NovelToon NovelToon
Fucking Boyfriend

Fucking Boyfriend

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Pelakor / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lakuna Amerta

Hai ini karya terbaru saya, dukung saya dengan meninggalkan komentar like dan ikuti agar saya lebih semangat membuat cerita tentang hubungan Sashi yang panas dan penuh konflik.

Terimakasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lakuna Amerta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9, Hampir Saja!

“Jadi itu awal Tante ketemu Papa Mbak," tutur Bu Isabel.

“Kok Papa sakit sendirian. Emang Istrinya kemana?” tanya Sashi sambil mendekatkan diri pada Bu Isabel.

“Oh dia, Tante nggak paham betul," ungkap Bu Isabel. “Yang Tante tau, saat beliau sakit ada suatu hari seorang wanita muda marah-marah pada Papamu, apa mungkin di istrinya.”

“Ah gimana ya nasib Papa dulu ya Tante," tanya Sashi lagi penuh khawatir.

“Oh sebentar.” Bu Isabel beranjak, “Tante punya sesuatu.”

Bu Isabel pergi ke atas untuk mengambil suatu barang yang ia maksud untuk diberikan ke Sashi. Saat itu juga Nenek mengajaknya untuk makan terlebih dahulu. Dan semua yang disana sudah kompak menuju ke meja makan yang cukup besar. Rupanya pembantu disana sudah menyiapkan ketika semua orang pergi ke pemakaman.

Tak lama kemudian, Bu Isabel keluar dan menuruni tangga. Ia langsung menuju meja makan dimana semua orang berada.

“Ini Mbak.” Ia sodorkan sebuah kotak cukup besar, “Baiknya kamu buka dirumahmu besok Mbak, sekarang kita makan dulu ya.”

Sashi pun menuruti perintah Ibu tirinya itu dan lalu menaruh kotak itu di meja. Dan mereka semua akhirnya makan bersama. Setelah makan bersama Sashi berbincang sejenak dengan keluarga itu. Lalu sore tiba Sashi memutuskan untuk pulang ke apartemen bersama Rio. Namun si kecil Luna menghampiri ketika Sashi hendak pamit.

“Mbak besok kesini lagi kan?” tanya Luna dengan lirih.

“Iya dong. Mbak bakal sering main kesini sayang," ucap Sashi sambil memeluk adik kecilnya itu penuh sayang.

“Yaudah ya sayang, hati-hati kalau kembali ke Tangerang.” Pesan Bu Isabel sambil mengelus bahunya.

“Iya. Kalau capek istirahat ya," tambah Nenek.

“Tenang aja nek, Rio nanti yang anter Sashi ke Tangerang," ujar Rio.

“Eh nggak usah. Katamu lagi banyak kerjaan," sanggah Sashi, “Yaudah ya Tante, Nenek, dan adik-adik aku pergi dulu ya."

Semua mengangguk dan mengantar mereka sampai ke mobil. Tadi Rio menyusul dengan ojek online karena permintaan Sashi supaya tidak repot saat harus kembali ke apartemen. Mereka semua benar-benar mengantar kepergian Sashi dan Rio sampai hilang dari pandangan.

“Sayang serius nggak mau aku anter aja?” tanya Rio memastikan.

“Iya Sayang, aku balik besok pagi aja. Karena aku hanya ambil cuti sehari. Kerjaan aku banyak banget.”

“Beneran nggakpapa?”

“Iya sayang.” Sashi meyakinkan kekasihnya sambil mengelus-elus tangannya. “Bukannya udah biasa kan aku bolak-balik Tangerang -Bandung?”

“Oke deh,”

Rio melajukan mobilnya cukup kencang, karena ia melihat kekasihnya sudah cukup lelah. Suasana di Bandung sore itu cukup sejuk dan dingin, karena sepertinya akan hujan. Jalanan disana juga tidak sepadat Tangerang. Ramai namun lancar, banyak pula pejalan kaki yang terlihat. Bandung memang terlihat asri meskipun itu di kotanya. Bagaimana tidak, biasanya Sashi melihat macet, panas, dan debu di tempat tinggalnya.

Tak berselang beberapa lama mereka pun sampai di apartemen Rio. sashi langsung menuju kamar untuk merebahkan diri. Sedangkan Rio masih kesana kemari melihat keadaan, takut-takut ada yang kelupaan.

“Sayang, kamu mandi dulu gih baru istirahat.” Kata Rio sambil ia membuat minuman segar untuk Sashi.

“Oh iya ya.” Sashi pun beranjak. “Aku ambil baju dulu lah.”

“Aku ambilin aja sayang, kamu buruan mandi gih.” Rio menapis kekasihnya, demi melarang Sashi membuka lemari. Bagaimanapun di dalam lemari masih banyak bekas-bekas persembunyian barang kemarin. Takut Sashi menemukan sesuatu Ia pun gerak cepat.

“Eh. Iyaudah deh sayang, makasih ya," ucap Sashi sambil di dorong ke kamar mandi. “Ambilin piyama ku yang biru ya sayang. Kayaknya agak dingin.”

“Oke siap sayang.”

Sashi pun masuk ke kamar mandi, Ia mulai membilas dan bergegas mandi. Sementara Rio menyiapkan baju yang di maksud kekasihnya. 

Sashi pun selesai mandi dan merapikan diri. Dia lekas memakai lotionnya dan mencari pelembab bibirnya di laci riasnya. Dia tak menemukannya, sambil ia terus mencari Sashi mengobrak-abrik seisinya. Namun tidak menemukan, malah Ia gagal fokus dengan bedak padat yang ada di dalam situ. Bedak itu bukan miliknya, beda merk dan shade juga. Ia penasaran mengapa kekasihnya memiliki itu disitu.

“Cari apa sayang," tanya Rio sambil memasuki kamarnya.

“Lip balm sayang," jawab Sashi. “Tapi ini punya siapa?”

Sashi menunjukan penemuannya di laci itu. Sial! Bedak Agatha kenapa ada disitu. Rio pun kelabakan bingung harus jawab apa. Dia memutar otaknya agar Sashi tidak curiga. 

“Oh.i-itu bukan punyamu?” tanya Rio balik sedikit panik.

Sashi menggeleng, “Aku nggak seputih itu sayang, ini bukan shade aku lho.”

Rio semakin kelabakan, harus jawab apa. Karena pacarnya agak susah untuk di kecohkan, Ia harus mencari jawaban yang cukup logis.

“A-aku kira itu punyamu, soalnya kemarin ada di mobil. Iya di mo-mobil," ucap Rio setengah gagap.

“Mobil? Mobilku?”

“I-iya. Mobilmu.” Keringat dingin Rio mulai mengalir dan tidak terkendali. Mampus kenapa aku jawab itu, kan nggak masuk akal.

“Oh mungkin ini punya Mbak Gina atau Mbak Asti. Dulu pernah semobil waktu nengok Pak bos.”

“Nah iya mungkin, kebawa sama aku niatnya mau aku kasih kamu. Kumasukan ke tasku. Eh kebawa ke Bandung," nafas dan detak Rio mulai stabil, Ia kini lega karena ada alasannya.

“Yaudah deh. Lip balm aku mana ya sayang," Sashi sudah tidak peduli ke bedak yang ia temukan dan kembali mencari pelembab bibir yang sengaja Ia tinggal di apartemen Rio. Rio pun ikut membantu nya, ternyata jatuh ke bawah meja. Dan Ia segera mengambilkannya.

Setelah selesai drama bedak, Rio sudah kembali lega. Dan mereka pun rebahan di kasur dan sibuk masing-masing. Rio sibuk akan kerjaan yang Ia tinggalkan hari itu. Sedangkan Sashi sedang membalas pesan-pesan temannya yang memberikan ucapan turut berduka. Lebih lagi Ia mendapat pesan dari atas, surat putusan cuti kematian. Ternyata dia diberi cuti 3 hari.

“Sayang aku di kasih cuti 3 hari ini," kata Sashi.

“3 hari, wah lama ya," ujar Rio.

“Iya nih, cuti kematian. Aku kira aku nggak dapet karena lagi banyak orderan custom parfum. Ternyata Pak Bos punya hati juga," tutur Sashi

“He…he…he bagus dong sayang.”

“Iya ya, aku jadi bisa disini sampe besok sayang. Yey! Tau aja kalo kamu lagi nggak bisa pulang. Malah aku yang bisa disini lama.”

Rio kembali galau, bagaimanapun dia sedang menikmati perselingkuhannya dengan Agatha yang sedang panas-panasnya. Malah sang kekasih ada di Bandung sampe besok.

“Apa kamu mau ke rumah Tante Isabel aja sayang, gimana pun kan cuti itu di beri untukmu berduka.” Rio menawari Sashi, agar Ia bisa bermain gila dengan simpanannya.

“Ya pasti aku kesana lah kalo kamu lagi kerja, trus nanti pulang kesini.”

“Ah iya iya…” Rio pasrah. “Enaknya kamu aja sayang.”

“Okey!” ucap Sashi.

Mereka pun kembali sibuk, Rio masih dengan pekerjaannya dan Sashi bermain sosial medianya. Mereka seperti itu hingga pukul 9 malam, Sashi pun mulai kelaparan.

“Sayang aku pesen makan ya?” tanya Sashi dan Rio hanya mengangguk karena sedang serius.

Hingga tak berapa lama mereka menunggu, makanan mereka pun datang. Sashi beranjak dari kasurnya, sedangkan Rio mulai menutup pekerjaannya juga. Mereka berdua makan menu ayam goreng langganannya, dan memesan beberapa cemilan juga. Selesai makan mereka sempat untuk menonton TV sebentar, dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur.

“Ayo sayang, tidur," ajak Sashi.

“Tidur aja nih?” goda Rio, yang ternyata sudah sedari tadi Ia menahan sesuatu. “Mumpung ketemu lho….”

1
Rika Afrianti
👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
kᥲrmᥲ ᥙᥒ𝗍ᥙk ᥲgᥲ𝗍һᥲ ȷᥙgᥲ...
Hanisah Nisa
itulah.... tragik hukum karma....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
karma untuk Rio.... sebab.... nafsu d dulukan....
LakunaAmerta: terimakasih untuk selalu support kak :)
total 1 replies
Hanisah Nisa
karma untuk Rio dan aga.ta....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
shadow
smoga lanjut jd pasangan halal ya dawa-sashi
LakunaAmerta: selalu dukung karyaku ya kak, jangan lupa follow juga untuk mendukung aku terus menulis 🫶❤️🥰❤️
total 1 replies
Hanisah Nisa
jangan biarkan... Rio dan agama bahagia....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor..
Hanisah Nisa
dawa... sama Sashi saja.... sepertinya dawa adalah lelaki yang baik..... balas dendam kecil kecilan.... harap Rio mendapat karma......
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r.....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor....
Hanisah Nisa
sᥱmᥲᥒgᥲ𝗍 ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 ᥙ⍴ᥒᥡᥲ 𝗍һ᥆r....
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...... semoga ada lelaki.... yang sangat menyintai shashi secara tulus dan apa adanya.....
Hanisah Nisa
lanjut....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Hanisah Nisa
moga ada sinar kebahagiaan untuk shashi.... semangat lanjut upnya Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!