NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Velza

Menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia adalah idaman semua pasangan suami istri. Hal itu juga yang sangat diimpikan oleh Syarifa Hanna.

Menikah dengan pria yang juga mencintainya, Wildan Gustian. Awalnya, pernikahan keduanya berjalan sangat harmonis.

Namun, suatu hari tiba-tiba saja dia mendapat kabar bahwa sang suami yang telah mendampinginya selama dua tahun, kini menikah dengan wanita lain.

Semua harapan dan mimpi indah yang ingin dia rajut, hancur saat itu juga. Mampukah, Hanna menjalani kehidupan barunya dengan berbagi suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Hari Pertama Bekerja

Usai pertemuannya dengan Ardiansyah kemarin siang, hari ini Hanna sudah bisa mulai bekerja sebagai sekertaris pribadi Ardiansyah. Pukul 5 pagi Hanna sudah bangun, membersihkan rumah dan membuat sarapan, lalu baru mandi dan bersiap ke kantor.

Hari pertama bekerja, dia tak ingin memberikan kesan yang kurang baik karena datang terlambat. Setelah sarapan dan membersihkan bekas tempat makannya, Hanna segera berangkat.

Mengendarai mobilnya membelah jalanan pagi ini, Hanna tampak sangat bersemangat. Setidaknya dengan cara ini dia bisa melupakan segala prahara yang dialaminya. Tak butuh waktu lama untuk sampai kantor, Hanna langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus karyawan.

Memasuki area kantor, Hanna menjadi pusat perhatian seluruh karyawan di sana, terutama karyawan laki-laki. Hanna menghampiri meja resepsionis dan menanyakan ruangan CEO dan menjelaskan maksud kedatangannya.

Usai mendapatkan info di mana ruangan CEO, Hanna segera masuk lift yang khusus untuk menuju ruangan CEO. Tiba-tiba saja Hanna merasa grogi dan deg-degan sebab ini pertama kalinya dia bekerja menjadi sekertaris.

"Tenang, Hanna. Jangan gugup! Kamu pasti bisa," ucap Hanna menyemangati diri sendiri.

"Bismillah, semoga lancar," sambung Hanna dengan lirih.

Lift yang dinaikinya sudah tiba di area menuju ruangan CEO, perlahan kakinya melangkah keluar dan berjalan mencari letak ruangannya. Setelah ketemu, dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk.

Mendengar sahutan dari dalam, Hanna pun membuka pintu ruangan. Rupanya di sana sudah ada asisten Ardiansyah, sementara Ardiansyah sendiri belum sampai di kantor.

"Selamat pagi, Pak," sapa Hanna dengan ramah dan sopan.

"Selamat pagi. Apa kamu sekertaris baru Pak Ardiansyah?"

"Benar, Pak. Saya sekertaris baru Pak Ardiansyah," jawab Hanna.

"Perkenalkan, saya Arga, asisten pribadi Oak Ardiansyah." Arga mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan disambut oleh Hanna.

"Saya Syarifa Hanna, Pak. Biasa dipanggil Hanna," ucap Hanna balik memperkenalkan diri.

Arga pun mengangguk paham, kemudian dia berjalan menuju rak untuk menyimpan dokumen penting. "Silakan, kamu pelajari dulu apa yang akan menjadi tugasmu."

Hanna menerima beberapa map yang harus dia pelajari selama menjadi sekertaris pribadi Ardiansyah. "Baik, Pak. akan segera saya pelajari semuanya."

"Ruanganmu ada di depan ruangan CEO, kamu bisa ke sana," titah Arga.

"Baik, Pak.

Hanna keluar dari ruangan Ardiansyah sambil membawa map yang berisi berkas yang harus dia pelajari. Setelah membuka pintu ruangannya dan meletakkan tas serta map yang dibawanya. Hanna langsung duduk dan mempelajari semua berkas tadi.

15 menit kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu ruangannya. "Silakan, masuk," ucap Hanna.

"Bisa ke ruangan Pak Ardiansyah sebentar? Beliau ingin bertemu denganmu," ucap Arga setelah dipersilakan masuk.

"Oh, bisa, Pak," balas Hanna.

Arga keluar lebih dulu kemudian disusul Hanna di belakangnya.

"Permisi, Pak," ucap Hanna setelah masuk ruangan Ardiansyah.

"Silakan, duduk," titah Ardiansyah dengan ekspresi datar sambil menunjuk kursi di depannya.

Dengan patuh Hanna mengikuti perintah atasannya itu.

"Sudah mempelajari semua berkas yang diberikan Arga tadi?" tanya Ardiansyah dengan tatapan dingin, sangat berbanding terbalik dengan kemarin siang.

"Sudah, Pak," jawab Hanna dengan sopan.

"Baiklah, jika kamu sudah mempelajari semua. Oh, ya, siang nanti temani saya bertemu klien di Restoran X sebelum jam istirahat. Karena Arga harus mewakili rapat di Perusahaan Lain Grup," ujar Ardiansyah.

"Baik, Pak."

"Silakan, kembali ke ruanganmu. Dan satu lagi, tolong atur ulang jadwal saya untuk seminggu ke depan. Berkasnya akan diantarkan Arga ke ruanganmu," ucap Ardiansyah.

"Iya, Pak."

Setelah dirasa tak ada lagi yang dibicarakan, Hanna langsung keluar dari ruangan Ardiansyah yang terasa mencekam. Dia merasa bosnya itu memiliki dua kepribadian yang bisa berubah sesuai situasi dan kondisi di sekitarnya.

......................

Pukul sebelas siang, Hanna sudah berada di ruangan Ardiansyah. Mereka akan pergi ke Restoran X untuk bertemu klien.

Hanna berjalan di samping Ardiansyah sambil membawa map yang berisi dokumen penting. Selama di dalam lift, tak ada percakapan apa pun antara keduanya. Hingga tiba di lantai dasar, Ardiansyah masih setia dengan ekspresi datarnya. Bahkan saat berpapasan dengan beberapa karyawan, tak satupun sapaan dari karyawannya yang dijawab sekadar menganggukkan kepala.

"Dasar orang aneh. Bisa-bisanya dia seperti kulkas berjalan, berbeda sekali dengan kemarin siang," batin Hanna.

Ardiansyah dan Hanna masuk mobil yang disupiri oleh supir kantor. Selama perjalanan ke restoran, masih sama seperti di dalam lift tadi. Hanya keheningan yang menemani, tanpa adanya percakapan ataupun obrolan.

"Baru pertama bekerja, tapi malah mendapat kesan yang sangat membingungkan," batin Hanna sambil melihat pemandangan dari dalam mobil.

Mobil yang ditumpangi Ardiansyah dan Hanna sudah berhenti di depan restoran yang dituju. Ardiansyah memimpin jalan menuju ruang VIP di restoran tersebut.

"Selamat siang, Tuan Marvin," sapa Ardiansyah setelah tiba di ruangan yang dijadikan tempat untuk membahas pekerjaan.

"Selamat siang juga, Tuan Ardiansyah. Silakan, duduk," balas Marvin sambil mempersilakan duduk Ardiansyah dan Hanna.

Mereka pun tampak serius membahas pekerjaan dan sesekali Hanna mencatat poin-poin penting dari pembahasan tersebut. Setelah satu jam berdiskusi, mereka pun menyudahi pembahasan kali ini.

"Sudah waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang dulu?" tawar Marvin, tetapi pandangannya terpaku pada Hanna yang tampak gelisah karena sejak tadi terus ditatap oleh Marvin.

Ardiansyah bisa membaca gelagat kliennya itu yang sepertinya menginginkan Hanna. Namun, sebisa mungkin dia bersikap biasa seolah tak tahu apa yang dipikirkan Marvin, meski dalam hati dia sudah terbakar cemburu.

Sudah sejak lama dia menyimpan perasaan untuk Hanna, tetapi dia tak berani mengungkapkan karena saat itu Hanna tengah dekat dengan Wildan dan dia tak ingin dicap sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka.

1
Bang Ipul
dasar klu istri muda sok" an
Bang Ipul
seneng klu pemain wanita tenang gak kuar" gitu kayak yg lg viral sekarang
Game Semut
aneh bangt tuh mantan mertua mau main jodohin aja mantan mantu sm anaknye lg.emangnya hanna anaknye apa main jodoh2in .kok hanna knpa kyk gk pnya hak bwt nentuin hidupnya sendiri yah....mikir dong hanna jngn main nurut aja
Game Semut
pura3 tuh adnan pdhl nah emang udh direncanain x
Game Semut
lagian klo udh masuk ke kamar pintu Lngsng konci hanna
Game Semut
novita2....udh pilihan menikah dgn pria beristri berarti udh dzolim dan gk usah sok2an sedih ngelamun istri yg dikhianati selalu dianggap bersalah mulu jdnya.sadar diri luh jg emang mau posisi statusnya kyk hanna
Titing Titing
ceritanya tidak menarik seburuk buruknya anak tidak mungkin orang tua bersikap seperti itu
Estianty
👍👍👍
Ani Khadijah
cerita yg menarik pas bab nya jg.👍
niktut ugis
kasihan sich sama Novita tapi itulah balasan yg harus di terima
niktut ugis
eh suami laknat klu bicara seenak jidat somplak
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
siapa juga yang mau balikan lagi udah gitu bekas juga😎
Siti Saodah
eh bangun kamu Wildan,,jangan mimpi di siang bolong,,klo emang Hana mau,gak mungkin dia gugat cerai kamu dasar bego
Siti Saodah
kaya nya ini beda lagi orang yng suka ma Hana,,kirain calon jodoh nya Ardiansyah thor
Siti Saodah
masa Hana mau di jodohin sama Adnan Thor,,gak seru ah 🙏
Siti Saodah
kaya nya pengagum rahasia itu si Adnan deh,,soal nya dia kan yng baru pulang dari luar negeri 🤔
Siti Saodah
pelakor emang gak pernah nyadar
Siti Saodah
satu kata untuk Wildan egois
Vq S
Wildan rakus sih
Ds Phone
memang ibu hamil memang pelik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!