Berbakat , sudah dipastikan dan tak bisa dipungkiri , gadis itu sangat berbakat.
Tapi , karna ia terlalu berbakat , semuanya harus disembunyikan, dan berakhir dengan kelemahan , ketidak berdayaan , dan mengakhiri hidupnya.
Lalu membawa seorang gadis yang sama harus menggantikan posisinya saat ini.
Siapakah itu?
Dari mana itu?
tak akan ada yang tau......
JUST KIDDING.
HAPPY STORY... HAPPY ENDING....
< ORIGINAL , jika ingin mengopi silahkan atau tertarik untuk mengubah diperbolehkan , dengan menginformasikan AO terlebih dahulu , Terima Kasih , karna sudah mau mencontoh > AO merasa terhormat dan tersanjung karna karya yang AO tulis ternyata menginspirasi pembaca 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinul Khotimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 09
Perjalanan yang cukup melelahkan untuk Jing Mae , meski tubuhnya kuat , walau bagaimana pun dia itu perempuan dan lagi seorang Gadis , dia benar-benar merasa sangat kelelahan dan kini dia sangat ingin berendam didalam air hangat .
Sebelum sampai di istana Jing Mae sudah meminta Ling Qiu untuk menyiapakan air hangat untuk dia mandi , dan benar saja air hangat telah selesai disiapkan dan akan digunakan Jing Mae , saat ini Jing Mae benar-benar ingin relax sejenak , ia sangat lelah dengan perjalanan dan dengan kehidupan barunya disini , belum lagi keinginan sang pemilik tubuh ini , untuk balas dendam .
Saat Jing Mae masuk ke ruangan yang ia duga sebagai kamar mandi, ia sudah di sambut oleh beberapa pelayan yang sepertinya akan membantunya bersantai .
" Siapa yang memerintah kan kalian untuk berada disini ? " tanya Jing Mae dingin .
Para pelayan tampak gugup , saat ditanya dengan nada dingin yang hampir menyamai Putra Mahkota nya , mereka terdiam sejenak , mencoba untuk menjawab .
" Pelayan ini menjawab Yang Mulia , kami di perintahkan oleh Yang Mulia Putra Mahkota . " jawab Pelayan yang berada dibarisan paling depan .
Jing Mae mengerutkan kening nya , tak mengerti ," Putra Mahkota ? Siapa dia ?" Pikir Jing Mae bingung .
" Begitu kah ?.. Baiklah kalau begitu , Putri ini memerintahkan kalian semua kecuali yang menjawab Putri ini keluar dan perintahkan kepada seorang Pria Cantik yang sedang berjaga didepan pintu untuk masuk kemari , dan jangan lupa untuk memintanya menutup matanya dengan pita yang ada ditangannya . Laksanakan segera . Dan jangan ada yang membantah jika tidak, maka putri ini akan memberi tahukan pada orang yang memerintahkan kalian untuk segera menghukum kalian . " timpal Jing Mae memberikan arahan saat para pelayan itu tampak ragu untuk menuruti perintahnya , dan pastinya dengan nada yang cukup dingin dan menusuk .
Saat seluruh palayan melangkah keluar dari kamarnya dan melaksanakan permintaan dari Jing Mae , Jing Mae langsung melepaskan pakaiannya dan melangkah perlahan masuk kedalam kolam pemandiannya.
" Dan kau ?... Siapa namamu ?"tanya Jing Mae masih dengan nada dinginnya .
" Menjawab Yang Mulia , nama pelayan ini Yu Ren . " jawab nya sembari menunduk memberikan hormat .
" Baiklah Putri ini akan memanggilmu Yu'er , sekarang mendekatlah , Putri ini ingin kamu membantu Putri ini membersihkan punggung Putri ini . " pinta Jing Mae masih dengan nada dingin .
Yu Ren melangkah dengan sedikit gugup , sebenarnya ia sangat takut dengan gadis yang ada dihadapannya kini , aura yang gadis ini keluarkan sangat kuat walau pun tak sekuat Putra Mahkota , tapi tetap saja membuatnya merinding .
Tak lama kemudian seseorang meminta izin untuk masuk .
" Nona , Ling' er meminta izin untuk menghadap . " ucapnya menunggu persetujuan .
" Lama ... Kau lama sekali Ling' er .. Aku sudah sangat lelah , kemarilah , dan ya kau sudah menutup matamu kan ,? " tanya Jing Mae penuh selidik .
Yu Ren tampak terkejut dengan perubahan nada bicara dan tata bahasa yang di ucapkan gadis yang kini menjadi majikannya , saat berbicara dengan seorang yang baru tiba , dan lagi seseorang itu adalah pria yang memiliki paras yang cantik layaknya seorang wanita .
" Maafkan keterlambatan Ling'er Nona , karna permintaan Nona, Ling'er harus berhati-hati saat menuju kemari , baiklah sekarang apakah yang harus saya lakukan ? " tanya Ling Qiu sopan seperti biasa , dan entah sejak kapan ia menjadi sangat lembut kepada manusia , aneh sangat aneh , ia merasa kan perasaan yang berbeda pada tuannya kali ini dan ia tak bisa membuat gadis yang saat ini ia layani merasa sakit sedikit pun .
" Aah ... Nyaman sekali , Terima kasih ya , Ling 'er ... Aku lebih baik sekarang , dan kau boleh keluar dan ya siapkan bahan dan juga pakaian ku seperti biasa .. " pinta Jing Mae sembari melanjutkan menikmati mandinya , setelah Ling Qiu selesai memijat dan memulihkan tenaganya , dan kini Jing Mae merasa lebih baik dari sebelumnya dan pastinya dia merasa kembali seperti sedia kala .
Ling Qiu mengangguk mengerti , lalu perlahan melangkah pergi dari ruangan itu .
Saat keluar dari kamar Jing Mae , dengan tidak terduga Ling Qiu berpapasan dengan Wu Xie yang sedang berjalan menuju kearah Ling Qiu keluar .
" Apa yang kau lakukan dikamar Jing'er.? " tanya Wu Xie penuh selidik dan pastinya dengan aura yang menakutkan , ingin tau apa yang dilakukan siluman ini dikamar Tunangannya .
" Hanya melaksanakan perintah dari Majikan Saya , pastinya .." jawab Ling Qiu sopan , sebenarnya sedikit sulit jika ia harus bersikap sopan kepada pria yang ada dihadapannya kini , tapi karna status yang ia miliki dan posisi nya yang lebih tinggi di hati majikannya itulah , yang membuatnya harus tetap seperti itu , agar tak melukai majikannya .
" Perintah apa yang diberikan Jing'er sampai bisa membuat Siluman sepertimu harus masuk kekamarnya ? " tanya Wu Xie dalam hati , ia tak ingin mengganggu waktu istirahat Tunangannya , dengan membuat keributan didepan kamarnya .
" Begitu ya ?! Kalau begitu kau bisa pergi sekarang " ujar Wu Xie tiba-tiba .
Tapi belum sempat Ling Qiu beranjak pergi pintu kamar majikannya terbuka dan keluarlah penghuni ruangan itu dengan pakaian yang telah disiapkan oleh Ling Qiu tadi .
"Apa yang kau lakukan disini ? Bukankah sudah aku bilang untuk segera menyiapkan bahan ? Dan kenapa kau masih disini ? Dasar Merak Cantik !!! " bentak Jing Mae kasar , memang bukan sesuatu yang menyengkan jika Jing Mae sudah mengeluarkan kata yang terlihat memuji itu , apa lagi jika sudah menyangkut bahan masakan , Jing Mae sangat tidak suka jika Ling Qiu tak segera menyelesaikan perintahnya , itu akan mengundang kemarahan , apa lagi saat ini Jing Mae dalam kondisi sangat prima .
" Menjawab Nona , Ling'er akan segera menyiapkan bahan , Ling'er pamit , Nona " pamit Ling Qiu menunduk , hendak beranjak , tapi segera dihentikan oleh Jing Mae .
" Tunggu ... karna kau akan pergi kedapur dan berhubung aku belum mengenal seluk beluk tempat ini , aku akan pergi bersama mu jadi..." putus Jing Mae , saat ia sempurna keluar dari kamarnya .
" Ka---" ia terhenti , sejenak Jing Mae berpikir lalu ia memahami sesuatu , walau bukan bagian paling penting .
" Jing Mae memberi salam hormat kepada Yang Mulia Putra Mahkota ." Lanjutnya yakin , ia sedikit membungkuk pertanda ia sangat hormat pada pria yang ada di hadapannya .
" Ben Wang, menerima salam dari Anda ." Jawab Wu Xie dingin , tapi sebenarnya dia sangat tidak nyaman dengan keadaan ini .
" Jika diizinkan Ben Wang ingin mengetahui kemanakah Anda akan pergi ?" tanya Wu Xie lembut tapi bernada dingin , Jing Mae menatap Wu Xie dengan bingung ,tapi Jing Mae tak banyak mengubah ekspresi nya .
" Menjawab Yang Mulia , Saya akan kedapur untuk memasak , Apakah Yang Mulia akan sarapan ? " jawab Jing Mae tetap dengan nadanya yang dingin , dia tidak bisa bicara seperti biasa , karna saat ini dia ada didepan para prajurit dan juga pelayan .
" Apakah Anda akan memasak ? Kenapa tidak meminta para pelayan yang membuatkannya ? " tanya Wu Xie heran , Jing Mae kan bisa meminta para pelayan untuk memasak dan mengantarkannya atau dia juga bisa meminta Ling Qiu untuk menyiapkan nya ,lalu kenapa dia tidak mau .
Jing Mae menunduk untuk memyembunyikan wajah kesalnya , " Menjawab Yang Mulia , Jing Mae tidak bisa makan dari tangan orang lain , yang berarti walaupun itu diperintahkan oleh Yang Mulia, Jing Mae tidak bisa ."jawab nya sedikit menekankan beberapa kata , yang tampaknya tidak disadari oleh para Prajurit dan Pelayan , tapi tetap disadari oleh Wu Xie dan Ling Qiu .
Saat Jing Mae dan Wu Xie masih mengobrol walau pun tidak bisa disebut dengan obrolan sih , dengan tergesah-gesah Juan Wue menghampiri Wu Xie .
" Memberi salam hormat kepada Yang Mulia Putra dan Putri Mahkota , Yang Mulia , Prajurit ini meminta izin melapor , bahwa Yang Mulia Putra Mahkota diminta menghadap kepada Beliau .. ," ucap Juan Wue cepat dengan salam yang masih sedikit membingungkan untuk Jing Mae .
Wu Xie membulatkan matanya , ia tau jika 'Beliau' sudah memanggil itu artinya ia harus segera menghadap , namun perubahan mimik wajah Wu Xie tak pernah terlihat jelas , karna itu walau pun ini adalah kabar darurat dan walaupun ia membulatkan matanya untuk memunjukkan bahwa ia terkejut pun terasa lebih seperti tatapan yang sangat mengerikan .
Jing Mae tersadar saat Juan Wue memanggilnya dengan sebutan 'Putri Mahkota ' ia pun terkejut , meski begitu wajahnya masih terlihat datar dan dingin .
" Ling'er ? " panggil Jing Mae , sembari meminta Ling Qiu mendekat.
" Siapa dan dimana Putri Mahkota yang dimaksud Juan Wue ?"tanya Jing Mae polos .
HAPPY READING READERS
SEMIGA BISA MENGHIBUR KALIAN SEMUA YA...
kpn lanjut cs ini