NovelToon NovelToon
Kematian Tanpa Nama

Kematian Tanpa Nama

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Rumahhantu
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Zora pulang ke kampung halaman Setelah sekian lama tinggal di kota, kepulangan dia kali ini tentu untuk merawat orang tua yang sudah begitu lanjut usia dan hanya Dia anak yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

Rumah yang begitu besar dan terkesan begitu menyeramkan sekali bila hanya dilihat dari luar, tapi ternyata bukan hanya di luar dan di dalam telah menyimpan misteri yang begitu mengerikan sekali, bahkan Zora sama sekali tidak menyangka bahwa itu semua bersangkutan dengan dirinya.

Apa yang terjadi dengan rumah itu?

Apa kah Zora bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Ustad Palsu

''Ustad, lihat ini.'' Devano langsung menunjukkan beras yang ada di dalam mangkok itu.

''Kau melakukan dengan sempurna.'' Zayn tersenyum.

''Kok Aku malah takut melihat wajah ustad ini ya.'' Zora membatin di dalam hati.

''Jadi Apa yang harus kita lakukan sekarang, ustad?'' tanya Devano.

''Assalamu'alaikum.''

Tok, Tok.

Devano menoleh karena pintu rumah mereka ada yang mengetuk dari luar dan terdengar ada orang yang mengucap salam juga, Zora juga kebingungan karena menurutnya selama ini tidak pernah ada tamu yang datang ke rumah ini dari dulu sampai sekarang, jangankan malam seperti ini siang saja tidak pernah ada orang yang berani datang ke sini untuk bertamu.

Itu sudah terjadi sejak dulu dan bahkan para tetangga juga tidak pernah ada yang mengambah rumah Mama Susi, jadi rasanya aneh saja menurut Zora ketika mendadak ada yang bertamu di malam hari dan mengetuk pintu rumah mereka, Devano menatap istri dia sekilas namun tak lama dia segera menuju arah pintu.

''Makan ini.'' Zayn memberikan permen berwarna hitam pekat pada Zora.

''Apa ini, Ustad?'' Zora agak ragu ketika menerima permen tersebut.

''Kau akan dilindungi setelah makan permen ini dan tidak akan mendapatkan gangguan dari iblis lagi.'' ujar Zayn.

''Terima kasih, Ustad.'' Zora yang mendengar hal itu tentu saja merasa senang dan segera menelan permen tersebut.

Terasa begitu amis ketika masuk ke dalam mulut namun Zora tetap saja menelan karena dia tidak ingin bila nanti Ustaz ini justru akan tersinggung, terlebih lagi tadi Zayn sempat mengatakan bahwa permen itu bisa melindungi suara dari segala sesuatu yang datang di rumah ini.

Jadi meski permen itu terasa begitu aneh dan juga membuat dia, tapi Zora tetap bertahan dan sepertinya saat ini permen itu telah masuk ke dalam lambung sehingga membuat Zora merasa Kian aneh saja, berusaha keras dia untuk menahan rasa mual sampai kemudian permen itu sudah tidak ada menimbulkan reaksi apa-apa lagi.

Krieeeeeet.

''Sia......

Suara Devano tertahan di ujung lidah ketika melihat Siapa yang sedang berdiri di depan pintu rumah dia saat ini, Zayn berdiri di ambang pintu bersama dengan Felix karena tadi mereka memang datang terlambat setelah ada sedikit gangguan di tengah perjalanan sehingga sekarang baru bisa tiba di rumah Devano.

''Tidak mungkin!'' Devano mundur beberapa langkah dan dia menoleh ke belakang.

''Ya allah!'' Devano menjerit tertahan karena Ustaz yang tadi sudah tidak ada lagi di dalam rumah ini.

''Maaf!'' Felix sempat meminta maaf kepada Devano sebagai tuan rumah sebelum dia berkelebat masuk.

''Felix?!'' Zayn tentu saja dia kaget ketika sang anak langsung masuk ke dalam rumah ini.

''Ustad, ta.. tadi Ustad sudah datang dan dia sempat berbicara kepada kami.'' Devano berkata sembari menatap Zayn.

''Loh Saya baru saja tiba di rumah ini.'' Zayn mulai bingung.

''Demi allah saya sama sekali tidak berbohong bahwa tadi Ustad sudah datang ke rumah ini dan sempat ngobrol dengan kami.'' Devano sampai gemetar.

Zayn mengangguk paham kenapa Felix langsung menerobos masuk ke dalam rumah ini, sebab pastinya pemuda itu merasakan sesuatu yang tidak biasa sehingga dia langsung mengejar dan ini pasti ada sosok iblis yang sengaja menyerupai dirinya untuk mengacau rumah Devano.

''Zora!'' Devano berlari menghampiri Zora yang sudah tergeletak di atas lantai belakang sofa.

''Baringkan di sofa, Ini pasti ulah iblis itu yang sengaja datang untuk membuat masalah.'' ujar Zayn.

''Ya allah, Zora sadar lah.'' lirik Devano karena dia merasa bahwa masalah ini tidak sesimpel itu.

''Bisa saya minta garam kasar, Mas?'' Zayn meminta dengan sopan.

Maka Devano segera berlari ke arah dapur untuk mengambil garam kasar permintaan dari Ustadz Zayn, apa saja pasti akan dia lakukan untuk mengusir iblis yang ada di rumah ini karena dia juga sudah tidak tahan dengan segala macam gangguan yang datang untuk menghantui mereka semua.

...****************...

"Kenapa dia datang dan pergi lagi menjelang aku dan Abi datang ke rumah ini?'' Felix menatap dengan mata dia yang sangat tajam.

''Mau sekuat Apa kau berusaha menangkap dia maka itu tidak akan pernah terjadi.'' kuntilanak berbaju hitam menatap Felix.

''Siapa kau?'' Felix bisa merasakan bahwa kuntilanak ini juga memiliki kejahatan besar.

''Jangan salah sangka kepada diriku karena aku tidak ada sangkut paut dengan penghuni rumah ini.'' kuntilanak baju hitam mengangkat tangan.

Felix tidak menjawab karena dia memperhatikan kuntilanak tersebut dan dia merasakan juga energi kuntilanak itu tidak ada hubungannya dengan rumah ini, dia pasti menginginkan sesuatu sehingga datang menemui Felix seperti ini dan kemungkinan membutuhkan bantuan yang cukup besar juga.

''Dia hanya ingin penghuni rumah ini segera mati.'' kuntilanak hitam membuka suara lagi.

Namun Felix sama sekali tidak menjawab karena dia lebih tertarik dengan sesuatu yang bersinar di pojok pagar pada bagian belakang, ketika dia dekati lebih jauh ternyata cahaya itu bisa segera redup seolah dia tidak ingin bila Felix menemukan dirinya.

''Rumah apa ini? dari depan sampai belakang semua penuh dengan barang seperti itu.'' batin Felix di dalam hati.

''Apa penghuni rumah ini sebelumnya memang sangat gila ilmu?'' ujar Felix sambil menatap sekeliling dengan seksama.

''Darah ular yang ada di dalam dirimu sangat membuat iblis lain merasa panas.'' kuntilanak hitam memperhatikan Felix dari ujung kepala hingga ujung kaki.

''Kau juga akan merasa panas dan sebentar lagi akan terbakar!'' jawab Felix dengan nada yang begitu Ketus sekali.

''Sialan, Apa kelemahan anak ular ini sehingga aku bisa menemukan dan mendekati dia?'' kuntilanak hitam membatin di dalam hati.

Keberadaan anak ular yang baru membuka segel ini membuat para iblis lain segera mendekati dan mereka penasaran tentang kekuatan yang telah Felix miliki, bahkan sebagian ada yang bertanya-tanya senjata apa yang Felix dapat Ketika nanti dia sudah terjun sungguhan ke dalam dunia iblis ini.

''Amis dan pahit.'' gumam Felix ketika dia mencicipi tanah yang ada di sekitar halaman belakang.

''Dia juga memiliki kemampuan untuk mencicipi rasa tanah? apa dia yang akan mewarisi kekuatan ratu ular!'' kuntilanak hitam masih memperhatikan dari belakang.

''Mau Sampai kapan kau akan mengawasi aku seperti itu?!'' Felix berbalik dan menatap kuntilanak hitam.

''Tidak, aku hanya datang memberitahu saja bahwa penghuni rumah ini tidak akan pernah menyingkir dengan mudah.'' kuntilanak hitam tersenyum menunjukkan taring yang ada di ujung bibir.

''Dia kuntilanak penghisap darah.'' batin Felix ketika dia melihat taring yang mencuat tajam.

''Selamat berjuang, Aku harap kau tidak mati sia-sia karena ini adalah tugas pertama untuk dirimu dan langsung berhadapan dengan sesuatu yang sangat besar.'' kuntilanak hitam segera pergi dari hadapan Felix.

Felix hanya diam saja karena memang benar bahwa ini adalah pekerjaan pertama dia, sebisa mungkin dia akan berjuang sekuat tenaga agar mampu mengalahkan apa yang ada di dalam rumah ini, meski Sebenarnya dia bisa meminta tolong kepada Purnama Ketika nanti dirinya sudah merasa tidak sanggup untuk menghadapi iblis yang ada di dalam rumah, namun tetap saja Ambisi yang ada di dalam diri Felix tidak ingin ada yang ikut campur.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
Marsiyah Minardi
Duhh Thorrr ,bacanya ikut mual mbayangin masak bangkai tikus
Zora ,Devano ,kenapa lah ga cepat cepat pergi dari rumah yang jadi sarang iblis ?
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭
total 1 replies
Nurr Tika
kalian berdua keluar sj dari rumah itu
Betri Betmawati
kerasukan kah mama Susi sampai masak tikus busuk segala
mifta
emng bisa gt setan memperdalam ilmu agama
Nurr Tika
ada misteri pa di dalam rumah itu sampe" art nya ja bunuh dri
Fiyan Ayu
alaahh muaaall q thor,bayangin bangkai tikus🤣🤣🤣
NoviTa jungkook: hohohooo🤭🤭🤭
total 1 replies
FiaNasa
masih abu² ini awal kisah tragedi ini kenapa
NoviTa jungkook: ternyata abu²🤣
total 1 replies
FiaNasa
semakin jelas klau si Rika ini biangnya
Sabrina Qheyla Putrie
Siang 🤭
Tri Lestari
kalau kau masih di rumah itu mungkin gak akan selamat zo entah kau atau suamimu
NoviTa jungkook: iya kan🥲
total 1 replies
FiaNasa
kek nya semua ini ulah dr si Tante Rika dej
FiaNasa
ada² saja Maharani ini,,😀😀
FiaNasa
kok AQ curiga sama sitante Rika ini,,apa dia yg membuat mama Susi skit
FiaNasa
Alhamdulillah...semua syang Felix walaupun ayahnya sendiri abai
neni nuraeni
ih dmn2 pst sllu ada org yg julid,,,, lnjutt
FiaNasa
ayo Felix kau pasti mampu,,aq yakin kekuatan yg kau miliki lebih besar dr si Nolan bapak mu itu
Apriyanti
KLO Uda gosip apa aja pasti di bicarakan sampai² pampir pun ke bawa²🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Laila Amalia
mlm juga Thor....
Heni Mulyani
ditunggu kelanjutannya ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!