(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 09
Hellaawww... ada lagi ya.. hahaha😂😂😂
Jan lupa dukungan nya ya gengs 🙏
Happy reading !!!
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
Membuka matanya perlahan, mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan. Ia beranjak mendudukkan dirinya dan mengeluh sakit di kepala nya.
"Kepala ku sakit sekali..." Rintih nya.
Cklek...
pintu UKS pun terbuka dan menampilkan kedua sahabat nya disana.
"Laras... kau sudah sadar." Ucap putri yang sangat khawatir dengan keadaan sahabat nya itu.
Mempercepat langkah nya dengan diikuti Dava dibelakang nya mendekati ranjang di mana Laras sedang terbaring.
"Bagai mana keadaan mu..???" Kini suara Dava yang bertanya.
"A.. aku... tidak apa apa. Hanya sakit kepala saja." Ucap nya lirih.
"Kalau kau tidak apa apa, kenapa kau bisa pingsan." ketus putri dengan wajah yang terlihat marah. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu kepada sahabat nya itu.
"Emmm..." Ujar Dava hanya berdehem membenar kan gerutuan Putri.
"Aku... hanya kurang tidur semalam, dan tadi pagi melupakan sarapan ku." Jawab nya sambil menundukkan kepala.
"Kenapa bisa kau kurang tidur dan melupakan sarapan." Ujar Dava kembali bertanya dengan ber-sungut. Dia pun juga tidak ingin melihat sahabat nya sakit.
Walau ke dua sahabat nya ini sangat ketus, tapi mereka sangat perduli jika di antara mereka ada yang sakit atau pun sedang dalam masalah. Namun saat Laras sedang mempunyai masalah saat mama nya masuk rumah sakit dan harus segera di operasi, dia menyembunyikan kesulitan nya dari sahabat nya. Dia berpikir tidak mau terus merepotkan ke dua sahabat nya yang sangat sangat baik kepada nya. Kedua sahabat nya berasal dari keluarga yang berada, tapi mereka sangat menyukai Laras dan mengetahui kehidupan Laras yang pas pasan dan hanya hidup dengan mama nya seorang. Lalu mereka pun menjadikan Laras sebagai sahabat. Mereka selalu membantu Laras jika Laras sedang kesulitan dan tak mampu untuk membayar kuliahnya. Namun seringkali Laras menolak keras bantuan para sahabat nya, lantaran ia masih merasa mampu untuk mendapatkan uang dengan hasil kerjanya.
Tanpa sepengetahuan Laras, cafe dimana tempat Laras bekerja adalah milik Dava sahabat nya. Dava sengaja tak memberitahunya karena Dava ingin membantu nya dan dengan sengaja memberi gaji lebih untuk Laras. Hanya dengan cara ini Dava bisa membantu nya. Karena kalau sampai Laras tau, dia pasti akan menolak bantuan nya.
"Setelah ini, kami akan mengantar mu pulang." ucap putri.
"Emm... aku.." Sebelum Laras melanjutkan ucapan nya, Putri sudah memotong nya.
"Tidak ada penolakan !" Ujar nya tak terbantahkan sambil menggerakkan jari telunjuk nya ke kanan dan kiri.
Laras hanya bisa pasrah mendengar paksaan sahabat nya itu.
...*****...
Mereka bertiga pun sudah berada di dalam mobil milik Dava. Laras dan Putri di kursi penumpang belakang dan Dava di belakang kemudi. Dava pun segera melajukan mobil nya untuk mengantar Laras pulang.
"Ras, tunjukkan jalan rumah mu ya. Aku kan tidak tau jalan nya." Ujar Dava sambil melirik Laras dari kaca spion.
Walau sudah sangat lama mereka bersahabat. Tapi Laras tidak pernah mengajak ke dua sahabat nya berkunjung kerumahnya. Dia takut kalau mereka tidak nyaman dengan keadaan rumah nya yang kecil dan apa ada nya itu. Dan ketika Dava ataupun Putri yang akan mengantar nya pulang, dia selalu menolak nya.
Tiba tiba saja, Laras teringat kalau dia tadi malam tidak pulang ke rumah nya. Dan sekarang pun mama nya tidak ada dirumah karena belum dibolehkan pulang.
Sontak Laras terperanjat kebingungan jika mereka akan menanyakan keberadaan mama nya yang tak ada dirumah. Ia sudah menduga kalau ke dua sahabat nya itu tak akan sebentar berada dirumah nya, apa lagi dengan keadaan nya yang sedang sakit seperti ini.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah Laras.
"Jadi disini rumah mu Ras...." Ujar putri sambil mengedarkan pandangannya melihat lihat sekeliling halaman rumah Laras yang sangat sederhana menurutnya.
"Emmm.. ayo masuk." Ajak nya pada ke dua sahabatnya itu.
"Maaf ya... rumah ku tak sebagus rumah kalian berdua." Ucap nya dengan wajah yang terlihat sedih. Sangat jauh perbedaan nya dibandingkan dengan rumah para sahabat nya.
"Kenapa wajahmu tiba tiba ditekuk seperti itu, jelek tau gak..!!!" Ejek Dava yang melihat wajah Laras tiba tiba sedih.
"A..Aku... takut jika kalian tahu rumah ku yang seperti ini, kalian tak mau lagi berteman dengan ku." Ujar nya lirih dan menunduk. Ada genangan air Dimata nya yang siap jatuh. Dia sangat takut kalau sahabat nya tak mau lagi berteman dengan nya jika mengetahui keadaan nya yang bukan anak orang kaya seperti mereka.
Putri pun segera menghampiri Laras yang mulai terisak dan memeluk nya.
"Heiii... kenapa kau berpikir seperti itu..? Aku dan Dava sangat menyayangi mu, kau sudah kami anggap seperti keluarga. Kita bertiga adalah keluarga yang akan selalu bersama. Iya kan Dava..." Ucap Putri sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Dava. Dava pun menghampiri sahabat nya yang masih berpelukan dan dia pun ikut menghamburkan diri memeluk mereka.
"Aku dan Putri, tidak akan pernah meninggalkan mu sendiri." Ucap Dava saat dia sudah melepaskan pelukan nya.
Laras yang sudah dibanjiri dengan air mata itu merasa sangat terharu dengan ke dua sahabat nya ini. Ia merasa sangat bersyukur mempunyai sahabat yang menerima dan masih mau berteman dengan nya. Mengetahui bahwa kehidupan nya sangat jauh jika di bandingkan dengan kehidupan mewah yang di miliki oleh ke dua sahabat nya.
...*****...
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Tapi Laras belum juga terlihat batang hidung nya. Ia sudah mencoba menelfon berkali kali tapi nomor nya tidak aktif.
"Kemana sebenarnya Laras.. Aku sudah menelfon nya dari tadi, tapi nomor nya belum juga aktif. Apa terjadi sesuatu pada nya." gumam Renata sangat khawatir, sampai saat ini Laras belum juga pulang ke rumah nya.
Cklek....
pintu kamar nya terbuka dan terlihat sosok suami nya yang baru saja pulang.
"Mas... kau sudah pulang..." Seperti biasa, Renata akan menghampiri suami nya dan mengambil jas dan tas kerja nya.
Ibnu pun langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit Ibnu berada di kamar mandi dan akhirnya dia pun sudah selesai dengan ritual mandi nya. Wangi aroma terapi tercium begitu sangat menenangkan bagi siapa saja yang menghirup aroma nya.
"Mas... Laras belum juga pulang sudah malam seperti ini" Ujar Renata yang memberi tahu suami nya.
Ibnu hanya tersenyum mengejek mendengar ucapan istri nya.
"Gadis seperti itu yang kau jodohkan pada ku, belum apa apa sudah sangat terlihat buruk. Bangun siang, tidak menyiapkan ku sarapan, tidak meminta izin pada ku kalau mau kuliah. Dan sudah malam seperti ini, dia bahkan belum berada dirumah." ujar nya
"Mas... kau saja dari kemarin selalu mengabaikan dan tak perduli padanya. Sedangkan kau sudah menuntut nya untuk menjadi istri yang baik..??"
...*****...
Haaahayy... segini dulu ya gengs...
dua jam lebih aku ngetik nya gengs... haha🤣🤣🤣
jadi jangan lupa beri dukungan nya ya 🙏 biar aku tambah semangat nya..😂 terimakasih 🙏 see yuuu..... ❤️❤️❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak