NovelToon NovelToon
Cinta Didalam Perjodohan

Cinta Didalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deby ria sitopu

Sri Rahayu seorang gadis kampung yang terpaksa harus pergi kekota dan tinggal disana bersama dengan Tantenya yang bernama Halima.

Namun siapa sangka Halima meminta dirinya untuk menikah dengan pria yang tidak ia kenal hanya karena tidak ingin mengecewakan Halima dan sebagai bentuk dari rasa terima kasihnya karena Halima sudah menerima dirinya selama ini mau tidak mau ia pun mengikuti keinginan dari Halima.

Bahkan ia tidak pernah bertemu dengan pria tersebut dan sampai pada hari pernikahan itu tiba Sri belum juga melihat wajah yang akan menjadi suaminya tersebut.

Didetik-detik acara Akat nikah barulah ia bertemu langsung dengan pria yang bertubuh tinggi tegap yang merupakan calon suaminya itu.


Akankah Sri mendapat kebahagian didalam pernikahannya?

Yuk saksikan kelanjutan dari ceritanya Cinta didalam Perjodohan!!

Akankah Sri bertahan dengan kehidupannya yang baru atau malah menjadikan hidupnya semakin tersiksa?

Yuk saksikan kel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9.

"Ah..." Teriak ku dan segera bangkit dari atas tubuh Rey. Sungguh aku malu karena kecerobohan ku membuat situasi yang tidak nyaman diantara kami berdua.

"Lalu ini apa namanya? tidak kah ini mananya kesempatan dalam kesempatan?" tuduh Rey lagi kepada ku.

"Bukan kesempatan tapi tidak sengaja terjatuh." Ralat ku atas tuduhannya.

"Terserah kau saja!" pekiknya kemudian beranjak dari tempat tidur.

"Hupp" Aku menghela nafas menatap tubuh Rey sampai tidak terlihat dibalik pintu kamar mandi.

"Jika setiap pagi begini bisa-bisa aku cepat tua dari umur ku, berhadapan dengan Rey membuat ku juga lapar. " Aku menggerutu sambil memegangi perut kosong ku.

Tanpa membersihkan diri terlebih dulu, aku turun ke dapur untuk mengambil sarapan ku dan kubawa kedalam kamar tapi pada saat yang bersamaan Rey keluar dari kamar mandi.

Berhubung Rey sudah keluar jadi ku putuskan untuk membersihkan diri ku terlebih dahulu sebelum menyantap segelas susu dan sepotong roti yang baru saja ku bawa dan ku letakkan diatas nakas.

Setelah keluar dari kamar mandi yang pertama ku lihat Rey dengan santainya menyantap sarapan yang sudah ku siapkan tadi.

"Hei, kenapa kau menghabiskan sarapan ku?" Teriak ku sambil berjalan mendekati Rey.

"Sarapan mu? jadi ini bukan untuk ku?" tanyanya kemudian meneguk kembali susu yang tinggal sedikit lagi.

"Astaga..Kau ini!"

"Sudah kau sarapan dibawah sana!" ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan melewati ku dengan santainya kemudian ia memundurkan langkah kakinya yang sudah sempat berada dibelakang ku.

"Apa?" tanya ku dengan kesal.

"Lain kali pakai dulu pakaian mu sebelum berbicara dengan ku!" Peringkatnya menatap ku dari atas hingga bawah yang hanya menggunakan handuk menutup tubuh ku.

Sontak aku mengikuti pandangan matanya dan didetik berikutnya ia mengerjai ku dengan menarik ujung handuk yang kulilitkan kebagian belakang tubuh ku.

"Ah.." Teriak ku sambil menggerakkan kedua tangan ku untuk menahan handuk ku agar tidak terlepas. "Dasar kau pria mesum!!" umpat ku namun dia hanya melambaikan tangannya tanpa membalik tubuhnya.

"Sial, bisa-bisanya aku tak sadar jika hanya menggunakan handuk."

Ketika aku turun kelantai dasar Rey sudah tidak terlihat lagi itu berarti dia sudah berangkat kekantor.

"Nona mau sarapan apa biar saya buatkan?" tanya salah satu pelayan dirumah ini.

"Tidak usah biar saya saja." Tolak ku kepadanya karena aku belum terbiasa dengan situasi disini. Dimana biasanya aku akan menyiapkan semua keperluan ku.

"Tapi nona .."

"Sudah tidak apa, pergilah!" suruh ku kemudian ia pun mengikuti apa yang aku katakan.

Ku buatkan kembali segelas susu dan sepotong roti untuk ku dan menghabiskannya. Ketika aku hendak bangkit berdiri tiba-tiba Rey berada didekat ku sehingga aku kembali duduk karena ia juga duduk didepan ku.

"Sudah sarapannya?" tanyanya yang kemudian ku ikuti menganggukkan kepala ku sebagai jawabannya.

"Ini!" Rey memberikan ku sebuah amplop berwarna coklat.

"Apa ini?" tanya ku dengan perasaan tak enak.

"Bukalah!" suruhnya dan dengan ragu aku pun membuka amplop tersebut.

Aku terkejut dengan apa yang ku lihat, dimana Rey sudah menyiapkan surat cerai kami meskipun surat itu belum ada tanda tangan kami berdua tetap saja shock.

"Setelah pernikahan kita sudah tiga bulan kau harus tanda tangan dan memberikannya kepada mama agar pernikahan ini cepat berakhir." Jelasnya seperti tidak berat hati dan tidak merasa kasihan sedikit pun kepada ku.

"Kenapa" tanyanya karna aku hanya diam saja.

"Aku tidak tau apa alasan mama menjodohkan kita dan aku pun tidak tau kenapa aku mau menerima perjohan ini. Tapi kini aku tau jika kau sangat tidak mempunyai hati nurani." Ucap ku tanpa melihat kewajahnya, mata ku hanya fokus menetap selembar kertas yang berada ditangan ku.

"Kau tidak bisa menilai orang secara sembarangan."

"Lantas, kau mau aku berpikir bagaimana tentang mu?"

"Terserah kau saja karna pemikiran mu tidak lah penting bagi ku dan satu hal lagi, jangan kau beritahu mama tentang kejadian kemarin yang kau lihat dikantor ku." Pintanya dengan tegas.

Dengan air mata yang berkaca-kaca ku beranikan diri ku menatap kedua matanya.

"Jika kau mau kita bercerai maka kau sendiri yang harus mengatakan langsung kepada orang tua mu jangan memanfaatkan ku karna keegoisan mu."

"Ternyata berbicara dengan mu membuat ku bosan!" Rey menarik nafas sejenak sebelum kembali berbicara.

"Dengar, berapa yang kau butuhkan tulis sesuka hati mu!" Rey melempar cek kosong tepat kedepan ku. Sungguh harga diri ku seakan tidak ada nilainya dimata Rey.

Karna terbawa emosi aku pun berdiri dari duduk ku kemudian merobek selembar surat cerai yang di berikan nya tadi. Ku lempar kembali kewajahnya sambil berteriak. "Sampai kapan pun aku tidak mau bercerai dengan mu, akan ku buktikan jika aku pantas menjadi pendamping mu!" Kemudian aku pergi meninggalkan Rey tapi baru beberapa langkah suara Rey menghentikan langkah ku.

"Aku memiliki kekasih dan sekarang ia meminta pertanggung jawaban ku karna dia sedang mengandung anak ku."

"Duar!" runtuh sudah dunia ku. Baru menikah tiga hari tapi yang ku dapat adalah kenyataan pahit sungguh hidup tak berpihak kepada ku.

Ku hapus air mata sebelum aku membalikkan badan ku.

"Jika demikian kenapa kau mau menikahi ku?" tanya ku ingin mendengar alasan apa yang akan keluar dari mulutnya.

"Karna sebelumnya aku tidak tau dan baru tau jika dia sedang mengandung anak ku."

Kau tidak hanya melukai perasaan ku, kau juga membuat ku kecewa dan sakit diwaktu yang bersamaan, dan bukan hanya aku tetapi mama, papa semuanya pasti akan kecewa atas apa yang sudah kau perbuat.

"Aku tau tapi itu tidak akan mengubah kenyataan. Tadinya aku ingin merahasiakan hal ini tapi kini kau sudah mengetahui kebenarannya dan sekarang kau sudah tau apa yang harus kau perbuat." Dengan gampangnya ia berkata demikian tidak ada rasa iba nya kepada ku sedikit pun? entahlah, mungkin memang ia terlahir tidak memiliki rasa kasihan terhadap orang lain.

Aku yang tidak tau apa-apa, kini menjadi korban atas perbuatannya. Aku harap ini hanya mimpi hingga aku menggeleng-gelengkan kepala ku karna belum percaya dengan apa yang ku dengar ini.

"Aku tau seharusnya kau tidak berada didalam masalah yang ku perbuat maka sebagian gantinya dan untuk menebus kesalahan ku maka kau boleh meminta berapa nominal pun aku akan berikan, lagi pula disini kau tidak ku rugikan secara pisik."

Aku meninggalkan Rey yang masih terus berbicara, berusaha menulikan pendengaran ku tapi tetap tidak bisa. Aku berjalan gontai menaiki tangga menuju kamar ku sambil terisak.

"Sri...Sri.."

Rey terus memanggil ku tapi kali ini aku tidak ingin melihat wajahnya yang aku butuhkan saat ini ialah menenangkan diri didalam kamar.

1
Deasy Dahlan
semangat Sri .
Deasy Dahlan
ya ampun Rey kelakuan tak sebagus dengan tampangmu rey
Deasy Dahlan
semoga Rey sadar....
Deasy Dahlan
dasar Rey laki kejamm..semoga Rey dpt balasannya
Deasy Dahlan
dasar Rey . SDH kasar...dingin jutek...
Deasy Dahlan
penasaran sama Rey..saat ketemu sama Sri
Deasy Dahlan
duhh.. sepertinya Rey karakter nya agak kasar..Lum kenal aja sudah suka bentak sri
Deasy Dahlan
calon mertua Sri begitu baik.. bersemangat untuk menjodohkan Rey dan Sri semoga pernikahan mereka selalu langgeng
Deasy Dahlan
ya ampun kasian sama Sri...Napa juga Tante halima tanpa izin Sri bisa berkata setuju...tapi kalau dipikir pikir mungkin Tante halima menginginkan agar Sri bahagia ..tapi www Will see
Madury Aly
🤣🤣🤣enaknya Rey dapat cakaran orang yg mau melahirkan 🤣🤣🤣
Madury Aly
aq suka Thor🥰🥰bikin adegan romantis Thor Rey dengan sri😍😍
Madury Aly
hahahahah seru Thor bikin mereka tambah romantis dengan perdebatan kecil Thor🤣🤣🤣
Madury Aly
Thor bikin Rey tergila gila pada sri dong Thor, sukses buat kamu yah Thor 🥰🥰🥰 semoga Rey dan sri saling mencintai❤💛💙
Madury Aly
keren banget, menunjukkan sri tidak gampang di tindas🤣🤣 tapi aq berharap Rey dan sri berjodoh 🤣🤣
rita deliyanti
Mksh Thor ats tulisannya..smg u kedepannya tulisan2 bagus cepet tayang .
rita deliyanti
Selamat ya Sti dan Ray akhirnya berhasil olah raga panasnya...
rita deliyanti
kacian dek lu Leo..makanya cepeten cari istri..jd ngak penasaran lht Bos bercinta
rita deliyanti
Akhirnya lalat penggangu pergi jg hahaha
rita deliyanti
Gitu donk Rey..harus tegas..sblom RT kamu hancur
rita deliyanti
emang ada Ray nyuruh nyiapin pakaiannya juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!