NovelToon NovelToon
Misteri Kematian Di Sekolah

Misteri Kematian Di Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Roh Supernatural / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Matabatin / Horor
Popularitas:270.3k
Nilai: 4.4
Nama Author: Ifdetul Faihak

KARYA SEDANG DI REVISI. HARAP MAKLUM JIKA MENJUMPAI KESALAHAN KATA ATAU ALUR YANG AMBURADUL!

WARNING
BAB YANG BERTANDA (~) TANDANYA TELAH REVISI. HARAP DI WAJARKAN JIKA TERDAPAT BANYAK PERUBAHAN ATAU SEMACAM KESALAHAN DALAM PENYEBUTAN NAMA, TEMPAT DAN LAIN-LAIN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bencana datang tanpa di duga-duga [Telah Revisi]

Terdiam tanpa kata, bibir mungil itu terkatup sempurna, pikiran terus berkelana dengan dia yang sudah tiada. Kini, sebuah mobil blue bird membawa pergi Clara dan juga Rev dari kediaman Jia. Steven dan juga Angkasa undur diri dan pulang ke rumah masing-masing karena matahari mau tenggelam.

Clara sandarkan punggung di kursi, menatap penuh kesedihan ke arah jalan yang banyak kendaraan beroda melintas di kanan dan kiri."Gue masih gak nyangka lo bakal ninggalin gue Jia." Batin Clara.

Mata hazel tak pernah ridho, tetap tak pernah ingin menghilangkan sosok yang telah beda alam dalam benak. Sungguh kenyataan ini membuat Clara terpental sampai ke luar angkasa.

"Gak nyangka kalau lo udah gak ada. Gue masih berharap kalau ini cuman mimpi. Sumpah Jia, hidup gue akan terasa hambar kalau gak ada lo. Lo, Steven dan gue sahabat selamanya yang akan selalu ada, tapi sekarang lo ninggalin kita tanpa pamit. Dan, lo juga memendam rasa sakit yang gak lo utarakan sama kita-kita. Itu yang bikin rasa sakit di hati gue makin bertambah." Batin Clara. Sebening embun itu beberapa kali luruh dari pelupuk, pikiran mengulang kembali kisah manis berujung tragis yang menempel kuat di benak.

"Tapi apapun yang terjadi. Gue hanya bisa berdoa semoga lo tenang di alam sana." Batin Clara.

Manik mata maut melirik gadis sibuk menatap keluar jendela dengan air mata yang menghias pipi."Lo gak usah mikirin dia. Dia udah tenang di alam sana."

Kata-kata ketus itu membuat si puan mengalihkan pandangan menatap pemuda dengan tatapan mata lurus ke depan."Enak banget lo ngomong ya. Lo mikir gak sih, kalau sampai detik ini gue gak terima. Dan, lo harus tau, kalau susah bagi gue membuang Jia begitu saja. Dia temen gue, temen terbaik gue setelah Steven. Gak mudah menghilangkan dia dalam pikiran gue. Dia se-spesial itu di hidup gue, dan lo perlu tau itu!" Sarkas Clara naik pitam.

Pemuda bergelar OSIS seketika bungkam. Mengajak gadis yang notabennya sepupu sendiri berkomunikasi saat ini di ibarat kata mendatangkan malapetaka besar yang mengunci pergerakan jantung. Rev akui Clara sedang terpukul, tapi sikap dinginnya membuat sulit mengapresiasi lewat ekspresi.

"Jia itu berharga buat gue. Dia terbaik, yang ngerti gue, yang selalu ada saat gue punya masalah. Lo tau gak, kalau gue sangat-sangat merasa bersalah karena gak ada di saat dia berada di masa sulit. Gue ngerasa gagal menjadi sahabatnya. Itu yang paling gue sesali seumur hidup." Untai Clara mengeluarkan hal-hal ciptaan hati.

Tangan kekar Rev memiringkan kepala partner di samping untuk bersandar di bahu kokohnya."Lo tenang dulu, kita akan usut tuntas kasus ini. Gak akan gue biarin kematian Jia begitu aja, karena gue yakin kalau ada apa-apanya di balik kematian dadakan itu."

Sepatah kata tak keluar dari bibir mungil Clara. Mata hazel hanya bisa diam dengan pikiran tak bisa lepas dari pemilik rambut pendek. Hati tak akan pernah setuju kasus kematian jia selesai tanpa alasan yang jelas dan dalang yang sesungguhnya. Semuanya harus di selidiki sampai ke ujung akar sekalipun.

Kini tersisa tarikan nafas sesak kala fakta tak terduga datang menyergap. Dengan berat hati hidup akan terjalani tanpa ada dia lagi yang menemani. Clara rasakan usapan lembut menyapa rambut, meski nilai perlakuan itu kecil tapi sangat efesien dalam menghilangkan rasa gundah tengah menghantam diri.

Mobil blue bird telah terhenti di sebuah rumah dengan pagar hitam menjulang tinggi. Rumah terletak di salah satu perumahan elit jalan anggrek adalah tempat tinggal seorang gadis bernama Clara Ayuda Pratama dan keluarga kecilnya.

Kaki berbalut sepatu putih mengijak aspal, mata hazel menatap terkejut terhadap pemuda dengan kacamata hitam bertengger manis di hidung."Ngapain lo turun!"

"Emak babe lo lagi di luar negeri. Dan gue di tugasin buat jagain lo." Sabutnya menjelaskan.

"Jadii.....?"

"Jadi gue akan tinggal bareng lo." Tersungging senyum manis di wajah tampan Rev.

Seketika mata hazel membulat sempurna."Apa-apaan lo! Lo pikir gue anak kecil apa? Gak! Gue gak mau serumah sama lo. Gue bisa tinggal sendiri, di rumah juga ada supir, pembantu. Gak kekurangan keamanan. Jadi lo gak usah melaksanakan tugas yang bokap nyokap gue kasih!"

Sikap sungut itu terlayang. Hati paling dalam sontak tak terima, sosok Clara akui manusia itu paling menyebalkan sepanjang jagat raya sekarang akan tinggal di satu atap yang sama dan secara otomatis mata akan melihat keberadaannya setiap hari. Itu menjadi bencana yang paling mengerikan dan sangat menakutkan serta menjengkelkan.

Kaca mata hitam Rev lepas, membuang tas hitam di punggung, cepat Clara tangkap tas ringan seperti tak terisi satu benda pun."Gak ada penolakan! Karena gue di tugaskan oleh Om Fernando, bukan lo!" Tutur Rev mendekatkan wajah, kemudian senyum smirk terlukis.

Sedetik kemudian kaki berbalut sepatu hitam Rev melangkah masuk ke pekarangan rumah gadis yang kini melongo dengan mulut terbuka lebar bak goa.

"Iiiiih nyebelin. Kenapa papa pake nyuruh Rev tinggal bareng gue sih. Gak tau apa kalau dia itu bencana! Aakkkh!" Urat leher Clara mengencang. Jeritan kecil lepas dari bibir mungil. Rasa tertekan menghantam jiwa, hadir si pengganggu ekosistem merusak hari yang bahagia.

Tubuh tegap tiba-tiba terhenti, memutar kepala ke belakang."Cepat masuk. Mau jadi satpam bengong di situ!"

Clara mencebik bibir, di sini dia seperti asisten yang berhadapan dengan sang bos, tidak taunya dia adalah tuan rumah yang seharusnya di perlakukan seperti nyonya besar.

"Huft!" Clara hembuskan nafas kasar, dengan tak suka menggerakkan kaki masuk melintasi gerbang yang kemudian di tutup kembali oleh satpam bername tag Pak Dendi.

"Non." Sapa Pak Dendi, satpam bertubuh buncit dengan seragam hitam putih yang telah berkerja di rumah Clara selama 15 tahun lamanya. Beliau yang mengenal betul anak dengan wajah imut serta menggemaskan hanya bisa mengulas senyum.

Lika-liku hubungan antara Clara dan Rev telah terbaca sebelumnya oleh para orang-orang yang bekerja di tempat ini. Mereka hanya bisa memaklumi dan cukup memahami perseteruan 2 sepupu yang seperti kucing dan tikus.

Clara mengacuhkan, bukan karena sombong tapi isi hati sedang terporak-poranda oleh fakta yang di bawa secara tiba-tiba. Dengan kesal Clara jatuhkan tas hitam itu di lantai, setelah bokong Clara mendarat di sofa berwarna Sage. Kedua tangan menyilang di dada, wajah cemberut itu terpampang jelas di mata.

Tanpa keluhan Rev ambil tas miliknya dan di letakkan di samping kiri yang kosong. Tanpa banyak bicara pria bergelar ketua OSIS mengambil handphone dan bermain game.

Lagi-lagi mulut gadis bermata hazel terbuka."Bocah ini, kenapa dia akkkh! Ingin rasanya gue cakar aja wajahnya. Kenapa sih nasib gue sial banget. Masa tiap hari gue harus liat nih bocah ada di mata gue. Bakal rusak gak ya mata gue nantinya?" Batin Clara menekan-nekan dagu menggunakan satu telunjuk.

"Kenapa lo gak pulang aja sih. Rumah lo kan dekat. Gak usah tinggal bareng sama gue. Dan lo juga bisa mantau gue setiap hari, toh rumah kita juga sebelahan." Ujar Clara belum menerima kenyataan yang menggemparkan.

Handphone bercamera tiga di letakkan di meja, mata maut itu memandang wajah imut."Gue itu manusia yang amanah. Jadi, gue harus melakukan apa yang Om Fernando perintahkan, toh itu juga demi kebaikan lo. Sampai di sini paham?"

"Tapi gue gak mau liat muka lo tiap hari." Pekik Clara.

Seketika semuanya mendadak gelap, pekikan itu berakhir dalam sekejap."Pake ini, mata lo gak akan kenapa-napa, gue bukan monster kok."

Bom atom meledak di kepala saat kacamata hitam itu bertengger di hidung. Panas luar biasa menyerang dada, urat-urat di seluruh tubuh naik kepermukaan kulit.

"Reeeeeeeevvvv!" Jeritan panjang menggelegar seisi rumah. Pemuda yang namanya di sebut berlari menaiki tangga menuju kamar sebelah kamar Clara terletak di lantai 2.

"Sialan tuh bocah. Gue akan cari cara biar dia minggat dari rumah gue. Gak sudi gue tinggal seatap sama dia!" Putus Clara.

1
endang purwanti
kok ga dibawa ke RS dulu, biasanya korban kecelakaan pasti dibw ke RS ya meskipun ini hanya cerita fiksi, tp jg harus ada logikanya, sebelum polisi datangpun korban biasanya ga boleh disentuh .. tapi kembali lg .. ini hanya cerita fiksi, terserah author .. lanjuttt
nick@
jia&Kayla knp g mau ngasih tau pelakunya,pdhl mereka udh jdi arwah.. biasanya klo arwah blm tenang sk minta tolong bt nangkap pelakunya.
nick@
itu pegang tongkat pakai sarung tgn g,klo g sidik jarinya Clara nempel disana donk. itu kan BB
Moccatea Hening Dessina
kenapa diulang2 thor
Makhluk Angkasa: revisi belum kelar kak, harap di tunggu ya
total 1 replies
Yuan Li
Weh....apakah mereka jadi tumbal...dan lokasi pembunuhan nya di ruangan terbengkalai
Yuan Li
Mungkin keluarga vidhia
Yazied Andra
kenapa sich thor selalu ceritanya diulang trus walaupun judul'a beda tp isinya sama....jadi males bacanya gi crta ini!
m@m@k @£1p
lanjut Thor,
m@m@k @£1p
lanjut kak,,
m@m@k @£1p
Thor kok nggak ada sambungan nya lagi,,
Ekayadi
Aryan kn UD tau juga knp gk di ceritain k mereka biar gk salah paham sama Aldo?? sebenarnya gank ini terbuka cerita aj ap yg mereka tau kn tinggal d gabungin aj...
m@m@k @£1p
lanjut Thor lagi seru
Ekayadi
awalnya seru tp malah k episode belakang ny kok ngulang terus kk aothor... malahan ada yg 3x ngulang
Ekayadi
ini episode paling gokil abis ya.... Aryan si anak bawang
Ekayadi
ini episode paling gokil habis
Yazied Andra
kenapa sich thor sering double crtanya
m@m@k @£1p
lanjut kak makin seru aja nih
m@m@k @£1p
lanjut kak
m@m@k @£1p
lanjut kak, makin seru nih ceritanya
Biah Kartika
kenapa di upload berkali-kali sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!