NovelToon NovelToon
Dinikahi Pria Arogan

Dinikahi Pria Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:401.3k
Nilai: 4.3
Nama Author: Rya Kurniawan

Kanaya Agatha terpaksa menguburkan impiannya dari kecil karena harus mau dinikahi dengan pria pilihan ibunya.

Siapa sangka pria yang bernama Gerald Antonio itu sangat arogan dan selalu menyiksanya baik lahir maupun batin.

Bagaimanakah nasib pernikahan Naya dan Gerald?
Akankah rasa benci di antara keduanya berubah menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengancam

Gerald dan kekasihnya itu juga sangat syok melihat Naya yang memergoki mereka sedang memadu kasih tanpa menggunakan apapun alias dalam keadaan polos. Ada rasa malu di dalam hati, tetapi seketika Bella tersenyum smirk karena menurutnya sangat bagus bila istri Gerald sudah melihat langsung bagaimana intimnya hubungan mereka berdua.

"Sebaiknya sekarang juga kau pulang Sayang, karena aku harus mengurusi istriku dulu," kata Gerald.

"Tapi untuk apa Gerald? Kenapa kau tega sekali mengusirku hanya demi wanita itu," kata Bella dengan memasang wajah masam.

"Bella, aku mohon kau mengerti dengan keadaannya sekarang. Bagaimana kalau wanita itu memberitahukan soal tadi kepada orang tuaku? Kau tahu apa akibatnya? Aku bisa kehilangan kepercayaan Papa dan Mama. Kau juga tahu kan bagaimana kondisi Mamaku saat ini," kata Gerald.

"Kau saja yang terlalu takut Gerald, dia tidak mungkin berani mengatakan hal itu kepada Mamamu," ujar Bella.

"Kita tidak tahu siapa dia. Mendingan sekarang kau pergi, aku akan membereskan masalah ini dulu. Tenang saja Sayang, setelah aku pastikan wanita itu tidak berani berbicara macam-macam kepada Mamaku, aku janji kita akan terang-terangan untuk berhubungan di depan Naya. Lagipula dia juga sudah tahu sejak lama kalau aku mempunyai kekasih," kata Gerald.

"Benarkah? Apa kau yakin?" Tanya Bella.

"Iya, aku sangat yakin Sayang," jawab Gerald.

"Kalau begitu, cium aku dulu," pinta Bella dengan agresif.

Lalu mereka berdua pun segera saja menyatukan bibir mereka serta saling melu***nya. Setelah itu Bella dan Gerald segera memakai pakaian mereka, lalu Bella segera saja pergi meninggalkan rumah Gerald.

Dengan gaya angkuh dan arogannya, Gerald berjalan menuju ke arah kamar Naya.

Tok … tok … tok …

Gerald mengetuk pintu kamar Naya dengan sangat keras. Sementara Naya menutup telinganya erat, ia tidak mau mendengar suara ketukan pintu itu lagi ataupun ocehan dari mulut Gerald.

"Naya buka pintunya, keluar kau cepat! keluar Naya. Aku ingin berbicara padamu," Teriak Gerald.

Naya sama sekali tidak menggubrisnya, meskipun suara itu tetap terdengar di telinganya.

"Naya, kalau kau tidak mau membuka pintu ini maka aku akan mendobraknya," Gerald terpaksa mengancam berharap Naya akan keluar menemuinya.

Akan tetapi, lagi-lagi Naya tidak menggubris ucapannya itu. Hingga ketukan pintu pun berhenti.

"Brengsek! Kau lihat saja nanti," umpat Gerald.

Gerald pun kembali ke kamarnya. Dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, terbesit rasa penyesalan dengan apa yang telah ia lakukan tadi. Kenapa di saat ia sedang memadu kasih dengan sang kekasihnya tadi, ia tidak menutup pintu kamar sehingga Naya memergoki mereka. Ada rasa malu di dalam hati Gerald, karena saat itu ia sama sekali tidak menggunakan pakaian. Sudah pasti Naya akan sangat jijik melihat kelakuan mereka. Entah apa yang ada di dalam pikiran Naya sekarang tentang dirinya, yang pasti dia adalah pria brengsek yang tega menyakiti hati istrinya sendiri dengan terang-terangan melakukan hubungan dengan wanita lain.

Sementara itu, Naya yang berada di dalam kamar meratapi nasib dirinya yang begitu sangat tidak beruntung.

"Kenapa hal ini terjadi kepadaku? Pernikahan yang aku pikir adalah suatu kebahagiaan, ternyata hanyalah neraka. Aku harus berbuat apa sekarang? Aku benar-benar sudah tidak kuat, aku sudah berusaha sabar untuk menghadapi sifat arogan dari suamiku, tapi jika sudah berhubungan dengan perempuan lain apa aku bisa memaafkannya? Tuhan kuatkan hatiku untuk menerima ini semua. Apa mungkin akan ada kebahagiaan nantinya yang akan datang menghampiriku," ucap Naya dengan isak tangisnya.

Naya mencoba untuk melupakannya semuanya, ia merebahkan tubuh di atas kasur sambil mencoba memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang begitu sangat lelah.

***

Keesokan hari, saat Naya sudah bersiap-siap akan pergi ke kampus dan keluar dari kamarnya, Gerald yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar tersebut pun langsung saja menarik tangan Naya dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

"Lepaskan!" Teriak Naya sembari menghentakkan tangannya itu hingga terlepas dari pegangan tangan Gerald.

"Wanita sialan, aku sudah tahu jika kau melihatnya tadi malam kan? Sekarang kau tahu kan kalau aku katakan bukan hanya sekedar ucapan, tapi kau telah melihatnya langsung jika aku mempunyai kekasih dan aku sudah melakukan lebih dengan kekasihku itu," kata Gerald.

"Lalu untuk apa kau menceritakan hal ini lagi, hal yang sangat menjijikkan itu kepadaku," kata Naya yang menatap Gerald dengan tajam, hingga rasanya menembus sampai ke hati. Gerald cukup terkejut karena ia tidak pernah melihat Naya semarah ini sebelumnya.

"Aku hanya ingin memberimu sedikit ancaman, jika kau menceritakan hal tadi kepada orang tuaku, maka aku pastikan kau akan habis," ucap Gerald.

"Sudahlah Gerald, sudah berapa kali kau mengancamku seperti ini. Sudah aku katakan padamu, jika kau memang tidak ingin melihatku ada di sini lebih baik kau bunuh saja aku Gerald. Kalau memang menurutmu perpisahan untuk kita berdua sangatlah tidak mungkin karena akan menyakiti Mama, ya sudah kau bunuh saja aku. Mungkin itu jalan yang terbaik," ucap Naya geram.

Gerald mendorong tubuh Naya hingga ia terbentur dinding.

"Akh," rintih Naya karena benturan yang sangat kuat.

Bukannya kasihan terhadap Naya, akan tetapi lagi-lagi Gerald pun menyiksa Naya dengan mencengkram erat dagu mungilnya.

"Dengarkan aku, ancaman ini tidak main-main. Jika kau berani menyampaikan tentang hal ini kepada Mama dan membuat kondisinya semakin memburuk, aku sudah pasti akan menghancurkanmu. Aku tidak mungkin membunuhmu Naya, karena itu terlalu mudah bagimu untuk pergi. Aku akan menyiksamu secara perlahan," kata Gerald.

"Heh, jadi kau belum puas juga ya selama ini sudah menyiksaku. Apalagi yang ingin kau lakukan padaku? Menyiksa seperti apa lagi?" Tanya Naya dengan senyum menyeringai. Meskipun rasa sakit yang saat ini ia rasa, tetapi ia mencoba menyembunyikannya. Karena rasanya kesedihan itu sama sekali tidak ada gunanya jika ia nampakkan di depan gerald.

Gerald yang sangat kesal dengan ucapan Naya itupun segera melepaskan cengkeramannya dengan sangat kasar.

Naya mencoba untuk tidak menjatuhkan air matanya di depan Gerald, rasanya sangat sia-sia menangisi pria yang sangat membencinya tanpa tahu apa kesalahannya itu. Lalu Naya pun segera saja keluar dari kamar dan pergi ke kampus.

Sedangkan Gerald hanya terdiam, ia sama sekali tak menghentikan Naya. Akan tetapi tiba-tiba muncul suatu ide di dalam otaknya.

***

Seperti biasa, Naya selalu menaiki taksi online untuk menuju ke kampusnya.

Setibanya di kampus, Naya bertemu dengan Denis yang saat itu kebetulan juga baru sampai menggunakan mobil sport-nya.

"Hai Naya, kebetulan sekali kita bertemu di sini," ucap Denis.

"Denis? Hai, iya kebetulan ya," ucap Naya pula.

"Ya udah kalau gitu kita barengan ya masuknya," ajak Denis.

"Iya boleh. Yuk," jawab Naya.

Naya dan Denis saling berpandangan dan tersenyum, terlihat sangat bahagia. Ternyata hal tersebut telah dilihat oleh Gerald yang diam-diam mengikuti Naya. Gerald tak tahu kenapa dia menjadi murka dan merasa sangat sakit hati saat melihat istrinya itu sangat akrab berbicara dengan pria lain.

...Bersambung... ...

1
Nurna Fitri Wita
ulat bulu put kamu
Miaa Gintingg
hah,tidak menarik thor, ujung-ujungnya pasti balik sm gerald,tidak sebanding dgn perlakuan buruknya thor
Miaa Gintingg
bagus thor,merka haris bercerai thor,kanaya berhak bahagia
Miaa Gintingg
jangan sampai gerald menemukan keberadaan naya ya thor
Miaa Gintingg
sebenarnya itu tindakan yg sangat terlambat untuk kau lakukan naya
Miaa Gintingg
kebodohan yg terus dipertahankan,bikin malu dirimu sj kau naya
Miaa Gintingg
membuat kaum perempuan merasa terhina dengan kabodohanmu itu naya,tulus boleh tapi goblok jangan naya
Miaa Gintingg
pergi sejauh mungkin dari gerald adalah jalan yg terbaik naya
Miaa Gintingg
kok ada ya perempuan sebodoh dan setolol naya
merry jen
rssin kauu dasar lki murhnn
Reski Rezki
Malas bacax klu pemeran utamax lemah kyak gini...serasa nnton film indosiar sja
Rya Kurniawan: Skip aja kak.. makasih ya.. 🥰
total 1 replies
Erlina Keliat
menangis saya membacanya.wanita luar biasa hatinya..naya apakah didunia nyata ada seperti naya.atau hanya di novel sj
Rya Kurniawan: pasti ad kak wlaupun jarang.. mksh bnyak ya kk
total 1 replies
Kamiem sag
aku pembenci sifat sikap wawasan Kanaya tenttang cinta
aku berhenti membaca
Rya Kurniawan: makasih udh baca sebelumnya kak
total 1 replies
Kamiem sag
mampuslah kau Kanaya pengemis cinta
Kamiem sag
ah.... bodohnya Nay
klo aku dah kumaki itu si Ger iti pukimak kau monyet bukan aku yg nyuruh mamamu berkebun tapi mamamu sendiri anjing kau Ger
dan aku gak akan jatuh cinta pada suami pekok paok pukimak begitu
sombong kali mentang kaya
Kamiem sag
anak utk bayar hutang
yok buat anak sebanyak-banyaknya
Androlica Waworega
⏩🍑😉
Rya Kurniawan: kalau nggak suka nggak usah dibaca ya kak.. dari pada meninggalkan rating kyk gini. bikin down penulis kk..nulis nggak gmpang soalnya.
total 1 replies
Lina Liemustofa
Luar biasa
Retno Elisabeth
ntar bucin lho gerald
Author_Ay: yuk kak baca novelku

my bastard boss karya ayu andita
total 1 replies
Retno Elisabeth
mampir thor
Rya Kurniawan: terimakasih ya kk. 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!