NovelToon NovelToon
Hanya Demi Bidadari Kecil

Hanya Demi Bidadari Kecil

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Diam-Diam Cinta / Anak Kembar / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:158k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Namaku Indira.
Karena kesalahan satu malam yang tidak aku sadari, aku harus melahirkan bayi kembar di usia yang masih sangat muda. Akan tetapi, aku lagi-lagi harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa satu diantara kedua anakku meninggal dunia beberapa detik setelah dilahirkan.

Dukung novel baru aku ya kak.
Bismillah, semoga kalian semua suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

Di kediaman Nala, Nasya tampak murung seraya duduk di dekat jendela kamar menatap pemandangan di luar yang langsung mengarah ke kolam renang.

Sebenarnya bocah perempuan itu tidak ingin meninggalkan rumah sakit, sekarang dia tidak bisa lagi melihat Indira apalagi mencicipi masakan dokter itu.

Nasya sangat suka pada Indira, dia juga menyayangi dokter itu. Hatinya mengatakan bahwa Indira adalah sosok wanita yang baik, lembut dan penuh kasih sayang. Buktinya Indira memperlakukannya seperti anak sendiri.

Jika boleh meminta, Nasya ingin sekali menjadikan Indira sebagai ibunya tapi apakah mungkin Nala mau mewujudkannya.

Dalam keheningan, Nala tiba di kamar sang putri dan terpaku menyaksikan Nasya yang tengah termenung seorang diri. Nala menghampirinya dan duduk di sampingnya. "Nasya, kamu baik-baik saja kan, Nak?"

Nasya terperanjat dan segera menyeka wajahnya. "Iya Pa, Nasya baik-baik saja."

Meskipun begitu, Nala tau putrinya sedang memikirkan sesuatu. Apakah sebenarnya yang terbersit di benak bocah itu? Apa mereka berdua memiliki pemikiran yang sama?

"Nasya harus banyak istirahat agar cepat sembuh, setelah ini kita akan berlibur..."

"Nasya tidak mau kemana-mana, Pa!" selang bocah perempuan itu dengan wajah lesu, dia pun turun dari kursi dan berjalan menuju ranjang lalu memilih berbaring dan menutup mata perlahan. Nala yang melihat itu nampak bingung seraya mengusap wajah dengan kasar.

Entahlah, Nala benar-benar dilema. Dia tidak tau bagaimana lagi caranya membujuk Nasya.

Lalu Nala menyusul sang putri dan duduk di sisi ranjang. "Apa Nasya ingin sekolah?"

Nasya tidak menyahut, dia malah memutar tubuhnya hingga membelakangi sang papa. Nala benar-benar pusing melihat tingkah putrinya itu. Hingga pada akhirnya Nala pun menanyakan sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya. "Apa Nasya menginginkan seorang mama?"

Deg...

Kali ini Nasya lantas membuka mata dan kembali memutar tubuhnya. Dia menatap Nala dengan mata berkaca-kaca dan bibir mencebik.

Nala tersenyum simpul dan segera mengangkat tubuh mungil itu lalu memangkunya di atas paha. Nala memeluknya erat sembari mencium pucuk kepalanya dengan sayang.

"Hiks..." Nasya tiba-tiba terisak seraya membalas pelukan sang papa.

"Sudah, jangan menangis lagi! Papa akan menikah, tapi tolong beri waktu bagi papa untuk mencari calon mama yang baik dan sayang sama Nasya!" terang Nala, mau tidak mau dia harus menurunkan ego yang selama ini dia pertahankan.

"Tapi..."

"Tapi apa, Nak?" tanya Nala mengerutkan kening.

"Nasya maunya sama dokter itu. Nasya sayang sama dokter itu, Pa. Nasya hanya ingin dokter itu yang jadi mama Nasya."

Deg...

Nala terkesiap seiring detak jantung yang bergemuruh sangat kencang. Lagi-lagi dia harus dihadapkan dengan situasi yang sangat rumit.

Kenapa harus Indira? Bukankah masih banyak wanita lain yang bisa dijadikan ibu sambung untuk Nasya? Nala bahkan belum tau bagaimana kehidupan Indira sebenarnya, jika dia sudah bersuami bagaimana?

"Sayang, dokter itu..."

"Tidak Pa, Nasya hanya mau sama mama Dira. Nasya tidak mau yang lain!" Nasya memberontak dari pangkuan Nala, beruntung Nala berhasil menjinakkannya.

"Iya, iya, baiklah, tapi papa tidak bisa berjanji. Papa tidak tau apakah dokter itu masih sendiri, bagaimana jika dia sudah memiliki suami. Papa tidak mungkin..." Nala mengacak rambut frustasi, dadanya terasa sesak dan menusuk.

Disaat bersamaan, Sumi datang membawakan makanan. Nala rasanya seperti mendapatkan pertolongan dari Tuhan, setidaknya dia bisa menghindar untuk beberapa saat. Kepalanya serasa ingin pecah menghadapi bocah itu.

Nala pun menurunkan Nasya dari pangkuannya dan meminta tolong pada Sumi untuk menyuapinya. Ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan di ruangannya.

Sesampainya di ruang kerja, Nala menghempaskan bokongnya di sofa kemudian menaikkan kedua kakinya ke meja. Nala menghirup udara sebanyak-banyaknya dan membuangnya dengan kasar.

Ini benar-benar beban buat Nala. Apakah mungkin dia berani mendekati dokter itu? Rasanya sangat mustahil.

Setelah pikirannya cukup tenang, Nala merogoh kantong celananya. Dia mengeluarkan sebuah ponsel dan lekas menghubungi seseorang.

"Bagaimana?" tanya Nala setelah panggilan itu tersambung.

"Maaf, Pak. Sampai detik ini kami tidak dapat menemukannya, dia seperti hilang ditelan bumi."

"Kalian ini bagaimana, sih? Masa' mencari satu orang saja tidak becus." berang Nala tersulut emosi, suaranya sampai menggema memenuhi ruangan.

Karena marah, Nala pun melempar ponselnya ke dinding. Benda pipih itu seketika pecah hingga berserakan di lantai.

Ya, Nala tidak dapat mengendalikan emosinya. Setelah bertahun-tahun membayar orang untuk mencari seorang wanita, kini rasa lelah pun mulai datang menghampirinya.

Apa ini artinya Nala harus melupakan wanita itu? Apakah Nala harus move on dari masa lalunya yang kelam? Tapi Nala hanyalah manusia biasa, perasaan bersalah itu tidak bisa hilang dari ingatannya.

Setelah puas melepaskan rasa kesal yang bersarang di hatinya, Nala berjalan menghampiri meja kerjanya. Dia segera duduk dan membuka laci lalu mengambil sebuah kotak dan membukanya.

Nala terpaku kala menatap sebuah anting perak yang selama ini dia jaga dengan sangat hati-hati, hanya benda itulah satu-satunya petunjuk yang dapat membawanya pada wanita yang dia cari.

Rasanya sulit menyerah sebelum menemukan titik terang akan kejadian di waktu itu. Nala sadar ini adalah kesalahannya, dia benar-benar ingin bertemu dengan wanita itu dan meminta maaf. Dengan anting itu, apakah mungkin Nala bisa menemukannya?

Kemudian Nala menutup kembali kotak kecil berwarna hitam itu dan menaruhnya di tempat semula. Mungkin sudah waktunya Nala menyerah, rasanya mustahil menemukan pemilik anting itu.

Sebelum meninggalkan ruangannya, Nala membuka laptop yang ada di atas meja, rasa penasarannya terhadap Indira kembali muncul hingga dia pun iseng mencari tau tentang kehidupan dokter itu. Barangkali dokter itu memiliki blog pribadi atau akun media sosial yang bisa Nala kunjungi.

Ya, setelah berputar-putar membuka berbagai macam aplikasi, Nala akhirnya berhasil menemukan akun instagram milik dokter Indira. Dia pun dengan cepat membukanya dan mengamati setiap postingan yang ada.

Tidak banyak yang Nala temukan, namun dadanya tiba-tiba berdebar saat menyaksikan gambar Indira bersama seorang anak laki-laki. Entah mengapa manik mata Nala tidak bisa berkedip memandangi wajah tampan menggemaskan bocah itu, dia pun mengerutkan kening saat sadar seperti pernah melihat bocah itu sebelumnya, tapi dimana?

Lama Nala tertegun memandangi potret ibu dan anak itu, hingga akhirnya dia pun menutup laptop itu dan meninggalkan ruangan terburu-buru.

Jika dipikirkan, kepalanya akan semakin pusing karena tidak dapat menemukan jawaban. Jalan satu-satunya hanyalah bergerak dan mencari tau sendiri tentang hubungan Indira dan bocah laki-laki itu. Nala takut salah mengambil keputusan, bisa saja Indira saat ini berstatus istri orang. Dengan begitu dia tidak mungkin bisa mewujudkan keinginan Nasya.

1
Hasanah
masyaAllah Nasya pintar bnget bisa mngambil keputusan yg berat😭😭
Sativa Kyu
👍👍👍
Yulvita Darnel
aku suka ceritanya tidak terlalu panjang dan tidak berbelit-belit.
Kopii Hitam: masyaallah tabarakallah makasih bunda bintangnya 😍
total 1 replies
Haposan Parningotan
tetap semangat untuk karya yang menginspirasi ...
Kopii Hitam: Makasih kk, berkah selalu untuk penilaiannya 🙏🥰
total 1 replies
muthia
semangat thir, terus l berkarya
Kopii Hitam: iya kk, lagi mikir ide baru
total 1 replies
Eliy Putry Ahriyell
menarik
Kopii Hitam: makasih kk
total 1 replies
Nenk NOER
Makasih Thor... semangat untuk terus berkarya Thor 💪💪💪🥰
Kopii Hitam: siap kk
total 1 replies
Kasih Bonda
sangat bagus'
Kopii Hitam: makasih bun
total 1 replies
Kasih Bonda
wa'alaikum Salam ...trima kasih...semangat thor
Kopii Hitam: siap bun
total 1 replies
Bunda HB
Jgn kecewa thor.Insyallah ada rejeki lewat jlan yg lain.karya anda bgus....👌👌💪💪💪👍👍👍😍😍😘😘
Kopii Hitam: Aamiin
total 1 replies
Nurul Ny
bonchap thor
Nenk NOER
Lanjut Thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪
Nenk NOER
😭😭😭😭..
lanjut Thor 💪💪💪🥰
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Marya Dina
ayoo thorr up lgi
makin seruu
Marya Dina: semangat othor
💪💪💪
total 2 replies
RaDja
bab mengharukan auto langsung banjir air mata nya
tapi Alhamdulillah semua sudah jelas
buat indira semoga selalu bahagia setelah ini
untuk othornya sukses selalu sama karya-karya nya selalu ditunggu
terimakasih sudah menghibur 🙏🫰😘😘😘
Kopii Hitam: Makasih kk untuk komen positifnya, insyaallah udah mau and, lagi mutar otak buat cerita baru nih🙏🥰
total 1 replies
Bunda HB
Nasya trnyata ank kandung e.....alhamdulillah..💪👌👌😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!