Pernah merasa menjadi anak yang tidak diinginkan kehadirannya, mengubah karakter seorang Ziandru. Masa kecilnya yang penuh kehangatan dan keceriaan harus berubah 180° ketika menerima kenyataan bahwa dia adalah anak yang tidak diinginkan oleh laki laki yang seharusnya dipanggilnya Abi.
Jika ada yang bertanya, apakah dia menyimpan dendam pada orang tua laki lakinya itu ?? dia tidak bisa menjawab. Dia saja tidak bisa mendeskripsikan rasa dalam hatinya itu. Dia hanya bisa menjauh dari sumber rasa sakit itu. Sebisa mungkin dia berlari menjauh agar bisa melupakan rasa sakit itu tanpa harus menyakiti orang tersayangnya yaitu Uminya.
Kisah ini squel dari " Kisah Hidup Gadis Introvert "
Kalau ingin tidak bingung mengikuti alur cerita ini, sebaiknya baca dulu cerita sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Yuzhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Valen
" Bi..!! " Syifa beringsut merapat ke arah suaminya yang serius menatap layar ponselnya. Maliq sedang mengecek email yang baru saja Hendra kirimkan beberapa menit yang lalu.
" Hhemm. Ada apa sayang ?? " Ujar Maliq segera menutup layar ponselnya dan meletakannya di atas nakas.
Sejak peristiwa Syifa meninggalkannya tempo hari.Maliq lebih mementingkan Syifa. Apapun kesibukannya, ketika itu berkaitan dengan Syifa, Maliq mendahulukan Syifa. Dia tidak ingin sekalipun mengabaikan Syifa.Dia tidak bisa melihat wajah kecewa istrinya.
Pasangan yang telah melewati banyak peristiwa di masa lalu ini menjadi semakin mesra dan semakin lengket. Syifa yang dulunya selalu berwajah datar dan dingin, semakin ke sini semakin hangat pada Maliq. Pun begitu dengan Maliq. Laki laki yang dulunya tidak peka dan egois itu, sekarang menjadi suami yang sangat romantis dan penuh pengertian. Kasih sayang dan cintanya pada sang istri semakin besar.
Saat ini Syifa dan Maliq sedang duduk di peraduan mereka.Pasangan suami istri ini duduk sambil bersandar di headboard ranjang.Sudah menjadi kebiasaan, sebelum tidur mereka melakukan pillow talk.
Maliq meraih tubuh Syifa dan membawanya ke dalam pelukan. Syifa menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
" Sepertinya kita harus bicara sama Kak Willy dan Gladis, Bi !! " Kata Syifa sambil mengelus dada suaminya.
" Mau bicara tentang, hmm ?! " Tukas Maliq seraya mengelus surai hitam lembut beraroma wangi milik sang istri.
" Valen " Jawab Syifa singkat. Wanita dewasa yang masih terlihat imut seperti wajah ABG itu menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.
" Ada apa denga Valen, Mi ?! " Tanya Maliq tanpa melepas usapannya di kepala Syifa.
" Valen ingin belajar mengaji " Lirih suara Syifa gelisah.
Maliq tersentak. Tubuhnya menegang.
" Kata siapa ?? " Ucap Maliq dengan nada terkejut.
" Tadi sore Valen bilang ke Umi, Bi !! " Syifa menegakan tubuhnya, mengurai pelukan Maliq.
Maliq menatap intens wajah istrinya. " Apa katanya, Mi ?? "
Flash back On
" Mi..Valen mau seperti adek Hana dan Hani " Ucap Valen sambil menyandarkan kepalanya di bahu Syifa dengan manja. Kaki jenjangnya yang menjuntai digoyang goyangkannya pelan. Syifa dan Valen sedang duduk di gazebo depan kolam renang. Kebiasaan keluarga Syifa jika mau bersantai.Netra hazel gadis cantik itu menatap nanar ke arah Hana dan Hani yang sedang muroja'ah di gazebo sebelah.
" Mau seperti adek Hana dan Hani ?? " beo Syifa tidak mengerti. Keningnya berkerut mencoba mencerna ucapan anak sahabatnya itu.
" Iya..Valen mau menghafal Qur'an seperti adek. Valen senang dengar kalau adek lagi muroja'ah. Iya itu kan namanya, Mi ??" Ungkap Valen. Di dongakan kepalanya menatap Syifa yang sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya.
" Haa ?? " Mata sipit Syifa membulat dengan sempurna.
" Tidak bisa, sayang !! Valen harusnya belajar Al kitab. Al Qur'an adalah kitab suci umat islam. Kalau Valen mau belajar agama, itu baca Al kitab " Tukas Syifa lembut. Diusapnya pelan rambut ikal berwarna kecoklatan milik gadis remaja itu.
" Tapi Valen maunya kaya adek. Valen juga sudah hafal surat Alfatiha. Iya surat Alfatiha kata Bi nuni. Valen sering dengar surat itu kalau Bi Nuni mulai mengaji, jadi Valen hafal " Ujar Valen terkekeh pelan.
" Valen juga mau pakai jilbab kaya Umi sama adek. Pasti Valen cantik kaya Umi, kalau pakai jilbab, iya kan, Mi ?? " Imbuh Valen antusias.
Syifa menggeleng lemah sambil mengusap wajahnya frustasi.
" Tidak bisa, sayang !! Valen tidak bisa juga pakai jilbab. Sebenarnya tidak ada salahnya, tapi tidak etis rasanya kalau Valen pakai jilbab. Karena sudah menjadi budaya di Indonesia, wanita kristiani tidak memakai kerudung. Beda dengan budaya di timur tengah, sudah memakai tudung atau jilbab sebelum mereka mengenal agama.Maka agama apapun di sana sudah tidak aneh lagi bila memakai jilbab karena itu menjadi tradisi mereka "
" Beda dengan wanita muslim, nak. Jilbab adalah sesuatu yang wajib. Akan sangat berdosa bila wanita yang sudah baligh tidak menutup aurat dengan sempurna dan ancamannya adalah neraka jahanam. Dan hal ini sudah ditekankan dalam kitab suci umat muslim "
" Tapi, Bunda Maria pakai kerudung, mi. Kenapa Valen tidak bisa ?? " Skeptis Valen semakin kritis pada Syifa.
Syifa terperangah. Dia bingung menempatkan masalah ini. Permintaan anak sahabatnya ini adalah sesuatu yang sensitif. Dia tidak ingin merusak persahabatannya dengan Gladis karena perkara ini.
" Kerudung Bunda Maria adalah simbol kehormatannya "
" Iya. Sebenarnya umat kristiani juga tidak mengapa pakai jilbab, tidak ada larangan. Bahkan gereja latin pada awalnya mewajibkan wanitanya memakai mantila atau jilbab pada saat beribadah. Namun setelah konsili Vatikan II gereja tidak lagi mewajibkannya tapi tidak menghilangkannya. Tapi, itu kembali lagi ke budaya kita di Indonesia, akan sangat aneh jika Valen memakai jilbab sementara Valen adalah non muslim " Papar Syifa memberi pengertian pada Valen.
" Tapi jika Valen ingin menjaga kehormatan Valen, Valen bisa memakai pakain tertutup. Karena wanita terhormat mempunyai rasa malu yang tinggi untuk tidak mengumbar auratnya. Apapun agamanya " Syifa membelai wajah cantik itu dengan tatapan lembut yang ditanggapi anggukan oleh gadis remaja yang sudah dianggapnya sebagai anak kandung.
" Valen boleh jadi muslim ?? " Ucap Valen lirih tapi dengan nada tegas.
" Haa ?? " Sekali lagi Syifa terkejut mendengar ucapan Gadis remaja milik Gladis ini.
" Valen jangan sembarang berucap nak. Valen masih labil. Walaupun Valen beda agama dengan Umi, Valen tetap kesayangan Umi. Jangan karena Valen mau dengan Umi sampai Valen harus mengikuti keyakinan Umi " Tegas Syifa tapi masih dengan nada lembut. Dikecupnya berulang kali kening Valen.
Flash back Off
Maliq menghela nafasnya pelan setelah mendengar penuturan istrinya.
" Inilah anak kalau kurang bimbingan dari orang tua. Jadinya labil dan mudah goyah. Harusnya Willy dan Gladis lebih banyak meluangkan waktunya untuk Valen, bukannya membiarkan anaknya di bawah pengasuhan orang lain " Keluh Maliq bergumam.
" Abi harus bicarakan ini dengan Willy. Siapa tahu ketika mendengar cerita Abi, Willy akan lebih banyak memberikan perhatiannya buat anaknya. Abi kasihan dengan Valen, dia haus kasih sayang " Imbuh Maliq lagi.
" Iya, Bi. Umi juga akan coba bicara dengan Gladis " Timpal Syifa lalu menyandarkan kembali kepalanya di dada Maliq.
semangat thor sehat selalu 💪💪💪💪💪
terimakasih....
semoga segera up.lagi ya kak...
valen dan ziandru😍