Dia selalu tahu kalau suaminya tak pernah menyintainya, Gu Xinjie menikahinya murni karena kasihan. Kakak Xinjie meninggal saat dalam perjalanan menuju tempat pernikahan mereka karena penyakit jantung bawaan yang dimiliki. Sebelum meninggal Gu Fushen meminta Xinjie untuk menikahi Yan Hao menggantikannya. Untuk memenuhi permintaan almarhum, Gu Xinjie terpaksa menikahi Yan Hao sebagai Istrinya.
5 tahun pernikahan mereka, Gu Xinjie selalu memperlakukan Yan Hao dengan sopan, dia selalu menganggap Yan Hao sebagai kakak iparny bukan sebagai istrinya, hingga suatu hari dia tahu kalau suaminya memiliki wanita lain di sisinya. Yan Hao pergi hanya meninggalkan dokumen perceraian di nakas di dalam kamar tidurnya. Saat Yan Hao mulai menjalani kehidupan barunya, tanpa sengaja dia bertemu dengan mantan suaminya di sebuah Club malam, suaminya sepertinya di jebak dengan afrodisiak dan membutuhkan pelepasan, dan Yan Hao akhirnya berakhir di ranjang hotel bersama suaminya, tanpa suaminya sadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VhatmaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapt 9. Dia Istriku
Sudah satu bulan berlalu sejak perpisahan Yan Hao dan Gu Xin Ji di tepi pantai di belakang Villa keluarga Gu. Namun tak sekalipun Yan hao menerima telp dari Xin Ji.
Menenggelamkan diri dalam pekerjaan untuk melupakan kerinduan kepada suaminya. semua job diambil, menjadi pengisi suara di radio terkenal di Jeju, sambutan yang didapat Yan hao luar biasa. Karakter suaranya unik, membuat siarannya sering ditunggu para pendengar.
Yan Hao juga pernah membantu menejer Kim So Jin menghias gedung tempat berlangsung acara pertunangannya dengan sang kekasih, dan hasil yang di dapat sangat luar biasa, keindahan rangkaian bunga maupun keindahan ruangan pesta membuat banyak yang memburu Yan Hao untuk menangani acara pernikahan atau pertunangan bahkan acara ulang tahun maupun acara di perkantoran, namun dia hanya tersenyum menanggapi semua itu.
Pekerjaan Yan Hao sebagai pengisi suara akhirnya selesai. Hari ini adalah hari terakhir rekaman suara Yan Hao, seluruh kru pengisi suara merayakan dengan makan malam bersama di tepi pantai, sambil menatap keindahan bulan.
Mereka semua di traktir oleh CEO Song Hyun. Yan Hao merangkai bunga-bunga indah dan diletakkan di setiap meja. Keindahan bunga serta keharuman yang menenangkan saraf dari bunga-bunga yang dirangkainya membuat tim pengisi suara enggan pergi ke tempat lain. Ni Yu tahu bahwa artis sekaligus sahabatnya ini, sedang dalam suasana hati yang galau.
Bebarapa hari yang lalu, ramai dibicarakan di internet tentang pengusaha real estate serta bos besar teknologi telekomunikasi presiden Gu Xin Ji yang perusahaannya tersebar mulai dari Tiongkok hingga merajai pasar Asia termasuk Korea, akan bertunangan dengan Super Model Internasional A Lin.
Bagai disambar petir Yan Hao membaca berita itu. dia berusaha sekuat tenaga menghubungi Xin Ji namun hp nya tidak bisa tersambung, bahkan Lin Chao pun tidak bisa di hubungi. Sekuat tenaga Yan Hao menahan amarah dalam dirinya, memaksa dirinya untuk tenang, berharap semua ini hanya mimpi, berharap Kakak Xin Ji nya akan menghubunginya, namun hingga pekerjaannya selesai, satupun pesan tidak pernah mampir ke hp nya.
Yan Hao berdiri, melangkah ke arah pantai, matanya menerawang jauh, angin malam menerbangkan rambut dan menampar lembut pipinya. CEO Song Hyun yang melihat Yan Hao berjalan ke pantai, mendekat dengan sebuah mantel bulu tersampir di lengannya.
"Jangan sampai masuk angin." CEO Song bicara sambil meletakan mantel di bahu Yan Hao.
Yan Hao menoleh dengan kaget. "Terimakasih." jawab Yan Hao pendek dan kembali memandang hamparan laut di depannya. Gelombang kecil ombak sesekali menampar lembut kakinya, rasanya ada yang kosong di rongga dadanya.
"Apakah kau merindukannya?" Song Hyun bertanya dengan lembut.
Hening, tak ada jawaban. Saat dia menoleh memandang wanita yang berdiri diam di sisinya, ia melihat Yan Hao menunduk memungut kerang kecil yang berjalan tertatih di dekat kakinya.
"Apakah aku merindukannya?" Yan Hao bertanya sambil memandangi kerang di tangannya.
"Hhhhmmmm.....Entahlah! Dia pergi, begitu saja..... dan ada yang kosong di sini." Yan Hao berkata sambil menunjuk dadanya.
"Aku mendengar dia bertunangan, namun aku yakin, semua itu hanya rumor." CEO Song berusaha menghibur.
Yan Hao diam, seolah tidak perduli. Wajahnya tetap tenang. Namun tangannya terkepal erat.
"Aku akan kembali ke Guangzhou, besok."
"Apakah kamu tidak ingin bertemu Yi Mei? dia selalu menanyakanmu.
Yan Hao menoleh memandang Song Hyun. Hubungannya dengan CEO song memang semakin dekat. Saat makan malam yang gagal itu, Song Hyun mengejar Yan Hao hingga ke club malam, malam itu, dia juga melihat saat Yan hao memapah Gu Xin Ji hingga masuk ke kamar President Suite.
Song Hyun menunggu lama di lobby, berharap Yan Hao segera keluar setelah membantu Xin Ji ke kamar, namun yang dilihatnya hingga tengah malam adalah, Xin Ji memeluk Yan Hao yang sedang tertidur dalam gendongannya, dan berjalan menuju mobil di parkiran bawah.
"Gu Xin Ji..! mau dibawa kemana dia?"
Gu Xin Ji menatap Song Hyun yang menghadang jalannya.
"Bukan urusanmu." Jawab Xin Ji dingin, matanya tajam mengandung ancaman.
"Lepaskan dia, dia artisku!" Song Hyun berkata dengan marah.
Xin Ji memandang Song Hyun sinis, "Dia artismu? cuma artis, bukan siapa-siapa!"
"Tapi aku bertanggungjawab padanya." Song Hyun bersikeras.
"Dia istriku!"
Song Hyun kaget dengan kata istri dari mulut Xin Ji. Dia tahu betul orang seperti apa Gu Xin Ji, dia tak pernah bercanda dengan kata-katanya, sejak zaman sekolah dulu, dia selalu serius. Kata-katanya paling bisa dipercaya. Tapi kali ini, Song Hyun rasanya tidak ingin percaya.
"Minggir! Aku tidak mau istriku terbangun dan melihat kita bertengkar."
Dengan berat hati, Song Hyun menyingkir dari hadapan Xin Ji. Sejak masa sekolah dulu, dia selalu kalah satu langkah dengan Xin Ji, mulai dari peringkat sekolah sampai ke wanita yang disukai, Xin Ji selalu diatasnya.
Song Hyun memandang Yan Hao dengan penuh harap. Berharap Yan Hao mau menunda waktu kepulangannya ke Guangzhou
"Apakah Yi Mei baik?"
"Dia baik, tapi dia merindukanmu."
"Aku akan kesana, besok."
Wajah Song Hyun langsung cerah mendengar jawaban Yan Hao.
"Aku akan menjemputmu."
"Baiklah."
pelakor, pada akhirnya novel akan membuat pemeran utama pria memperlakukan pelakor dengan kasar
sedangkan pebinor apapun kesalahannya pada akhirnya pemeran utama wanita akan tetap memperlakukan dia lembut penuh kepedulian,
miris kan
hanya dara untuk author
seperti gu xinji yang memberantas dan menghukum pelakor dan berjuang membuktikan cintanya pada istrinya
alangkah indahnya cinta mereka jika
yan hao juga yang memberantas dan menghukum PEBINOR dan berjuang membuktikan cintanya pasa suaminya
sekarang saatnya yang hao pula yang berjuang dan membuktikan dia pantas di perjuang dan cintai oleh suami sahnya
wanita yang berjuang untuk suaminya bukan wanita lemah tapi wanita sejati dan kuat, wanita ini adalah wanita yang pantas dicintai dan di perjuangkan pula
jangan lupa jaga kesehatan juga ya Thor
makasih Udah up