembunyi dari seseorang. Lantas Ellena pun mengedarkan bola matanya untuk mencari tahu apa yang membuat satpam itu menjadi sangat tidak tenang seperti itu.

    Ini bapak satpam kenapa, kok kayak yang gak tenang begitu.

    Kota ini sungguh aneh, banyak sekali kejadian aneh dalam beberapa jam aja.

    Aku harus segera menyelesaikan urusan dan segera pergi dari sini.

    Anyaman keresahan hati Ellena terus saja mengguncang ketenangan yang selalu berusaha dia dekap dengan sepenuhnya.

    Kalea yang sedari tadi sudah khawatir dengan keadaan Ellena di sana, segera berayun ke dekat Ellena dan menarik pergelangan tangan Ellena menjauh dari sana, mereka menaiki eskalator sesuai dengan arahan dari satpam itu.

    "Kal ... Pelan-pelan dong," protes Ellena.

...----------------...

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ditunggu novel baru nya kak
Teriablackwhite: Terima kasih telah membaca Kak 🥰 ditunggu ya ...
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
fighting kak 💪
Teriablackwhite: Terima kasih 🥰 semangat juga ya
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
semangat kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
makin seru kak cayoooo 😁 💪
Teriablackwhite: Terima kasih akak 🥰🥰
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
seru banget kak

jangan lupa mampir di novel pertama qu


🙏
Teriablackwhite
Selamat membaca ya semuanya, semoga suka, jika ada kekurangan silakan berkomentar /Smile/
La
Semangat thorr
Qy ࿐
Tulisan nya rapih, dan bikin baper nih
Qy ࿐
luar biasa, jangan lupa mampir juga ya kak "Dibalik Pesona Dahlia"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!