Kakek Abraham mempunyai cara licik untuk menjodohkan cucu ketiganya sekaligus cucu perempuan satu-satunya, Zemira Pieters.
Ia pura-pura mengajak Zemira taruhan. Taruhannya adalah jika Zemi bisa hidup tanpa fasilitas dari Kakek Abraham selama setahun, maka Kakek Abraham tidak akan lagi memaksa Zemi untuk menikah. Tapi jika Zemi tidak bisa, maka Zemi harus menikah dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.
Padahal tujuan sebenarnya Kakek Abraham membuat taruhan adalah untuk mendekatkan Zemi dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.
Tapi ternyata laki-laki yang ingin Kakek Abraham adalah laki-laki yang pernah menolak Zemi waktu SMA.
Akankah rencana Kakek Abraham berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Versi Ravin
"Aku punya ide." Zemi tersenyum licik.
Zemi pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi salah seorang temannya yang merupakan seorang gamer dan dia juga di percaya beberapa perusahaan pembuat game di Singapura untuk menguji coba game buatan mereka.
Gamer ini sangat terkenal dan banyak pengikut di Instagram dan Yutubnya. Dia adalah Jason.
Setelah beberapa kali nada sambung, akhirnya Jason menjawab telepon Zemi.
"Halo Jason, kamu dimana sekarang?" tanya Zemi.
"Ada apa, aku sedang sibuk!" jawab Jason.
"Aku tau kamu sedang tidak sibuk! Cepat bilang kamu dimana!" desak Zemi.
"Di planet mars!" jawab Jason.
Dasar bocah tengik, kamu pikir aku tidak tau kalau kamu ada di klub malam! Di lubang semut sekalipun aku bisa menemukan mu! gerutu Zemi dalam hati.
"Baiklah aku datang!" balas Zemi. Tanpa mendengar jawaban dari Jason, Zemi langsung menutup teleponnya.
"Itu Jason gamer yang terkenal itu?" tanya Camel.
Zemi menganggukkan kepalanya.
"Woah... kamu kok gak pernah bilang kalau kamu berteman dengan dia?" tanya Camel.
"Kamu tidak pernah tanya!" jawab Zemi simple.
"Sekarang antar aku ke The O Night Club. Aku ingin bertemu dengannya." pinta Zemi.
"Kamu ingin bertemu Jason?" tanya Camel.
Zemi menganggukkan kepalanya.
"Baiklah." Camel pun mengendarai mobilnya menuju klub malam.
💋💋💋
Mobil Ravin.
"Ravin..." panggil Vivian.
"Hemh..." Jawab Ravin sambil matanya tetap fokus melihat jalanan.
"Apa perempuan itu Zemi?" tanya Vivian.
"Apa maksud mu?" Ravin bertanya balik.
"Cih... perempuan yang selalu ada dalam hati mu, sampai-sampai aku tidak bisa masuk kedalam hatimu." jawab Vivian.
"Kamu tau soal itu?" tanya Ravin lagi.
"Jangan menguji ku Ravin! Walau kamu tidak pernah menceritakannya pada ku tapi aku sangat tau kalau di hati mu ada perempuan yang tak bisa di gantikan oleh perempuan mana pun." jawab Vivian.
"Tadinya aku pikir perempuan yang ada dalam hatimu itu lebih cantik dan elegan dari ku, tapi ternyata jauh dibawah ku! Aku tidak terima kalau aku kalah dengan perempuan itu!" kata Vivian lagi.
Ravin tersenyum kecut.
"Mungkin kamu yang tidak pernah mengerti aku. Aku bukan tipe laki-laki yang menomor satukan penampilan. Walau Zemi tidak secantik kamu, dan tinggi badannya juga tidak setinggi kamu, walau penampilannya juga tidak seelegan kamu, tapi dia adalah perempuan yang sangat unik bagiku. Karena uniknya lah makanya aku tertarik padanya dan tidak bisa melupakannya." jawab Ravin.
"Jadi benar kalau kamu pernah pacaran dengannya? Bukannya kamu bilang kamu tidak pernah pacaran sekalipun dan masih menunggu perempuan itu? Tapi kenapa tadi si Unta itu bilang kalau kamu dan perempuan itu sudah pernah pacaran?" tanya Vivian.
Ravin hanya tersenyum tipis.
"Apa bedanya dengan mu? Kamu bilang kalau kita sebentar lagi akan bertunangan. Memangnya kita seperti itu?" Ravin membalikkan pertanyaan Vivian.
Vivian menggelengkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.
"Tapi aku punya harapan hubungan kita seperti itu Ravin." jawab Vivian.
Ravin menghela nafasnya kasar. Ravin tau kalau Vivian menyukainya sejak lama, tapi sayangnya Ravin hanya menganggap Vivian sebagai adiknya.
"Aku hanya menganggap mu sebagai adik ku Vian, tidak lebih. Jadi mulai sekarang belajar lah melupakan ku dan membuka hati mu untuk laki-laki lain. Aku sudah bertemu dengan wanita ku dan kali ini akan aku pastikan aku tidak akan kehilangannya lagi." ucap Ravin.
Vivian terdiam sambil menatap sorot mata Ravin. Dari sorot matanya, Vivian bisa melihat betapa cintanya Ravin pada Zemi.
💋💋💋
Apartemen Ravin.
Setelah mengantar Vivian pulang, Ravin pun pulang ke apartemennya.
Ravin berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Setelah menenggak air minum, Ravin meninggalkan dapur dan berjalan menuju ruang tengah. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran sofa dan menatap langit-langit ruang tengah.
Memori otaknya kembali memutar kejadian sepuluh tahun lalu di hari dimana harusnya dirinya memberi jawaban pada Zemi.
Saat itu, saat Ravin hendak memberi jawaban pada Zemi, tiba-tiba Edu dan beberapa orang temannya mendatangi Ravin dan menyekap Ravin di gudang belakang sekolah kemudian mengancam Ravin agar tidak menerima Zemi dan tidak lagi berhubungan dengan Zemi.
Saat Ravin di sekap oleh Edu, disaat itu lah Edu menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Zemi sekaligus menyatakan cintanya pada Zemi.
Sayangnya saat Ravin berhasil keluar dari gudang, Ravin melihat Edu sudah memberi kejutan pada Zemi dan sudah menyatakan cintanya pada Zemi, tak lama Zemi pingsan lalu di larikan ke rumah sakit.
Saat Ravin menjenguk Zemi di rumah sakit, lagi-lagi Ravin di halangi oleh Edu dan gerombolannya. Gerombolan Edu membawa Ravin keluar dari rumah sakit dan membuang Ravin di tempat yang jauh dari rumah sakit.
Setelah menunggu Zemi berhari-hari di sekolah, Ravin malah mendengar Zemi pindah sekolah yang tidak di ketahui kemana.
💋💋💋
The O Night Club.
Kini Zemi dan Camel sudah berada di klub malam, tempat yang Zemi yakini saat ini Jason berada.
Zemi berkeliling mencari keberadaan Jason.
"Mana sih anak itu?" Gumam Zemi sambil matanya terus mencari keberadaan Jason.
Karena di lantai bawah Zemi tidak menemukan Jason, Zemi pun naik ke lantai dua.
Tapi di lantai dua juga tidak ada Jason disana. Karena tidak menemukan Jason, Zemi pun mengunjungi Jason tapi sayangnya Jason tidak menjawab telepon Zemi.
"Hish! Awas saja anak itu!" geram Zemi.
"Kamu yakin dia ada disini?" tanya Camel.
"Harusnya sih iya! Karena tempatnya dia hanya dua, kalau bukan di studionya yah di klub malam." jawab Zemi.
"Tapi dia tidak ada disini." balas Camel.
"Kita ke studionya saja kalau gitu." jawab Zemi.
Zemi dan Camel pun turun kebawah.
Sesampainya di lantai bawah, saat Zemi dan Camel hendak keluar, tiba-tiba saja seorang pria mabuk menepuk bokong Zemi.
Sontak Zemi pun menoleh kebelakang.
"Hai cantik." sapa pria mabuk itu begitu Zemi berbalik.
"Breng.sek! Kamu pikir kamu siapa berani-berani menepuk bokong ku, hah!" bentak Zemi.
"Heleh, jangan munafik Nona cantik, bukannya kamu datang kesini untuk menjual syusyu dan apem? Ayo sini aku beli syusyu dan apem mu!" ucap pria mabuk itu.
PLAK. Zemi yang kesabarannya setipis kulit bawang langsung menampar pria mabuk itu.
"Breng.sek! Beraninya ja.lang seperti mu memukul ku!" teriak pria mabuk itu.
Tak terima Zemi menamparnya, pria mabuk itu pun hendak membalas Zemi, tapi pria mabuk itu tidak tau kalau Zemi ternyata jago bela diri.
Jadi belum juga tangan pria mabuk itu mendarat di pipi Zemi, Zemi sudah menangkap dan memelintir tangan pria mabuk itu lalu menyikut lengan pria itu sampai terdengar bunyi KRAAAK.
"AAARGH...." teriak pria mabuk itu kesakitan.
💋💋💋
Bersambung...
😂😅
lucu bangat thoor
menarik sekali karya mu ini
aku sangat suka