NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Pesta Pernikahan Megah Klan Cendana

Malam di ibu kota menyajikan pemandangan kilau lampu yang memukau. Gedung Grand Ballroom Palace—aula terbesar dan paling eksklusif di negeri ini—berdiri megah bertabur lampu hias keemasan. Malam ini, panggung tertinggi itu dikuasai oleh Klan Cendana. Pesta pertunangan megah antara Victor Cendana dengan putri tunggal dari klan pejabat tinggi sedang berlangsung, disaksikan oleh ratusan pengusaha papan atas, pejabat negara, hingga petinggi media nasional.

Aroma parfum mahal dan denting gelas kristal memenuhi setiap sudut aula. Di antara kerumunan tamu berbusana mewah, tampak dua sosok yang terlihat canggung dan serba salah. Mereka adalah Maya dan Hendra.

Setelah diusir secara tidak hormat dari kota pelabuhan dan kehabisan tempat tinggal, pasangan suami istri yang serakah itu nekat melarikan diri ke ibu kota menggunakan sisa tabungan terakhir. Dengan modal pakaian bekas pesta kemarin dan kepandaian menjilat, mereka berhasil menyusup ke dalam aula lewat pintu belakang, berharap bisa menemukan klan kaya baru yang sudi menampung mereka.

"Lihat tempat ini, Papi!" bisik Maya dengan mata berbinar-binar penuh ketamakan. "Ini pesta Klan Cendana! Orang-orang di sini jauh lebih kaya daripada orang-orang di kota asal kita! Kita harus bisa mendekati Tuan Muda Victor!"

Hendra merapikan kerah jasnya yang agak kusam, mengangguk cepat. "Benar, Mami! Jika kita bisa menjadi pengikut Keluarga Cendana, kita tidak perlu takut lagi pada kebangkrutan!"

Namun, di saat Maya dan Hendra sibuk memanjakan mata serakah mereka, suasana di dalam aula mendadak berubah drastis.

*TAP! TAP! TAP!*

Langkah kaki yang teratur dan berwibawa terdengar mengalun dari pintu masuk utama. Petugas protokol kerajaan yang bertugas di ambang pintu mendadak menegakkan tubuhnya, lalu membacakan pengumuman melalui pengeras suara dengan nada getar yang dipenuhi rasa hormat tak bertepi:

"Menyambut kedatangan... Pemimpin Tertinggi Konsorsium Naga Hitam, Tuan Muda Reno, beserta pendamping resminya, Nona Alya Pramudya!"

*DEG!*

Nama yang terucap dari pengeras suara itu bagaikan dentuman meriam yang membekukan seluruh isi aula. Ratusan tamu undangan secara refleks memutar tubuh mereka ke arah pintu masuk utama.

Di bawah naungan lampu kristal yang berkilauan, Reno melangkah masuk. Ia mengenakan setelan jas kustom berwarna hitam pekat dengan bordiran benang perak berbentuk naga di bagian kerah interiornya. Aura ketampanan, ketenangan, dan dominasi mutlak terpancar kuat dari setiap jengkal tubuhnya.

Di sampingnya, Alya berjalan dengan begitu anggun. Alya mengenakan gaun malam berwarna merah marun berpotongan elegan yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya terurai halus dengan riasan wajah yang natural namun memikat. Penampilannya yang sangat memukau dan berkelas membuat seluruh wanita elit di dalam aula mendadak merasa minor.

Maya dan Hendra yang berdiri di sudut ruangan langsung melotot lebar. Cangkir minuman di tangan Hendra hampir saja terlepas dan jatuh menghantam lantai.

"Re—Reno?! Alya?!" jerit Maya lirih dengan tenggorokan terasa kering seketika. "Bagaimana mungkin mereka bisa hadir sebagai tamu kehormatan paling akhir di pesta Klan Cendana?!"

"Mami... lihat pakaian dan aura mereka..." bisik Hendra dengan tubuh gemetar hebat. "Mereka... mereka benar-benar berada di puncak dunia sekarang!"

Alya berjalan dengan penuh rasa percaya diri di sisi Reno. Tangannya yang lembut melingkar nyaman di lengan tegap Reno. Dulu, Alya selalu merasa rendah diri jika harus menghadiri pesta-pesta megah karena cemoohan ibunya. Namun kini, berdiri di samping pria yang paling berpengaruh di negeri ini, Alya merasa utuh, kuat, dan dilindungi.

Kedatangan Reno dan Alya langsung menarik perhatian para konglomerat dan menteri yang hadir. Tanpa memedulikan tuan rumah, puluhan pejabat tinggi dan pebisnis papan atas berbondong-bondong mendekati Reno, membungkuk hormat 90 derajat demi bisa berjabat tangan dengan Penguasa Naga Hitam.

"Selamat datang di ibu kota, Tuan Muda Reno!"

"Suatu kehormatan luar biasa bisa menyaksikan kehadiran Anda malam ini!"

Reno merespons salam mereka dengan anggukan kepala yang sangat tipis namun sopan, mempertahankan wibawa seorang pemimpin tertinggi.

Di atas panggung utama, Victor Cendana berdiri dengan raut wajah yang menggelap. Ia mengenakan jas putih mewah, memegang gelas sampanye dengan cengkeraman jari yang begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di sampingnya, calon tunangannya dan sang ayah—Kepala Klan Cendana—menatap kedatangan Reno dengan pandangan penuh ketegangan.

Victor merasa dadanya mendidih. Pesta pertunangan yang seharusnya menjadi ajang pamer kekuasaan Klan Cendana kini sepenuhnya disorot oleh kehadiran Reno dan Alya. Seluruh perhatian media dan tamu VIP telah teralih secara mutlak.

Dengan langkah lebar yang dipaksakan tenang, Victor turun dari panggung utama, menyibak kerumunan pebisnis yang mengerumuni Reno.

"Tuan Muda Reno," suara Victor mengalun dengan nada yang ditekankan, berpura-pura ramah di hadapan puluhan kamera media yang menyorot mereka. "Sungguh sebuah kejutan besar melihat Anda sudi memenuhi undangan kecil kami. Saya pikir Penguasa Naga Hitam terlalu sibuk untuk hadir di pesta pertunangan Klan Cendana."

Reno menghentikan langkahnya, menatap Victor dengan pandangan yang datar. "Undangan dari Klan Cendana tentu tidak boleh dilewatkan, Victor. Apalagi pesta yang dirancang dengan begitu banyak... kepura-puraan."

Kata-kata Reno yang menohok membuat senyum di wajah Victor membeku seketika. Para tamu di sekitar mereka menahan napas, merasakan pendar konflik yang mulai membakar udara.

Victor terkekeh dingin, mencoba menutupi rasa tersinggungnya. Matanya melirik Alya yang berdiri anggun di samping Reno, lalu beralih menatap pakaian Reno dari atas ke bawah.

"Pernyataan yang cukup tajam, Tuan Muda," ujar Victor dengan nada suara yang sengaja dibesarkan agar terdengar oleh jajaran media. "Namun, bicara soal kepura-puraan... bukankah latar belakang Anda sendiri yang paling penuh dengan kepura-puraan?"

Victor menyunggingkan senyum licik, merasa telah menemukan celah untuk meruntuhkan wibawa Reno di hadapan para elit nasional.

"Seluruh ibu kota tahu," lanjut Victor dengan nada provokatif yang sarat akan hinaan, "bahwa sebelum Anda menyandang gelar Penguasa Naga Hitam, Anda hanyalah seorang pria tanpa masa depan yang menjadi menantu benalu di kota kecil. Pria yang kerjaannya hanya menyapu lantai dan diusir dari rumah oleh mertuanya sendiri!"

Kasak-kusuk kaget langsung pecah di antara para tamu undangan. Beberapa pejabat yang belum mengetahui masa lalu Reno saling berbisik dengan raut terkejut.

Victor merasa berada di atas angin. Ia menatap Reno dan Alya dengan pandangan penuh kemenangan. "Pria dengan latar belakang terbuang dan hina seperti itu... apakah pantas berdiri di aula paling terhormat di ibu kota ini dan berpura-pura menjadi raja di hadapan Klan Cendana?"

Hinaan Victor begitu telanjang dan tajam, dirancang khusus untuk mempermalukan Reno dan Alya di panggung nasional. Maya dan Hendra yang menyaksikan dari kejauhan mengatupkan bibir rapat-rapat, berharap kegaduhan itu tidak menyeret nama mereka.

Alya meremas lengan Reno, dadanya membara menahan amarah atas kelancangan Victor. Namun, saat ia menatap wajah Reno, tidak ada sedikit pun pendar kemarahan atau kegugupan di sana.

Reno justru menyunggingkan sebuah ukiran senyum tipis yang amat mengerikan—sebuah senyuman dingin dari seorang penguasa yang tahu bahwa jerat mautnya baru saja mengunci leher sang musuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!