Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Siang hari di kampus....
"Eh ngapain tuh manusia es nongkrong di depan sini, wah pasti ada yang gak beres nih," guman Syafi.
"Kok tiba-tiba perasaan ku tak enak ya," guman Syafi memegang dadanya.
"Dia pasti minta ganti rugi motornya," guman Syafi baru ingat motor Andra yang dia tabrak.
Tiba-tiba Syafi teringat perkataan Arin yang menyuruh Andra menjemput dirinya.
"Atau dia di suruh Tante Arin jemput aku, wah gawat gawat bahaya banget nih. Aku harus cari cara buat kabur secepatnya," guman Syafi.
"Sebenarnya tuh anak mau ngapain sih? Eh kenapa aku PD banget, ya kali dia mau menemui aku, tetapi aku harus berhati-hati," guman Syafi. Pikiran Syafi di penuhi berbagai macam pertanyaan.
Linda muncul di depan Syafi membuat Syafi tersenyum.
"Eh Linda sini," panggil Syafi kepada teman sekelasnya.
Linda pun menoleh.
"Apa sih Syafi, ngapain kamu ngumpet begitu?" Tanya Linda mengerutkan keningnya.
"Eh kalau ada yang tanyain aku, bilang kalau aku sudah pulang ya," pintanya memelas.
"Halah mana ada sih yang nyari kamu kalau bukan pak dosen ganteng sama Miko tunangan mu saja," kata Linda membuat Syafi melotot.
'Hadeh nih anak pake bahas Miko lagi, buat mood ku tak enak saja,' batin Syafi.
"Tuh mulut lemes amat buk, pokoknya kalau ada yang nyari bilang saja aku gak ada. No protes," kata Syafi setelah itu dia kabur secepatnya mengendap-endap menghindari Andra.
"Untung tuh anak gak lihat aku, main game mulu sih," guman Syafi tertawa senang bisa lolos dari Andra.
Bruk....
"Aduh...." Syafi pun terjatuh karena tak sengaja menabrak Pak Dion.
Syafi mendongak, tak sengaja dia menabrak dosen tampan di kampus ini.
"Hah..." Syafi terkejut.
'Aduh kenapa harus bertemu dengan pak Dion sih,' batin Syafi.
"Mana yang sakit?" Tanya pak Dion perhatian.
"Tidak kok Pak, maaf ya saya tidak melihat bapak," lirih Syafi tak enak hati.
Pak Dion tersenyum manis kepada Syafi.
"Tidak apa-apa, mari ku bantu," Pak Dion mengulurkan tangannya.
"Emm.... Tidak pak, saya bisa sendiri," jawab Syafi. Dia pun segera bangkit dan menepuk tangannya yang kotor.
"Mau saya antar pulang?" Tawar pak Dion.
"Emmm .... Maaf pak saya tadi bawa mobil kok," jawab Syafi tidak enak.
'Aduh aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum si Andra lihat,' batin Syafi gusar.
Syafi berkali-kali menoleh ke belakang memastikan tidak ada Andra.
"Kenapa kamu seperti nya panik, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya pak Dion menawarkan bantuan karena melihat wajah Syafi yang gusar seperti ketakutan.
"Ti-tidak pak, emmm... Papa saya sudah menunggu dari tadi jadi saya harus segera pulang pak," kata Syafi merangkai kebohongan karena tidak mungkin dia bilang sejujurnya kalau takut Andra datang, bisa salah sang nanti pak Dion.
Tanpa Syafi sadari ternyata Andra sudah berada di belakang Syafi, dia mengepalkan tangannya melihat Syafi dekat dengan pak Dion dan terlihat ngobrol sambil tersenyum.
Andra ingat saat tadi bertanya kepada teman sekelas Syafi, katanya Syafi sudah pulang terus Andra pun pergi menuju ke arah parkiran tanpa sengaja dia melihat Syafi.
Andra pun memilih bersembunyi supaya Syafi tak melihatnya.
"Ck ternyata lagi tebar pesona, pantas di cariin di kelas tidak ada. Kalau bukan karena mama sih ogah suruh antar pulang tuh cewek sok kecakepan banget sih," guman Andra.
Entah kenapa dia tiba-tiba merasa kesal melihat Syafi tertawa di depan dosen nya itu. Tanpa di rasa tangan Andra terkepal kuat, dia pun memilih jalan lain untuk menuju ke arah parkiran.
"Oh... Saya kira kamu di kejar hantu," canda Dion mencoba untuk membuat wanita di depannya tersenyum.
"He he he he he pak Dion bisa saja," kata Syafi canggung berpura-pura terkekeh mendengar candaan garing dosen nya itu.
Syafi berpura-pura melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Maaf pak, saya harus segera pulang. Permisi," pamit Syafi sopan.
"Iya, hati-hati," jawab pak Dion.
Syafi pun meninggalkan pak Dion yang masih menatap punggung itu menjauh.
"Andai kamu belum punya tuna gan pasti aku akan melamar mu," guman pak Dion dengan suara kecil terdengar lirih.
Setelah itu Syafi berlari ke arah parkiran di mana mobilnya berada.
"Hos hos hos hos hos," Syafi mengatur nafasnya.
"Untung saja aku bisa bebas dari pak Dion, kalau tidak bisa-bisa aku ketahuan sama Andra.
"Ehemm...." Andra berdehem, tersenyum menyeringai.
"Katanya pulang, eh tak tahunya malah pdkt sama pak dosen," sindir Andra membuat Syafi melotot.
"Siapa yang pdkt, tuh mulut suka banget sih fitnah aku," cebik Syafi kesal.
"Buktinya tadi ku lihat kamu ketawa-ketawa bareng tuh dosen," ceplos Andra.
"Dih bukan urusan mu," kesal Syafi pasalnya Andra menuduhnya.
"Cepat pakai nih helm," pinta Andra.
"Buat apa aku pake helm, lha aku kan bawa mobil," tanya Syafi heran.
"Aku di suruh mama buat menculik kamu dan taruh di rumah sebagai boneka mama," kesal Andra karena Syafi lupa permintaan mama Andra tadi pagi.
Syafi melotot mendengar perkataan Andra.
"Hei gadis aneh, apa kamu lupa sama perkataan mama tadi pagi. Dasar masih muda sudah pelupa," jelas Andra tak lupa di slipi cibiran.
Syafi terdiam, dia baru ingat ucapan Tante Arin. Syafi tak menyangka kalau Tante Arin menyuruh anaknya ini benar-benar untuk membawanya main ke rumah.
"Sayang...." Sesosok pria tampan sudah berada di belakang Syafi.
Deg .....
'Suara itu,' batin Syafi.
'Siapa nih cowok pakai panggil sayang segala ke Syafi,' batin Andra tiba-tiba kesal.
"Ngapain kamu ke sini, pakai panggil sayang segala," bentak Syafi kesal.
"Dasar cowok gak tahu malu, sudah selingkuh tetapi gak sadar diri," mulut Syafi terus mengomeli Miko.
Sedangkan Miko menunduk, dia sungguh menyesal telah melepaskan Syafi karena bujukan dari Amara.
Dia tak sanggup hidup susah lagi terlebih lagi , Amara selalu membentak dirinya tak pernah menghargai dia berbeda dengan Syafi yang tulus dan perhatian.
Dia begitu menyesal, dia ingin berusaha meraih cinta Syafi lagi.
Sedangkan Andra masih terdiam, dia ingin melihat gerak-gerik keduanya terlebih dahulu.
"Sayang maafin aku, ayo kita mulai dari awal. Aku sadar ternyata aku tidak bisa kehilangan mu," lirih Miko mencoba meraih tangan Syafi.
"Sayang sayang, eneg tahu dengarnya," kesal Syafi.
"Ha ha ha ha kamu bilang tidak bisa kehilangan aku, cih aku tahu maksudmu. Kamu bukan tidak bisa kehilangan aku tetapi kamu tak bisa kehilangan semua kemewahan yang di berikan Papa ku kan," Syafi mengeluarkan semua kata-kata pedas nya.
' Ha ha ha ha ha rasain tuh, mamam tuh kata-kata pedas Syafi,' batin Andra tertawa dalam hati melihat muka pria di depannya.
B E R S A M B U N G....
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣