NovelToon NovelToon
PEMBANTU KECIL JAGOANKU

PEMBANTU KECIL JAGOANKU

Status: tamat
Genre:Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Karena fitnah dari calon suami saudara tirinya, Rita diusir dari rumah. Seluruh keluarga menolak kehadirannya di rumah ayahnya. Bahkan sang ayah tidak bisa membelanya untuk bisa tetap tinggal, karena rumah ini milik keluarga ibu tirinya.
Hidup Rita cukup beruntung. Dia mendapat pekerjaan sebagai pembantu di rumah keluarga kaya atas belas kasihan seorang pembantu disana. Semua berjalan baik-baik saja, sampai dia bertemu Putra, anak dari sang pemilik rumah yang baru pulang dari Amerika.
Bagaimana perjalanan cinta Rita dan Putra, ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Ke salon

Putra berusaha terus memaksa Rita untuk bersedia diajak pergi ke salon. Alasan Rita bisa berdandan sendiri membuat Putra menahan tawa. Kalau bisa berdandan sendiri, kenapa bedak saja sampai kadaluarsa. Belum lagi lipstik. Apa dia memiliki lipstik?

Dasar gadis kecil, nggak ada lembut-lembutnya. Memang apa salahnya pergi ke salon?

"Rita, kamu nggak perlu takut kalau aku suruh bayar. Semua tanggung jawabku," kata Putra sambil menatap Rita memaksa.

"Nggak. Aku lebih suka wajah aku yang seperti ini. Kalau pak Putra tidak ingin mengajak aku karena aku buluk dan kampungan, Rita ngerti kok," ucap Rita sambil manyun.

"Rita, ayolah. Aku bukan malu, tapi tolong hargailah acara orangtuaku. Di sana akan banyak tamu undangan yang hadir. Aku akan memperkenalkan kamu sebagai asisten pribadiku," ucap Putra memohon.

Rita menghela napas berat. Apa sebenarnya tujuan majikannya mengajaknya ikut? Apa pak Putra ada kesulitan yang tidak bisa dia katakan?

"Baiklah, aku bersedia. Tetapi, jangan buat aku seperti topeng monyet," ucap Rita sedikit kesal.

"Tenang saja, serahkan semuanya padaku."

Sehabis Maghrib, Rita diajak Putra pergi ke salon yang sudah dipesannya. Putra sendiri, sudah lebih dulu berpakaian rapi dan terlihat berwibawa. Rita sempat tak berkedip menatap wajah majikannya yang memancarkan pesona seorang pria kalangan atas.

Rita menelan ludah dan tersadar dari pesona Putra ketika dia menyadari siapa dia dan siapa Putra. Tidak pantas baginya menyukai majikannya sendiri. Walaupun sangat sulit untuk menolak pesona Putra.

"Kita berangkat sekarang," ajak Putra lalu mereka bergegas keluar.

Mobil Putra melaju menuju ke sebuah salon ternama yang sebenarnya tutup jam 4 sore. Ternyata, salon tersebut salah satu bagian dari perusahaan Putra. Pantas saja, masih mau buka ketika Putra membutuhkan.

Rita tampak ragu untuk masuk, sehingga Putra dengan cepat menarik lengan Rita dan membantunya duduk di kursi.

"Yang alami saja, sesuai gayanya yang sederhana," perintah Putra.

Rita duduk pasrah dengan apa yang akan dilakukan pegawai salon pada wajahnya. Sempat dia melirik ke arah Putra yang menunggunya sambil duduk di kursi tunggu. Untuk menghilangkan rasa bosan, Putra terlihat membaca majalah.

Karena saking takut dan malu, Rita memejamkan mata selama proses make over. Setelah hampir setengah jam lamanya, make over itupun berakhir.

Rita membuka mata dan di tercengang melihat wajah cantik di dalam cermin. Rita mengagumi wajah itu sambil tersenyum. Dia baru sadar jika wajah itu adalah miliknya.

Rita berdiri menghampiri Putra yang masih duduk menunggunya.

"Pak Putra," panggil Rita.

Putra agak terkejut mendengar panggilan dari Rita. Dia segera mencari sumber suara dari gadis yang sudah memikat hatinya. Jantungnya berdegup kencang tatkala melihat sesosok gadis manis berdiri di depannya.

"Rita, benarkah ini kamu?" tanya Putra tidak percaya.

"Kalau bukan saya, siapa lagi, hantu? Mana ada hantu secantik ini?" Rita balik bertanya.

Putra tampak gugup. Dia tersenyum mengagumi kecantikan alami Rita. Memiliki basic yang sudah cantik, saat dipoles, ternyata semakin cantik.

"Oke, sekarang kamu ganti pakaian dengan ini," ucap Putra seraya menyerahkan pepper bag berisi gaun yang cantik berwarna merah dan sepatu pada Rita.

Untuk sesaat Rita tertegun, tidak menduga jika majikannya juga memperhatikan cara berpakaiannya.

"Ini, pakailah. Kenapa diam saja?"

Rita meraih pepper bag dari tangan Putra. Rita bergegas menuju ruang ganti yang sudah disiapkan sebelumnya. Perlahan Rita mengeluarkan gaun cantik itu lalu mengaguminya sesaat sebelum dia memakainya.

Majikannya itu ternyata mengerti dan memahami, seleranya. Gaun yang cantik, elegan tapi agak tertutup. Padahal awalnya Rita menduga jika gaun itu bentuknya terbuka dan dia akan mengembalikan pada Putra.

Rita keluar dengan gaun dan sepatu baru pemberian Putra.

"Ayo pergi, aku sudah siap," ajak Rita.

Putra terkesiap melihat Rita tampak seperti ratu. Tentu saja ratu dihati Putra. Putra tidka ingin berlama-lama mengagumi kecantikan pembantu kecilnya tersebut karena takut terlambat. Mereka bergegas berangkat menuju rumah keluarga Putra.

***

Rumah kediaman keluarga Putra tampak ramai. Ternyata orangtuanya tidak hanya mengundang saudara dekat saja, tetapi juga rekan bisnisnya.

Putra berjalan masuk ditemani Rita yang agak gugup karena menggunakan pakaian dan sepatu baru. Putra berusaha memberinya semangat untuk lebih percaya diri dengan mengatakan pada Rita kalau Rita sangat cantik dan anggun dengan pakaian yang di pakainya.

Putra juga meminta Rita untuk menggandeng lengannya seperti pasangan lain yang datang ke acara tersebut. Dengan masih ragu, Rita menuruti keinginan majikannya.

"Rita, jangan ragu, nanti aku akan membayarnya dua bulan gaji, bagaimana?" tanya Putra.

Mendengar dia akan dibayar dua bulan gaji, Rita langsung bersemangat menunjukkan keseriusannya. Hanya menemani di acara seperti ini, harusnya itu bukan hal yang sulit.

Hal yang sulit adalah, ketika dalam acara pesta tersebut, hadir juga ayah dan ibu tirinya. Juga Mbak Desi dan Mas Yudi.

Kenapa mereka ada di sini? Batin Rita.

****

Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya temen aku. Jangan lupa mampir.

1
I Dw Ny Manasamadhi
ceritanya masih ngawur patesan cuman dikit dapat Vote,,Kesimpulannya Jelek
Risya
yg kamu lumpuhkan itu pasti itu anak bu Kinar 😀😀😀
vanilla attack
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
Zizi Suartini
lanjut thor ceritanya semakin seru dan meneganng kan heheh semangat thor
peto
Aku mah anti mendua deh Thor! Aku di sini menunggumu~
SugaryHeaven
Duh, ini cerita bikin gemes!
Hulk
jadi penasaran,lanjut Thor semangat,Jan lama-lama ya,ceritanya bikin ku jadi kepo banget,seru dah,tambahin yg baper juga dong
Prabu Marbun
Yo ayo thor! aku selalu mendukungmu dalam doa hehehe
virshere ads
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
Garden Rose
Nulis sesuai dengan gaya kakak aja biar ga pusing~
Hustle Flyswat
Virtual hug buat author 🤗 keep up the good works!
SizzlingTeapot
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
Kepala Pil
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
BeijingBand
semangat Thor jangan lupa up
Cakrabirawa Tarihoran
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
DavidTheDancer
Next thor, biar aku bisa jadi first comment di bab selanjutnya haha
HotBabe
Ngegantung lagi aja.. dan kenapa pula gantung pas bagian yang seru huaaa gasabar banget deh aku jadinya
Intan Haryanti
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
💞 Lily Biru 💞
cerita yg menarik dan sungguh menakjubkan... semangat... sukses selalu kakak
Eni pua: Terima kasih Kak🙏🥰
total 1 replies
DazzledSweetie
Thor, kamu mau ngeluarin berapa karya pun pasti aku baca!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!