Bukan salahmu karena kamu lahir dari seorang wanita yang belum menikah.
Tapi takdir begitu kejam. Hanya karena tidak punya Ayah, hampir semua orang mencemoohnya.
Saat mengetahui dia lahir dari pemerkosaan, Syahida bertekad untuk mencari keadilan buat ibunya yang selama ini telah berjuang sendiri merawat dan membesarkan dirinya..
Bisakah Syahida membuktikan kalau ibunya wanita baik-baik yang tidak mendapatkan keadilan
Dan bagaimana pula perjalanan cintanya?..
Yuuuk ikuti kisahnya di novel ini..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Zein berlalu di hadapan Gita setelah mengantar Kevin kekamarnya.
"Zein … bantu tante, tante menyesal," ringis Gita setelah melihat bagaimana kehancuran putranya karena ulahnya.
"Penyesalan selalu datang di akhir tante, kalau di awal namanya pendaftaran," Zein berlalu meninggalkan Gita dan pergi dari rumah Kevin.
***
Setelah pernikahan, Fa'az tinggal di rumah Kinar.
Di kamar Syahida.
"Kamu jijik padaku?" Tanya Syahida melihat Fa'az yang tidak berani mendekati dia.
"Tidak sama sekali, tapi aku ingin menunaikan janjiku dulu sebelum menjalankan kewajibanku sebagai suami," jawab Fa'az sambil menatap sayu kearah Syahida.
"Aneh ya, kalau orang umum mengatur pernikahan di KUA minimal satu minggu, lah kita?" Pandangan Syahida kosong entah kemana.
"Tapi aku suka, hanya bermodal KTP dan KK aku menjadi suamimu," ucap Fa'az.
Suara langkah kaki terdengar di depan pintu. Fa'az langsung mendekati Syahida dan memeluknya. Syahida kaget tiba-tiba Fa'az mendekatinya.
"Ceklek!!!" Pintu kamar Syahida yang lapuk itu terbuka.
"Maaf, ibu kira kalian suda tidur," ucap Kinar saat meliaht pemandangan dari dalam kamar itu.
Fa'az langsung melepaskan Syahida dari pelukannya dan berpura-pura malu karena kepergok.
Kinar menutup pintu kamar Syahida kembali. Dia merasa bahagia, persangkaan dia kalau Syahidan dan Fa'az hanya pura-pura menikah langsung hilang saat melihat pemandangan barusan.
"Aku mengerti sekarang," Syahida tersenyum.
"Cukup kita yang tahu kalau diantara kita masih seperti sahabat saat dulu, tapi saat aku menyelesaikan mimpi balas dendam kamu, aku akan meminta hak ku," Fa'az berlalu meninggalkan Syahida.
"Apa kamu sanggup?" Syahida menggoda Fa'az.
"Aku mohon Syahida, biarkan aku menepati janjiku," Fa'az merinding melihat Syahida melepas yang melekat di tubuhnya dia lepas satu persatu.
"Dunia malam mendidikku jadi wanita penggoda," Syahida mendorong Fa'az hingga Fa'az terbaring di tempat tidur.
Dia naik ke atas tubuh Fa'az dan membimbing tangan Fa'az agar memainkan bagian tubuh wanita yang selalu di incar para pria.
"Jangan Syahida, biar kita melakukannya di saat yang tepat," suara Fa'az serak dan gemetaran.
"Syahida yang pemalu dulu sudah hilang, sekarang hanya ada Syahida wanita liar dan penggoda, kamu yakin masih mencintai dia," Syahida langsung menyerang bibir Fa'az.
Fa'az mendorong Syahida kesamping, sekarang dia yang ada diatas tubuh Syahida.
"Tapi Syahida yang asli masih ada disini," Fa'az menunjuk dada kiri Syahida, isyarat hati.
"Apa bedanya kita melakukan sekarang dan nanti? Soalnya aku bukan perawan lagi, aku pernah melakukan hal ini berkali-kali," Syahida mencoba memancing emosi Fa'az.
"Aku tidak perduli, kenapa aku ingin nanti, aku ingin melakukannya saat kamu sudah mencintaiku," Fa'az bangkit dari posisinya.
Syahida kembali menarik Fa'az.
"Coba kita tes, pendirian dan tekad mu yang menang apa nafsu kamu," Syahida kembali meyerang Fa'az.
"Aku ini wanita malam, hal seperti ini pekerjaanku," Syahida terus berbohong karena ingin menguji sahabatnya yang kini jadi suaminya.
Padahal ciuman saja baru pertama kali dengan Kevin.
Fa'az dan Syahida larut dalam aktivitas mereka. Kini bukan Syahida yang agresif, malah dia melawan apa yang Syahida mulai sebelumnya. Dengan mudahnya Fa'az melepar bajunya kesembarang arah. Lalu mendalami dan melanjutkan lagi pekerjaan yang dimulai Syahida.
"Sepertinya syahwat kamu yang menang," Syahida mendorong Fa'az.
"Aku hanya menggoda kamu, anggap saja ini semangat buat kamu, agar kamu semakin bersemangat melanjutkan misi kamu," Syahida pergi dari hadapan Fa'az.
"Astaga …" ringis Fa'az, karena dia hampir saja tidak konsisiten dengan janjinya.
"Kamu menikah dengan wanita yang salah Fa'az," goda Syahida yang tengah memakai baju tidur yang baru dia ambil dari dalam lemari. Selesai bepakaian dia berbaring lagi di sisi Fa'az.
"Selamat malam suamiku, semoga kamu kuat dengan ujian ini," ucap Syahida santai sambil mejamkan matanya.
Sedang Fa'az mengatur nafasnya. Baju yang Syahida pakai malah membuatnya tergoda.
"Sabar … ini ujian," lirih hati Fa'az.
"Kalau kamu menyerah, silahkan, aku tidak melarang kamu kok," ucap Syahida.
Fa'az memperbaiki posisi berbaringnya, dia memejamkan matanya. Berharap misinya selesai agar dia bisa melepaskan keinginannya. Kerena itu janji yang sudah dia ikrarkan dalam hatinya.
***
Bersambung
***
Syahida nakal ternyata,
Tapi yang namanya sahabat memang tidak ada pembatas. Persahabatan memang hubungan yang indah.
Bagaimana pernikahan Syahida dan sahabatnya Fa'az?
Bagaimana juga nasib Kevin?