Yin Xiao Xiao seorang wanita berumur dua puluh tahun, menyamar sebagai pria dan bekerja sebagai agen pembunuh bayaran, mengalami hari yang buruk tepat di ulang tahunnya yang kedua puluh tahun, hari ulang tahun itu sekaligus menjadi hari kematiannya.
sementara di dunia lain, tepatnya di Dinasti Ming abad ke 13, seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri di puncak gunung Yelan dengan tubuh yang bersimbah darah dan nafas nya bahkan sudah hampir tidak terdengar.
Yin Xiao Xiao di beri kesempatan untuk merubah kehidupan nya di dunia lain, Ia hidup di tubuh seorang wanita lemah dari keluarga bangsawan di era Dinasti Ming, wanita lemah dengan kekuatan spiritual yang berada di titik terendah, serta tidak mempunyai seni bela diri yang kuat, membuat sang pemilik tubuh asli ini bisa di tindas dengan begitu mudah oleh adik tirinya, Yaitu Shen Rouyun. Selain itu Shen Xiao Xiao harus merasakan sakitnya di khianati oleh kekasihnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elinachyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Kehidupan Yang Di Atur Selir Kediaman
"Xiao Xiao, apa yang kau lakukan??" Jinyu dan Ayi mencoba menyamakan langkah nya dengan Shen Xiao yang berjalan dengan cepat.
"Aku membatalkan pernikahan nya."
"Apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan??" Jinyu dan Ayi tampak nya menganggap perilaku yang di lakukan Shen Xiao ini sangat tidak wajar. Mereka berdua tau bagaimana perasaan Shen Xiao jika sudah bertemu dengan tuan muda Qi, Shen Xiao terlalu mencintainya hingga rela melakukan apa saja untuk pria yang dicintainya. membatalkan pernikahan seperti itu, bukan hal yang mudah di lakukan, tapi apa yang terjadi sekarang?? Wanita ini membatalkan nya dengan mudah seperti sudah di pikirkan dengan matang.
"Jinyu, Ayi, coba kalian berdua pikirkan, apa pernikahan ku tetap harus berlanjut setelah mengetahui mereka bermain di belakang ku??"
"Tidak nona, pria itu sangat brengsek, tidak cocok untuk bersanding dengan nona."
"Tapi bukankah kau mencintai nya??"
"Jadi maksud mu, aku juga harus mencintai orang yang sudah mengkhianati ku??" Jawab Shen Xiao dengan tenang, dan itu membuat Jinyu semakin bingung, dugaan nya benar, Shen Xiao nya berubah menjadi acuh tak acuh!
"Tidak, kami akan menghargai keputusan mu."
"Bagus, sekarang kalian kembali lah, aku akan menyusul kalian, dan Ayi pastikan ayah tidak menyadari bahwa aku tidak ada di kediaman."
"Apa yang akan kau lakukan sekarang??"
"Aku akan ikut."
"Kurasa beberapa dua puluh detik yang lalu tuan muda Cao Jinyu baru saja mengatakan akan menghargai keputusan ku."
"Tapi..."
"Pergilah, aku akan baik-baik saja." Potong Shen Xiao seakan tau apa yang akan di ucapkan Jinyu. Dan mereka pun pergi begitu saja.
"Heh, kucing kecil liar penuh rencana licik, apalagi yang kau rencanakan??" Yi Feng dari tadi terus mengikuti Shen Xiao dari jarak cukup jauh, kini dia bersembunyi di salah satu penjual lampion tidak jauh dari jembatan Zhuqin, mata nya menyipit dengan senyum tipis dan wajah nya memperlihatkan rasa ingin tahu yang begitu jelas.
Shen Xiao berdiri di samping jembatan, dengan melihat danau yang luas di sampingnya dan menatap banyak nya orang yang berlalu lalang untuk merayakan festival lampion, karena malam hari ini cuaca cukup bagus, dan semua orang tidak ingin melewatkan hari ini untuk membuat harapan agar bisa terkabul suatu hari nanti.
"Bersenang-senang putri??" Shen Xiao membalikkan badannya saat melihat orang yang ia tunggu lewat. Shen Rouyun menoleh dan menyadari Shen Xiao sudah berdiri di samping nya.
"Kau?!"
"Bagaimana? Nikmat bukan? Kenapa tidak kau lanjutkan saja apa yang kau lakukan??"
"Kau sudah merencanakan semua nya bukan? Kenapa kau menyalahkan ku?"
"Kapan aku merencanakan semua itu?? Lalu kenapa aku harus menyalahkan mu??" Dengan melipat kedua tangannya di depan dada, dengan sorot mata yang dingin dan wajah tak menunjukkan ekspresi apa pun. Shen Xiao mendecih pelan.
"Apa yang kau rencanakan, wanita ******!" Shen Rouyun sudah kehabisan kesabaran nya, ia menjambak rambut Shen Xiao dengan kasar tanpa ampun, meskipun begitu Shen Xiao seperti tidak merasa kesakitan, ia membiarkan tangan itu bergerak liar di atas kepalanya.
"Kau akan segera mengetahui apa yang aku rencanakan, tapi itu suatu hari nanti setelah semua rencana ku berhasil." Shen Xiao terkekeh seperti menertawakan sesuatu dan itu membuat Shen Rouyun semakin marah, ia menjambak rambut Shen Xiao semakin kuat.
"Kau ****** tidak tau malu, harus nya aku membiarkan mu mati di gunung Yelan malam itu!!" Shen Rouyun semakin tidak terkendali, perlahan ia mendorong Shen Xiao menuju tepi jembatan, namun kaki Shen Xiao bergerak lebih cepat, dengan gerakan secepat kilat ia menendang lutut Shen Rouyun yang mengakibatkan wanita itu jatuh tersungkur di hadapannya.
"Shen Rouyun aku tau kesalahan mu, tapi jangan bersujud di depan banyak orang seperti ini, aku malu, jangan membuat orang menilai ku tidak mau memaafkan mu." Shen Xiao berjongkok dengan senyum manis yang palsu terukir di wajah cantiknya, Shen Rouyun semakin murka, ia ingin sekali merobek wajah ini sekarang juga. Shen Xiao kembali berdiri, di ikuti Shen Rouyun yang kembali menyerang nya, namun lagi-lagi Shen Xiao bergerak cepat, ia bergerak ke samping beberapa langkah, Shen Rouyun yang melangkah tergesa-gesa hingga tidak bisa menahan diri hingga akhirnya,
BYUUUUR
Suara jatuh nya seseorang ke dalam danau terdengar jelas, pagar pembatas jembatan begitu kecil dan pendek hingga bisa menyebabkan seseorang jatuh ke dalam danau yang dingin. Semua orang berlari berhamburan memasuki danau, namun tidak ada yang berani masuk untuk mengeluarkan Shen Rouyun dari sana. Karena air danau itu di kenal sangat dingin dan bisa menyebabkan seseorang mengeluarkan darah dari hidung nya.
Shen Rouyun tidak bisa berenang, dan Shen Xiao bisa saja mengeluarkan Shen Rouyun dari sana, karena di dunia modern dia sudah terbiasa menapaki tempat-tempat yang dingin, tapi sekarang untuk apa ia melakukannya??Shen Rouyun sudah lama mengkhianati nya, apakah pengkhianatan harus di balas dengan kebaikan??
Melihat banyak nya orang yang semakin memenuhi danau, Shen Xiao memilih pergi dari sana, dengan wajah yang berseri.
"Kucing kecil liar ini selalu dalam bahaya, tapi bisa bergerak dengan cepat, kau benar-benar tau bagaimana cara membuat ku tertarik nona Shen Xiao." Yi Feng melipat kedua tangannya di dada, matanya menatap punggung Shen Xiao yang sudah menjauh, senyum tipis terukir di wajahnya yang tampan.
Kediaman keluarga Shen saat ini sudah sepi, tapi penjaga di kediaman yang berjaga di depan gerbang utama malam ini begitu banyak, dan mau tidak mau Shen Xiao melangkah cukup jauh menuju halaman belakang Paviliun Fengxi. Dengan mengambil sebuah batu berukuran cukup besar, Shen Xiao memanjat tembok dan melempar batu itu ke dinding, hingga bunyi dentuman pun terdengar.
"Siapa di sana?" Shen Xiao turun dengan cepat saat salah satu penjaga mendengar nya, ia bersembunyi di balik pohon yang besar, hingga penjaga itu pergi dan Ayi muncul setelah nya.
"Nona." Panggil Ayi Hati-hati.
Shen Xiao kembali memanjat tembok, dan turun begitu saja, Ayi bisa bernafas lega sekarang, dari tadi ia mengkhawatirkan nona nya, karena takut terjadi sesuatu di luar sana apalagi nona nya pergi sendirian, mengingat nona nya baru saja kembali dan tubuh nya terluka.
"Maaf membuat mu khawatir." Shen Xiao tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Nona, lain kali jangan seperti itu, saya takut di rumah ini sendirian, apalagi jika tuan besar menyadari nona tidak ada di kamar, dia pasti akan marah." Yiyi yang datang dari sebuah kamar ikut menimpali.
"Ya, maafkan aku, aku tidak akan mengulangi nya, aku berjanji." Shen Xiao mengangkat jari kelingking nya.
"Kami tidak akan mempercayai nona, dan apa ini??" Yiyi dan Ayi ikut mengangkat jari kelingking mereka, dan itu membuat Shen Xiao tersenyum gemas melihat nya, ia lupa bahwa ini adalah dinasti Ming Tian, dan kedua orang ini pasti heran dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
"Ini adalah janji, kalian bisa memegang janji ku, dengan seperti ini janji ku akan terikat." Shen Xiao kembali mengangkat salah satu jari kelingking nya, lalu menautkan nya ke jari mereka.
"Wah mulai sekarang kita bisa mengikat janji seperti ini??" Tanya kedua orang itu dengan antusias, Shen Xiao hanya mengangguk pelan.
"Aku lapar, apa ada makanan??" Shen Xiao tiba-tiba menyadari bahwa dirinya belum makan apapun sejak kembali tadi pagi dan sekarang dia sangat kelaparan.
"Ah tunggu sebentar nona, kami akan menyiapkan makanan nya."
Shen Xiao duduk menunggu makan malam nya, namun lagi-lagi telinga nya terganggu oleh suara yang memekakkan telinga, dengan langkah malas ia membuka pintu, dan duduk di tangga masuk paviliun, Yiyi dan Ayi penasaran dengan apa yang terjadi, langsung bergegas keluar dan melupakan pekerjaan mereka.
"Shen Xiao kau sengaja melakukan ini padaku bukan?! Lihat bagaimana aku memberikan mu pelajaran dasar ******!" Dengan wajah penuh amarah, baju yang basah kuyup, dengan langkah yang tergesa-gesa, Shen Rouyun baru saja ingin menyerang Shen Xiao, namun ia tidak bisa mengimbangi langkah nya, karena kaki nya tidak sengaja menginjak baju yang ia kenakan, dan menyebabkan dirinya jatuh tersungkur ke tanah.
"Shen Rouyun bicaralah dengan benar, aku tidak mengerti apa maksud mu??" Shen Xiao tertawa pelan, melihat wanita angkuh itu jatuh tersungkur di depannya, dan itu membuat ia puas.
"Kau, kenapa kau berada di paviliun ibu ku?"
"Sepertinya aku yang pantas bertanya seperti itu, apa yang kau lakukan di paviliun ku malam-malam seperti ini??" Tanya Shen Xiao dengan sengaja menekan kata Paviliun.
"Paviliun mu?? Apa kau sadar apa yang kau ucapkan?? Kau bodoh, paviliun ini milik ibu ku!"
"Baiklah Paviliun ini milik ibu mu?? Tapi apakah surat kepemilikan nya ada??" Mendengar itu Shen Rouyun tidak menjawab karena ia tidak tau soal Surat kepemilikan paviliun ini.
"Jangan bersikap angkuh jika kau tidak mengetahui semua nya! Dan mulai sekarang aku akan tinggal di paviliun ini atas izin dari ayah!" Shen Xiao berkata dengan dingin dan tegas.
"Apa?!heh, kau mungkin mendapat izin dari ayah, tapi kau tidak mendapat izin dari ibu ku." Ancam Shen Rouyun, namun Shen Xiao tidak mempedulikan nya.
"Oh benarkah?? Lagi pula kenapa aku harus meminta izin dari ibu mu, Shen tang bukan pemilik asli paviliun ini, aku harap kau tidak lupa, secara sah ayah ku punya hak untuk menentukan siapa yang berhak menempati paviliun ini. Izin ibu mu tidak penting." Shen Xiao tertawa senang melihat Shen Rouyun tidak lagi banyak bicara dan hanya memasang wajah geram.
"Kau, lihat bagaimana aku akan membalas mu!"
"Shen Rouyun, dari pada kau terus mengganggu ku seperti ini, lebih baik kau nikmati waktu mu bersama tuan muda Qi, kurasa kalian sedang berada di titik puncak."
"******! Berhenti mengejekku!" Shen Rouyun baru saja maju, namun Shen Xiao sudah menjentikkan jari nya, membuat Shen Rouyun mundur jauh dan tubuhnya membentur pintu besi yang begitu besar.
"Sial, dia masih mempunyai kekuatan spiritual nya!" Dengan cepat Shen Rouyun bangkit, ia menggunakan kedua tangan untuk mengeluarkan kekuatan spiritual nya, dengan gerakan secepat kilat Yiyi dan Ayi menghalangi Shen Xiao dan membantu menghalangi kekuatan spiritual nya, karena tau kekuatan spiritual nona nya masih belum pulih, dan tidak memungkin untuk melawan Shen Rouyun yang memiliki kekuatan spiritual tingkat tiga. Yiyi dan Ayi berhasil mengalihkan perhatian Shen Rouyun, dan Shen Xiao menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Shen Rouyun secara diam-diam, ia menggunakan kedua tangannya, dan sebuah bola air muncul yang perlahan berubah menjadi es runcing, dengan gerakan cepat, es itu menembus tubuh Shen Rouyun, namun tidak mengenai bagian dada nya, membuat Shen Rouyun mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
lanjut up terus kak
sllu semangat yah