NovelToon NovelToon
Di Bawah Langit Jingga

Di Bawah Langit Jingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:98.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lailatus Sakinah

Untuk pertama kalinya merasakan cinta pada lawan jenis dan menjatuhkan hati sejatuh jatuhnya, hingga membuatnya memiliki ekspektasi yang tinggi akan segera memiliki kekasih halal di usianya yang cukup matang.

Kehadiran seseorang yang memperlakukannya dengan baik menumbuhkan rasa tak biasa di hatinya Namun realita membuatnya sadar, jika dia harus bersaing untuk mewujudkan ekspektasinya. Sayangnya saingannya berat selain masa lalu juga ambisi orang yang berhasil membuatnya jatuh hati.

Memilih pergi untuk menghindar dari cinta yang tak terbalas, menjaga hati agar tidak semakin sakit. Berharap kehidupan baru membawanya dari belenggu masa lalu.

Akankah Liani menghapus rasa yang sudah terlanjur tumbuh? atau semakin terperosok pada lubang cinta dalam hati semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lailatus Sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanda Tanya Besar

Senin, menjadi awal hari dari setiap pekannya untuk kembali melakukan aktivitas yang rutin. Pukul enam tiga puluh, Liani sudah siap untuk memulai harinya. Berangkat menuju kantor yayasan tempatnya bekerja yang berjarak sekitar dua ratus meter dari rumah dinas yang ditempatinya.

Hari baru dengan suasana hati yang baru. Pagi ini Liani merasa aneh setelah menerima pesan yang dikirim Fajar untuk dinya.

'Assalamu'alaikum, semoga harimu indah dan hidupmu semakin berkah. Semangat beraktifitas, terima kasih telah menjadi bagian dari pencapaianku.'

Pesan yang syarat akan makna, terlihat biasa namun tidak bagi Liani. Hanya dia dan Fajar yang faham apa maksud kalimat terakhir pada pesan hang dikirim Fajar ba'da shubuh tadi. Fajar bahkan mengubah panggilannya menjadi aku dan kamu.

Ingatan Liani pun kembali kedua hari yang lalu, sampai saat ini dia belum bertemu lagi dengan Fajar. Tetapi sejak Liani memutuskan untuk mencoba menerima Fajar dalam hidupnya , laki-laki itu semakin menunjukan perhatiannya walau hanya dengan sebuah pesan. Selama dua hari ini Liani pun terus berfikir apakah tindakannya menerima Fajar sudah tepat? atau justru hanya pelarian semata.

"Lho...Mbak mau kemana?" Fajar yang baru saja berkoordinasi dengan tim WO terkejut berpapasan dengan Liani yang berjalan buru-buru dengan membawa tas miliknya.

"Aku mau pulang" jawab Liani singkat membuat Fajar mengerutkan keningnya.

"Acaranya kan belum selesai, Mbak" sanggah Fajar yang berjalan semakin mendekat le arah Liani.

"Aku...aku...." kelu, lidah Liani mendadak kelu, dia tidak berpikir alasan apa yang tepat untuk disampaikan pada Fajar perihal kepulangannya.

"Mbak sakit?" Fajar mendekatkan wajahnya, menelisik wajah Liani yang terlihat berkeringat dan sedikit pucat.

"Iya" tanpa peduli dirinya berbohong Liani langsung menjawab pertanyaan Fajar. Baru terpikir jika sakit bisa menjadi alasan yang logis tanpa menimbulkan kecurigaan.

"Pasti karena Mbak kecapean. Kalau begitu mari aku antar" Fajar merogoh saku celananya mengambil ponsel dan terlihat menelepon seseorang.

"Ayo Mbak, mobilku sudah terparkir di pintu masuk" ajak Fajar, rupanya dia menelepon bagian keamanan agar memarkirkan mobilnya di.depan pintu masuk.

"Hah....di depan?" tanya Liani kaget, dia tidak mau mengambil resiko untuk kembali melihat sosok Ahsan atau bahkan bertemu dengannya dan teman-teman dia yang lain. Walaupun dalam hati sebenarnya Liani sangat merindukan mereka.

"Iya, ayo" ajak Fajar sudah melangkah lebih dulu.

"Tidak, aku tidak mau lewat ke sana" cegah Liani, dia bergeming di tempatnya berdiri membuat Fajar pun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.

"Kenapa, Mbak?" tanya Fajar kembali heran,

"Aku...aku...aku pusing kalau harus berjalan ke depan, nanti akan melewati area resepsi, kepalaku semakin pusing melihat banyak orang" bohong Liani,

"Baiklah kalau begitu, aku akan mengambil dulu mobilku. Mbak tunggu di sana ya" Fajar menunjuk pintu keluar dan dia pun setengah berlari menuju ke depan mengambil mobilnya.

"Huuffh..." Liani menghembuskan nafasnya lega, saat ini dia sudah duduk di dalam mobil Fajar tepat di samping kemudi.

"Kenapa Mbak?' Fajar yang mendengar pun bertanya,

"Eh ..gak apa-apa, lega aja mau pulang. Maaf ya aku gak bisa membantu sampai akhir." Liani pun merasa bersalah karena mangkir dari tugasnya. Tapi ini lebih baik daripada harus bertemu dengan Ahsan, ternyata hatinya benar-benar belum siap.

"Enggak apa-apa Mbak, aku yang harusnya minta maaf sudah membuat Mbak kelelahan" kekeh Fajar, tatapannya lurus memandang jalan yang mereka lalui.

"Ada yang mau aku sampaikan" setelah sepuluh menit berlalu, tiba-tiba Liani membuka kembali obrolan.

Fajar menoleh, sekilas melihat Liani yang berbicara dengan mode serius. Dia pun mengamati keadaan, memilih untuk meminggirkan mobilnya.

"Lho..kenapa berhenti?" tanya Liani heran,

"Katanya ada yang mau disampaikan" Fajar membuka sabuk pengamannya, dia pun sedikit melonggarkan dasi yang dipakainya.

"Enggak perlu berhenti juga kali, kita bisa mengobrol sambil jalan" ujar Liani yang langsung merasa gugup.

"Tapi aku ingin fokus mendengar apa yang akan Mbak katakan" balas Fajar dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

"Baiklah kalau memang seperti itu, aku hanya mau menyampaikan jika aku..." Liani menghela nafas menjeda ucapannya. Hati dan pikirannya kembali berperang antara melanjutkan apa yang ingin dikatakannya atau tidak.

"Aku apa Mbak? jangan membuat aku penasaran" sahut Fajar melihat Liani malah terdiam.

"Aku....aku bersedia untuk kita lebih saling mengenal denganmu" akhirnya kalimat itulah yang keluar dari lisan Liani, hatinya berdetak kencang. Sudah benarkan apa yang dilakukannya.

Liani ingin benar-benar menghilangkan nama Ahsan di hatinya, tapi benarkah dengan bersama Fajar dia mampu? Entahlah hanya waktu yang akan menjawab, saat ini dia hanya sedang mengikuti apa yang ada dipikirannya. Ahsan semakin tidak mungkin digapainya, apalagi sekilas dia tadi melihat Ahsan tidak datang sendiri. Suraya berjalan tepat di depannya, bahkan terlihat wanita itu menggendong seorang anak kecil. Pikiran Liani pun langsung menyimpulkan jika mereka pasti sudah menikah..

"Benarkah?" tanya Fajar memastikan dan hanya dijawab Liani dengan anggukan kepala.

"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah" pekik Fajar, dia mengusap wajahnya setelah sejenak menengadahkan tangannya sambil berucap syukur.

"Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk semakin meyakinkan Mbak jika keputusan Mbak tidak salah. Jika Mbak sudah siap, segera kabari aku. Aku akan segera melamar Mbak dan kita akan melangsungkan pernikahan" Fajar berkata dengan semangat menggebu-gebu, matanya berbinar menyiratkan kebahagiaan.

"Insya Allah" jawab Liani singkat, Fajar pun membalasnya dengan senyuman sambil menganggukan kepalanya mantap.

"Bismillah, kita mulai niat kita dengan bismillah ya Mbak. Semoga Allah meridhoi" ucapnya tetap dengan wibawanya dan Liani hanya mampu menganggukan kepala tanpa mengaminkan apa yang menjadi do'a Fajar.

Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan dua wajah yang menunjukkan ekspresi yang berbeda. Jika Fajar berbinar dengan senyum terus tersungging di bibirnya, berbeda dengan Liani yang tampak sendu. Berpikir apakah tindakannya sudah tepat atau tidak.

"Assalamu'alaikum..." sapaan salam seketika mengagetkan Liani, dia yang tengah berjalan sambil melamun pun seketika memegang dadanya karena kaget.

"Astaghfirullah" ucapnya spontan, dia mengabaikan sapaan salam saking kagetna.

"Haha....Kakak kenapa sampai kaget begitu?" suara tawa Naura barulah menyadarkan Liani jika dirinya memang berjalan sambil melamun. Memikirkan keputusannya untuk memberi kesempatan pada Fajar benar-benar sudah membuatnya kacau pagi ini.

"Aku ucap salam kak" ucap Naura lagi sambil terkekeh, dia belum bisa menghentikan tawanya karena tingkat Liani yang terlihat kaget.

"Oh, iya...wa'alaikumussalam" balasnya singkat, konsentrasinya masih bertebaran.

"Kapan kamu datang?" tanya Liani yang sudah mulai bisa menormalkan suasana hatinya,

"Tadi subuh Kak, aku mengambil penerbangan malam. Ustadz Fajar yang menjemputku" jawabnya santai dengan senyum merekah di bibirnya.

"Oya?" Liani menghentikan langkahnya, menoleh ke samping menatap langsung wajah Naura yang selalu menunjukan mata berbinar ketika menyebut nama Fajar.

"Iya, kemarin Ustadz Fajar mengirimiku pesan , bertanya jam berapa tiket kepulanganku dan aku tidak menyangka jika beliau yang akan langsung menjemputku."

Lagi-lagi Liani melihat sesuatu yang seakan berbeda di wajah gadis itu saat membicarakan Fajar. Dia kembali menelisik ada apa sebenarnya dengan Naura dan Fajar. Tiba-tiba sesuatu terasa mencubit hatinya, mengingat jika dirinya baru saja membuka diri dan hati untuk pria itu.

Ada rasa penasaran dalam hatinya, pikiran pun mendorong untuk mencari tahu lebih jauh tentang mereka berdua. Namun rasa takut pun menghinggapi, tak sanggup rasanya jika mendapati kenyataan yang tak diharapkannya. Tetapi tanda baca besar kini terpatri dibenaknya.

"Syukurlah, dia sangat bertanggung jawab" ujar Liani akhirnya, merekapun melanjutkan perjalanan menuju kantor yayasan tempat mereka bertugas dengan perasaan dan ekspresi yang berbanding terbalik di antara keduanya.

1
falea sezi
ada pembelajaran di part ini MasyaAllah
C I W I
mana nih Thor koq lama bgt absennya gada lanjutan lg ceritanya?
Yhanie Shalue
jeng jeng jeng kira2 apa yg akan terjadi diantara mereka ya,, smg ahsan tdk marah dan mempermasalahkan masa lalu liani
Sri Wahyuni Abuzar
sabar yaa mas ahsan...eehh syaalaaah...sabar nunggu up berikut nya yaa para reader lillah 😍😍
Reza Esfan
wah, ada aja benih2 masalah yg mbuat Ahsan akan cemburu. Masak Liani mbiarkan masih saja ada hal yg terkait dgn. masa lalu nya, pdhal Ahsan sangat pencemburu ? Mmg nya Ndak di cek 1 per 1 ? aneh azza
Yayuk Bunda Idza
bukan MP tapi SP, SP nya bukan surat istimewa tapi Siang istimewa, SAMAWA selama nya Liani Ahsan
Yhanie Shalue
Alhamdulillah akhirnya belah duren pak ahsan😍semoga liani segera diberi kesembuhan pd kakinya bisa beraktivitas normal lagi dan segera diberi momongan,, Aamiin
semangat up kak Laila😘
Sri Wahyuni Abuzar
weeew abis sholat zuhur berjamaah langsung unboxing...semoga cepat kembali pulih Liani 🥰
Yhanie Shalue
cie cie kak ahsan cemburu nie😄
Sri Wahyuni Abuzar
aroma cembokur mulai merebak 😃😃
Yhanie Shalue
mau jg dong kak rujak cingurnya🤤Ssabar ya Li,, tetep semangat utk berobat yakinlah kamu pasti. sembuh karena banyak yg suport dan sayang sama kamu, apalagi suami mu tercinta 🥰
Yhanie Shalue
sabar kak ahsan ga jd cetak goolll😅
Yayuk Bunda Idza
badadari mosok jadi imam Thor?
Yhanie Shalue
uluh uluh kak ahsan so sweet 😍
Yhanie Shalue
awal baca aku juga ikut terharu tapi berakhir jiga ikut berbahagia,, sekali lagi selamat ya liani dan ahsan smg kedepannya bisa menjalani segala ujian dan berakhir dg kebahagiaan 🤲🏼🥰
Yayuk Bunda Idza
Alhamdulillah SAH!!
Yhanie Shalue
Aku juga ikut bilang SAH😄Alhamdulillah,, selamat ya liani dan Ahsan sudah halal,, semoga sakinah, mawaddah, warrahmah🤲🏼🥰
Sri Wahyuni Abuzar
barakallah 🤲
Yhanie Shalue
Alhamdulillah langsung tak kasih vote kak Laila😍saking bahagianya aku baca dipart ini,, semoga dilancarkan acaranya ya liani dan Ahsan🤲🏼
Reza Esfan
Jadi rumit ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!