Season 1
Perjalanan sepasang manusia mengarungi bahtera pernikahan tanpa ada dasar cinta. Pernikahan itu dilakukan hanya karena tidak ada pilihan lain, baik bagi sang pria yang istrinya meninggal pasca melahirkan buah hati mereka dan bagi sang wanita yang ditinggal kabur suaminya setelah menalak wanita itu tanpa alasan yang jelas.
Season 2
Cerita tentang sebuah cinta yang rumit karena terhalang oleh hubungan persaudaraan, akankah mereka bisa mendapatkan restu untuk bersama mengarungi bahtera rumah tangga yang sangat mereka impikan?
Season 3 "Karna Aku Mencintaimu", tentang Karen yang hamil di luar nikah dan harus menjalani pernikahan tanpa sedikitpun dicintai oleh suaminya. Akankah dia sanggup untuk bertahan dan mendapatkan cinta dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anna talia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9
Kirana: "Mas, jadi mas adalah kakak itu?" Gumam Kirana sambil menangkup wajah suaminya dan terus menatapnya.
Rio: "Hah?"
Kirana tersenyum dan mengecup bibir Rio.
Kirana: "Nah mas kan udah panjang lebar cerita tentang mas, sekarang giliran aku ya?" Kata Kirana.
Rio mengangguk.
Rio: "Tapi maksudnya mas adalah kakak itu apa sayang?" Tanyanya penasaran.
Kirana: "Dulu waktu remaja Kirana pernah suka sama seorang laki-laki, itu cinta pertama Kirana. Laki-laki itu yang selalu menolongku kalau orang lain mengejekku dan mengeejaiku karena badanku yang agak gemuk hehehe. Tapi ketika aku kelas dua SMA, laki-laki itu pergi begit saja, tanpa pamit atau mengucapkan kata-kata walaupun kami cukup dekat dan sering ngobrol karena dia sering membantuku." Kirana membaringkan tubuhnya dan kembali menenggelamkan kepalanya di pelukan suaminya. "Aku sempat nanya dia mau kuliah dimana, tapi jawabannya belum tahu. Ya memang sih salah aku juga yang gak berani ngungkapin perasaan cinta aku kepadanya, tapi pada saat itu aku malu dan takut kalo kakak itu cuma nganggap aku adik."
Rio: "Dan laki-laki itu adalah?" Tanyanya sambil mengangkat wajah Kirana untuk menatapnya.
Kirana: "Nama laki-laki itu adalah Mario."
Rio tersenyum dan mendekap Kirana erat, dia mengecupi puncak kepala Kirana dengan penuh sayang.
Kirana: "Kenapa mas gak pernah mengatakannya kepadaku dulu, bahwa mas mencintaiku dan akan menjemputku? Kenapa mas membuatku merasa bahwa perasaanku ini bertepuk sebelah tangan dan merasa tidak berarti dengan kepergian mas yang begitu saja?"
Rio: "Maafkan aku Rana, dulu aku tidak mau mengacaukan pikiranmu dengan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasimu kepada sekolah. Aku ingin kamu lulus dulu sekolah dan pada saat itu juga aku belum siap, aku ingin membenahi diriku dulu sampai aku pantas untuk memintamu."
Kirana: "Mas, rejeki itu sudah ada yang mengatur. Kenapa mas mesti punya pikiran seperti itu? Kirana bakal menerima mas apa adanya walau mas belum punya apa-apa juga, kan yang penting mas mau berusaha."
Rio: "Iya sayang maafkan aku. Mungkin memang caraku salah dan terlalu ketakutan tidak bisa membahagiakan dirimu, hanya saja aku cuma ingin agar bisa memberikan yang terbaik untukmu."
Kirana melepaskan diri dari pelukan suaminya dan menatap Rio lekat-lekat.
Kirana: "Mas tahu gak aku sangat sedih ketika mas lulus dan pergi, aku sampai-sampai mencari sosok mas dari laki-laki lain."
Rio: "Masa?" Goda Rio.
Kirana: "Asal mas tahu saja, Mas Syahdan itu mirip dengan mas. Dia selalu membantu Rana selama di kampus, kalau ada praktek memasak dia selalu membantu Rana."
Ya Kirana memang mengambil pendidikan memasak selulus SMA, cita-citanya ingin menjadi chef handal dan memilik restaurant sendiri. Selama mengenyam pendidikan memasak itulah dia bertemu dengan Syahdan yang selalu membantunya dalam belajar, lalu seiring berjalannya waktu mereka mulai menjalin hubungan asmara.
Rio: "Jadi karena itu kamu berhubungan dengan Syahdan? Siapa yang nembak duluan?"
Kirana: "Gak pacaran gimana sih, cuma selulus kuliah aku nanya ke dia sebenernya hubungan kita apa? Dia jawab ya pacaran. Terus aku bilang kalau emang kamu serius aku gak mau pacaran-pacaran, karena aku juga sudah punya restaurant sendiri yang dimodali oleh ayah kenapa kita gak nikah aja dan mengelola restaurant itu bersama? Akhirnya ya dia menyanggupi, tapi ya beginilah." Kirana menghela nafas panjang. "Mungkin memang dia tidak benar-benar niat dan ayah juga tidak merestui makanya dia meninggalkan aku seperti itu. Lagipula memang bagi dia mudah saja untuk bermain-main seperti itu, dia tidak usah menanggung malu karena memang dia tidak memiliki keluarga."
kiranya berkenan membaca novel kami :
- TERIMA KASIH CINTA SEJATI
- MENANTI CINTA UNTUKKU
semoga bisa menghibur kakak2 semua. terima kasih..🙏🙏