Penguasa Daratan Merah
Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.
Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.
Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.
Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.
*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih
*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.
terima kasih sudah membaca 😁
ig : @man_gervis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 9 : Sifat Asli Fei Dan
Zhen Wu, Zi Li dan Fei Dan mereka berjalan bersama menuju lantai atas, tempat yang menjadi ruangan manager Zu Chong berada.
Begitu mereka sampai di depan pintu ruangan, Fei Dan kemudian mengetok pintu tersebut, "Hei Zu Chong, buka pintunya. Ini aku Fei Dan."
Tidak lama kemudian, pintu tersebut terbuka. "Saudara Fei Dan! Padahal langsung masuk saja. Hmm... ayo masuk, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu." Zu Chong kebetulan yang membukakan pintu, dikarenakan pelayan pribadinya sedang tidak bersamanya.
Pandangan Zu Chong terarah kepada dua orang yang berada dibelakang Fei Dan yang tengah mengenakan pakaian jubah hitam serta topi caping di kepalanya. Dia lantas kemudian menyuruh kedua orang itu pergi, "Saudara Fei Dan, katakan pada pengawal mu, untuk menunggu diluar. Ini adalah bisnis yang penting untuk dibicarakan. Jadi aku tidak mau mereka mengganggu pembicaraan kita."
Mendengar omongan dari Zu Chong, Zi Li langsung menatapnya dengan tatapan marah. Dia merasa perkataan yang keluar dari mulut Zu Chong seperti menghina mereka.
Zi Li mungkin saja menerima jika dirinya yang dibilang sebagai pengawal, namun berbeda hal jika itu Zhen Wu. Zi Li tidak akan pernah mentolerir orang yang mencoba menjelek-jelekkan Zhen Wu dihadapannya.
Sebagian aura hantu milik Zi Li mulai bocor hingga merambah keluar. Zhen Wu yang melihat hal itu tidak mencoba untuk menghentikan Zi Li, melainkan dia malah menatap kearah Zu Chong dengan wajah yang datar. Namun beberapa saat setelahnya, sebuah senyum kecil nampak terlihat dari sudut bibir Zhen Wu.
Fei Dan akhirnya merasakan aura yang sempat dia rasakan sebelumnya. Dia kini bergerak cepat untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena tidak ingin membuat suasana tambah runyam. "Tunggu dulu. Sepertinya ada beberapa kesalahpahaman disini."
Tapi baru saja Fei Dan berkata seperti itu, Zu Chong sudah lebih dulu berkeringat dingin. Kedua kakinya gemetaran tidak karuan, yang membuat keseimbangannya menjadi goyah.
Zhen Wu melihat ketakutan yang sedang dialami Zu Chong, dia pun hanya tertawa dalam hatinya. "Haha... Sangat menyenangkan melihat orang ini tersiksa. Kemarin aku rugi cukup banyak karena resep pil sebelumnya, jadinya ini adalah caramu untuk membayar sisanya."
Zhen Wu kemudian memegang tangan Zi Li, yang menandakan bahwa dia menyuruhnya untuk berhenti mengeluarkan aura hantunya.
Tak berselang lama, Fei Dan mulai bersuara kembali setelah melihat suasananya sudah mulai kondusif. "Hei Zu Chong, kau sepertinya salah paham. Mereka ini bukanlah pengawal ku. Aku membawa mereka kemari karena katanya mereka ingin menjual beberapa pil dan ingin bertemu denganmu untuk mendiskusikannya," ucap Fei Dan menjelaskan.
Fei Dan menceritakan semuanya secara lengkap pertemuan mereka diawal. Mulai dari masalah pelayan, sampai kedatangan mereka ke ruangan ini.
Mendengar semua penjelasan dari Fei Dan, Zu Chong merasa seperti telah hilang sebagian bebannya. Zhen Wu kemudian memanfaatkan momentum ini dengan langsung berbicara kepada Zu Chong.
"Aku minta maaf atas kelalaian yang dilakukan oleh adik seperguruan ku tadi tuan. Dia memang seperti ini jika menyangkut tentang diriku." Zhen Wu memegang pundak Zi Li dengan lembut, "Seperti yang dijelaskan oleh tuan Fei Dan, tujuan kami adalah untuk menjual pil kepada anda. Terlepas dari kesepakatan ini berhasil atau tidak, itu semua tergantung keputusan tuan."
Awalnya Zu Chong ingin marah terhadap Zi Li, karena mencoba mengarahkan aura yang dia yakini sebagai penghinaan terhadap dirinya yang merupakan seorang pengelola serikat dagang Bangau Putih.
Tapi, karena Zu Chong ini adalah seorang pebisnis yang menjalankan sebuah serikat dagang, maka dia mungkin akan memaafkan apa yang telah dilakukan Zi Li, itupun tergantung keuntungan apa yang nantinya akan mereka berikan.
"Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkan kejadian tadi. Aku juga merasa bersalah karena mengira kalian adalah pengawal dari saudara Fei Dan. Jadi, aku sebagai manager meminta maaf karena membuat seorang tamu merasa tersinggung." Zu Chong kemudian berjalan kearah kursi miliknya, "Silahkan duduk semuanya, tidak enak rasanya membuat kalian berdiri terlalu lama."
Fei Dan merasa lega karena masalah ini bisa berakhir dengan baik. Dia sebenarnya tidak takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Zi Li, karena ranah kultivasinya saat ini berada di ranah Penyatuan Alam tahap awal. Hanya saja dia baru pertama kali merasakan aura yang seperti ini. Menurutnya, para kultivator yang pernah ditemui Fei Dan, tidak ada satupun yang memiliki aura aneh seperti Zi Li.
"Aku ingin langsung ke intinya saja, Zu Chong. Apakah benar resep pil yang kau katakan padaku disurat kemarin itu ada?" tanya Fei Dan, mengenai surat yang diberikan oleh Zu Chong saat Fei Dan baru sampai untuk berkunjung ke kota Kuzu.
"Benar, dan resep pil itu berada padaku." Zu Chong kemudian mengambil sesuatu di dalam cincin ruangnya, "Ini adalah resep pil penghangat tubuh. Kita semua tahu bahwa para alkemis di Kekaisaran Dong ini, sangat menyukai resep baru. Awalnya aku ingin memberikan resep ini pada Aula Gudang Obat, dengan syarat bisa membuat harga pil yang nanti mereka jual, menjadi murah kepada kami. Namun aku berubah pikiran, aku ingin beralih bisnis ini dengan mu." Zu Chong memperhatikan raut wajah Fei Dan dengan serius.
Sebuah senyuman kemudian muncul dari balik wajah Fei Dan, "Aku setuju, ini akan menjadi bisnis yang menguntungkan. Pelelangan di Paviliun Elang Emas akan diselenggarakan bulan depan, jadi tunggu saja sampai saat itu."
"Baik. Aku akan menunggu. Untuk detailnya, nanti akan ku bicarakan lagi denganmu sebentar," kata Zu Chong, yang senang karena berhasil memasukan resep pil itu ke pelelangan Paviliun Elang Emas.
Ketika pembicaraan yang dilakukan oleh Zu Chong dan Fei Dan selesai, Zu Chong kemudian menatap kearah Zhen Wu dan juga Zi Li, "Sekarang bisa jelaskan pil seperti apa yang hendak anda jual?" tanya Zu Chong penasaran.
"Aku ingin menjual tiga butir pil kelas satu peringkat tinggi." ucap Zhen Wu, yang hendak mengambil sebuah botol berisi beberapa butir pil. Namun saat hendak ingin mengeluarkannya, seseorang tiba tiba saja berkata dengan nada yang merendahkan.
"Apa? Hanya pil kelas satu? Melihat penampilan dan kekuatan misterius kalian, tadinya aku mengira kalian berdua akan menjual pil kelas 3 peringkat tinggi atau setidaknya peringkat menengah. Sial! Kupikir ekspetasi ku terlalu tinggi ke kalian." Fei Dan merasa kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Zhen Wu.
Berbeda dengan Fei Dan yang tidak puas dengan ekspetasinya terhadap Zhen Wu dan Zi Li, Zu Chong malah terlihat sebaliknya. Dia belajar dari kesalahan kemarin, saat Zhen Wu menjual resep pil kelas satu, tapi malah ditolak dan dihina olehnya. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan akibat berburuk sangka, karena bisa jadi pil yang di bawah oleh pemuda misterius didepannya ini adalah pil yang istimewa, walaupun hanya peringkat satu.
"Sabar dulu saudara Fei Dan, aku merasa kita harus mendengarkan pemuda ini berbicara mengenai pil miliknya terlebih dahulu," bujuk Zu Chong, agar Fei Dan melunak.
Zhen Wu diam diam tersenyum kecil, ketika mendengar perkataan yang keluar langsung dari mulut Zu Chong.
"Ha? Ini hanya pil kelas satu, apa yang kau harapkan dari itu? Bahkan di Paviliun Elang Emas, kami jarang melelang pil kelas dua. Jadi apa menariknya pil kelas satu?" ucap Fei Dan, yang menyombongkan paviliun Elang Emasnya.
Zu Chong mencoba menarik nafas, kemudian memperlihatkan catatan resep pil yang menjadi kerja sama antara Zu Chong dan Fei Dan. "Lihat! aku lupa memberitahumu, bahwa resep pil yang aku dan kau sepakati adalah resep pil kelas satu peringkat rendah. Namun kau tidak usah khawatir, karena aku sudah memasti ...." Ucapan Zu Chong terhenti.
Penjelasan awal Zu Chong, membuat Fei Dan kaget dengan isi catatan dari resep pil tersebut. Dia tidak mengetahui bahwa catatan itu hanyalah resep pil kelas satu, terlebih lagi itu adalah peringkat rendah.
"Apa kau mencoba mempermainkan ku , Zu Chong? Ini yang kau bilang kerja sama?" Fei Dan marah, kemudian bangkit dari kursinya, "Bisnis kita batal! Bersyukurlah karena aku masih menganggap mu sebagai teman, jika bukan karena ayah kita yang dulunya bersahabat, aku mungkin sudah mengakhiri hubungan ini sejak lama."
Perkataan yang dilontarkan oleh Fei Dan membuat Zu Chong sadar. Selama ini hubungan mereka itu hanya sekedar jalinan kerja sama keluarga, lebih daripada itu, hubungan mereka hanya sebatas saling tahu saja. Karena dulunya orang tua mereka bersahabat, jadinya mereka sering bertemu dan saling bangun relasi.
"Teman? Jika kau menganggap ku sebagai teman, kenapa kau pergi tanpa mendengarkan aku menjelaskan resep pil ini secara detail! Aku ini juga seorang pebisnis, jadi aku tahu yang mana keuntungan dan mana kerugian. Resep pil ini akan membuat kita mendapatkan keuntungan yang lebih, pil yang akan dihasilkan juga akan berguna karena target pasarnya adalah ...." Zu Chong mencoba menjelaskan kepada Fei agar dia mengerti. Namun...
"Cukup! Semakin diteruskan, kau nanti akan terlihat lebih bodoh. Mulai hari ini, aku mengakhiri hubungan kerja sama kita." Fei Dan mulai berjalan kearah pintu keluar.
"Baik, jika memang itu yang kau inginkan, aku tidak akan memaksa lagi. Aku juga tidak akan mengantarmu, karena masih ada beberapa orang yang akan ku layani saat ini," kata Zu Chong yang mencoba fokus kembali kearah Zhen Wu.
Disaat Fei Dan berada di depan pintu, dia kemudian berkata lagi kepada Zu Chong. "Lihatlah dirimu, masih cukup menyedihkan seperti dulu. Pantas saja kau tidak dipilih sebagai calon Patriak keluarga Zu, sebab kau hanyalah seorang yang bodoh dan tidak pandai dalam berkultivasi. Lihat saja dirimu yang masih terus bertahan di ranah Pembentukan Tubuh tahap menengah selama bertahun tahun. Jika bukan karena kepintaran mu dalam berdagang, mungkin kau sudah lama dibuang oleh keluargamu."
"Prak!!!" Suara meja yang berbunyi karena sebuah pukulan.
"Cukup! keluar kau dari ruangan ku, Fei Dan! Aku mengakhiri hubungan pertemanan kita hari ini. Karena aku tahu dari awal kau tidak pernah menganggap ku sebagai teman, melainkan hanya mencari sebuah keuntungan saja." Zu Chong membentak keras Fei Dan, hingga meluapkan emosi yang mungkin sudah lama dia pendam.
"Ha! Seorang pebisnis memang seperti itu, mereka pastinya selalu mencari keuntungan. Hanya kau saja yang menganggap hubungan ini serius." Fei Dan membuka pintu dan mulai melangkah keluar, "Hei, ingatlah! Kau sendiri yang mengakhiri hubungan pertemanan kita. Jadi jangan pernah lagi kau memperlihatkan wajahmu ataupun barang dagang mu di Paviliun Elang Emas, cabang kota Feilong ku," Fei Dan kemudian beranjak pergi dari sana.
Zu Chong tidak tahu harus berbuat apa, dia sekarang telah kehilangan teman sekaligus mitra dagangnya, hanya demi sebuah resep pil dan beberapa pil kelas satu yang hendak dijual oleh Zhen Wu. Dia tidak tahu apa tindakan yang dilakukannya saat ini benar atau salah.
Merasa telah kehilangan semangat, Zu Chong berkata dengan lemas kepada Zhen Wu, "Maaf telah membuat keributan seperti tadi. Katakan saja pil kelas satu apa yang anda bawa, aku akan membelinya. Dan sepertinya aku harus cepat kembali ke kediamanku lebih dulu, karena sepertinya aku membutuhkan istirahat," ucap Zu Chong yang masih teringat dengan beberapa perkataan dari Fei Dan, apalagi dia sebelumnya sempat terkena efek dari aura hantu Zi Li, yang masih terasa sampai sekarang.
Zhen Wu kemudian mengeluarkan tiga butir pil yang telah dia buat. Terlihat sebuah botol yang berisikan tiga butir pil berwarna hijau yang tampilannya sangat indah.
Begitu dibuka tutupnya, aroma pil langsung memenuhi ruangan itu. Zu Chong begitu kaget, saat mencium aroma yang dikeluarkan pil yang dibawah oleh Zhen Wu. Menurutnya, tidak semestinya pil kelas satu mengeluarkan aroma yang sangat harum seperti ini.
"Ini... Apa benar ini pil kelas satu? Bahkan pil kelas tiga saja tidak memiliki aroma seperti ini," tanya Zu Chong yang masih tidak percaya.
"Benar, ini pil kelas satu dan ini adalah pil buatan ku. Jadi, bisakah kita mendiskusikan harganya?" Zhen Wu balik bertanya.
Zu Chong yang tadinya merasa lemas, kini terlihat seperti memiliki energi kembali. Dengan sebuah senyuman yang nampak diwajahnya, dia dengan semangat berkata, "Dengan senang hati tuan. Mari kita bicarakan harganya."
Keduanya pun tersenyum, karena merasa transaksi ini akan menghasilkan keuntungan di kedua belah pihak.
Selanjutnya>>>
Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.