NovelToon NovelToon
Anak Kembar CEO Kaya

Anak Kembar CEO Kaya

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:203.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ame_Rain

Beberapa tahun yang lalu, Gallen pernah bertemu dengan seorang gadis yang meninggalkannya begitu saja setelah malam panas mereka. Dan setelah enam tahun berlalu, mereka kembali bertemu? Bahkan Zoya memiliki seorang anak laki-laki!

"Anakku, kan?"

"Bukan!"

"Kau pikir bisa membohongiku? Darimana bayi itu muncul kalau bukan karena malam itu? Kau pikir kau itu amoeba yang bisa membelah diri?!"

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ame_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Tertipu

"Tapi itu tidak buruk, bukan? Bahkan jika kau berhasil, kau bisa menjadi nyonya Prawijaya."

 

\*

 

"Aku mungkin akan pulang terlambat."

Gallen yang tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja tiba-tiba berbicara demikian. Zoya hanya mengangguk, tidak masalah jika harus menunggu.

"Ini."

Gallen menyerahkan beberapa lembar uang seratusan pada Zoya. Ia menerima uang itu, namun bingung mengapa bosnya memberikan uang dalam nominal yang banyak.

"Kau mungkin bosan terus di rumah. Jadi kau boleh berbelanja dengan uang itu." Katanya. Sontak, perkataan Gallen membuat Zoya terkejut.

"Sebanyak ini? Saya tidak ingin membeli apapun kok, bos." Tolak gadis itu. Lagipula ia memang tidak berniat membeli apapun, jadi adanya uang itu hanya membuatnya kebingungan.

Namun Gallen yang merasa kebodohan gadis itu masih tak juga hilang lantas menjentik pelan dahi Zoya, "Bodoh, kalau begitu kau simpan saja." Sarannya. Lagipula Gallen tak memaksa Zoya untuk menghabiskannya, jadi gadis itu bisa menyimpannya terlebih dahulu disaat dirinya belum butuh.

Sedangkan Zoya kini tengah menyentuh dahinya yah baru saja dijentik. Sebenarnya tidak terlalu sakit, namun tetap saja pria itu telah menjentik dahinya!

"Aku pergi." Katanya. Gallen kemudian keluar dan pergi menuju garasi mobilnya, sebelum akhirnya pergi dari sana.

Hm, sekarang aku sendirian lagi.

***

"Halo!"

Zoya menatap pria di hadapannya dengan bingung. Gallen tak pernah cerita jika seseorang akan mengunjungi rumahnya hari ini, lalu mengapa pria yang tak dikenalnya ini bisa ada di sini?

"Maaf, saya tidak mengenal Anda. Jadi saya tidak bisa membiarkan Anda masuk." Ujar Zoya tegas. Bersamaan dengan itu, ia berencana untuk menutup kembali pintu rumah Gallen. Namun sayangnya, pria itu telah lebih dahulu mengganjal pintu dengan kakinya dan menahan pintu tersebut agar tak sepenuhnya tertutup.

"Aku Kevin, temannya Gallen. Apa Gallen tak pernah menceritakan tentang diriku padamu?" Tanya pria itu.

Zoya berpikir sejenak, lalu menggeleng dengan kuat, "Tidak pernah. Maaf. Sebaiknya Anda segera pergi dari sini." Zoya masih berusaha menutup pintu itu, namun pria bernama Kevin itu semakin kuat menahan pintunya.

Akhirnya setelah semua perjuangan itu, Kevin berhasil membuka pintu tersebut. Pria itu, yang masih tidak tahu apakah benar teman Gallen atau bukan, langsung menyelonong masuk bahkan meskipun Zoya memintanya untuk berhenti.

"Aku benar-benar teman Gallen, bagaimana mungkin kau tak percaya padaku." Ujarnya untuk kesekian kali.

Sayangnya, Gallen memang tida pernah menceritakan apapun tentang pria ini. Bahkan pria itu bersikap seolah-olah dirinya tidak memiliki teman, jadi bagaimana bisa Zoya percaya padanya?

"Uwah!"

Hidangan yang telah tertata dengan rapi di atas meja mengalihkan perhatian pria itu. Gallen memang mengatakan bahwa dirinya akan pulang terlambat, namun Zoya tetap menyiapkan makanan untuk bersiap jika sewaktu-waktu Gallen pulang lebih cepat. Namun sekarang, pria itu sudah mengambil piring untuk menikmati hasil masakannya?!

"Jangan! Aku membuat itu untuk bos!" Teriaknya. Zoya memang selalu berbicara dengan formal dan sopan pada Gallen, namun pria tak tahu sopan santun itu tak berhak untuk mendapatkannya!

Zoya berjalan mendekat, lalu menarik kerah pria itu, "Keluar, aku tidak mengizinkanmu menyentuh apapun yang ada di sini!" Teriaknya.

Namun sekuat apapun Zoya menarik, ia masih tak cukup kuat untuk mengusir pria itu keluar, "Tidak mau, aku akan makan dulu sebelum pergi dari sini." Tolaknya. Zoya benar-benar kesal, namun ia tak punya kekuatan apapun lagi untuk mengusir pria itu. Akhirnya, ia mengambil ponselnya untuk memotret pria itu, dan mengirimkannya pada Gallen.

Sekarang pukul delapan malam. Kapan bos akan pulang?

Zoya masih bisa menunggu. Namun ia merasa tidak nyaman dengan keberadaan pria itu. Sekarang, ia hanya berharap agar Gallen segera datang agar pria tak tahu diri itu segera pulang dari tempat ini.

Kevin makan dengan lahap makanan yang ada di atas meja. Sekarang dia paham mengapa Gallen selalu membawa makanan sendiri dari rumah. Makanan buatan gadis itu memang enak, tak kalah dari makanan buatan restoran. Kekurangan gadis itu hanyalah ia yang tak pandai membuat makanan lain selain makanan Indonesia, sehingga hari-harinya makanan yang ia buat hanyalah makanan Indonesia saja.

Tapi lebih dari apapun itu, Kevin juga mengerti mengapa Gallen berubah akhir-akhir ini.

"Hei, siapa namamu?" Tanyanya. Zoya hanya membuang wajah, tak berminat untuk menjawab. Tingkah Zoya yang menolak untuk menjawab itu membuat Kevin tertawa.

Pantas saja sigalak itu betah. Ternyata dia menemukan mainannya sendiri?

Kevin yang telah menghabiskan makanannya lalu beralih ke satu lemari yang ada di dapur, membukanya. Disana, tersimpan banyak minuman berbotol kaca. Pria itu mengambil beberapa, membawanya ke sofa dimana Zoya tengah duduk.

"Darimana Gallen membawamu?" Tanyanya. Zoya hanya memberikan tatapan tajam, semakin kesal dengan pria itu.

"Memangnya darimana aku berasal itu penting? Lagipula, itu bukan urusanmu." Katanya.

Kevin membuka salah satu botol minuman dan menuangkan isinya ke dua gelas, "Aku akan bersikap baik padamu, tenanglah." Ujarnya. Namun, itu tak cukup untuk membuat Zoya merasa senang akan kehadiran pria itu yang tiba-tiba. Terlebih ...

"Apa ini? Baunya aneh."

Zoya tak berani meminum cairan yang ada di dalam gelas yang pria itu berikan. Lagipula, baunya terasa asing. Bau yang kuat dan asing itu justru membuat Zoya merasa curiga.

Alkohol? Aku belum pernah melihat bos meminum ini, tapi bagaimana bisa orang ini tahu tempat penyimpanannya? Apa dia benar-benar temannya bos?

"Apa kau pikir ini alkohol?"

"Memangnya bukan?"

Kevin tersenyum. Mungkin, dia bisa mengerjai gadis lugu ini.

"Bukan, baunya mungkin cukup aneh karena kau tidak pernah mencobanya. Cobalah!" Kevin kembali menyodorkan minuman itu. Zoya memundurkan tubuhnya, tentu tak akan menerima minuman aneh itu.

"Tidak, aku tidak butuh."

Zoya kembali memeriksa jam di ponselnya. Sudah hampir jam sembilan malam, namun masih belum ada jawaban dari Gallen. Sebenarnya apa yang pria itu kerjakan?

"Bagaimana kalau begini," Tawar pria itu. Jujur saja, Zoya sebenarnya sudah sangat ingin menendang pria itu keluar dari tempat ini, namun sayangnya ia tahu bahwa dirinya kalah tenaga dibandingkan Kevin, "Aku akan memberikanmu tantangan. Jika kau mau melakukannya, aku akan memberimu hadiah. Jika tidak, kau harus minum minumannya. Bagaimana?"

Dahi gadis itu berkerut. Ia terus berharap jika Gallen segera kembali, namun tampaknya pesannya saja tak dilihat oleh pria itu.

"Aku tidak akan mengikuti permainanmu. Lebih baik kamu bermain dengan orang lain saja." Katanya.

"Ah, ayolah. Mengapa kau kaku seperti ini."

Kevin tiba-tiba mendekati Zoya, "Ini tidak sulit. Kau tahu, kan. Gallen itu sedikit aneh. Sampai-sampai ada rumor kalau dia sebenarnya tidak menyukai wanita." Zoya melirik pria itu. Entah apa yang sebenarnya pria itu ingin Zoya lakukan.

Kevin tersenyum, sepertinya ia berhasil menghasut gadis itu, "Bagaimana ... jika kau menggodanya?"

Mendengar kata-kata tak masuk akal yang diucapkan pria itu, tak elak membuat Zoya kesal, "Apakah otakmu tertinggal di rumah? Bagaimana mungkin aku menggoda bosku sendiri?"

"Tapi itu tidak buruk, bukan? Bahkan jika kau berhasil, kau bisa menjadi nyonya Prawijaya."

Zoya menatap kesal pria itu. Kata-kata Kevin seolah mengisyaratkan bahwa keberadaan dirinya tak lain hanyalah untuk menggoda Gallen agar ia bisa menikmati kekayaan pria itu. Padahal, tidak begitu. Demi apapun, Zoya hanya tinggal disini untuk melunasi utang-utangnya. Ia tak memiliki niatan apapun, apalagi panjat sosial seperti itu. Tapi, kata-kata Kevin benar-benar menyakitinya.

Terutama, karena ia merasa bahwa pria itu menghina bosnya.

Grep

Zoya mengambil botol minuman yang ada di atas meja, lalu meminum isinya. Kevin yang awalnya hanya bermain-main lantas terkejut. Dia segera merebut botol minuman itu, mengambilnya secara paksa hingga botol minuman itu jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping.

"Kau gila?! Bagaimana mungkin kau meminum alkohol seperti meminum air putih seperti itu?!"

Zoya terhuyung ke belakang. Gadis itu menatap Kevin dengan sengit dan berkata, "Kamu tidak berhak menghina aku maupun bos!" Katanya.

Ia memegangi kepalanya saat rasa sakit menyerang secara tiba-tiba.

Pemandangannya menjadi buruk. Dunia seolah melebur menjadi satu, dan Zoya tak tahu apa-apa sampai tubuhnya terasa sakit karena bertabrakan dengan lantai yang keras.

Bruk

Zoya tidak sadarkan diri.

***

1
Ameee
Aku ada di KBM. Mampir kesana ya sayang-sayangku 😘
Addb_Rh
si Zoya mah, kelamaan mikir, keburu anak mu minta di sunat🤣

Udah ada buntut dari Gallen, tinggal iya in aja. Dia mo tanggungjawab dr dulu, lu yg kabur😮‍💨
Addb_Rh
gitu aja terus sampai gajah bertelor😌

dasar Zoya🤣
Addb_Rh
Zoya mah malu-malu kucing. Bilang iya aja, kebanyakan alasan yg di pikir.. 🤣
Addb_Rh
kirain bakal bilang "bangun sayang" sama si Zoya😌
Addb_Rh
lanjutkan saja sandiwaranya Gallen.. sampai di ijab si Zoya🤣
Addb_Rh
gak usah di ingetin bang, di lakuin aja lagi
biar nambah personil🤣
Addb_Rh
dan akhirnya y Zoy🤣
Jan kabur kuburan lagi makanya😅
Addb_Rh
makanya jan kabur-kaburan mulu Zoy, 😅😅
Addb_Rh
🤣🤣🤣 polahe polahe bos mu iku
Addb_Rh
berkeliaran, emangnya hantu apa. 🤣🤣
Addb_Rh
si Zoya pen ku getok pake tutup panci deh, orang mau tanggung jawab pake kabur-kaburan lagi, 😌
Addb_Rh
Si Zoya main petak umpet mulu, gemes deh pen ku cubit😅

Rencana apa yg kamu punya Gallen🙄🙄
Addb_Rh
si Alby nge lag, di kata terakhirnya🤣

Gallen, kalo Zoya masih ragu udah culik aja, kelamaan
😌😌
Addb_Rh
lagian elu ngelamar gak Romantis bgt bang, bikin trust issue lho🤣🤣
Addb_Rh
jangan bandel lagi Zoy. Gallen dah mo tanggung jawab lho.
drpd lu yg rugi, udah di icip, besarin anak sendiri. pilihan sendiri emang, susah sendiri. 😩😩
Addb_Rh
datanglah satu lagi😌
apa gi speechless si Gallen

kalo kata ku mah, ambil rambutnya aja satu, buat tes DNA deh.
Zoya keras kepala soalnya, gak bakalan mau ngaku dia kalo gk di.. ancem mungkin, 🙄
Addb_Rh: "gak" maksudnya, bukan "gi" 🤣
total 1 replies
Addb_Rh
ngakak wehh🤣 dr yg kaya amoeba membelah diri, lanjut ayam sakit, abis ini apa? kucing berenang? 🙄🙄
Addb_Rh
Zoy, ngapa gak ngaku aja dah. Si Gallen kek nya mau kok nerima. Tinggal minta nafkah seratus juta tiap bulan😌🤣
Addb_Rh
daaaan, finally... ketemu deh..

Kira-kira Gallen curiga gk ya sama bocil itu, anak Zoya. anaknya juga bukan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!